KITA PERLU TUHAN YANG TIDAK TERGONCANGKAN - Ps. Ruth Julia

Ruth Julia www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang kefanaan dan ketidakpastian hidup di dunia ini, serta pentingnya mengandalkan Tuhan yang tidak tergoncangkan. Beberapa poin utama yang disampaikan:

  • Segala sesuatu di bumi ini terbatas dan sementara.
  • Nasib seseorang bisa berubah sewaktu-waktu, seperti yang terjadi pada masa pandemi COVID-19.
  • Mengumpulkan harta di bumi adalah sia-sia karena dapat rusak dan dicuri.
  • Pentingnya campur tangan ilahi dalam hidup kita karena dunia ini penuh dengan ketidakpastian.

Intro

Pembicara memulai dengan mengingatkan bahwa segala sesuatu di dunia ini terbatas dan sementara. Keadaan bisa berubah dengan cepat, dari baik menjadi buruk, dari sukses menjadi bencana. Bumi ini adalah kerajaan yang bisa tergoncangkan, termasuk pekerjaan, tabungan, kesehatan, klien, marketing, dan bahkan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, manusia membutuhkan campur tangan ilahi.

Perubahan Nasib Akibat COVID-19

Pembicara menceritakan kisah pasangan yang sukses di bidang keuangan sebelum COVID-19, namun mengalami kejatuhan drastis setelah pandemi. Ia juga menyoroti bagaimana COVID-19 mengubah nasib banyak orang, terutama mereka yang baru memulai bisnis travel dan perhotelan. Banyak dari mereka yang harus menutup usaha dan mengalami kerugian besar.

Harta di Bumi Bersifat Sementara

Mengutip Matius 6:19, pembicara mengingatkan untuk tidak mengumpulkan harta di bumi karena akan rusak dan dicuri. Ia berbagi pengalaman tentang teman-temannya yang kaya raya di masa lalu, namun kondisinya berubah seiring waktu. Hal ini menunjukkan bahwa semua yang ada di bumi ini bersifat sementara. Pembicara juga menceritakan pengalamannya membeli pakaian murah di pasar Singosari untuk anaknya karena keterbatasan ekonomi.

Kefanaan Dunia dan Kebutuhan akan Tuhan

Pembicara mengajak untuk merenungkan kitab Pengkhotbah 1:14 yang menyatakan bahwa segala sesuatu di bumi adalah kesia-siaan. Ia mengutip seorang artis yang mengatakan bahwa semua yang ada di dunia ini adalah titipan, termasuk suami. Pembicara kemudian merujuk pada 1 Raja-Raja 17 dan Kejadian 26 yang menceritakan tentang masa kekeringan dan kelaparan. Hal ini menggambarkan bahwa mengandalkan apa yang ada di bumi bisa berubah sewaktu-waktu.

Campur Tangan Ilahi

Pembicara menekankan bahwa bumi ini adalah kerajaan yang bisa tergoncangkan. Pekerjaan, tabungan, kesehatan, klien, marketing, dan ilmu pengetahuan bisa menjadi tidak pasti. Oleh karena itu, manusia membutuhkan campur tangan ilahi dan berjalan dengan Tuhan. Seperti dalam film Twister, kita harus berpegang pada sesuatu yang kokoh, yaitu Tuhan, karena Dia tidak pernah tergoncangkan.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Saudara, saya jadi ingat semua yang ada di muka bumi ini terbatas. Betul. Semua yang ada di bumi ini semua sifatnya fah. Semua sifatnya sementara. Hari ini bagus, besok bisa berubah jadi jelek. Hari ini hujan, besok tiba-tiba gak ada hujan. Betul, Saudara? Hari ini semua sukses, tiba-tiba besok ada sesuatu bencana terjadi. Tahu-tahu kondisi berubah. Saudara, bumi ini kata Tuhan adalah kerajaan yang bisa tergoncangkan. Betul. pekerjaanmu, tabunganmu, kesehatanmu, klienmu, marketingmu,

0:47 ilmu saudara kadang sudah bisa out of date. Makanya pesan saya pagi ini, Saudara butuh campur tangan ilahi, Saudara. Beberapa ee hari yang lalu saya bertemu dengan sepasang suami istri yang bercerita tentang perjalanan hidup mereka dari beberapa tahun belakangan ini, Saudara. Mereka bergerak di pekerjaan finance ya. Dan mereka sempat bercerita bahwa pada

1:35 tahun 2017, 18, 19 betul-betul mencapai puncak puncak kejayaan, puncak panenan. Pokoknya dalam kondisi tahun-tahun itu kondisi pekerjaan bisnis mereka benar-benar di atasnya. Dan kemudian tiba-tiba pada tahun 2020 ketika COVID terjadi, pekerjaan mereka bukan berubah sedikit, tapi pekerjaan mereka terjun bebas. Jadi tadinya di atas dalam waktu singkat tiba-tiba ada di bawah dan mereka menemuin saya beberapa waktu yang lalu.

2:22 Kondisi yang terjadi dari tahun 2020 sampai hari ini mereka belum melihat pemulihan dan perubahan. Saya jadi ingat dan menyadari di awal tahun 2020 COVID telah mengubah nasib banyak orang ya Bapak Ibu dan mungkin juga beberapa dari Saudara di sini nasibnya juga berubah sejak COVID terjadi ya. Yang saya ingat di awal tahun 2020 sebelumnya orang pada ramai membuat usaha travel dan orang banyak yang juga membuat yang punya duit lebih mereka

3:07 membuat usaha hotel budget yang gak mahal-mahal. Karena sangat banyak orang-orang pada zaman itu suka traveling. Mereka sering keluyuran ke mana-mana. Tiba-tiba di awal tahun 2020 kita kaget dengan COVID. Orang-orang yang merasakan pertama kali adalah orang-orang yang baru aja bikin hotel, baru aja buka usaha travel agent, tahu-tahu sudah tutup, tahu-tahu harus hancur, dan bahkan cukup banyak dari mereka sampai hari ini gak bangkit-bangkit gitu kan. Mereka akhirnya berusaha dengan pekerjaan apapun. Tapi banyak yang dari mereka itu hancur benar-benar tahun 2020.

3:55 Jadi saya memang melihat tahun 2020 sejak COVID itu banyak orang nasibnya berubah, Saudara. Saya jadi ingat satu firman Tuhan. Yuk kita buka dulu di dalam Injil Matius pasal yang ke-6. Injil Matius pasal yang ke-6 ayat yang ke-19. Matius pasal yang ke-6 ayat 19. Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi. Di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Saya ketemu dengan beberapa teman ya, Bapak, Ibu. Ee kita gak ngomong soal COVID, tapi beberapa teman yang saya ketemukan ini saya masih ingat pada saat saya dan suami masih sedikit lebih muda

4:43 dari hari ini. Nah, hari ini pun muda gitu kan. sedikit lebih muda dari hari ini. Dan saya tuh ketemu pada waktu dulu bergaul sama mereka, mereka boleh dibilang termasuk orang-orang kaya. Orang-orang kaya. Jadi, teman-teman saya itu ada yang orang-orang kaya. Pokoknya dulu kami waktu lihat mereka ngiri banget gitu loh, Saudara. Enak banget ya jadi kaya ya. Enak banget ya punya duit banyak. Saya masih ingat ketika kemudian saya juga punya anak pertama kali saya tahu ada orang-orang ini kalau beli pakaian dan kebetulan mereka juga punya anak pada umur yang tidak jauh berbeda dengan saya melahirkan. Jadi mereka ee saya melihat bagaimana menyiapkan

5:29 keperluan pakaian untuk anak-anaknya itu branded semua. Branded semua. Dan pada waktu berpuluh-puluh tahun ketemu dengan mereka, saya cukup kaget. Orang-orang yang tadinya saya cukup iri karena kondisinya makmur, enak, ya kan? Bahkan beli pakaian bayi-bayi aja branded. Kalau saya kan sayang branded ya, karena bayi kan cepat gede ya kan. Jadi saya ndak beli branded ya. Selain karena selain karena memikirkan percuma kan anak cepat gede, tapi sebetulnya alasannya ya karena gak punya duit ya kan. Jadi belinya itu di pasar. Saya masih ingat waktu itu saya sering tinggal di Singosari Saudara. Jadi saya

6:15 pergi ke pasar Singosari Pak. Aduh murah Pak. Piama-piama Rp1.000 Pak atas bawah Pak. Murah sekali. Memang tipis tapi kan panas toh. Jadi isis kan jadi kan enggak panas-panas kalau pakai tipis-tipis toh. Ya. Jadi saya tuh kadang-kadang lihat ih gila pakaian bayi baru lahir ceprot sudah branded. Saya branded Pasar Singosari. Jadi waktu itu saya melihat mereka tuh saya ada rasa gini loh enak banget ya kondisi mereka. Tapi beberapa tahun kemudian kami ketemu sama mereka. kami melihat kondisi mereka. Saya tuh ngobrol sama suami karena kami sering berdua di mobil ya. Jadi ngob ngobrolnya tuh sudah dari Sabang sampai Merauke.

7:01 Percakapannya tuh sudah sampai soal yang detail-detail dan soal observasi kehidupan dan nilai-nilai filsafat kehidupan yang sangat dalam, Saudara. Karena terlalu lama di mobil perjalanan, apalagi kalau macet, Saudara. Kami mulai membicarakan mereka dan kami bilang begini, "Kita ini gak pernah tahu ya nasibnya orang." Benar enggak? Anda pernah ketemu teman-teman yang tadinya mungkin enak, tahu-tahu jadi susah. Tapi yang tadinya susah enggak nyangka hari ini jadi enak. Orang bilang nasibnya orang gak tahu. Iya kan? Bahkan ada mungkin beberapa dari teman kita ndak nyangka umurnya sama eh mereka sudah berangkat duluan.

7:48 Saudara, saya jadi ingat semua yang ada di muka bumi ini terbatas. Betul? Coba buka kitab Pengkhotbah pasal 1. Kalau mau hidup kita bijak dan ingat, bacalah kitab Pengkhotbah pasal 1 ayat yang ke-14. Kalau saudara baca kitab Pengkhotbah, Anda akan temukan bahwa semua yang ada di bumi ini seperti fana. Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari. Tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.

8:36 Yang saya tangkap adalah bahwa apapun yang ada di muka bumi ini sifatnya sementara. Hari ini enak, puji Tuhan kita gak pernah tahu apa yang akan terjadi. Tahu-tahu pandemi terjadi, nasib orang berubah. Betul. Makanya Alkitab bilang harta di bumi ini, semua yang kita miliki di bumi ini ngengat, karat, semuanya habis. Jangan membayangkan kalau saya bilang harta di bumi itu bayangan Anda duit meluluk ya. Apapun yang ada di bumi itu semuanya sifatnya sementara. Saya tergelitik ketika melihat di televisi ada seorang artis ngomong begini,

9:22 "Semua yang ada di dunia ini adalah titipan." Setuju gak? Betul. Harta titipan. Betul. Kata artis ini suami pun titipan. Saya kaget dengar kok suami titipan. Lalu dia bilang begini, "Kalau ndak diambil sama Tuhan, diambil sama pelakor." Katanya saya jadi mikir, "Iya iya." Jadi komentar artis ini lucu. Tapi saya menyimpulkan gini loh, semua yang ada di dunia ini sangat terbatas dan fana. Saya mau ajak lihat yuk kejadian eh satu Raja-Raja pasal 18. Kita lihat dulu satu

10:10 raja-raja pasal 17. Satu raja-raja pasal 17. Lalu berkatalah Elia orang Tisbe dari Tisbe Giliat kepada Ahab. Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel yang kulayani. Sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan semua yang ada di bumi ini semua sifatnya fana, semua sifatnya sementara. Hari ini bagus, besok bisa berubah jadi jelek. Hari ini hujan, besok tiba-tiba gak ada hujan. Betul, Saudara? Hari ini semua sukses, tiba-tiba besok ada sesuatu bencana terjadi. Tahu-tahu kondisi berubah. Belakangan ini saya

10:57 cukup sering kok ketemu teman-teman karena saya sering di lapangan Bapak Ibu dan saya sering ketemu pengusaha di lapangan. Beberapa bulan yang lalu mereka bisa bercerita, "Oh, kami ramai Bu." Jadi di tahun 2024 banyak dari mereka mengalami panenan yang luar biasa. Lalu mereka berkata, "Sungguh Tuhan baik. semua berkat Tuhan. Lalu tiba-tiba masuk di awal tahun 2025 mulai perubahan-perubahan terjadi. Kenapa? Karena di di awal tahun 2025 mulai banyak perubahan terjadi. Mulai dari kebijakan, mulai dari politik, semuanya berubah. Lalu belakangan ini ketika saya traveling dari tempat ke tempat ketemu dengan orang-orang yang berbeda dengan usaha yang berbeda-bereda, semuanya

11:43 hampir sama curhatnya. Mereka bilang begini, "Tahun lalu kami enak, Bu. Tiba-tiba tahun ini jadi sepi." Mereka bilang begitu. Kita gak pernah tahu. Makanya, Bapak, Ibu, jangan mengandalkan dan merasa aman karena saudara punya tabungan. Jangan mengandalkan dan merasa aman karena kerjaan saudara baik-baik saja. Karena Anda gak akan pernah tahu hari ini baik, besok tiba-tiba berubah. Anda juga enggak pernah tahu tiba-tiba ada customer yang bagus dan gede dan saudara merasa nyaman karena bertahun-tahun dia selalu order dalam jumlah besar kepada saudara. Lalu tiba-tiba mohon maaf bicara tiba-tiba customer ini kena serangan jantung lalu berangkat orderan sudah tutup. E ganti orang ganti orderan ganti orang dia cari

12:30 ke tempat yang lain. Anda gak akan pernah tahu. Betul ya? Hari itu tiba-tiba Tuhan bicara kepada Elia, "Sampaikan pesanku. Tidak akan ada hujan, tidak akan ada hembun. Tiba-tiba terjadi masa kekeringan, tiba-tiba terjadi masa kelaparan." Lalu Anda lihat juga buka Kejadian 26. Hari ini buka ratusan ayat, ya. Jadi, Anda siapkan handphone maupun Alkitab Saudara. Kejadian 26 ayat yang pertama, Saudara. Saya cuma mau kasih lihat Anda semuanya. Oke. Maka timbullah kelaparan di negeri

13:17 itu. Saya kalau mempelajari ya, Bapak Ibu ee beberapa kali ada ayat-ayat di Alkitab tulisannya begini. Maka timbullah kelaparan, maka timbullah kekeringan. Maka terjadilah kekeringan di negeri itu. Saya melihat bahwa sepertinya kesan yang saya tangkap ini ya, ada banyak orang yang gak punya persiapan sehingga kejadian ini betul-betul seperti membuat syok buat mereka yang di dalam firman Tuhan. Nah, dalam kejadian 26 juga sama terjadilah kelaparan di negeri itu. Hujan gak turun-turun. Dan menurut beberapa interpretasi kejadian 26 ini terjadi sekitar hampir 3 tahunan

14:04 Saudara. Jadi ee apa yang terjadi? Bahwa begitu panjang kekeringan dan kelaparannya. Nah, ini loh akibatnya kalau kita ngandalkan apa yang ada di bumi, semua bisa berubah sewaktu-waktu, Saudara. Ini yang saya mau sampaikan pagi ini, Saudara. Bumi ini kata Tuhan adalah kerajaan yang bisa tergoncangkan. Betul. pekerjaanmu, tabunganmu, kesehatanmu, klienmu, marketingmu, ilmu saudara kadang sudah bisa out of

14:49 date. Makanya pesan saya pagi ini, Saudara butuh campur tangan ilahi. Saudara butuh berjalan dengan campur tangan Tuhan. Amin. Karena sewaktu-waktu apapun bisa di luar perkiraan dan persiapan. Karena itu kita butuh bergantung dan memegang yang tidak tergoncangkan. Kalau Anda pernah lihat film, Twister, badai, orang selalu pegangan pada

15:34 sesuatu yang kokoh. Betul. Jangan pegang pada sesuatu yang rapuh dan goyah. Kita tahu kehidupan di bumi ini rapuh. Kita tahu semua yang kita punya titipan. Rapuh, Saudara. Satu yang kita harus pegang, kita harus pegang pada yang tidak rapuh. dan tidak goyang. Apa itu? Berjalan di dalam Tuhan. Karena Tuhan tidak pernah tergoncangkan. Karena Tuhan tidak pernah goyang dan rapuh. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube