Kitab Arbaun Quraniyah Hadist 20-24

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang keutamaan Al-Qur'an dan orang-orang yang mempelajarinya, mengajarkannya, serta mengamalkannya. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi:

  • Sunnah mengucapkan "Hasbuk" saat menghentikan bacaan Al-Qur'an.
  • Keutamaan orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur'an sebagai manusia terbaik.
  • Derajat tinggi ahlul quran di sisi Allah, bahkan jika mereka adalah mantan budak.
  • Ahlul quran adalah orang-orang pilihan dan istimewa di sisi Allah.
  • Tingkatan surga bagi ahlul quran sesuai dengan ayat terakhir yang dibaca.

Hadis ke-20: Mengucapkan "Hasbuk" Saat Mendengar Bacaan Al-Qur'an

Hadis ini membahas tentang sunnah mengucapkan "Hasbuk" (cukup) ketika ingin menghentikan seseorang yang sedang membacakan Al-Qur'an. Nabi Muhammad SAW menggunakan kata "Hasbuk" kepada Abdullah bin Mas'ud ketika beliau membacakan surat An-Nisa. Hal ini sebagai bantahan terhadap sebagian orang yang mengakhiri bacaan Al-Qur'an dengan "Sadaqallahul Azhim," padahal Nabi tidak pernah melakukan hal tersebut. Selain itu, dibolehkan bagi seorang murid membaca Al-Qur'an di hadapan guru bukan dalam rangka belajar, tetapi agar guru dapat mendengarkan bacaannya.

Hadis ke-21: Keutamaan Mempelajari dan Mengajarkan Al-Qur'an

Hadis ini menjelaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya. Abu Abdurrahman As-Sulami, seorang Tabi'in, menghabiskan 40 tahun di Masjid Kufah untuk mengajarkan Al-Qur'an karena hadis ini. Mengajarkan Al-Qur'an hukumnya fardhu kifayah. Orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur'an adalah orang yang sempurna karena ia mengamalkan ilmunya. Orang tua hendaknya memiliki perhatian untuk mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anaknya. Mempelajari tajwid hukumnya sunnah bagi kaum muslimin, tetapi wajib bagi guru Al-Qur'an dan imam shalat. Kaum muslimin yang tidak mampu mempelajari atau menghafal Al-Qur'an dapat membantu dengan memberikan sebagian hartanya untuk kepentingan halaqah Al-Qur'an. Ilmu harus didahulukan sebelum berkata dan beramal.

Hadis ke-22: Derajat Tinggi Ahlul Quran Meskipun Budak

Hadis ini menceritakan tentang Umar bin Khattab yang bertanya kepada Nafi' bin Abdul Harits, gubernur Makkah, tentang siapa yang menggantikannya jika ia tidak ada di Makkah. Nafi' menjawab bahwa ia menunjuk Ibnu Abza, seorang mantan budak. Umar heran, tetapi Nafi' menjelaskan bahwa Ibnu Abza ahli dalam Al-Qur'an, ilmu faraidh, dan seorang qadi (hakim). Umar kemudian berkata bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa Allah akan mengangkat derajat suatu kaum dengan Al-Qur'an dan merendahkan yang lain dengannya. Ilmu memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah. Barang siapa berpaling dari Al-Qur'an, Allah akan merendahkannya di dunia dan akhirat. Para sahabat bukan hanya ahli dalam qiraatul Quran, tetapi juga mendalami ilmu agama.

Hadis ke-23: Ahlul Quran adalah Keluarga Allah

Hadis ini menjelaskan bahwa ahlul quran adalah orang-orang pilihan dan istimewa di sisi Allah, mereka adalah keluarga dekat Allah. Ahlul quran adalah orang-orang yang menyampaikan, menghafal, membaca, mengerjakan, dan mengamalkan Al-Qur'an. Mereka menghalalkan apa yang dihalalkan Al-Qur'an dan mengharamkan apa yang diharamkan Al-Qur'an, serta menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk. Bukan ahlul quran jika hanya pandai membaca Al-Qur'an tetapi tidak mengamalkannya atau akidahnya menyelisihi Al-Qur'an.

Hadis ke-24: Keutamaan Ahlul Quran di Surga

Hadis ini menjelaskan bahwa kepada ahlul quran akan dikatakan di surga, "Bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya di dunia. Karena sesungguhnya tingkatan surgamu adalah sesuai dengan akhir ayat yang engkau baca." Dunia adalah tempat bercocok tanam untuk akhirat. Tingkatan seseorang di surga sesuai dengan ayat terakhir yang ia baca. Barang siapa membaca Al-Qur'an dan terus-menerus membacanya serta mengamalkannya, maka ia termasuk dalam hadis tersebut. Tingkatan keimanan orang-orang yang beriman berbeda-beda sesuai dengan amalannya.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi waman tabi Huda Amma ba'd Alhamdulillah para pendengar radio bas FM dan kaum muslimin dan muslimat di mana pun berada Alhamdulillah Pada sore yang berbahagia ini kita kembali untuk melanjutkan bacaan kita dari kitab alarbaun quraniah yang ditulis oleh Syekh Ahmad IBN Abdur razzaq alanqari hafidahullahu taala dan pada pertemuan Sebelumnya kita telah masuk pada hadis Nam 19 kita telah membaca

0:47 kita masuk sekarang pada hadis yang ke-20 yaitu perkataan almusonif rahimahullah perkataan penulis di sini kata beliau Al hadis alisrun hadis yang ke20 Ul muqri lilq hasbuk hadis yang ke-20 adalah hadis tentang perkataan orang yang mendengar bacaan kemudian dia mengatakan kepada pembaca hasbuk jadi kita yang mendengarkan bacaan dari orang yang membaca di hadapan kita mungkin itu murid kita atau teman kita kemudian kita menghentikan

1:33 bacaannya dengan mengucapkan hasbuk ini terdapat di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam albukhari rahimahullah dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiallahu taala Anhu qal qal Lin Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam hadis dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu taala Anhu Beliau berkata Qin nabi shallallallahu Alaihi Wasallam Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berkata kepadaku Iqra Alya wahai Abdurahman wahai Abdullah bin Mas'ud bacakanlah Alquran kepadaku nabi meminta kepada Abdullah bin Mas'ud untuk membacakan Alquran faqulu Ya Rasulullah aqra alaika waika unzil ya

2:23 Rasulullah Bagaimana aku membacakan Alquran kepadamu sedangkan Alquran diturunkan kepadamu Q Na Kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Iya bacakan bacakan alquranis Kemudian aku pun membacakan surat Annisa dan sampailah pada ayat yang berbunyi lah pada ayat yang ke-41 dari surah Annisa Q hasbukalan kata nabi cukup sekarang

3:09 hasbukalan cukup sekarang faltafattu ilaihi Fa aahu trifan maka aku pun berhenti dan Aku menoleh melihat kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ternyata air mata beliau bercucuran ternyata keluar air mata air mata beliau Sallallahu Alaihi Wasallam ini Syahid yang disebutkan oleh almusanif hafidahullah dari inti dari hadis yang disebutkan oleh penulis di sini adalah ucapan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang mendengarkan bacaan Abdullah IBN Mas'ud dengan

3:55 menghentikan bacaannya dengan beliau mengatakan hasbuk cukup maka kita disunahkan ketika sedang mengajarkan al-qur'an atau mendengarkan bacaan al-qur'an dari orang yang membaca kepada kita ketika kita ingin menghentikan bacaan tersebut kita menggunakan kalimat hasbuk cukup nah ini sebagai bantahan kata Syekh di sini ini sebagai bantahan Naam fiun alalqilina biqallahulim Badal intiha Min tilawah walauanaal Amru masruan laq Nabi

4:42 Shallallahu Alaihi Wasallam badala hasbukaladaqallahulim ini sebagai bantahan kepada sebagian orang yang membaca al-quran ketika berhenti dari bacaannya dia mengakhiri dengan kata-kata sadaqallahulim atau guru ketika na menghentikan bacaan muridnya Naam dia menghentikan dan mengucapkan sadaqallahulim nah ini sebagai bantahan Kenapa karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak katakan demikian kepada Abdullah bin Mas'ud tapi nabi menggunakan kalimat hasbuk cukup cukup kalau seandainya perkataan sadaqallahulim di akhir bacaan tilawah al-qur'an itu merupakan

5:30 perbuatan yang baik perkataan yang baik niscaya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam akan mengucapkan demikian kepada Abdullah bbin Mas'ud hasbuk tetapi nabi menggunakan kata-kata hasbuk maka ini merupakan sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang banyak ditinggalkan oleh sebagian orang ketika ingin menghentikan bacaan ya tidak menggunakan kata-kata hasbuk yaitu cukup ya ini yang diajarkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis tersebut kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana sebbutkan Abdullah BN Masud

6:15 ketika aku berhenti dan aku melihat Kepada beliau ternyata beliau ya mengeluarkan air mata air matanya ya bercucuran ini ketika beliau mendengar bacaan bimana Ketika nanti nabi didatangkan dan menjadi saksi bagi umat ini nabi Pun Menangis Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian para pendengar yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala dibolehkan seorang murid membaca Naam kepada orang yang lebih Alim

7:00 bimakna bahwa Abdullah IBN Mas'ud radhiallahu taala Anhu beliau diminta oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam untuk membacakan ini bukan masalah Taklim bukan mengajar bukan sedang belajar tetapi ingin mendengarkan bacaan orang lain ini dibolehkan seorang guru ingin mendengarkan bacaan muridnya bukan sedang mengajar bukan sedang belajar tetapi ingin mendengarkan bacaan Lewat bacaan muridnya maka Mak Ini dibolehkan sebagaimana Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam meminta kepada Abdullah bin Mas'ud untuk membacakan al-qur'an kemudian kita masuk pada alfaslut tsalit yaitu fasal yang ketiga tentang

7:48 hadis-hadis yang menunjukkan keutamaan menghafal al-qur'an dan balasan bagi mereka yang belajar dan menghafal al-qur'an alhadis Alhadi Wal isrun hadis yang ke-21 dibawakan oleh almusanif hafidahullah dengan judul innan taamal Quran waamah kaana Min Khairi hadil umti wadoliha Sesungguhnya orang yang mempelajari al-qur'an dan orang yang mengajarkan al-qur'an maka dialah manusia terbaik dialah manusia yang paling mulia dan

8:34 beliau membawakan hadis dari Utsman bbin Affan radhiallahu taala Anhu dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda khairukum Man ta'allamal qurana waam rawahul Bukhari kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sebaik-baik di antara an orang yang paling baik diantara kalian adalahran yang belajar Alquran mempelajari Alquran dan yang mengajarkan Alquran yang belajar dan yang mengajarkan kedua-duanya adalah manusia yang terbaik

9:20 kedua-duanya adalah orang-orang yang mulia di sisi Allah subhahu wa ta Karena diaempelajari ayat-ayat Allah diaempelajariamah mempelajari huruf-huruf al-qur'an dia mempelajari dan mentadaburi al-qur'an kemudian Syekh juga membawakan riwayat yang lainnya juga diriwayatkan oleh Bukhari dari Utsman IBN Affan radhiallahu taala Anhu dengan lafaz yang lain Inna afdolakum Man taamal Quran waamah Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang mempelajari al-qur'an dan mengajarkannya orang yang mempelajari al-qur'an dan mengajarkannya hadis ini diriwayatkan dari seorang tabii yang

10:05 bernama Abu Abdurrahman asulami rahimahullahu taala ketika beliau mendengarkan hadis ini dari Utsman IBN Affan radhiallahu taala Anhu maka beliau pun akhirnya menyibukkan diri untuk terus mengajarkan al-quran sampai beliau mengatakanika wakana rahimahullah Q jalasa Arbain Sanah yallimunasa Fi Masjidil kufah Karena sebab hadis ini maka seorang tabii yang bernama Abu Abdurrahman asulami beliau pun mengatakan Karena sebab hadis ini aku pun duduk di tempatku ini untuk mengajarkan al-quran dan beliau duduk Di

10:52 masjidnya di kufah pada saat itu selama 40 tahun mengajarkan al-qur'an kepada manusia ini tentang keutamaan orang-orang yang belajar dan mengajarkan al-qur'an ini adalah sifat orang-orang yang beriman orang-orang yang mengikuti para rasulnya orang-orang yang benar-benar mengetahui akan keutamaan mempelajari kitab yang diwahyukan atau mempelajari kalamullah yang diwahuhkan kepada nabinya Muhammad sallallahu Alaihi Wasallam kemudian Syekh menyebutkan beberapa faedah dari hadis yang mulia

11:39 ini yang pertama kata beliau taklimul Quran fardun kifayah mengajarkan al-qur'an hukumnya adalah fardu kifayah maknanya ketika sudah ada yang mengajarkan al-qur'an maka gugurlah kewajiban bagi yang lainnya gugurlah kewajiban bagi yang lainnya tapi ketika tidak ada ada yang mengajarkan Alquran Tidak ada manusia mengajarkan Alquran maka mereka mendapatkan dosa tapi ketika sudah ada yang mengajarkan sebagian dari manusia Alquran maka gugur bagi yang lainnya atas kewajiban tersebut kata beliauian kalau ada sebagian kaum muslimin yang mengajarkan Alquran kepada kaum muslimin yang lainnya maka gugur

12:25 kewajiban bagi yang lainnya yang lainnya mengajar ilmu-ilmu syariat mengajarkan tentang akidah mengajarkan tentang Tauhid mengajarkan tentang fikih mengajarkan tentang Tafsir mengajarkan bagaimana berakhlak mengajarkan tentang fikih Muamal dan lain sebagainya ini yang disebutkan oleh Syekh yang pertama yang kedua Alum quranilir alqir wfil mutaaddi orang yang belajar al-qur'an dan orang yang di waktu yang sama dia mengajarkan al-qur'an maka ini

13:11 adalah merupakan kesempurnaan Dia belajar al-qur'an kemudian setelah dia mengetahui bagaimana membaca Bagaimana memahami al-qur'an dia ajarkan kepada orang yang lainnya maka ini menjadi manusia yang terbaik karena dia sempurna dengan mempelajarinya kemudian mengamalkan dengan cara mengajarkannya kepada orang lain dia mendapatkan pahala belajar juga mendapatkan pahala mengajarkan mendapatkan pahala dan keutamaan belajar al-qur'an mendapatkan pahala dan keutamaan mengajarkan al-qur'an tersebut oleh karena itu bagaimana dahulu para sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mereka mengambil al-qur'an dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian

13:57 mereka menyampaikan kepada keluarganya kepada anak istrinya kemudian menyampaikan kepada kaumnya menyampaikan kepada orang-orang yang ada di sekitarnya ini yang dilakukan para sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian mereka sampaikan kepada para tabiin sampaikan kepada generasi setelahnya generasi setelahnya menyampaikan kepada generasi setelahnya dan sampailah al-quran kepada kita maka pahala terus mengalir kepada mereka sebagaimana sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam alir kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam orang yang menunjukkan kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana dilakukan orang tersebut orang menunjukkan kebaikan

14:44 dengan cara mengajarkan Alquran kemudian orang yang diajar tadi bisa membaca Alquran dan setiap kali dia membaca Alquran pahalanya terus mengalir kepadanya ini keutamaan yang sangat besar yang bisa diraih oleh mereka yang mengajarkan al-qur'an Oleh karena itu termasuk orang tua hendaknya mereka memiliki ihtimam Perhatian untuk mengajarkan al-qur'an kepada putra-putrinya sesuai kemampuan yang dia miliki sesuai kemampuan yang dia bisa mengajarkan bagaimana membaca Alfatihah P

15:29 putra-putrinya mengajarkan bagaimana membaca dan menghafal surat-surat surat-surat pendek dari al-qur'an sehingga sebagai orang tua ikut serta di dalam di dalam mengajarkan al-quran selain Dia belajar kepada Ustaz dan ustazahnya orang tua juga ikut serta di dalam mengajarkan al-quran sehingga mendapatkan pahala juga sebagaimana pahala Ustaz dan ustazahnya yang ar mengajarkan Alquran kemudian Syekh menyebutkanum tajwid mustahabun

16:20 muslimin kata Syekh mempelajari tajwid bagi kaum muslimin hukumnya adalah sunah akan tapi wajib bagi mereka para guru-guru al-qur'an wajib bagi mereka yang menjadi imam bagi kaum muslimin di dalam salat tapi bagi kaum muslimin yang lainnya mempelajari tajwid kata Syekh mustahabbun Fi haqqi amatil muslimin dianjurkan berbeda dengan hukumnya bagi mereka guru-guru al-qur'an dan para imam yang mereka menjadi imam rawatib di salat-salat na yang wajib

17:09 kemudian Syekh juga menyebutkan kaum muslimin sebagian kaum muslimin jika sebagian kaum muslimin tidak mampu untuk mempelajari al-qur'an mendalami al-quran tidak mampu untuk menghafal al-quran Tetapi dia bisa belajar untuk bisa membaca Alqur'an tetapi tidak bisa mendalami sebagaimana mereka yang memiliki kekhususan takhasus memiliki bidang memilih bidang di al-qur'an tapi dia mampu untuk membaca Alquran tidak

17:55 mampu untuk menghafal seluruh alquranak tapi dia punya kemampuan untuk ikut serta di dalam kebaikan ini dia punya kemampuan harta Allah beri kelebihan hartanya sehingga dia mampu untuk memberikan sebagian hartanya untuk kepentingan halaqahq Quran untuk kepentingan pengajaran-pengajaran alquranal Quran atau Dia membantu membantu ya orang-orang yang menghafalkan Alquran baik membantu secara materi dia Membantu biaya orang-orang menghafalkan al-qur'an membantu untuk kebutuhan bulanan orang-orang yang menghafalkan al-qur'an

18:42 membantu dengan memberikan apa saja yang dibutuhkan oleh para penghafal al-qur'an Q fahaluhuujahiz jihad maka orang yang seperti ini bagaikan orang yang menyiapkan kebutuhan dan peralatan untuk berperang orang yang tidak mampu berperang tapi Allah beri kelebihan harta Allah beli Allah beri kelebihan sebagian harta dan dia siapkan untuk pasukan berjihad di jalan Allah maka dia pun mendapatkan pahala berjihad sama dengan kaum muslimin yang tidak mampu menghafalkan al-quran Tetapi dia pununya semangat untuk ya membantu jalannya Hi

19:27 tahfizul Quran Quran halaqah-halaqah Quran pengajaran-pengajaran al-quran maka dia pun infakkan hartanya di jalan Allah untuk para pembelajar al-qur'an untuk para hafadil Quran untuk kebutuhan Naam kegiatan belajar dan mengajar al-qur'an maka dia pun mendapatkan pahala yang sama ini Syekh membawakan sebagaimana hadis nabi shallallallahu Alaihi Wasallam Man jahaza Gian fiabilillah faqad Gazza Barang siapa yang menyiapkan kebutuhan pasukan untuk berjihad di jalan Allah faqad G sungguh dia pun telah mendapatkan pahala yang sama seperti orang yang berjihad maka kaum muslimin

20:13 yang dirahmati oleh Allah bagi yang diberikan kelonggaran diberikan diberikan kelebihan harta oleh Allah subhanahu wa taala dan tidak mampu untuk mengajarkan al-quran dan tidak mampu untuk menghafalkan al-qur'an maka hendak nya berinfak di jalan Allah untuk para Fadil Quran untuk markas-markas al-quran untuk halaqah-halaqah Quran kemudian selanjutnya disebutkan oleh Syekh hafidahullahu taala Fi tanbihalmaal di sini Syekh mengingatkan bahwa alilm qbli walal ilmu itu lebih didahulukan

20:58 sebelum na berkata dan beramalahle sebab ituam rahah beliau menuliskan satu bab khusus di dalam kitabahihnya tentang kewajiban berilmu sebel berkata dan beramal dan Imam Bukhari membawakan ayat allahallah ketahuilah bahwa tidak ada sembahan yang berhak diibadahi kecuali Allahi Allah memulai denganam ketahuilah

21:45 memulai dengan dengan ilmu maka untuk mengajarkan Alquran pun harus dibangun di atas ilmu para pengajar Alquran pun mereka memiliki ilmu terlebih dahulu sebelum mereka mengajarkan al-quran Oleh karena itu ini yang disebutkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempelajari Alqur'an dan mereka yang mengajarkan al-qur'an kemudian para pendengar yang dimuliakan Allah selanjutnya Al hadis anani walrun hadis yang ke-22 hadis yang ke-22yekh haf Bah beliau menyebutkan

22:31 dengan judul rifatu ahlil Quran walauu mamalik betapa tingginya derajat ahlul quran Meskipun mereka adalah budak-budak atau mantan-mantan Budha ahlul quran derajatnya tinggi di sisi Allah ahlul quran derajatnya diangkat oleh Allah meskipun dia adalah secara hukum dunia dia ada adalah budak atau mantan-mantan budak tetapi di sisi Allah memiliki derajat yang tinggi Syekh hafidahullah membawakan riwayat dari Nafi IBN Abdul harit nafi' IBN Abdul harit annahu laqi

23:18 Umar BN Khattab radhiallahu Anhu biutfan Nafi bin Abdul harit berjumpa dengan Umar Bin Khattab radhiallahu taala Anhu di usfan usfan Ini adalah sebuah kampung yang terletak di antara kota Makkah dan Madinah teretak di antara kota Makkah dan Madinah kurang lebih dari kota Makkah adalah perjalanan sehari perjalanan dari kota Makkah menuju Naam usfan ini 1 hari pada hari ini yakni sekitar 80 80 km ya jarak tempuh dari kota Makkah menuju osfan kurang lebih 80 KM dan disebutkan

24:05 oleh Syekh bimaadil Fia k pada zaman kita ini Naam jarak antara kota Makkah dengan usfan adalah sekitar 80 km di tempat itu Nafi IBN Abdul harit bertemu dengan Umar Bin Khattab radhiallahu taala anhu W Umar makah dan Umar Bin Khattab mengangkat Nai bin Abdul harit ini sebagai gubernur yang ada di kota makkahar maka Umar pun bertanya kepada Nafi sebagai wakilnya yang ada di kota

24:50 Makkah wahai Nafi Jika engkau tidak ada di Makkah Siapa yang engkau jadikan penggantimu bagi penduduk Wadi Wadi ini Nama lain dari kota kota Makkah nama lain dari kota Makkah adalah alwadi karena lembah lembah-lembah yang dikelilingi oleh gunung-gunung kata Umar Bin Khattab wahai Na ketika engau tidak ada di kota Makkah siapa yangau J untuk apagantikan

25:36 posis ya amirulminin kalau aku tidak ada di kota Makkah maka aku mengangkat Ibnu abza sebagai penggantikuar [Musik] ikan Posisimu di kota Makkah faqal maka Nafi IBN Abdul harit beliaum menjawab rajulun Min mawalina Ya Rasulullah Ibnu abza ini adalah mantan budakku eh ya Amirul Mukminin Afwan ya Amirul Mukminin wahai Umar Bin Khattab Amirul Mukminin Ibnu abza ini adalah

26:22 mantan budakku faqala Umar istaka alaih Maula wahai Nafik Apa benar seorang mantan budak engkau jadikan sebagai Naam orang yang memegang amanah di posisi yang penting di kota Makkah Umar heran kok bisa seorang Maula mantan Buddha ya mengganti posisi Nafi IBN Abdul harit faqal maka Nafi IBN Abdul harit beliau menjawab innahu qunitabillahimun Bil faraid qadin wahai

27:08 Amirul Mukminin sesungguhnya Ibnu abza ini meskipun dia mantan Buddha Tetapi dia Orang yang ahli dalam Alquran Q kitabillah ahli di dalam Quran yang kedua Alim Bil faraid meskipun dia mantan Budha tapi dia Alim dalam ilmu faraid ilmu warit waqadin dan dia juga seorang qadi Hakim dia mantan Buddha tetapi keutamaannya ahli di dalam al-quran Dia ahli dalam bidang ilmu faraid Bahkan dia juga diangkat sebagaiadin sebagai hakimqala Umar maka ketika Umar mendengar ya keutamaan yang dimiliki oleh Ibnu abzaama in nabiakum Shallallahu Alaihi wasam Sungguh benar apa yang pernah

27:55 disabdakan oleh Nabi kalianah Sesungguhnya Allah akan mengangkat kaum-kaum dengan kitab ini dengan al-qur'an dan Allah akan merendahkan mereka juga dengan al-quran Allah akan mengangkat derajat kaum-kaum a akan mengangkat derajat manusia-manusia dengan al-quran meskipun dia adalah mantan Buddha a akan angkat derajatnya dengan Alquran qitabillah tetapi Allah juga akan merendahkan kaum-kaum dengan al-qur'an karena mereka jauh dari dari al-qur'an mereka tidak membaca al-qur'an mereka tidak memiliki perhatian kepada al-qur'an mereka menghajar meninggalkan al-qur'an Allah akan rendahkan mereka rawahu muslim wa Ahmad hadis ini

28:40 diriwayatkan oleh imam muslim dan Imam Ahmad kaum muslimin pendengar radio bas FM yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala ini betapa tingginya derajat para Ahlul Quran di dunia sebelum di akhirat sebagai contoh adalah mantan budak tadi yang diangkat menggantikan posisi seorang Gubernur yang ada di kota Makkah ketika ditinggal adalah seorang mantan Budha tetapi karena dia Q ahli dalam Alquran Syekh hafahullah beliau menyebutkan beberapa faedah dari hadis yang mulia ini yang pertama kata Syekh

29:48 hadis ini menunjukkan bahwa ilmu inialah satu yang mulia ilmu satu yang Mul ilmu ini memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah sebagai contoh adalah ilmu Quran orang yang memiliki al-qur'an orang yang bisa dan Mahir di dalam al-qur'an memiliki derajat yang tinggi dan Allah angkat derajat dia meskipun dia mantan Buddha Allah angkat derajatnya karena al-qur'an dan ketika Allah sudah mengangkat derajat manusia tidak ada yang bisa menjatuhkan derajatnya sebaliknya ketika Allah menjatuhkan derajat manusia tidak ada yang bisa mengangkatnya di sisi Allah dan sebab manusia diangkat derajatnya di sisi Allah adalah karena Alquran sebab

30:34 manusia sebab satu kaum direndahkan oleh Allah karena juga Sebab mereka menjauhi al-quran kemudian Sebutkan oleh Syekh hafidahullahu taala Q Quran tilawatan waanahanallahahuun Wal akhirah Barang siapa yang berpaling dari al-qur'an tidak mau membaca Alquran tidak mau mempelajari al-qur'an tidak mau mengamalkan al-quran tidak membenarkan isi al-qur'an tidak berhukum dengan hukum al-qur'an fainnallah Fid Dunya Wal Akir Allah akan merendahkan orang-orang tersebut di dunia dan di akhirat berpaling dari al-quran tidak

31:21 mempelajari al-quran tidak membaca al-qur'an tidak mau mengamalkan isi al-qur'an tidak mau membenarkan kandungan-kandungan apa yang terdapat dalam al-qur'an tidak pula mau berhukum dengan al-quran maka Allah akan rendahkan manusia-manusia ini di dunia dan di akhirat Allah menyebutkan dalam alqur'anikri Fa lahu maisatanka wahuru yaumalqiamati dan barang siapa yang berpaling dari mengingatku dari berzikir kepadaku mengingat Allah dengan membaca kalamullah dengan membaca Alquran siapa berpaling dari Allah yang berpaling Tidak mau Tidak mau membaca firman Allah tidak mau mempelajari Firman Allah berpaling tidak mau berzikir kepada

32:06 Allah dan sebaik-baik zikir adalah dengan membaca kalamullah maka baginya kehidupan yang sempit di dunia dan di akhirat wahuru yaumalqiamati ama dan Allah akan kumpulkan mereka pada hari kiamat dalam keadaan a'ma buta kemudian ketika Nai bin Abdul harit menyebutkan tentang keutamaan IBN AB beliau katakan ahli Quran kemudian sebagai orang yang ahli dalam faraid juga sebagai Q

33:03 [Musik] ini mengisyaratkan bahwa orang-orang terdahulu dari kalangan para sahabatab mereka bukan hanya ahli di dalam di dalam qiraatul Quran saja tetapi mereka juga mendalami ilmu agama sebagai bukti bahwa Ibnu abza bukan hanya ahli dalam qiraatul Quran saja tetapi juga ahli di dalam urusan agama ahli dalam Ilmu faraid juga sebagai seorang Hakim qadin sehingga hamilul Quran tidak hanya

33:52 mencukupkan dia mempelajari ilmu qiraat qiraat saja tetapi juga dia pelajari ilmu-ilmu yang lainnya dari ilmu-ilmu syariat jika kita membuka lembaran sejarah dan biografi para ulama-ulama qura terdahulu mereka juga Alim di dalam ilmu-ilmu yang lainnya dalam ilmu syariat dia Q Quran ahli dalam qiraat juga ahli dalam fikih ahli dalam Quran juga ahli dalam hadis ahli dalam Quran juga ahli dalam Naam ilmu Lughah dan yang lainnya w maka Syekh menyebutkan maka seyogianya hendaknya orang yang mempelajari al-quran dia juga Tafa fidin

34:39 mendalami ilmu agama Sehingga dia mendapatkan ilmu bukan hanya qiraat tapi juga mengetahui tentang hukum halal Wal haram dia bisa mengambil istimbat dari apa yang dihafal dari ayatayat al-quran tersebut kemudian selanjutnya as Syekh hafidahullah beliau membawakan hadis yang ke 23 Q Al haditrun Hadis yang ke-23 ahlul quran Hum ahlah W KH kata Syekh ahlul quran ini adalah orang-orang pilihan orang-orang yang istimewa di sisi Allah ahlullah w khatuh

35:27 sebagai menyebutkan mereka adalah orang terdekat dengan Allah sebagai menyebutkan bahwa mereka adalah keluarga dekat Allah ya mereka adalah orang-orang istimewa orang-orang pilihan yang dipilih oleh Allah Syekh membawakan hadis dari Anas IBN Malik radallahu ta anu rasullahahu Alaihi wasam inillah in lillahi ah k nabi su Alaihi Wasallam Sesungguhnya Allah memiliki orang-orang Istimewa orang-orang istimewaum ya Rasulullah Siapa orang-orang yang istimewa di sisi Allah siapa orang-orang pilihan orang-orang

36:14 istimewa di sisi Allah qa ahlul quran Hum ahlullah W kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam orang-orang istimewa orang-orang yang dipilih oleh Allah adalah Ahlul Quran ahlul quran mereka adalah ahlullah mereka adalah ahlullah orang-orang istimewa bagi Allah dan mereka adalah orang-orang yang khusus bagi Allah subhanahu wa taala rawahu Ahmad wasai dan hadis ini sahih Syekh menyebutkan tentang hadis ini kata beliau faahl quranrai

36:59 yang dimaksud dengan ahlul quran ahlul quran orang-orang yang istimewa diistimewakan oleh Allah orang-orang yang dipilih oleh Allah ahlul quran mereka adalah Quran orang-orang yang menyampaikan alquranai orang-orang yang menghafalkan Alquran dan mereka membaca Alquran sebagaimana diturunkan kepada nabinya dan mereka bukan hanya membaca Alquran bukan hanya menghafal Alquran tetapi mereka juga mengerjakan dan mengamalkan Alquran mereka menghalalkan apa yang dihalalkan dalam Alquran dan mereka mengharamkan apa yang

37:46 diharamkan dalam Alquran dan mereka menjadikanquan sebagai petunnya dan mka pun berakak memiliki adab sebagaimana akhlak dan adab yang diajarkan al-quran Jilan bada jilin generasi ke generasi wnan bada qarnin dari masa ke masa faulaika Hum ahlul quran waulika Hum auliyaahman mereka itulah ahlul quran orang-orang istimewa di sisi Allah dan mereka adalah wali-wali Allah mereka menyampaikan al-quran kepada generasi-generasi yang lainnya menyampaikanan kepada orang lain mereka menjaga dengan menghafal al-qur'an mereka membaca al-qur'an mereka

38:32 mengamalkan isi al-qur'an mereka menghalalkan apa yang dihalalkan al-quran mengharamkan apa yang diharamkan al-qur'an mengambil petunjuk dari al-qur'an berakhlak dengan akhlak Quran ini baru ah Quran karena Al Quran Bukan hanya dia yang pandai membaca secara lisan dan suara tetapi tidak mengamalkan al-quran tidak mendakwahkan al-qur'an tidak membenarkan apa yang dibenarkan al-qur'an tidak mengharamkan apa yang diharamkan al-qur'an ini sebagai bantahan kepada sebagian orang yang beranggapan bahwa Ahlul Quran adalah orang yang jago dan Mahir dalam baca al-qur'an saja Kemudian tidak berhijab kemudian akidahnya menyelisihi al-qur'an Kemudian amalannya menyelisihi

39:19 al-qur'an Kemudian mengharamkan apa yang dihalalkan al-qur'an atau menghalalkan apa yang diharamkan al-qur'an nah ini bukan Ahlul Quran meskiip dia hafal Quran meskipun dia membaca Alquran sangat mahir tetapi ketika tidak menjadikan al-qur'an sebagai petunjuknya maka bukan ahlul quran bukan ahlullah W khatu karena ini bertentangan dengan al-qur'an Bagaimana mungkin dia ahlul quran ahlu khasatu sedangkan akidahnya menyelisihi al-quran yang dia hafal dalam al-qur'an Allah perintahkan kita untuk mengimani isi al-qur'an dan di di antara ayat al-qur'an menunjukkan bahwa arrahmanu Alal arsyawa Allah berada di atas

40:05 Arsy Allah berada di atas Arsy Maha Tinggi Allah Allah berada di atas Arsy dan hafal ayatnya arrahmanu Alal arsawa tetapi ketika ditanya Allah ada di mana dia katakan Allah di mana-mana ini menyelisihi akidah yang ada di dalam al-qur'an Bagaimana mungkin bisa dikatakan dia ahlah W khu sedangkan tentang Allah saja dia tidak memahami tapi hanya menghafalnya dia hanya membacanya Bagaimana dikatakan ahlul quran hanya cukup menghafal al-qur'an hanya cukup membaca Alqur'an kemudian ketika datang ayat hijab mewajibkan wanita-wanita untuk berhijab

40:52 dia ingkari bahwa hijab tidak lagi ya relevan dipakai di zaman ini bahwa Hijab adalah adat orang-orang Arab jahiliyah bahwa hijab ini menyelisihi adat kebiasaan di negeri kita ini bukan ahlul quran bukan ahlullah W khasat meskipun dia hafal al-qur'an karena apa yang dia yakini tadi bertentangan dengan isi istilah al-quran dan dia hafal ayatnya maka seperti disebutkan oleh Syekh tadi bahwa yang dimaksud ahlul quran a ahallu halala wamu harama menghalalkan apa yang dihalalkan al-qur'an mengharamkan apa yang diharamkan al-quran wahadu biadi dan menjadikan Alquran sebagai petunjuknyaqu biabi dan berakhlak dengan akhlak yang ada di dalam dalam al-quran

41:38 ini baru ahlul quran W khasatu ahlul quran W khasatu ya kemudian selanjutnya hadis arabial isrun hadis ke-24 yang disebutkan oleh Syekh hafidahullahu taalaluahibil Quran Alal Jannah keutamaan Ahlul Quran sahibil Quran ya Apabila mereka masuk surga nanti hadis dari Abdillah bin Amr radhiallahu anhuma qa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam hadis dari sahabat Abdullah bin

42:25 Amr Bin as radhiallahu anhuma Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda yuquahibil Quran Iqra wartaqi wartil Kama kunta turattilu Fid Dunya akan dikatakan kepada sahibil Quran Ketika nanti masuk surga Iqra bacalah wartaqi dan Naiklah wartil dan bacalah dengan tartiltil Dun sebagaimana engkau membaca Alquran tersebut di dunia karena sesungguhnya tingkatan

43:12 Surgamu adalah sesuai dengan akhir ayat yang engkau baca sesuai dengan ayat terakhir yangau baca ini dikatakan kepadaahibil Quran kepada ahl Quran ah Apabila mereka masuk ke dalam surga W hadis akrajahu Abu Daud hadis ini diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud dan yang lainnya Imam Ahmad Tirmidzi nasai dan yang lainnya hadis sahih di antara faedah dari hadis yang mulia ini yang pertama disebutkan oleh Syekh hafidahullahu taala adalah isyarah anad Dunya mazraatul

43:59 akhirahan ahsana zarat Hasib fil akhirah hadis ini sebagai isyarat bahwa dunia ini adalah tempat untuk bercocok tempat untuk bertanam bertanam untuk akhirat maka Barang siapa yang benar-benar menjaga tanamannya memperbaiki tanamannya benar-benar menanam dengan cara yang baik maka dia bisa mementik hasilnya kelak di akhirat sehingga benar ketika dikatakan oleh sebagian sahabat diriwayatkan dari sebagian sahabat bahwa dunia ini adalah Darul amal Darul amal wagadan adalah Darul jaza Wal amal dunia ini adalah tempat

44:48 untuk beramal tempat untuk menanam tempat untuk berkarya dan keesokannya ketika hari kiamat adalah tempat untuk mementik hasilnya Darul jaza tempat akan mendapatkan balasan dari Allah wala amal tidak ada waktu lagi untuk beramal karena saat inilah manusia Naam diberikan keluasan oleh Allah diberikan kesempatan oleh Allah untuk beramal apabila dia beramal dengan amalan yang baik maka dia bisa melihat balasannya yang baik pula sebaliknya dia beramal dengan amalan yang buruk maka dia akan melihat balasannya sesuai dengan amalan keburukannya di dunia dan Allah tidak akan menzalimi hamba-hambanya Al jaaz Min jinsil amal

45:33 kebalasan itu semuanya akan diberikan oleh Allah sesuai dengan Amalan kita masing-masing maka ya ini sebagai isyarat bahwa dunia adalah mazraatu Al akhirah tempat bercocok tanam yang kita akan Nam memti hasilnya kelak di akhirat kemudian Syekh menyebutkan bahwa seorang adalah berada di Naam ayat terakhir yang dia baca ketika masuk surga Fa manzilahu biabi qatih Minal ayat karena sesungguhnya Naam tingkatan dia ketika di surga sesuai dengan ayat terakhir yang dia baca sesuai dengan ayat terakhir yang

46:20 dia baca dan terdapat di dalam hadis dari Aisyah radhiallahu taala anha Anna disebutkan sebagian riwayat bahwa jumlah ayatquran adalah sesuai dengan jumlah derajat dan tingkatantingkatan surga maka Siapa yang membaca semakin banyak dan membaca semuanya maka dia bisa mendapatkan derajat yang paling tinggi tapi sebaliknya dia membaca hanya

47:06 sebagian saja maka dia akan mendapatkan juga sesuai dengan bacaannya maka puncaknya Naam tingkat seorang disesuaikan dengan tingkatan Naam bacaan dia al-qur'an ketika di dunia kemudian kata Syekh yang terakhir manq Quran W wa Bim waan Barang siapa yang membaca Alquran dan terus-menerus membacanya serta mengamalkannya baik secara ucapan maupun perbuatan maka dia termasuk di dalam hadis tersebut ketika di dunia dia membaca meskipun dia tidak hafal

47:53 meskipun dia tidak hafal tapi dia membaca dan membaca terus kemudian mengamalkan isinya maka dia akan masuk di dalam hadis tersebut meskipun dia tidak menghafal di dalam dadanya Tetapi dia membaca dan terus membaca Alquran maka dia masuk di dalam na hadis tersebut dan ini isyarat bahwa Ahlul Iman ini juga isyarat bahwa orang-orang yang beriman itu mereka berbeda-beda tingkatan kadar keimanannya disesuaikan dengan amalannya Wawa dan orang yang beriman kadar keimanannya tingkatan keimanannya tidak

48:38 sama dengan yang lainnya Ya ada perbedaan dan ini adalah mazhab Ahli Sunah Wal Jamaah semakin banyak amalan salehnya semakin tinggi keimanannya semakin sempurna keimanannya semakin jauh dari amal saleh semakin kurang dari amal saleh semakin rendah keimanannya sehingga tingkatan keimanan orang-orang yang beriman pun berbeda-beda ya tafawatu tidak ya tingkatannya satuah ini akidah yang diyakini oleh ahli Sunah Wal Jamaah berbeda dengan Akidah almurjiah kelompok murjiah yang mereka meyakini bahwa Naam keimanan seorang itu sama dengan yang lainnya bahkan keimanan kita sama dengan keimanan Abu Bakar wa Umar bahkan sama dengan keimanan Jibril nah ini akidah yang sesat ya akidah yang yang sesat tetapi yang sahih yang benar

49:26 bahwa keimanan seorang itu berbeda-beda dengan yang lainnya sesuai dengan kadar amalan dan sesuai dengan Naam kadar amalan dia selama di dunia ya begitu juga balasannya ketika di akhirat kelak wallahuam para pendengar radio bas FM di mana pun berada mudah-mudahan apa yang singkat dari hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ini menjadi Naam ilmu yang bermanfaat bagi kita juga menjadi Naam Semangat bagi kita untuk terus belajar al-qur'an Naam untuk terus membaca al-qur'an mengamalkan al-qur'an mendakwahkan al-qur'an menjadikan al-qur'an sebagai petunjuk bagi kita dan kita berakhlak sesuai dengan akhlak Quran sebagaimana yang dicontohkan oleh

50:11 Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan Allah menyebutkan kepada nabinya wa innaka la khqinim Sesungguhnya engkau wahai Muhammad benar-benar berada di atas Akhlak Yang Mulia karena akhlak Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana disebutkan oleh Aisyah radhiallahu taala r akhlak Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah Alquran wallahuam wasallallahu ala nabiina Muhammad waa alihi wasohbihi wasallam walhamdulillahiabbil alamin subhanak Allahumma W bihamdika asadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik walhamdulillahiabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi

Share

Ringkasan Video YouTube