Latihan 1 Menit Ini AMPUH Sembuhin Kebiasaan "Ngeblank" Pas Ngomong!

Ringkasan Singkat

Video ini membahas cara mengatasi masalah nge-blank saat berbicara dan kesulitan mengungkapkan pikiran. Jason Stanley memperkenalkan metode "One Minute Training" yang dilakukan setiap hari selama 30 hari untuk meningkatkan kemampuan komunikasi. Metode ini melibatkan pemahaman struktur bicara, memperkaya kosakata, dan latihan menjawab pertanyaan dengan terstruktur.

  • Latihan "One Minute Training" selama 30 hari dapat menghilangkan masalah nge-blank saat berbicara.
  • Struktur bicara yang baik membantu menyampaikan opini dengan jelas dan terstruktur.
  • Memperkaya kosakata penting untuk menggambarkan pikiran dengan lebih detail.

Bikin masalah NGE-BLANK LO HILANG

Video ini membahas masalah umum yaitu kesulitan mengungkapkan pikiran dan sering nge-blank saat berbicara. Jason Stanley memperkenalkan sebuah trik yang disebut "One Minute Training" yang jika dilakukan setiap hari selama 1 menit dalam 30 hari, dapat menghilangkan masalah nge-blank tersebut. Dulu, sebelum mendalami ilmu komunikasi, Jason juga sering mengalami masalah ini saat SMA.

One Minute Training

"One Minute Training" adalah konsep yang akan membantu mengatasi masalah nge-blank. Untuk melakukan training ini, diperlukan kemauan, konsistensi selama 30 hari, dan handphone untuk merekam. Metode ini terdiri dari tiga bagian: menonton video ini sampai selesai, merekam diri sendiri menjawab pertanyaan (topik disediakan), dan mengevaluasi perkembangan setiap 7 hari. Tujuannya adalah melatih otak untuk menjelaskan opini terhadap suatu pertanyaan dengan merekam diri sendiri.

Struktur Bicara

Untuk menjawab pertanyaan dengan baik, penting untuk memahami struktur bicara. Komunikasi itu seperti melukis atau boxing, ada aturan yang harus diikuti. Manusia bisa berkomunikasi karena tiga proses dalam otak: abstract thinking (menentukan topik), menyusun poin-poin yang akan dibicarakan, dan berbicara. Kebanyakan orang nge-blank karena otak mereka tidak bisa berpikir dengan rapi. Otak yang rapi menghasilkan omongan yang rapi, begitu pula sebaliknya.

Minto Pyramid

Struktur bicara yang disarankan adalah menggunakan prinsip piramida Minto, yang terdiri dari tiga alur bicara: Opini Utama (OU), Opini Pendukung (OP), dan Fakta/Data. Opini Utama adalah konsep utama yang ingin disampaikan dalam satu kalimat. Penting untuk hanya memiliki satu opini utama agar pesan tidak buyar.

Opini Pendukung

Opini Pendukung menjelaskan mengapa opini utama itu benar atau penting. Ini adalah komunikasi persuasif, bukan hanya deskriptif. Tujuannya adalah meyakinkan orang bahwa opini utama kita itu benar dan penting sehingga mereka mau mendengarkan.

Fakta / Data

Fakta atau data pendukung membuktikan kebenaran dari opini pendukung. Jadi, opini utama didukung oleh opini pendukung, dan opini pendukung didukung oleh fakta. Contohnya, jika ditanya tentang buku Emotional Intelligence Daniel Goldman, opini utama bisa "kurang bermanfaat", opini pendukungnya karena "kurang mengeksplorasi teori IQ", dan faktanya bisa berupa artikel yang menyatakan buku tersebut terlalu bias ke EQ.

Mediumisasi kata - kata

Setelah memiliki struktur bicara, langkah selanjutnya adalah mediumisasi kata-kata, yaitu memperkaya kosakata. Ini seperti melukis, kita butuh warna yang tepat untuk menggambarkan pikiran kita. Semakin banyak kata yang kita tahu artinya, semakin detail kita bisa menggambarkan pikiran kita. Cara memperkaya kosakata adalah dengan banyak membaca buku (minimal 20 halaman sehari) dan mendengarkan orang yang kosakatanya enak didengar.

Yang perlu LO Lakuin Setiap harinya

Setelah memahami struktur bicara, setiap hari perlu menjawab pertanyaan dari kertas yang disediakan (ada 30 pertanyaan). Jawab pertanyaan tersebut dengan merekam diri sendiri (video atau audio) menggunakan struktur opini utama, pendukung, dan fakta. Setiap tanggal 7, 14, 21, dan 28, evaluasi apakah omongan sudah mengikuti struktur tersebut. Jika belum, ulangi lagi sampai terbiasa. Ini adalah kebiasaan untuk merapikan pikiran.

Stanleyacademic.com

Jika masih kurang, bisa bergabung dengan Stanley Academy untuk pelatihan yang lebih intensif. Di sana, akan dibantu untuk mengubah drastis skill komunikasi hanya dalam 30 hari, termasuk mengatasi gugup, gagap, dan mempelajari skill komunikasi yang lebih rumit. Ada garansi uang kembali 100% jika tidak ada perubahan dalam 30 hari.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Kalau misalkan lo itu sering nge-blank dan susah ngungkapin isi pikiran lo ketika lo ditanya apa mungkin pendapat el, opini lo, atau lo ketika berusaha ngejelasin sesuatu nih. Ya, kalau misalkan lo sering ngalamin hal tersebut, gua bakal kasih tahu lo sebuah trik yang kalau lo lakuin setiap hari 1 menit doang setiap harinya dalam 30 hari komunikasi el masalah blank ini itu bakal hilang total masalahnya. Jadi dulu pas gue sebelum mulai jadi kayak sekarang memperdalam sains communication. Jadi dulu gua tuh pas masih zaman-zaman SMA sering banget ngalamin sebuah masalah nge-blank ketika lagi ngomong. Pas gua ditanya kayak misalkan, "Sen, gimana opini el, Sen? Coba lu jelasin konsep ini apa sai presentasi?" Gua selalu malu, gua selalu ngerasa kayak enggak bisa ngeluarin isi pikiran gue. Tapi sekalinya udah adapun yang gue pikirin nih, gue tuh kayaknya

0:45 enggak bisa ngeluarin isi pikiran gue aja gitu. Kayak gua enggak bisa aja. Nah, setelah gua memperdalam sence communication atau ilmu komunikasi selama 6 tahun di mana kita mempelajari mengenai aspek psikologis dalam otak manusia ketika mereka berkomunikasi. Gue menemukan sebuah formula yang pada akhirnya itu gua terapkan dan bahkan sekarang itu sudah gua gunakan juga nih di kurikulum materi dari pasfum edutch gue sle academy yang sudah ngebantu 1000 orang lebih merubah skill komunikasi mereka dalam menjelaskan ide mereka. Konsep ini gua sebut sebagai one minute training. Nah, Bang. Oke, one minute training ini itu apa, Bang? Dan kira-kira requirement gue ini apa aja deh, Bang, buat ngelakuin hal ini? Oke, buat elangin masalah nge-blank el

1:32 training ini, lo memerlukan beberapa hal. Satu, lu cuman perlu kemauan. Ini yang pastinya lo harus konsisten ngelakuin hal ini dalam 30 hari ke depan. Yang kedua, lu harus ngasih minimal setiap hari itu 1 menit setiap harinya minimal. Dan yang ketiga, lu harus punya yang namanya handphone HP. Bang, HP-nya harus iPhone enggak? Enggak. Intinya handphone yang bisa lo buat ngerekam sesuatu, baik itu suara ataupun video. Oke. Nah, ini doang tiga hal yang lu perluin. Bang, sekarang jelasin ke gue gimana caranya metode ini bisa gue gunakan. Oke, metode ini bakal gue bagi menjadi tiga bagian. Oke, yang pertama lo perlu menonton video hari ini terlebih dahulu dari awal sampai akhir buat lo pahamin formula yang bakal gue jelasin terlebih dahulu. Karena lo bakal

2:19 memperlukan mempraktikkan materi dari video ini ke dalam eh tes yang akan lu lakukan dalam 30 hari tersebut. Oke. Yang kedua, dalam 30 hari ke depan El bakal harus merekam diri el menggunakan metode menjawab yang bakal gue jelasin di video hari ini terhadap topik apapun. tenang aja, topiknya bakal gua sediain. Nanti gua bakal ngasih 30 pertanyaan yang bisa lu gunakan setiap harinya untuk lo jawab pertanyaannya. Misalkan topik pertama nih ya dari sheet yang gue kasih ke lo sebuah kertas gitu nanti ada lu bisa cek aja di bawah tuh gratis. Misalkan Bang emang opini lo tentang komunikasi itu emang penting enggak sih? Misalnya kayak gitu deh. Nah nanti lu bisa jelasin jelasinnya gimana Bang? Lu ngambil handphone lo. Oke. Lo rekam bisa

3:04 dua. Mau lo audio atau lo misalkan video. Bebas. Ini yang gua lakuin dulu. Nanti lu rekam aja diri lo pakai audio atau lu video. Kalau misalkan udah. Yang ketiga gue pengin lo evaluasi setiap 7 14 21. Jadi setiap 7 hari sekali gua pengin lu evaluasi kira-kira dari minggu awal, minggu du, minggu 3, minggu 4 gua ada peningkatan atau enggak dari skill komunikasi gue. Dan el lihat kebiasaan-kebiasaan buruk lo yang nanti gua bakal jelasin juga di yang pertama ada enggak kebiasaan-kebiasaan buruk lo yang sering lu lakuin ketika lo menjelaskan. Gua bakal bahas nih yang pertama ini. Makanya ingat lonton sampai akhir terlebih dahulu. Oke, Bang. Gue udah paham berarti gua harus ngerekam diri gue dan gue mengevaluasi tiap 7 hari. Sekarang Bang, gue harus ngejawabnya kayak gimana? Jadi

3:50 gini, dalam challenge kali ini gua akan bilang ke lo, lo harus melatih otak el untuk menjelaskan opini el terhadap sebuah pertanyaan kan di awal dengan cara lo merekam diri lo, berarti lu harus menjelaskan opini lo terhadap suatu pertanyaan. Tapi question-nya adalah, "Bang, emang gua kan sering nge-blank nih, Bang, pas lagi ngomong gitu kan. Emang kira-kira gua harus ngejawabnya itu kayak gimana, Bang? Biar otak gue itu bisa lebih lues, lebih luges? Oke, yang pertama gua bakal ngebahas terlebih dahulu mengenai struktur bicara. Tapi untuk kita ngebahas struktur bicara ini, gua bakal menggunakan sebuah pendekatan namanya deep learning atau fundamental learning dalam sebuah pembelajaran di

4:35 mana kita perlu mencari terlebih dahulu akar dari informasi ini. Oke, jadi kenapa gua bilang lu perlu ngomong dengan struktur bicara? Jadi gini, kita bakal badah dari sisi ilmu komunikasi. Komunikasi itu sama percis kalau kayak misalkan lu pengin ngelukis. Orang banyak yang bilang, "Gua pengin jago ngelukis." Oh, berarti lu harus latihan. Lu harus tahu metode cara lo pakai kuas. Lo harus tahu metode cara lo pakai chatnya tuh catnya apa-apa aja. Ada banyak jenis chat. Sama misalkan dengan lo misalkan ngelakuin boxing, gua pengen jago boxing. Oh, berarti lu harus tahu banyak hal. Lu harus tahu proses boxingnya dong. Lo harus tahu cara lo misalkan nge-jap. Lo juga harus tahu cara lo misalkan mukul nge-strike. Ada juga upper cut, ada juga misalkan hook. Ada juga misalkan elbow. Dan ini semua

5:21 beda-beda. Kayak misalkan oh kalau lagi jauh ya lu harus pakai jap. Tapi kalau misalnya lagi dekat lu harus pakai elbow misalkan. Nah tapi semua orang enggak ada yang engeh enggak ada yang kayak uwe. Ternyata dikomunikasi. Kalau lu pengin jago berkomunikasi ya lu juga perc harus tahu aturan berkomunikasi itu kayak gimana. Simpel. Pertanyaan paling simpel banget. Kenapa manusia bisa berkomunikasi? Ini fundamental learning-nya. Kita bakal bedah terlebih dahulu sebelum masuk ke struktur bicara. Gini, ketika kita bilang kenapa manusia bisa berkomunikasi? Ketika lo lagi ngobrol sama orang, ketika lu lagi menyatakan opini lo, pendapat lo, mimpin meeting, ini yang kejadian dalam otak el. Nah, ini otak lo nih ya. anggap ini enggak bentuk otak, tapi anggap aja ini otak lo. Dalam otak lo ada tiga proses yang terjadi ketika lo sedang

6:09 berkomunikasi. Yang pertama, lo perlu memikirkan konsep yang namanya abstract thinking. Abstract thinking berarti otak el itu bakal mencari terlebih dahulu ini yang lagi gua pengin ngomongin nih di topik apa ya. Nah, jadi ingat lu cuma menentukan aja topik apa yang bakal gue omongin. Ada banyak banget jenis topik. Ada filsafat, ada bisnis. Sekarang di video ini kita lagi ngomongin topik komunikasi. Lo scroll lagi dari YouTube, lo lihat oh ada topik bisnis. Scroll lagi. Oh, ada topik gosip. Oh, ada topik entertainment. Oh, ada topik music. Jadi banyak-banyak banget jenis-jenis topik di dunia ini yang bisa kita bicarakan. Oke. Ketika otak el menentukan, misalkan gue waktu itu gue sempat ikut sebuah eh duta inspirasi. Gue ngisi jadi mentoring coaching waktu itu. Gue ngebahas tentang

6:55 komunikasi massa. Oh, berarti topik yang bakal gua bicarakan adalah mengenai topik dalam komunikasi. Oke. Ketika otak lo udah tahu dalam topik komunikasi, otak lo mencari lebih spesifik. Yang kedua yaitu adalah kira-kira apa yang bakal gue bicarakan topik tersebut. Apa sih yang bakal gue sampaikan? Contoh ya, ini salah satu metode juga yang gua selalu bilang eh di Stanley Academy. Dalam berbicara, lo harus menentukan struktur omongan lo terlebih dahulu. Otak lo bakal berpikir dulu kira-kira apa yang bakal gua bicarakan. Oke, ini berarti otak lo bakal menyusun poin A, poin B, poin C yang bakal dibicarakan. Kebanyakan dari data yang gua punya,

7:41 dari survei yang gua punya, lu bisa scroll video YouTube gue di video-video yang agak-agak lama, ada tuh survei mengenai masalah komunikasi dan itu diisi oleh ratusan orang dari personal branding gue. Kebanyakan pattern yang gue lihat dan gue analisa, kebanyakan orang itu sering nge-blank dalam poin yang kedua ini karena otak mereka itu enggak bisa berpikir dengan rapi. Oke. Ketika lu berbicara, lu berpikir. Oke. Urutan adalah berpikir dulu baru berbicara. Nah, berbicara yang enggak mudah dipahami atau berantakan itu berarti otak lo berantakan. Kalau otak lo rapi, omongan lo rapi. Kalau otak lo berantakan, omongan lo berantakan. Oleh karena itu, untuk kita bisa ngomongnya rapi tanpa nge-bleng, kita harus menyelesaikan dulu nih masalah otak berantakan. Oke, Bang, kayak gitu.

8:27 Gimana caranya gua ngelakuin hal ini? Intinya gini, ya. Struktur bicara itu gua selalu menggunakan yang namanya minto pyramid principle. Dalam piramida ini, du kagaman piramidanya, lo bakal perlu berbicara melalui tiga alur bicara. Ada tiga poin. Yang pertama ini ada OU, ada juga yang kedua OP, dan yang ketiga ada juga data atau faktor. Nah, ini tiga poin yang harus kita selalu bicarakan kalau kita itu lagi sedang berbicara. Bang, ini maksudnya apa, Bang? Maksudnya kayak gini. Opini utama. Jadi yang pertama nih, OU. Ou adalah opini utama. Opini utama adalah apa sih konsep utama yang pengin lo bicarakan atau simpelnya apa nih yang pengin lo

9:14 sampaikan dalam satu kalimat. Misalkan lihat misalkan gua sempat waktu itu ditanya, "Bang Jan, kalau mertua pribadi kita lebih pakai yang gimana nih? Mau pakai influencer marketing kah atau digital marketing?" Nah, gue opini utama gue bisa macam-macam. Bisa jadi gua bilang kayak gue lebih prefer kalau kita pakai marketing. Itu opini utama gue intinya yang pengin gua sampaikan. Atau misalkan opini utama gua kayak gini, gua enggak bisa, gua masih belum bisa menentukan sih kita bakal pakai influencer marketing atau digital marketing. Jadi gue hanya menyampaikan intinya apa yang pengin gue sampaikan. Nah, lo harus ingat banget opini utama ini hanya boleh satu aja. Ini syarat komunikasi. Kalau misalkan kayak di luaran, lu misalkan main e boxing, pernah misalkan yang

9:59 bilang, "Oke, syarat pertama dalam boxing jangan pernah mukul kepala orang di belakangnya karena itu dapat mempengaruhi bagian sini, bagian otak sini." Itu bahaya banget. Nah, sama dengan komunikasi, lo enggak pernah boleh berbicara lebih dari satu opini utama karena itu bakal bikin pesan lo jadi gampang buyar. Oke, syaratnya pertama lu harus ingetin satu opini utama. Jadi kalau misalnya lu ditanya misalnya gua tanya ke el, "Broh, el konten gue atau lebih suka konten influencer lain lah namanya misalkan Michael Stanley." Kayak lu bakal jawab apa? Hm. Tapi kayaknya Michael Stanley lebih bagus sih ya, Bro. E tapi enggak deh, gimana deh. Mm gua susah sih, Bro. Mau menurut gua lo lah, lu lebih oke lah. Nah, untuk lo bilang gua lebih oke aja, lu perlu opini satu, opini dua,

10:44 opini. Jadi, lu melalui banyak banget poin-poin yang bikin orang jadinya bingung. Jadi, lu pertama harus yakin dulu akan apa yang lo pengin sampaikan di kalimat pertama. Ingat, kalimat pertama ketika keluar dari mulut lo bakal menentukan orang bakal ngedengerin lo atau enggak. Jadi, pastikan lo yakin satu opini utama. Oke, balik. Yang kedua, yaitu adalah opini pendukung. Opini pendukung itu adalah mengenai kenapa opini utama lo itu benar atau penting. Intinya gini deh, lo harus meyakinkan orang oh opini utama lo itu benar loh atau enggak penting loh. Jadi mereka harus mendengarkan omongan lo. Ini kebiasaan yang gua sebut sebagai komunikasi persuasif. Gua dulu belajar dalam eh science communication bahwa

11:30 kebanyakan orang sering berbicara dalam ranah yang sifatnya itu deskriptif. Mereka hanya sekedar menjelaskan doang. Well, it's actually good. Kalau lu nulis buku, lu perlu menulis deskriptif. Tapi dalam berbicara kita perlu persuasif. Kita perlu ngambil perhatian orang. Kita perlu bikin mereka percaya sama kita, bikin e mereka bilang iya ke kita. Kita perlu ngeyakinin hal tersebut. Karena otherwise kalau lu ngelakuin komunikasi deskriptif yang hanya menjelaskan doang, orang enggak bakal peduli. Orang peduli mendengarkan el ketika yang lo bicarakan itu dapat memiliki dampak terhadap mereka. baik itu menyakiti ego mereka secara negatif atau meyakinkan mereka secara komunikasi persuasif. Opini pendukung adalah fungsi dari komunikasi persuasif yang bakal bikin orang lebih percen dengan omongan lo. Alhasil juga bakal bikin mereka lebih mendengarkan

12:16 omongan lo. Contoh kita bakal kasih sebuah contoh. Misalkan nih ya lo ngerekam suara lo nanti pakai metode yang bakal gue jelasin juga. Oh, opini pertama dari kertasnya Bang Jason yang sudah dikasih ke gue ya. Pertanyaannya yaitu adalah dalam hari ini jelaskan opini lo mengenai buku emotional intelligence Daniel Goldman itu sangat bermanfaat. Oke, opini utama gue cuma satu, bermanfaat atau enggak? Misalkan misalkan gue bilang, "Murut gua sih kurang bermanfaat ya, Bro ya, karena kurang dalam teori ini sih." Oke. Cuman kayak bilang menurut gua sih kurang bermanfaat ya, Bro ya, karena kurang dalam teori ini sih. Oke, itu itu pertama. Yang kedua, gimana caranya gue menjelaskan bahwa opini gue tentang buku

13:04 Daniel Goldman yaitu menurut gua kurang bermanfaat sih ya karena kurang teori ini bahwa kalimat itu benar atau penting. Oke, gua misalkan pilih benar, misalkan benar ya. Nah, berarti gua bisa ngomong kayak gini. Oh, ini dikarenakan kalau lu coba cari nih dari 500 halaman yang ada dalam buku Daniel Goldman, teori mengenai intelligence quion atau pengetahuan dalam tingkat intelektual itu kurang dixplore sama Daniel Gomez. Jadi, bukunya tuh kayaknya agak-agak bias gitu loh. Nah, itu gua mendukung tuh kebenaran opini utama gue. Dan coba lu lihat lagi ya, yang ketiga, ada enggak data atau fakta pendukung yang dapat membuktikan kebenaran dari opini pendukung el? Jadi ini kayak supporting.

13:49 Jadi opini utama didukung oleh opini pendukung, opini pendukung didukung oleh opini fakta. Oke. Nah, misalkan mau cari ternyata ada nih sebuah website yang bilang bahwa oh ternyata benar dari medium.com misalkan dijelaskan juga ternyata buku dan Goldman itu terlalu bias ke bagian EQ daripada IQ-nya. Nah, coba lu susun nih jadi satu kesatuan omongan. Misalkan gue nanya ke lo pas lagi meeting, "Bro, lo pribadi lebih ngerasa buku dan legal itu penting atau enggak sih, Bro?" Nyatain pendapat lo sesuai dengan struktur ini. Menurut gua pribadi sih kurang ya, Bro ya. karena dia tuh kurang mengekplore di bagian interntional misalkan teori dari IQ lah. Nah, karena kalau lu baca nih ya, Bro ya, dari 500 halaman jarang banget Daniel Gom itu

14:36 mengekplore teori dari IQ ini yang bikin bukunya tuh kayak terlalu bias gitu loh ke bagian IQ-nya. Bahkan kalau lu cek dari medium.com juga yang beropini bahwa buku Dan Goldman itu terlalu bias ke EQ daripada ke bagian IQ-nya. Obviously itu cuman buat-buatan gua doang untuk bagiancontoh masalah ini doang. enggak real based on data. Tapi poin adalah lo lihat ketika lu berbicara dengan terstruktur orang bakal lebih mudah memahami omongan gue. Nah, ini langkah pertama dalam menyatakan opini lo tanpa nge-blank punya struktur bicara. Struktur bicara ini nantinya akan dilakukan ke hal yang ketiga. Proses ketiga ini disebut sebagai MK atau mediumisasi kata-kata. Nah, Bang, gua tuh udah punya struktur bicara, tapi kenapa ya, Bang? gue tuh susah banget

15:21 menyampaikan isi pikiran gue. Simpel. Karena lo enggak punya warna buat ngelukisin yang ada dalam gambaran pikiran. Misalnya kayak gini deh ya. Misalkan gue pengin ngelukis sebuah lukisan gunung misalkan, tapi gua enggak punya cat warna hijau. Kalau misalkan gua pakai cat warna kuning, berarti itu gunung Sahara dong. Gunung yang warnanya kuning dong dari ibaratnya dari pasir dong. Bukan dari kayak rumput yang gue lihat. Nah, oleh karena itu kalau kita pengin menggambarkan isi pikiran kita, kita harus punya warnanya terlebih dahulu yang memang sesuai dengan isi pikiran kita. Nah, ini konsepnya sama dengan kata-kata. Ketika lo memiliki banyak kata-kata yang lo ketahui artinya itu apa, maka lo semakin bisa menggambarkan

16:07 isi pikiran lo dengan lebih detail. Karena lebih detail, maka lebih mudah dipahamin. Sesuailah dengan maksud yang pengin lo sampaikan. Bang, kalau kayak gitu, Bang, kosakata ini gua harus gimana, Bang? Sorry, obviously gua enggak bisa ngasih el menit training ini karena ini sebuah kebiasaan atau habit. Untuk masalah kata-kata, lu bisa banyak baca buku. Kayak misalkan gue tiap hari itu baca sekitar e minimal 20 halaman buku. Minimal-minimal banget. Karena apa? Karena bukan buat masalah memperluas topik gua doang. Apa yang gua ketahuin di bagian pertama nih, abstrak thinking bukan, tapi lebih ke arah kata-katanya juga. Gue paham banyak banget kosakata sehingga gue bisa lebih memperjelas isi pikiran gue ketika gue menyampaikan omongan gue melalui kata-kata gue. Atau yang kedua, lu juga bisa melatih eh verable di mana lu

16:52 mendengarkan orang-orang yang kosakatanya itu emang enak kita dengar. Semakin kita sering mendengarkan orang yang enak berbicara, kita bakal bisa mempelajari omongan. Ini kayak bayi. Ketika bayi kita lagi belajar, kita mendengarkan orang-orang di sekitar kita. Kata-kata mereka masuk ke pikiran kita. Terus kita oke kita pahamin artinya apa, terus kita bisa ngomong. Itu kayak bayi lah, obviously. Nah, tapi ini juga bisa kita gunakan ketika kita dewasa yaitu adalah kita mendengarkan orang yang memang kosakatanya itu cukup banyak. Misalkan kalau misalkan lu ngerasa, "Oh, Bang Jason kayaknya cukup oke nih. Lu bisa nonton nih video-video YouTube gue setiap hari misalkan." Atau lu ikut Stanley Academy di mana lu ada komitmen di mana tiap hari lu belajar satu video, satu video, satu video, satu video yang dalam 30 hari lo berubah total kemampuan mediumisasi kata-kata lo. Tapi again, ini di luar kehendak lo.

17:37 Eh, sori, ini di luar kehendak gue, di luar ibaratnya kendali gue. Ini lebih ke arah kebiasaan lu. Tapi gue bisa kasih untuk bagian yang tadi aja 1 menit setiap hari. Nah, lu udah pahamin konsep ini. Sekarang kita bakal masuk ke bagian yang berikutnya itu adalah challenge-nya itu sendiri. Kayak gimana, Bang? Challenge-nya setelah loh paham dari struktur bicara ini, setiap hari lo perlu gua bakal kasih dulu nih pertama ada sebuah kertas kertas pertanyaan yang ada di mungkin harusnya ada di kolom pintar e di bawah. Jadi di dalam kolom komentar PIN itu lu bisa download sebuah kertas yang ada 30 pertanyaan harusnya. Kalau mungkin belum ada gue mungkin lupa masukin karena videonya ini bakal gua jadwalin. Jadi lu bisa komen aja, "Bang, mana kertasnya?" Nanti gua bakal masukin

18:22 kertas pertanyaan ada 30 pertanyaan. 30 pertanyaan ini setiap harinya lu harus jawab Sabtu dengan cara lo merekam diri el. Gua saranin videoin kayak gua sekarang ngvideoin diri gue atau enggak audio. Jadi lu rekam suara lu aja menjawab pertanyaan tersebut melalui struktur opini utama pendukung dan juga data ter fakta ini. Dalam 30 hari ke depan gua pengin setiap tanggal 7 terus juga 14 terus juga 21 terus juga 28 lo evaluasi kira-kira omongan lo itu sudah mengikuti struktur opini utama pendukung atau data ter fakta atau belum. Kalau misalkan ternyata, "Bang, gue agak-agak buyar, Bang. Opini utama gue kulang lagi dua kali." Oke, ulang lagi dari awal sampai otak lu benar-benar kebiasa buat ngomong dalam struktur tersebut. Ini

19:07 yang gue lakuin dulu yang bikin omongan gue bisa lebih mudah dicerna dan gue sampaikan. Nah, selain ini, "Bang, emang ini tuh berarti setiap gua bakal ngomong berarti ada opini utama pendukung segala macam dong, Bang?" Enggak. Ingat, ini kebiasaan buat merapikan pikiran kita doang. Ketika pikiran lo rapi untuk tahu mana opini utama, mana pendukung, mana juga fakta, lo bisa ngatur semua pikiran lo. Lu bisa menyatakan opini pendukung lo dulu baru opini utama. Tapi lu bisa tahulah strukturnya kayak gimana nantinya. Oke, jadi ini buat merapikan isi pikiran lo terlebih dahulu. Tapi kalau misalnya lu ngerasa ini masih kurang cukup, lu masih pengin lebih bisa lebih intense bareng gue, lu bisa join sebuah platform edutch gue namanya Stanly Academy. Di sana kita membantu 1000 orang lebih ngerubah drastis skill

19:53 komunikasi mereka hanya dalam 30 hari doang. Bisa berkomunikasi tanpa rasa gugup, gagap, belibet, bahkan lu bisa mempelajari skill komunikasi yang jauh lebih rumit banget. Kayak nerapin karisma ke dalam kehidupan komunikasi el, beretorika, ngancurin argumen lawan, bikin siapa bilang ya yang lo minta, komunikasi persuasif. Power Communication dan masih banyak banget lainnya. Lu bisa cek aja stanleyacademic.com di mana lu juga bakal mendapatkan produk result garany yang kalau dalam 30 hari lo ngak ngamin perubahan apapun dalam kehidupan komunikasi uang lo bakal difund 100%. Lock untuk training tersebut platform edotnya dipin komentar di bawah juga. Bye bye.

Share

Ringkasan Video YouTube