1:32 Merapat. Merapat. Makin depan begini. Apa kabar, Pak? Dari mana? Libur hari ini, ya? Hah? Banyak yang libur. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsbilamin. Alladzi khalaqal mauta wal hayata liyabluwakum ayyukum ahsanu amala wahual
2:18 azizul gfur. Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad waa alihi wa ashabihi ajm. Allahumma inna nasaluka ilman nafian warizq thyiban wa amalan mutaqobbalan. Allahumma inna nas'aluka ridoka wal jannah wa naud nazubika min sakatika. Allahumma ainna alaikrika wa husni ibadatik. Allahumma inna nasaluka imanan kamilan waakinanqan. Waqolban khosi'an waisanan dzakiran. Rabbana taqobbal minna ya Allah innaka
3:03 antas samiul alim. Wahai ya Allah yang maha menatap berkahi majelis ini. Ya Rabb, Engkaulah yang mengatur pertemuan ini terjadi. Engkaulah satu-satunya yang bisa memberi hidayah kepada kami. Engkaulah yang kuasa memberikan ilmu yang manfaat. Engkaulah yang bisa membuat kami paham kebenaran-Mu. Engkaulah yang bisa memberi taufik, membuat kami bisa mengamalkan ilmu-Mu. Ya Allah, jadikan pertemuan ini penuh keikhlasan, penuh dengan limpahan karunia-Mu, ampunan-Mu, rahmat-Mu. Taqobbal min ya karim. Amin ya rabbal alamin.
3:51 Enak hadirin, hidup ini tinggal doa. Kalau saja yakin Allah maha dekat, maha mendengar, tinggal doa. Tapi jarang kita doa. Kita sudah bahas tadi bahwa kita tuh ingin hidup tuh bahagia. Benar. Seperti yang kurang ingin. Ingin bahagia tidak ingin. Bahagia itu apa? Masuk surga nanti, Bu.
4:38 Di dunia ini bahagia tu apa? Tenang, sakinah. Mau cerita bahagia apa kalau GTA galau tiada akhir? Bacem banyak, cemas. Cemus, cemas terus-menerus. Bahagia itu cul. Apapun yang terjadi bisa mengendalikan dirinya secara syariat, mengendalikan pikiran, mengendalikan hati. Nah, jalan terdekat kita bisa bahagia adalah syukur.
5:25 Syukur bagian dari zikrullah. Paketnya kan begitu doanya. Allahumma a'inni ala zikrika wa syukrika wa husni ibadatik. Ini ini doa super keren ya. Ya Allah tolonglah saya. Allahumma ainni ala zikrika agar senantiasa bisa ingat ke Allah. Jadi kalau ingin bisa terus-menerus zikir, ini doanya di antaranya, "Ya Allah tolong." Karena kita tidak mungkin bisa zikrullah tanpa pertolongan Allah. Enggak bisa. Semua kebaikan itu hanya bisa terjadi
6:11 dengan pertolongan Allah. Menghindar dari dosa juga hanya bisa terjadi dengan perlindungan Allah. kita ini la haula wala quwwata illa billah. Tiada daya untuk menghindari dosa maksiat, tipu daya setan, bencana, tiada kemampuan wala quwwata. Tidak ada kekuatan untuk zikir, salat, sedekah, berbuat apapun kebaikan tanpa dikuatkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Enggak bisa. Oleh karena itu harus minta
6:56 permintaan terbaik minta jadi ahli zikir. Karena zikir adalah amalan yang paling baik. Ala unabbiukum bikir a'malikum. Maukah engkau kuberitahu amalan yang paling baik? Wakaha malikum. yang paling suci di sisi Allah, yang paling tinggi derajatnya, yang lebih baik dari menafkahkan emas dan perak, yang lebih baik dari bertemu musuh dalam medan jihad, membunuh terbunuh di jalan Allah. Apakah yang lebih baik dari semua itu? Zikrullah taala zikir. Makanya kalau mau
7:42 minta mintalah jadi ahli zikir. Ala bizikrillah tatmainnul qulub. Camkan hanya dengan zikrullah hatimu akan tentram. Jadi kalau tidak bisa zikir tidak bisa tentram. Jelas hadirin? Masalah kita apa coba? Kurang zikir. Karena setiap kali kita zikir, fadkuruni adkurkum. Allah akan banyak menolong kita. Nah, permintaan yang kedua, Allahumma ainni ala zikrika
8:29 wasyukrika. Syukur ini dia kalau tadi tentang zikir Albaqarah 152 tentang syukur Ibrahim ayat 7. Lain syakartum lazidannakum walain kafartum inna adzabi syadid. Sudah berulang dibahas ya. dan tidak akan pernah bosan untuk menyampaikan ini. Kita harus yakin kepada janji Allah. La itu adalah seblak pendek. Itu sebuah jaminan dari Allah.
9:14 Jaminan la insyaakum la adidannakum. Itu benar-benar bekal terjadi. Ini benar-benar akan dipenuhi. Barang siapa yang syukur, jika syukur bakal benar-benar ditambah. Jadi sebetulnya kita tidak usah cemas sama sekali dengan nikmat yang belum ada. Tidak usah cemas semua jenis apapun karunia yang kita inginkan, yang terpikir belum terpikir, semua karunia itu milik Allah. Dalam genggaman Allah dengar ya. milik Allah, dibagikan oleh dalam genggaman Allah, dibagikan oleh Allah kepada siapa yang Allah kehendaki,
10:02 kapan, di mana, bagaimana bentuknya itu Allah yang berkuasa. Sepenuhnya makhluk enggak ada apa, cuma jalan saja. Kalau Allah mau ngasih sampai wuridka birhairin fala rodli. Jika Allah menghendaki kebaikan bagimu tidak ada yang bisa nolak. Enggak bisa. Sembuhsembuh dapat. Jodoh jodoh. Haji. Haji. Lunas hutang lunas hutang. Punya rumah punya rumah. Apa aja yang Allah mau? Innama amruhu id araian ayquul lahu kun fayakun. Jadi jadilah.
10:55 Maka enak sekali dengan janji ini ya kan. Innallaha la yukhliful miad. Sesungguhnya Allah itu janji Allah itu pasti akan dipenuhi. Jadi kalau ingin sesuatu yang kepikir siapa tuh? Kan enggak jawab kan. Yang ingin sesuatu yang kepikir siapa? Allah. Allah. Apapun itu pasti milik Allah. Ingin apa? Hah?
11:40 ingin hidup tenang. Siapa yang ngasih tenang? Allah. Om ingin apa, Om? Yang barusan udah jawaban ya. Ingin hidup bahagia dunia akhirat itu cuma milik Allah, Pak. Kalau dibuat bahagia, bahagialah hati ini. We me we enggak sih? Enggak digitu-gituin oleh Allah yaak. Tapi we dibuat stres-stres lah. Allah yang ngebolak-balik hati. Coba yang lebih realistis lagi. Ada yang mau apa? Bingung. Bisa bermanfaat Allah, Dek. Semua manfaat milik Allah.
12:27 Ada dipilih jadi jalan ilmu, jalan rezeki, jalan solusi, jalan kebahagiaan. Hanya Allah sumbernya. Bos ingin apa? Ingin jadi bos. Hah? Ingin punya pesantren. Langit dan bumi milik Allah semuanya. Darut Tauhid milik Allah. Kalau Allah mau tanah, semua tanah milik Allah. Tuh ada yang wakaf, ada yang wakaf. Bangunannya gimana? Nanti ada yang digerakkan oleh Allah yang sedekah, yang wakaf. Gampang sekali. Tapi yang bahaya adalah pertanggungjawabannya.
13:12 Makin besar sebuah pesantren, makin banyak santrinya, makin berat hisab kiainya tuh. Uh, belum lagi ujubnya ini jerih payah saya, ini ide saya. Ini perjuangan saya. Dulu tidak ada. Tafiznya ah kalau yang ngasih ngaku-ngaku. Itu santri saya dulu dia nyantri di sini. Orang jadi saleh bukan karena nyantri di sini. Orang jadi saleh adalah Allah yang menyalehkan.
14:01 Ingin apa, Dek? Ingin enggak ngantuk? Mau apa? Mau apa? Tuh kan punya kemauan aja bingung. Ada mau apa? Mau motor. Tuh di sana banyak. I semua motor milik Allah. Pengin motor apa, Dek? NMAX semua NMAX milik Allah, Saudara. Jangan pas langsung ini milik Allah nih. Ya Rabb, saya minta ya. Maling maling minta ke Allah dulu. Saalta wasalillah. Jikalau mau minta, minta dulu ke Allah.
14:48 Minta. Tapi saya enggak punya uangnya. Enggak harus selalu pakai uang kok. Nyicil bisa ya. Kalau Allah mau akan ada jalannya. Kalau Allah mau ngasih. Allah tahu kita enggak punya uang. Allah tahu gaji kita kecil tapi itu baik menurut kita. Ketemu nanti semua jalan itu Allah yang punya. Tidak harus terpikirkan semuanya. Ada yang kepikir, tapi sebagian besar enggak kepikir. Coba ada yang lebih ini lagi permintaannya. Siapa tahu diijabah hadirin ini Bapak mau apa?
15:33 Mau menunaikan ibadah haji dengan mau naik haji atau mau siapa? Mau kalau naik haji lebih mudah, Pak. Mau apa? Mau haji minta ke Allah, Pak. Tapi antriannya panjang. A kalau Allah ngundang akan ada jalannya. Qadarullah ee pernah tidak dapat kuota dulu, tapi ada undangan dari raja bisa berangkat. Tidak terbayangkan, tidak pakai kuota itu tidak bayar juga, Pak. Pengin yang
16:19 begitu kan? Kan ya tinggal minta ke raja. Eh, ke raja ke Allah. Salah. Salah ke Allah ya. Ibu mau apa? Mau suami saleh. Ah, yang ada dikemanain apa enggak bisa dimodifikasi? Ya Allah. minta disalehkan. Tapi suami saya kurang saleh, mudah bagi Allah menyalehkannya. Ya, semua makhluk itu dalam kekuasaan Allah sepenuhnya. Allah yang membolak-balik hati. Jadi mulailah hadirin meyakini wama bikum min nikmatin faminallah. Udah
17:05 pokoknya ingin apa-apa id sa'alta fas'alillah. Mau apa-apa aja Allah yang punya. Waidastaanta. Jikalau mau minta tolong wastain billah. Minta tolong ke Allah. Semua semua yang mengancam kita itu pasti makhluk Allah Subhanahu wa taala. Benar. Adakah makhluk di alam semesta ini yang bukan ciptaan Allah? Jawab. Ada. Tidak. Enggak ada. Mau begal? Mau penjahat, mau jin, katanya apa? Gendwo kalau weew kuntilanak katanya. Ya ada gitu yang begitu.
17:55 Kita kan banyak takut dengan yang belum pernah dilihat ya kan? Itu kalaupun ada semuanya jin ciptaan Allah. Tidak mungkin jin itu bisa hi gitu ya. Saya enggak pernah lihat yang kayak gitu, hadirin, ya. Enggak mungkin bisa ganggu tanpa izin Allah. Saya takut digoda setan. Setan itu ciptaan Allah, milik Allah, dalam kekuasaan Allah. Hanya bagian ngegoda aja. Kalau kita dilindungi Allah, enggak membantu setan. Singa, gajah, jerapah, semuanya ciptaan Allah. Mereka bertasbih kepada Allah, tidak
18:40 bisa ngegigit kita tanpa izin penguasa segala-galanya, gitu. Jadi kalau ada yang ngancam salat, "Ya Allah lindungi saya." Doa ini benar hadirin. Kalau tauhidnya seperti ini. Nah, salah satu yang paling Allah sukai karena Allah janjikan adalah syukur. Bagaimana syukur hati? Seperti tadi yang pertama yakin utuh, total, bulat, sempurna. Semua nikmat itu milik Allah. Di dalam
19:27 kekuasaan Allah sepenuhnya. Allah yang membagikan, Allah yang menentukan kapan sampainya, di mana, bagaimana jumlahnya. Allah sudah tahu kapan yang terbaik bagi kita. Enggak usah rewel. Allah melihat kita setiap saat. Allah tahu isi hati kita. Makanya kalau makan obat, makan obat atau minum obat tergantung bendanya ya. Jangan pernah menganggap obat bisa menyembuhkan. Misalkan kita agak kurang sehat, ada obat, harus yakin yang menyembuhkan Allah. Ya Allah, tidak ada kesembuhan.
20:15 La syifaan illa syifauk kecuali kesembuhan darimu. Saya minum obat ini jadi amal saleh. Semoga engkau catatkan jadi kebaikan. Bismillah. Enggak tergantung ke obat ke Allah. Pergi ke dokter. Ya Rabb, hanya Engkau yang kuasa menyembuhkan. Saya pergi ke dokter sebagai memenuhi perintahmu. Menyempurnakan ikhtiar. Ihrris ala ma yanfauk wastain billah. Ini perintah ya. Antusias untuk hal-hal yang manfaat dan minta tolong ke Allah. Kapan sembuhnya? Bagaimana? Itu mah Allah yang paling tahu. Doa yang banyak tidak usah rewel.
21:01 Kenapa ini kemarin dokternya sama, ini sembuh, penyakitnya sama, ini sembuh, ini sembuh. Kok saya enggak? Ya sudahlah, enggak usah rewel. Suka-suka Allah. Allah punya perhitungan sendiri. Kapan akan dilunasi hutang, kapan akan disembuhkan. Ini kami five angel, lima akhwat maksudnya em sedang menantikan zodoh. Ini dapat, ini dapat, ini. Kenapa saya enggak, enggak usah ngerewel gitu? Allah punya Allah tahu pikiran perasaan, ikhtiar saja. Tidak usah juga membawa bendera cinta terakhir. Enggak usah gitu-gitu amat ya. Allah sudah tahu isi
21:48 hatimu. Dua lisan. Alhamdulillah. Kalau Allah ngasih ke kita uang 1 triliun, banyak enggak sih? Ah, kebanyakan. Enggak kebayang oleh kita. Ee R5 juta aja ya supaya lebih kelihatan. Lima gepok kurang atuh. Ah, namanya juga ngelamun masa ya udah tuh Rp100 juta ya. Iya. Kalau ngelamun R juta nanti diijabah rugi. Aneh. Misalkan R juta mau ini Allah mendengarkan nih ya 100 juta
22:35 dibanding dengan ucapan alhamdulillah itu menjadi nothing R juta. Karena penjahat, gengster, perampok, mafia, koruptor, dikasih juga itu, tapi tidak keluar ucapan alhamdulillahnya. Makanya kalau punya uang 1 triliun dibanding dengan ucapan alhamdulillahi rabbil alamin lebih bernilai alhamdulillah di sisi Allah. Karena orang yang mengucapkan alhamdulillah, segala puji bagi Allah, dia mengakui nikmat itu dari Allah dan memuji Allah itu yang lebih berharga. Apa artinya? 100 juta bagi Allah
23:20 Subhanahu wa taala. Benar. Alam semesta ini milik dia. Makanya orang yang bisa memuji Allah. Efek dari memuji Allah itu segala puji bagi Allah. Makanya jangan pupujan. Nah, gagalnya ahli syukur adalah di sini nih. Mulut menyebut alhamdulillah, tapi dia sibuk pengin dipuji. Harusnya hilang diri kita tuh. Kalau menyebut alhamdulillah, segala puji itu milik Allah. Apapun yang ada pada kita milik Allah. Kita pintar, alhamdulillah sudah yakin. Pintar ini adalah Allah yang buat kita. kuat kita sehat ini milik Allah. Jadi ketika menyebut
24:06 alhamdulillah udah hilang tuh diri kita tuh ketika kita dipuji. Jangan begini, "Oh, itu kamu pintar amat." Alhamdulillah memang saya ini turunan. Nah, itu nyangkut hadirin. Ibu anaknya pintar sekali. Alhamdulillahiabbil alamin. Memang gimalah tergantung ibunya ya. Padahal ibunya kurang loh pintarnya. Oh, itu ee sekarang dia jadi sukses tuh. Alhamdulillah dulu dia mesantren di tempat kami. Heh, mau ngapain disebut-sebut? Kalau enggak ada yang nanya, enggak perlu diketahui, enggak ada manfaat, udah diam aja walaupun nyata. Jangan nebek. Tahu nebek?
24:53 Nebeng beken. Biasa aja. Duh, itu sekarang karirnya melesat. Dia jadi pimpinan di sana. Alhamdulillah. Dulu dia tuh anak buah saya. Itu ngapain pakai nebeng beket? Kenapa harus nyebut itu anak buah saya? Karena ingin disebut kita tuh pernah jadi atasannya. Alhamdulillah anak yatim itu sekarang ini ya ee bisa kuliah di luar negeri. Alhamdulillah. Itu kan saya yang membiayai. K nebeng lagi. Jangan nyebut saya yang membiayai. Allah yang membiayai. Kita ini dipilih jadi jalan sebagai
25:39 ujian. Harus mantap di sini ya. Ilmu ilmu ilmu yakin ini jadi hilang. Wah, Bapak kuat sekali badannya sehat. Alhamdulillah saya ini memang latihan teruk. Iya, gitu ya. Katanya, "Segala puji bagi Allah, tapi dia tetap ingin dia." Ini enggak termasuk alhamdulillah yang disukai Allah. Karena dia masih eksis harusnya sudah hilang. Tiga. Alhamdulillah tuh dalam segala keadaan
26:24 hadirin. Pas bangun bagaimana? Alhamdulillahilladzi ahyana ba'dama amatana wa ilaihin nusur. Hati-hati pas bangun. Eh aduh leher serasa babi hutan pas saat mustajab ya. He he. Jangan sembarang ngomong. Pas bangun. Aduh ini pinggang serasa remuk. Pas saat mustajab beton jatuh. Ya udahlah. Alhamdulillah ala kullial. Benar. Setuju tidak hadirin? Setuju. Nafas.
27:11 Alhamdulillah. Kedip. Alhamdulillah. Terek tek trek tek. Berarti tulangnya sendinya masih utuh. Coba kalau kaku. Alhamdulillah bisa duduk. Alhamdulillah. Berapa banyak yang hanya mimpi bisa duduk? Berdiri alhamdulillah. Berapa banyak yang udah bayar segitu mahalnya supaya bisa berdiri? jalan. Alhamdulillah. Berapa banyak yang mimpi seumur hidupnya bisa jalan? Kita jarang itu mensyukuri. Betul.
27:58 Seimbang berdiri. Alhamdulillah ada yang tidak seimbang. Oh. Oh. Suara siapa? Benar. Suara aagim ya. Awas jangan suara ayam ya. Bukan itu maksudnya. Saudara bersyukur bisa mendengar. Jadi jangan aduh hayam tahcit pencit. Eh harusnya bersyukur ayam. Ini dengar suara ayam yang kebayang sate ayam. Bersyukurlah. Eok e eok. Alhamdulillah tercium. Kucing selain mengeong juga eo kan asem
28:46 tuh. Astagfirullahalazim. Maaf ya yang lagi sarapan. Nah ini juga alhamdulillah ya. Masyaallah. Alhamdulillah bisa jalan, bisa ada toilet. Alhamdulillah masuk ke kamar mandi. Kamar mandinya dekat itu. Alhamdulillah hadirin. Ada orang yang rumahnya tidak ada toiletnya. Pergi jauh harus antri, harus ke sungai. Belum lagi di sungai ada buaya. Duh, gimana nih hadirin? Kalau sesama wanita enggak apa-apa. Yang bahaya tuh ada Pak Ayah ya kan. Ya udah ini bergurau. Bu ayah itu ibu-ibu ada. Lanjut.
29:33 Jadi ke kamar mandi itu syukur hadirin. Aduh ya Allah. Di kamar mandi ada toiletnya. Coba di kamar mandi enggak ada lubangnya. Oh, ke mana kita? Oh, ada loh yang toilet eh kamar mandi hanya untuk mandi. Alhamdulillah ada airnya lancar. Berapa banyak yang tidak ketemu air? Ah, lihat pasta gigi, lihat ini, lihat sabun. Oh, itu nikmat. Berapa banyak yang enggak punya pasta gigi. Benar. Jangan meremehkan pintu kamar mandi itu nikmat. Sok saudara ke toilet enggak ada pintunya.
30:20 Hah? Atau selot kunci itu juga nikmat dari Allah. Sudah pernah ke toilet enggak ada slotnya? Enggak fokus hadirin kaki harus nekan pintu sebelah ya. Dramatis. menjiwai saya, Pak. Jadi ketika lihat kunci, Oh, alhamdulillah. Enggak ada kuncinya menderita, Pak. Enggak ada ketenangan batin. Ini gayung ya itu penting. Ada ember, enggak ada gayung, gimana? Mana? Masyaallah. pernah suatu saat berkunjung ke sebuah
31:06 pesantren begitu enggak ada gayung mau teriak malu ya kan mau ngetok-ngetok repot. Aduh saya baru tahu betapa gayung itu nikmat dari Allah. Air lancar itu nikmat Pak Qadarullah. di Kalimantan ini sedang keramas air berhenti. Aduh, bagaimana ini? Kita jarang mensyukuri bisa tuntas itu. Betul tidak? Ayo, Saudara sudah pernah belum? Ini penuh sabun terus keluar kan aib hadirin. Eh, serius hadirin. Tidak ada kejadian
31:51 sia-sia Allah menghentikan air itu supaya kita bersyukur kalau airnya lancah. Barang siapa yang bagaimana man lam yaskuril qolil lam yaskuril katsir orang yang tidak bisa mensyukuri hal yang kecil tidak bisa mensyukuri hal yang besar man la yaskurinas la yaskurillah orang yang tidak tahu terima kasih ke orang tidak bisa bersyukur ke Allah jadi yang kecil-kecil disukur Guri, Pak. Ah, ini gatal barusan tek ini. Ini syukurlah hadirin.
32:38 Ini gerakannya pas ke sini. Coba kalau eh itu mata. Alhamdulillah. Ini syukur gerakan bisa kena. Berapa banyak yang tidak bisa menggerakkan badan tidak kena. Eh, masyaallah. Ini nyengir begitu. Syukur loh, Pak. Berarti mendengar, memproses real time. Ah, syukur itu. Hm. Syukur itu. He eh. Sedikit. Karena kalau yang repot Heeh. Halo.
33:23 Fokus. Bagus. Jadi sekecil apapun karunia syukuri hadirin. Bisa nafas, udara segar, ketemu cahaya matahari, lihat pakaian ada minum. Pokoknya sekecil apapun syukuri ini dari Allah. Alhamdulillahi rabbil alamin. Allah tahu tidak kita lagi bersyukur? Jawab tahu. Tahu tidak tahu? Allah mendengar kita mengucap hamdalah. Allah tahu kita ingat kepadanya. Senang tidak Allah senang? Itu yang bikin ditambah hadirin. Orang marah kemudian diam. Gimana?
34:10 Syukur atau tidak syukur? Alhamdulillah berhenti marahnya. Disyukuri itu karena yang menghentikan Allah. Ini cuman sebentar tahu berhentinya. Oh. Alhamdulillah sempat ada jedanya ya kan. Tunggu seri kedua ya. Kalau udah marah berhenti, sudah syukur ternyata marah lagi. Ah untung ada jedanya. Ayo mau bahagia tidak mau? Ibu suaminya ngorok enggak? Hah? Heeh. Syukur atau getir? Syukur. Syukur atau
34:56 sabar? Sabar. Salah ibu. Syukur dong. Kenapa? Berarti Ibu masih punya suami. Makanya ada yang ngorok di kamar juga. Tapi koroknya keras. Berarti suami masih hidup. Karena kalau udah enggak hidup berhenti ngoroknya. Eh, serius nih, Bu. Ada ibu-ibu yang merindukan korokan suaminya, tapi enggak bisa lagi. Dah, udah pulang suaminya udah enggak ada. Duh, mana sih ngorok teh? Waktu ada mah jengkel. Giliran udah enggak ada kangen. Tapi kangen dengan yang meninggal, kangen yang tidak akan pernah ketemu lagi di dunia.
35:43 Syukurilah. Iya. Anak nyoret-nyet tembok. Sabar atau syukur? Syukur. Tembok siapa dulu? Syukur. Berapa banyak orang yang merindukan anak di rumah? Berapa banyak yang punya anak? Tidak bisa berdiri, tidak bisa mengangkat tangannya. Berapa banyak? Enggak lama itu enggak lama nyoret-nyet tembok tuh enggak lama. Dan enggak mungkin udah aki-aki mah dari kita nyoret-nyet tembok. Maaf K langsung aki cemerlang ya.
36:33 Syukuri ya hadirin. Gini ya kalau kita rajin syukur teh bawaannya pengin nangis. Banyak sekali nikmat dari Allah tuh, Pak. Jadinya bawaannya tuh, "Ya Allah, saya orang segini bergelimang dosa. Ah, salat tidak pernah khusyuk, dosa banyak tapi engkau memberi nikmat terus-menerus." Lihat makanan, minum, pakaian, kemudahan, kendaraan. Aduh, ya Allah, orang ngontrak susah. Kita ada tempat berteduh ya. Apalagi dengan ada kejadian
37:19 di Palestina. Oh, itu salah satu cara Allah membuat kita syukur, syukur, syukur gitu. Kalau kita tenggelam di dalam syukur, jadi enggak ada tuh penderitaan tuh. Gimana a justru saya sakit? Emang sakit tidak perlu disyukuri? Sakit apa? Punya penyakit apa, Om? Sakit sini. Mana?
38:06 Sabar atau syukur? Syukur. Cuma di sini. Di sini enggak ya? He. Hah? Saya mohon maaf menceritakan ini tanpa mengurangi ee rasa hormat ya. Ada ibu-ibu menangis curhat. Aa saya ini bertubi-tubi sekali penderitaan saya. Aa tahu enggak? Enggak Bu. Kan baru sekarang. Ya enggak tapi saya enggak ngomong gitu. Hanya di hati aja. Bagaimana saya tahu ya enggak? Saya itu telat nikah, A. Mana ada orang telat nikah.
38:52 Yang ada adalah belum waktunya. Emang nikah kita yang ngatur? Saya telat nikah itu aja dipermasalahkan. Bukan nikahnya disyukuri. Ya enggak telatnya versi beliau. Harusnya kan alhamdulillah saya sudah nikah. Ini telatnya. Udah gitu tahu enggak a enggak tahu, Bu. Saya telat hamil. Enggak ada orang telat hamil. Yang ada adalah belum waktunya. Kalau Allah belum menakdirkan hamil, jangan dianggap telat dong. Saya itu telat lahir. Kata siapa?
39:37 Emangnya saudara harus lahir tahun berapa? Ngarang. Halo, Bapak telat ya lahirnya? Enggak, enggak mungkin. Saya kelamaan di perut ibu 12 bulan. Enggak mungkin. Itu mah sapi apa? Saya udah telat nikah kemudian saya telat hamil. Tahu enggak? Enggak tahu, Bu. Udah gitu saya keguguran terus. Udah keguguran. Ternyata rahim saya diambil. Ini saya sangat mengerti pasti berat bagi wanita ya. Ini cerita ini tidak bermaksud menertawakan tetapi bagaimana cara berpikir itu
40:25 memperberat. Udah merasa menderita telat nikah. Udah telat nikah telat hamil. Udah hamil ternyata keguguran. Udah keguguran rahimnya diambil. Ini sangat bisa dipahami kalau ee sangat sedih ya. Saya sedih sekali. Ee saya juga ikut tidak nganggap remeh kesedihan ini ya karena manusiawi sekali. Saya enggak mungkin jadi seorang ibu. Ah iya Bu, saya mengerti. Ee sesudah nangis agak reda. Ibu ee jadi sekarang yang diambil rahim. Iya, A. Maaf, ada gangguan tidak dengan
41:13 jantung ibu? Alhamdulillah jantung saya normal. Mungkin paru-paru ibu ada ee sesuatu. Alhamdulillah saya masih normal, enggak ada gangguan. Mungkin saraf tulang belakang ada yang kejepit. Oh, enggak bagus semua susunan ini. Atau mungkin ginjal ibu perlu dicuci. Oh, alhamdulillah. Ah, beda tuh. Alhamdulillah. Ginjal saya sehat, enggak ada kelainan apa-apa. Atau mungkin sendi-sendi ibu ada yang sudah, oh normal, normal semuanya. Atau mungkin leher atau daya ingat. Alhamdulillah saya normal. Alhamdulillah ya A cuman itu rahim semuanya normal. Pulang hadirin dalam keadaan beda. Tidak sedramatis itu ya kejadiannya
42:00 karena dipersingkat ceritanya. Tetapi ketika diarahkan untuk lebih menafakuri nikmat, beda hasilnya. Begitulah hadirin. Saya tidak bisa meneruskan panjang. Waktunya habis nih. Saya punya janji dengan DT Peduli. Mau menampakkan ini. Boleh dibantu, Mim videonya yang mana? Yang paling ringkas. Mana? Jajang udah di udah disiapkan Mim yang semenit boleh tayangkan. Nah, ini
42:48 oh yang sebelumnya jauh lebih tertib ini adalah Masjid Darut Tauhid titipan Allah di jalur Gaza sedang melaksanakan amanah ee pembagian makanan [Musik] syukran syukran syukran [Musik] Ah, ini uang uang jemah yang dikirim ke sana bisa untuk makanan. Kita belum bisa setiap hari seperti ini karena bahan untuk dimasaknya juga sangat terbatas.
43:37 [Musik] Untuk makan saja begitu susahnya ya. Ini ujian dari Allah. Mudah-mudahan melihat ini kita menjadi syukur dengan kelapangan yang ada dan bersemangat untuk berwakaf lagi, bersedekah lagi hanya untuk makan begitu aja. Dan kita belum bisa setiap hari yang masaknya, Mim. Bapak-bapak yang bicaranya itu ada yang tembus Gaza
44:24 ini Masjid Darut Tauhid yang di Gaza. Alhamdulillah tidak ya Allah melindungi tidak dirusak. Nah, kita kesulitannya adalah mencari bahan baku untuk masaknya. Tapi alhamdulillah Allah memberikan jalan. ini tim yang berada di sana. Tapi ini hanya sebagian kecil saja yang bisa dibantu. Kemarin ditandatangani juga ee 100 ee yatim yang didanai oleh para donatur DT Peduli
45:10 dari ada 17.000 Ibu yatim di sana yang sudah tidak punya orang tua, ada yang ayahnya rata-rata sudah wafat. Kita hanya baru bisa membantu 100. Itu tempat tinggalnya sekarang di sana begitu sulit ya. Malam sangat dingin, siang seperti terpanggang panas. Bagi yang sudah pernah ke Timur Tengah bisa merasakan panasnya 52 derajat. Itu kalau malam dinginnya betul-betul menusuk. Kita juga hanya baru bisa mengirim berapa tenda, Pak Jajang? 1.000. Ada
46:00 mana? Oh, ya. Terima kasih sekali lagi kepada semua jemaah. Eh, ini nomor rekeningnya boleh dicatat lagi kalau bagi yang sudah lupa. Ya, mudah sekali rekening ini bukan hanya untuk dihafal. Coba rekening untuk donasi ke Palestina kepada semua jemaah yang BSI ini nomor rekeningnya. 42 004003 coba.
46:45 Oke, yang gampang gimana ya? 4.20403 sama tuh yang tadi ya. 420420403 atas nama DT Peduli. Untuk transit bisa pakai BCA yang punya BCA dan ee lewat BCA ini nomornya 777 maksudnya diikutin hadirin. 0333 151 77 33
47:32 151. Jadi dibayangkannya dalam bentuk begitu. 777 033 151. Kalau BSI 4.204203 204203 ya atas nama DT Peduli informasi kalau udah mentransfer mau memberitahukan ini nomor WA-nya enggak jangan ditransfer ke ini ya ini nomor WA 0813 1712 17 1 1712.
48:18 Jadi ngfalinnya cukup sederhana. 0813 1712 dua kali ya. 1712. Konfirmasi ke sana hadirin. Mana qasad shodqatun min? Tidak berkurang harta dengan sedekah kecuali nambah, nambah nambah. Jadi jangan ragu-ragu. Siapapun yang takdirnya mendengar dan punya untuk disedekahkan, sedekahkan. Ah, ini kalau sudah bicara gini, siapa yang bicara harus melakukannya. Bismillah. Yuk, sama-sama yuk. Teng. Nah, itulah masalahnya ya yang bicaranya
49:03 lupa. Jangan, jangan telat ya. Lakukan. Terima kasih hadirin sekalian, sahabat-sahabat yang baik. Semoga Allah yang maha mendengar, maha menyaksikan, melihat saudara kita di Palestina ini membuat kita tambah syukur dengan nikmat yang ada. Lihat anak, lihat suami, lihat istri, lihat rumah, lihat makanan, lihat pakaian, lihat lingkungan, syukurnya nambah. Kemudian salah satu syukur kita adalah bantu. Ya Allah saya bersyukur saya punya makanan sedekah. Ya Allah saya bersyukur saya punya pakaian. Kalau kita enggak bisa ngirim pakaian siapkan
49:50 pakaian. Tidak akan berkurang harta kita. Semua rezeki milik Allah. Salah satu bentuk syukur adalah menolong saudara kita. Karena kita dimampukan bersyukur. Hati-hati bagi yang uangnya ditambah, ditambah, ditambah tapi pelit. Hati-hati bisa jadi istijraj. Mudah bagi Allah memindahkan ujian apapun. Nauzubillahim minzalik. Terima kasih. Hah. Harusnya saya nanya ini ke beberapa yang akan diwisuda. Mana program pesantren? Tapi tinggal 2 menit ini. Kapan diwisudanya PPM?
50:37 Hari ini diwisuda. Ya udahlah. Santri daurah qalbiyah mana? Diwisuda juga hari ini? Alhamdulillah ya. Darut Tauhid ini adalah pesantren yang paling sering wisuda. Sebulan sekali pasti ada wisuda. Kadang sebulan dua kali tergantung programnya. Bahkan ada yang seminggu diwisuda aja karena dia enggak nurut ya. Wisuda aja lah ya. Tapi yang diwisuda dengan baik semua ijazahnya asli. Demikian hadirin sekalian. Subhanakallahumma wabihamdik asadu alla ilahailla anta astagfiruka waubu ilaik. Asalamualaikum warahmatullah
51:22 wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Makasih. Sudah hadirin. Sekarang bagi yang punya wudu salat. labbaik innalamda lakaulik ya sayid laka labbaik labbaikumma labbaik labbaika la syarika laka labbaik innal hamda lakaik
52:07 allahumbaik inamulk [Musik] yaaka [Musik] labbaik labbaikumma labbaik labbaika la syarika laka labbaik inalam jadi teman-teman sekalian ee MQ digital yang mengelola ini ee silakan kalau teman-teman mau memanfaatkan MQ digital ini untuk kerja sama apakah dengan sedekah, untuk peralatan, untuk membantu
52:53 tim bagi yang ingin berinfak silakan ya semoga kebagian pahalanya. ini nonprofit bukan lembaga bisnis MQ digital ini walaupun kita membutuhkan biaya terus untuk ya operasional tapi ladang amal ya. Kalau ada teman-teman yang ingin kebagian pahalanya boleh hubungi MQ Digital. [Musik]