0:00 Terima kasih buat kasih setia-Mu Tuhan. Terima kasih buat siang hari ini Roh Kudus kami bergantung sepenuhnya pada-Mu. Lihat sampai kedalaman batin kami. Kau bicara di tengah kami. Ubahkan kami. Kami mau belajar firman-Mu. Kami taruh hikmat, wahyu, dan pengertian memenuhi hidup kami dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Silakan duduk dalam hadirat Tuhan. Temenin saya pakai biasa. Luar biasa Ibu dilawat Tuhan. Saya baru ingat tadi bilang Pak Peter
0:47 Agung. Saya kira Pak Petrus Agung ya. Ternyata Peter Gundur nama saya. It's oke. It's ok. Seringkiali kita mengharapkan Tuhan bekerja sesuai dengan kehendak kita. Tapi ternyata caranya Tuhan bekerja di luar. Apa yang kita harapkan? Kita pengin maunya yang kita rindukan itu terjadi, tapi caranya Tuhan. Sebaliknya di balik semuanya itu Tuhan sebenarnya sedang berurusan dengan hati kita. Karena yang terpenting di dalam kehidupan kita itu bukan apa yang kita kerjakan, bukan apa yang kita lakukan,
1:35 tapi yang di dalam hati kita ini sebenarnya [Musik] melakukan segala sesuatu untuk apa? Kan cinta kita teruji. Cinta kita dengan pasangan kita pun teruji. Ketika ngadapin tantangan godaan, ngadapi masalah dan pencobaan, ngadapin masa-masa sulit dan kekurangan, benar enggak kita mencintai pasangan kita? Ketika kita diperhadapkan dengan karakter pasangan kita yang aneh, kita masih terima komplain, marah atau kita belajar mengasihi sekalipun gak enak. Benar apa enggak? Kadang kejadian-kejadian diizinkan Tuhan tu ngetes hati kita kok. Sebenarnya kita
2:20 mengasihi Tuhan sungguh-sungguh atau sebaliknya. Ketika di posisi yang sulit, Tuhan sebenarnya perhatikan sikap hati kita seperti apa. Orang yang mencintai Tuhan atau orang yang hanya membutuhkan Tuhan ketika ada masalah dan persoalan? Dan ternyata kejadian itu diizinkan untuk melembutkan hatinya ibu. Diubahkan sepenuhnya. Pasti sekarang berubah total. cara pandang, cara pikir, cara melihat keadaan, cara melihat orang, cara memperlakukan orang, sikap hati semuanya dirubah. Karena kadang kita merasa paling benar sendiri kan. Kita merasa paling benar, merasa paling hebat, merasa paling diberkati, merasa
3:06 paling oke, merasa paling benar sejakat raya dan memandang orang lain salah semuanya. Dan itu di pemandangan Tuhan tidak berkenan sama sekali. Tuhan mencari orang yang hatinya lembut untuk diubah. Dan kita diubahnya lewat proses namanya, lewat kejadian, lewat persoalan, lewat hal-hal yang gak enak. Saya pun ngalami proses. Ketika saya ditegur oleh istri saya, nablek ngeyelan, ngotot, bantah. Saya ndak tidur hampir 15 tahun tidur malam itu. Saya tidurnya pagi terus kan. Saya pikir saya sehat tidak kekurangan apapun juga masih segar. Tapi waktu Ibu Jun ngelihat
3:55 pertama kali saya datang ke tempat sini kan gemo sekali. Perut pecetotan ke mana-mana, pipinya tembem luar biasa. Saya pikir saya masih sehat. Ternyata ketika kita ditegur lewat orang di sekitar kita, diperingatin kita enggak mau nurut karena Tuhan sayang sama kita. Tuhan peringatin lewat masalah. Kalau Tuhan masih izinkan kesembuhan terjadi sama Ibu, artinya Tuhan belum selesai dengan hidupnya Ibu. Ada perkara Ilahi. Ada orang-orang tertentu yang Tuhan enggak mau sembuhkan karena toh kalau disembuhkan enggak berbuat apa-apa dan enggak mau ngalamin apa-apa kok.
4:40 Lebih baik diizinkan kejadian itu. Lewat kejadian masalah itu dia bertobat dan selesai hidupnya daripada disembuhkan nanti dia bikin dosa lagi. Kita gak pernah tahu caranya Tuhan. Siapa yang ngerti hatinya Tuhan? Yang ngerti hatinya Tuhan adalah rohnya sendiri. Yang paling ngerti diri kita adalah Roh Kudus. Yang paling ngerti siapa diri kita kan manusia roh kita. Yang paling masih ngerti isi hatinya Tuhan adalah rohnya Tuhan sendiri. Makanya setiap orang harus memiliki hubungan yang dalam dengan Tuhan. Bukan sekedar beribadah, bukan sekedar jadi orang Kristen biasa, tapi tidak memiliki hubungan yang dalam Tuhan. Akhirnya enggak ngerti caranya Tuhan bekerja. Yang kita pikir cara kita itu caranya
5:27 Tuhan, ternyata bukan. Kalau pasangan suami istri, istri itu gak memiliki hubungan yang dalam. Enggak saling mengerti apa yang terjadi. Misunderstanding. Istri ngomong A, suamim jawab B. Istri maunya D, suaminya kerjain ujungnya lama-lama simpan rasa ndak suka, kecewa, sakit hati. Lama-lama banyak sekali yang saya konselingi berujung di pengadilan agama. perceraian karena misunderstanding Tuhan terlalu dalam, terlalu besar, terlalu powerful. Tapi kita coba mengerti dengan pola
6:13 pikir kita yang duniawi ini, cara pandang kita yang terbatas ini, akhirnya kita selalu berserberangan dengan hatinya Tuhan. Dan ujungnya apa? Jatahmu enggak sampai dalam hidupmu. Loh, engkau enggak finish well, engkau enggak finish strong. Gagal di tengah jalan. Tuhan mau setiap hari kita ini berjalan seritme, seirama dengan Dia sampai garis akhir. Dan ujungnya ketika kita berjalan seritme dan seirama dengan Dia, setiap harinya hidup kita ini menikmati jatah yang Tuhan berikan. Jata itu besar sekali.
6:59 Kekristenanmu tidak berhenti di tempat ini. L engkau akan beranjak ke level kekristenan yang berbeda. Pelayananmu tidak berhenti hanya seperti ini. Suatu hari engkau akan muncul ke permukaan dalam dampak otoritas yang besar, dalam pengaruh yang lebih besar. Tuhan mau itu. Bujun pelayanannya tidak berhenti sampai sini. Ketika ngikut jalan sama Tuhan, jatah yang besar itu akan Ibu terima. Pengaruh yang besar, urapan yang besar, hikmat, pengertian, otoritas, dan banyak orang akan diubahkan. bagian kita adalah berjalan
7:46 ngikutin ritmenya Tuhan, ngikutin caranya Tuhan. Yang menghalangi adalah kedagingan kita, pikiran kita yang duniawi. Karena di dalam diri kita ini enggak suka Tuhan sebenarnya. Sukanya hal duniawi, sukanya makan enak. Betul apa enggak? Betul. Kalau kita makan enak terus dengan instan dan sengaja kamu ngundang penyakit itu datang dalam tubuhmu. Karena yang enak-enak biasanya ada resikonya. Betul apa enggak? Jaga pola makan kan? Saya juga pola makan. Kalau enggak pecetotan ke mana nih perut nih? Turun satu ukuran kok. Akhirnya kita jaga pola hidup sekarang
8:33 lebih segar, lebih fresh. [Musik] Sebenarnya kalau ada orang yang gemuk, puji Tuhan di sini enggak ada yang gemuk semuanya standar. Kenapa? Karena enggak ada pengendalian diri. Masalah makan. Saya ini masih belajar tentang pengendalian diri loh. Karena saya punya apa namanya itu? Tingkat asam murat saya itu di atas rata-rata. 11.5 karena genetik bawaan lain. Makanya saya jaga pola makan karena saya harus bertanggung jawab dengan tubuh saya. Bukankah tubuh kita ini adalah baitnya Tuhan? Nah, kita enggak bisa bertanggung jawab dengan tubuh kita, bagaimana memberi kesempatan Tuhan bermanifestasi
9:21 melalui tubuh kita? Betul apa enggak? Karena tubuh kita sukanya yang enak. Pikiran kita enggak suka pikirannya Kristus, sukanya pikiran duniawi. Siapa yang di sini ketika disakitin kau bisa datang ke rumahnya kasih kue? Enak opo ora? Enak nopo mboten? Ibu-ibu ketika Bapak Ibu disakitin, dilukai dan kau bisa temuin orangnya bilang shalom, puji Tuhan. Enak apa enggak reaksi daging kita pertama kali ngapain? H dia ada di sana. Muter dulu, melipir dulu. Benar kan? Karena daging kita enggak suka Tuhan. Selalu berlawanan dengan Tuhan. Padahal kalau ikut Tuhan
10:08 harus pikul salib, sangkal diri, mati daging. Kalau dablek enggak mau ngikutin, itu harus melewati jalan namanya jalan permukaan. Nek dablek eng harus diremukkan. Dan setiap orang Kristen yang mau naik level dalam pengurapan yang berbeda, dalam pengaruh yang berbeda, dalam berkat yang berbeda, harus ngalami permukaan ini. Enak enggak? Dulu kan masih struggle ya, kelihatan sekarang sudah lebih bahagia ya, sudah diberkah, tidak dipulihkan ya kan. 2 tahun, 3 tahun yang lalu minta didoain struggle setiap hari sama bujun ditumpangi tangan sekarang ngalami terobosan kan. Mukanya sudah enggak sedih lagi. Ibu dulu enggak ada pengharapan.
10:53 Cari Tuhan, kejar Tuhan. Ternyata Tuhan siapkan sesuatu yang lebih besar, pengaruh yang lebih besar, dampak yang lebih besar. N ini komunitas sosialita ibu melihat ibu diubahkan, mereka akan dijamah Tuhan. Ibu bujun ini juga pengaruhnya luar biasa. Ini gembalamu pakai Tuhan. hanya belum mau bergerak dengan kapasitas yang lebih besar lagi. Sebentar lagi dia akan bergerak dalam pengurapan yang berbeda. Amin. Yang dimuridkan, yang diajarin pun juga harus sama. Saya menghitung umur saya tambah hari tambah tua. Saya sudah 48 tahun. Saya pikir Tuhan saya mau habiskan itu ada istri saya angkat tangannya. Cintaku negeriku,
11:39 rayuan pulau kelapaku, kekasih jiwaku. Itu ada istri saya, ada anak saya. Kita mau habiskan waktu kita berdua sepanjang umur ini jadi berkah dan pengin sampai garis akhir didapatin berkenan di hadapan Tuhan. Karena kita sudah enggak punya cita-cita yang lain, kita enggak punya kepinginan yang lain. Kita mau pengin suatu hari kita didapatin menjadi orang yang berkenan di hadapan Tuhan. Bapak, Ibu, kita enggak bisa berkenan di hadapan Tuhan pakai kekuatan daging kita. Kita perlu nempel sama Tuhan. Kita perlu bergaul dengan Tuhan. Kitab Yohanes katakan, "Di luar kamu tidak bisa berbuat apa-apa." Artinya, kita butuh Tuhan, butuh bergaul dengan Roh Kudus.
12:27 Kayak yang paling ngerti isi hatinya Bapa adalah rohnya sendiri. Namanya Roh Kudus. Yohanes katakan, "Dia menyertai kamu, dia tinggal di dalam kamu. Dia mengurapi kamu. Dan Roh Kudus akan menuntun kita kepada seluruh kebenaran sampai garis akhir, setiap langkah kita akan dituntun kalau kita ngikutin apa yang Dia mau." Dibutuhkan hati yang lembut, hati yang bergaul, hati yang nurut sama Dia. Jadi ujungnya hidup kita akan jadi dampak yang berbeda. Ini dibutuhkan hati yang mau diubah.
13:13 Saya saya lihat di sini adalah orang-orang yang benar-benar real mencintai Tuhan. Bukannya sekedar datang. Hari ini kita akan belajar sesuatu yang lebih dalam tentang bagaimana kita masuk dalam dimensi kedalaman dengan Tuhan. Banyak orang hanya sekedar berdoa, nyembah, baoh, nyanyi-nyanyi. Tapi sebenarnya Tuhan pengin lebih dari sekedar itu. Kita sampai masuk kedalaman hatinya. Dan ketika kita nempel dengan pribadinya, kita keluar dalam dunia kerja, dunia plece, di dunia real, real, dunia nyata kita, kita
13:59 berkemenangan. Karena perkara rohani itu paralel dengan hal yang jasmani. Kalau dalam perkara rohani kita berkemenangan, kita ngalami breakthrough dan terobosan, yang jelas secara jasmani pun kita akan mengalami breakthrough dan terobosan. Bagaimana mungkin kalau Roh Kudus menyertai kita, kita enggak akan membawa kemerdekaan, enggak ngalami kemerdekaan. Kalau Tuhan beserta kita, gak mungkin apa yang kita kerjakan gak dibuatnya berhasil. Kitab Korintus katakan di mana ada roh Allah, di situ ada kemerdekaan kok. Bukankah kita adalah baitnya Tuhan? Di dalam Perjanjian Lama Tuhan hadir, lambangnya kehadiran Tuhan adalah
14:47 tabut yang ada di Bait Suci itu di zamannya Musa, di zamannya Salomo, di zamannya Esra. Tabut itu ketika dipindah di rumahnya Obet Edom, Obetom diberkati Tuhan. Karena apa? Ada kehadiran Tuhan. Nah, sekarang tubuh ini adalah tempat tinggalnya Tuhan. Begitu dekat dengan kita sebenarnya pribadi Tuhan itu. Makanya kita mesti jaga tubuh kita ini, bertanggung jawab dengan tubuh kita ini dengan sepenuh hati. Karena Tuhan manifestasi bertahta tinggal di dalam diri kita. Harusnya ke mana Bapak Ibu berjalan, ke mana Bapak Ibu bekerja seperti Dyen ini
15:34 kerja di tokonya. Tuhan bekerja di sana dan Tuhan memberkati dia. Amin. Apalagi yang pelayanan ini kalau kita bergaul dengan Tuhan, nempel dengan Tuhan, dekat sekali, memiliki hubungan yang dalam, kita terbiasa masuk di dalam hadiratnya. Apa yang terjadi? Ketika kita pelayanan seperti, hadirat Tuhan itu real dan nyata. Apalagi pengkhotbah, pendeta harus bergaul, memiliki keintiman dengan Tuhan, meluangkan waktu,
16:22 duduk diam di kaki Tuhan, tinggal di dalam hadiratnya. Jadi ketika dia nyembah, dia berdoa, dia berkhotbah bisa menghadirkan Tuhan lewat khotbahnya, lewat penyembahannya. Tidak mungkin kalau kita gak di dalam hadirat Tuhan terus kita di mimbar ngomong Tuhan datanglah. Bagaimana hari-hari biasa enggak peduli dengan Tuhan, enggak punya hubungan dengan Tuhan. Hanya ada kebutuhan kita baru datang sama Tuhan. Ini yang sudah menikah. Ibu-ibu ini perhatikan baik-baik. Apakah setiap ada kebutuhan Bapak-bapak, Ibu-ibu ini datang pada suami minta sesuatu atau sesekali perlu diajak ngobrol di
17:09 tempat tidur diajak ngobrol di restoran diajak ngobrol kadang perlu berdua di kafe, mungkin jalan-jalan berduaan ngobrol dari hati ke hati atau sekedar datang kepada suamimu minta ini, minta itu. [Musik] Gak mungkin kan? Kadang hanya perlu tatapan mata, enggak perlu ngomong apa-apa. mengalir perasaan pengertian cinta dan kasih sayang. Kadang saya sering ngobrol sama istri saya, saya enggak ngomong apa-apa. Kadang saya hanya peluk dia. Saya peluk setiap hari saya ciumin itu sampai mendenger. Kadang ut ngobrol dari hati ke hati loh.
17:54 Ndak minta apa. Dia tahu kalau dia punya kebutuhan pasti saya kasih. Saya berusaha jadi suami lakukan yang terbaik saya cukupin kebutuhan keluarga saya. Ini para laki engkau harus kerja keras, engkau harus bertanggung jawab dengan hidupmu. Engkau harus berfungsi untuk keluargamu. Harus cukupin semua kebutuhan keluargamu. Jangan sampai jadi laki-laki yang gak berfungsi apa-apa. Bayangin semakin kita bangun hubungan itu dengan pasangan kita, kita semakin cinta kan? Semakin mengerti kan? Bahkan lirikan istri saya, saya tahu loh kalau saya melakukan sesuatu yang gak berkenan, dia pasti petatapan matanya
18:41 begini. Saya ngerti maksudnya apa. Dikasih kode-kode tertentu saya tahu dan paham loh. Karena apa? Memiliki hubungan. Bayangin banyak orang Kristen datang kepada Tuhannya sekedar kebutuhan hubungannya. Tuhan dianggapnya seperti supermarket. Kalau ada butuh kita ke hoki, beli buah ke Lotemart dan ke tempat yang lain. Karena kita butuh kebutuhan hari-hari. Hari-hari biasa kalau kebutuhan sudah ada kan enggak cari Tuhan. Itu hubungannya transaksional. Tapi hubungan kita dengan Tuhan itu hubungan atas dasar. Karena kita mengasihi Tuhan dan Tuhan mengasihi kita.
19:28 Dan kalau kita bangun seperti itu setiap hari, apa yang terjadi? Kita memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Saya bilang, tidak semua pemain musik bisa menghadirkan Tuhan lewat permainannya. Tidak semua worship leader bisa menghadirkan Tuhan lewat nyanyian dan penyembahannya. Tidak semua pengkhotbah, hamba Tuhan bisa menghadirkan Tuhan lewat pengkhotbahnya. Tapi orang yang memiliki hubungan yang dalam kedekatan tadi, ke mana kita melangkah kita, ke mana kita pergi, manifestasi hadirat Tuhan itu seriil dan nyata. Di Habakuk pasal yang ketiga yang keempat
20:15 ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya di sisinya. Di situlah terselubung kekuatannya. Jadi kekuatan Tuhan itu adanya di dalam pribadi Tuhan sendiri. Kalau engkau pengin melihat kuasa Tuhan harus dekat dengan pribadinya. Ini berbicara pengurapan tapi enggak terlalu jelas. Saya disingkapkan beberapa dalam terjemahan bahasa Inggris itu bagus sekali. Kalau Bapak Ibu kejar Tuhan, hanya dikejar tangannya, engkau akan dapat yang kamu ingini. Tapi ketika engkau kejar pribadi Tuhan,
21:00 kau dapat semuanya. Karena dalam pribadinya engkau akan ketemu semuanya. Tapi banyak orang hanya mengejar tangannya. Aku pengin diberkati. Aku pengin ini. Aku pengin itu. Aku pengin dipakai Tuhan. Aku pengin diberkati anak, cucu, istri, mantu, dan semuanya diberkati Tuhan. Padahal kalau kita bergaul dengan pribadinya, kita akan dapat semuanya. Apapun kalau Tuhan menyertai hidupmu, kamu ke mana melangkah? Ke mana pergi Tuhan menyertaimu dan apa saja yang dikerjakan tanganmu Tuhan akan buat berhasil. Amin. Yang jadi masalahnya ketika kita harus
21:47 memberi hati, pikiran, perasaan kita kepada Tuhan, dibutuhkan bayar harga. Mati terhadap diri sendiri. Baru kita kenal Dia, baru kita ngerti caranya. Kita pikir kalau ditumpangi tangan pendeta dengan nubuatan terus kamu pulang berubah sampai matamu biru ditumpangin pendeta, tangan kepalamu diuyek-uyek tambah rontok dan hidupmu enggak akan mengalami perubahan. Mau pendeta yang urapan atau pendeta yang tidak urapan, kamu didoain bertahun-tahun tidak akan mengalami perubahan. Dibutuhkan respon hatimu sendiri yang mencari Tuhan. Kok mencari Tuhan? Saya dulu di awal-awal saya bertobat, saya pengin
22:34 dipakai Tuhan, diurapin Tuhan. Setiap ada hamba Tuhan yang luar biasa pengin itu mangi tangan ditransfer. Ternyata caranya Tuhan gak seperti itu. Kita sendiri yang bergaul, bertumbuh ke arah Kristus semakin dewasa masuk dalam dimensi kedalaman dengan Tuhan. Baru kita ngerti apa yang dia mau, kita ngerti apa yang dia inginkan. Banyak orang berhenti hanya sekedar menyembah, nyanyi, berdoa, berdoa syafaat. Tapi Tuhan inginkan lebih dari sekedar itu. Roh Kudus pengin
23:20 kita membangun keintiman hubungan dari dasar hati yang mengasihi Dia. Kalau kita mengasihi pasangan kita, tentunya kita mau lakukan apapun yang pasangan kita inginkan, yang terbaik kita mau berikan. Betul apa enggak? Beri waktu, beri pikiran, beri perasaan, beri semuanya untuk pasangan kita. Karena maka kita mengasihi dan mencintai. Kalau kita mencintai Tuhan, engkau akan berikan hidupmu, waktumu, pikiranmu, perasaanmu sama Tuhanmu. Dibutuhkan untuk duduk diam di kakinya. Tahu enggak sumber kekuatan kita adalah duduk diam di kaki Tuhan? Dengerin ya. Nanti saya ngomong ini
24:07 pasti agak sok. Tidak semua doa itu berkuasa. Orang sebelah berdoa, agama sebelah berdoa. Tapi orang yang berdoa di dalam nama Yesus yang berkuasa. Amin. Do you mudeng or not? Ngerti nopo? Mboten berdoa di dalam nama Yesus baru ada kuasa dan otoritas. Amin. Berdoa, bergaul, intim dengan pribadi Tuhan, hidupmu akan tambah berkuasa. Tuhan pengin memanifestasikan dirinya melalui hidup kita. Katakan amin. Amin. Ini saya ngomong agak dalam sedikit yang belum sarapan agak susah nangkap.
24:53 Tuhan pengin memanifestasikan apa yang harus dikerjakan di bumi melalui pribadi kita. Yang percaya, yang nurut sama Dia. Amin. Semakin kita nurut, semakin kita ngikutin, dia akan semakin leluasa memanifestasikan dirinya. Yang membatasi kuasa Tuhan adalah sebenarnya pola pikir kita, keputusan hati kita, dan sikap hati kita. Tuhan pengin urapannya itu begitu powerful. Makanya Yesus ngomong, "Kalau kamu kep percaya kepada aku, kamu akan melakukan perkara-perkara yang lebih besar." Betul apa enggak? Tanda-tanda ini akan menyertai orang percaya, tumang tangan orang sakit akan ngalami kesembuhan ngusir setan dan lain
25:39 sebagainya. Tapi tidak semua orang Kristen ngalamin itu kan. Kitab Yohanes katakan, "Aku datang untuk memberi kamu hidup dan kelimpahan." Tapi nyatanya kita lihat banyak orang Kristen yang kekurangan. Betul apa enggak? Kenapa kok jatah itu enggak sampai kepada kita? Karena kita gak lakukan yang menjadi bagian kita. Ada bagian yang harus kita kerjakan, ada bagian Tuhan yang Tuhan akan lakukan. Sadar diri. Lihat sampai kedalaman diri kita sendiri. Apa yang kita perbuat, apa yang kita lakukan, tepat seperti apa yang Tuhan mau atau belum? Kalau nurut tepat seperti apa yang Tuhan
26:26 mau, jatahmu akan besar, bagianmu akan besar, yang kau terima akan lebih gede dan Tuhan mau itu lebih besar lagi. Makanya ada apa ini? Eh, ada mbaknya di belakang. Tolong dikasih dot dulu biar tenang. [Musik] Saya ini pengkhotbah yang paling tidak bisa diganggu dengan suara yang aneh-aneh
27:16 [Musik] yang membatasi kita menerima sesuatu yang besar karena kita seringkiali puas terhadap diri kita sendiri. Kadang kita puas dengan pencapaian kita, puas dengan apa yang kita kerjakan dan kita lakukan. [Musik] [Tepuk tangan] Ini suruh malaikat bungka mulutnya sebentar biar gak ganggu. Ya wis diam. Dengerin baik-baik. Sampai mana tadi ya? Lupa sampai mana tadi? Hah? yang biasanya batasi yang membatasi sesuatu yang besar
28:01 terjadi dalam diri kita adalah sebenarnya diri kita sendiri. Kadang apa yang kita kerjakan itu kadang kita lihat, "Woh, aku sudah cukup nih." Itu loh yang membatasi kamu terima jatah yang besar. Coba sekarang lihat diri kita sendiri. Benar enggak sampai umur hari ini kita ini sudah mencapai destinasi ilahi yang Tuhan tetapkan dalam diri kita. Kalau belum, mulai hari ini bertobat dan berubah. Lakukan yang menjadi bagianmu loh. Ya ujungnya suatu hari engkau akan finish well, finish strong. Saya pengin sisa umur saya enggak tahu diperpanjang sampai berapa. Saya komitmen sama istri
28:48 saya minta Tuhan perpanjang saya umur 9 bulan 99 tahun 11 bulan maunya. Makanya jaga pola makan ini karena kita pengin pacaran terus soalnya menikmati hidup bahagia bersama Tuhan di muka bumi. Tuhan mau selama kita tinggal di muka bumi ini, Tuhan ingin apa yang kita kerjakan itu sukses dan berhasil di bidang kita. Karena tidak semuanya kan dipanggil jadi hamba Tuhan. Ada panggil jadi bisnisman, jadi gembala sidang, jadi worship leader, singer, jadi pengusaha seperti ibu itu. Jadi ibu rumah tangga, jadi apapunlah namanya
29:35 dan apapun yang Bapak Ibu kerjakan, Tuhan mau berhasil di muka bumi ini. Katakan, "Tuhan mau." Tuhan mau saya berhasil. di bumi. Tuhan mau Tuhan mau. Saya diberkati. Saya diberkati di bumi. Tapi banyak orang Kristen kan pengin berhasil di surga dan diberkati di surga. Enggak guna uang dolar di surga itu uang dolar berguna di bumi dan itu menjadi bagian dan jatah kita. Saya pernah khotbah judulnya dipercayakan 80 miliar. Karena jatah kita minimal kalau dihitung satu talenta itu nilainya hari ini tuh 80 miliar loh.
30:21 Minimal itu jatah orang Kristen loh. Bayangin kalau ibu ini dipercayakan Bujun mungkin dipercayakan 10 berapa itu ibu? Ibu Ibu Sioyong dipercayakan mungkin 20 talenta itu kali berapa itu? Kan ada dipercayakan satu talenta, dua talenta, lima talenta kan. Satu talenta itu kalau dihitung secara rupiah hari ini itu dengan US dollar 16.500 itu hampir sekarang R0 miliar. gede enggak jatah kita. Karena Tuhan mau berikan jatah yang besar setiap orang itu berbeda-beda.
31:08 Aset kita belum sampai berapa ini? Belum sampai banyak. Ya, berarti ada hal yang harus kita kerjakan loh. Amin. Ada hal yang harus kita sungguh-sungguh lakukan bersama Tuhan loh. Sampai kita terima jatah itu dan hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang. Saya pernah ngomong di sini kan kita gak bisa memberi apa yang kita gak punya. Iya. Betul apa enggak? Kita pengin memberkati orang-orang yang kesusahan di sekitar kita. Kasih makan, kasih berkat buat yang kekurangan. Bagaimana kita jadi berkat buat mereka? Kita memberi makan mereka kalau kita sendiri kekurangan. Makanya kita harus lakukan bagian kita selama di bumi ini dan Tuhan akan lakukan bagiannya.
31:53 Dan hidup kita memiliki dampak yang besar. Jatah saya besar. Katakan, "Jatah saya besar." "Jatah saya besar." Banyak orang puas dengan pencapaiannya hari ini. Akhirnya membatasi apa yang Tuhan mau berikan. Saya belum puas dengan apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup. Saya pengin lebih. Saya beri lebih, saya bergaul intim dengan Tuhan lebih lagi saya beri hidup lagi. Sampai hari ini pun diproses, dibentuk. Kadang dimatikan ya. Cara ngikut Tuhan itu gak seperti cara kita pikirkan. Seringkiali ngikut Tuhan seringkiali dibawa ke pinggir jurang. Betul apa enggak?
32:40 Kita pelayanan ngelihat setan, ngelihat setan kabur, ngelihat orang disakit disembuhkan, kita pikir kita sudah perasa diawang-awang di surga kan dalam pengurapan, ternyata Tuhan masih urusin hati kita. Betul enggak, Bu? Kadang seringki dibawa ke jalan buntu yang enggak jelas ujungnya. Siapa yang doanya belum dijawab sampai hari ini? Doamu dijawab kabeh. Puji Tuhan. Kok hidupmu bahagia kabeh ya? Enggak ada pergumulan ya? Enggak ada pergumulan. Ada. Kalau masih ada pergumulan bagus itu Tuhan sedang urusin hatimu. Itu kadang kita dibawa tanya istri saya kadang dibawa ke pinggir jurang yang licin yang hanya satu gandolannya. Apa tuh? Gandolan itu
33:27 what is the meaning gandolan pegangan ya pribadi Tuhan dan pengharapan dan semua kebaikan Tuhan pegangannya di titik tertentu kita kadang ngalami jalan-jalan yang kelam yang gelap enggak tahu ujung depannya seperti apa. Diizinkan Tuhan kok itu untuk melihat sampai kedalaman batin kita. Kita ini nempelnya sama siapa? Di dalam Tuhan kita sanggup melakukan. Alkitab katakan segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia. Bapak, Ibu ngadapin masalah apapun jalan sama Tuhan. Ujungnya pasti powerful, ujungnya pasti luar biasa. Saya melayani Tuhan dari tahun 98 sampai hari ini dan
34:14 terbukti Tuhan yang saya sembah sama seperti yang Tuhan Ibu sembah tidak pernah mengecewakan. Amin. Kalau kita hitung-hitungan pakai pikiran kita, rasanya memang kok begini, kok begitu, tapi di ujungnya dia Bapa yang baik. Amin. Amin. Hanya diizinkan sekejap penderitaan itu. Tetapi di ujungnya kita ngalami sesuatu yang luar biasa. Makanya harus nempel dengan pribadi Tuhan. Pengin kenal Tuhan lebih dari apapun. Karena yang paling tahu masa depan kita adalah pribadi Tuhan sendiri. Kita enggak tahu ujung hidup kita seperti apa. Tapi selama kita bergaul dengan Tuhan Tuhan, singkapkan step by step loh. Yang jelas perjalanan kita
35:00 step by step itu from glory to glory. Dari iman satu pada iman yang lain. Dari pengurapan satu pada pengurapan yang lain. Dari terobosan satu pada terobosan yang lain. Dari hikmat satu pada hikmat yang lain. Dan saya percaya tidak ada orang Kristen yang plonga-plungo di gereja tok. Hidupku di tempat kerja jadi berkat. Amin. Jadi dampak bikin usaha apapun engkau diberkati Tuhan. Amin. Bahkan orang dunia melihat penyertaan Tuhan. Bukankah keadaan ekonomi kita lagi enggak baik-baik saja? Gak perlu khawatir. Kalau Tuhan besertamu, Dia pelihara hidupmu. Amin. Terbukti Tuhan menyertai saya bertahun-tahun. Dia tidak pernah meninggalkan kita. Tanya istri saya.
35:46 berkali-kali kita mengalami hal-hal yang buruk, yang jelek dan Tuhan bela. Karena yang menjadi jaminan masa depan kita adalah semua perbuatan baik Tuhan di masa lalu itu menjadi garansinya hidup kita ngalami breakthrough dan terobosan. Apalagi kalau didapatin orang-orang yang mencintai dan mengasihi dia lebih dari apapun juga. Kalau orang dekat dengan bujun tentunya anak-anaknya semakin mengasihi, semakin mencintai, terus tentunya dia akan terima jatah yang besar dari mamanya. [Musik] Kalau bisa dimodalin yang lebih gede supaya jadi berhasil karena didapatin
36:33 anak-anaknya mengasihi. Bukankah Alkitab katakan bapak kita yang dunia saja ketika kita lapar minta roti, Pak Jeffer anakmu minta roti kamu enggak ke taman dulu? Entar tak rebusin batu dulu. Enggak ada kan? Pasti ke Britok, Harvest, apalagi roti yang paling enak di Surabaya itu kasih makan yang terbaik. Anakmu pengin makan ikan kerapu steam yang enak pasti dikasih. Enggak mungkin direbusin ular kobra kan? Benar gak? Kalau bapaknya sampai ngerebusin anaknya ular kobra itu bapak yang horor. G tapi bayangin Tuhan kita yang kita sembah siang dan
37:19 malam yang rela mati di kayu salib sebelum kita bertobat dulu. Dulu kan kita ini belangsak semua, susah semuanya kelakuan ini dablek semua kan. Apa saya aja yang dablek ya? Kalian ini dablek ya kelihatannya nurut kabeh ya. Sebelum kenal Tuhan kita ini bikin dosa enggak? Ngeyelan enggak? Gampang kesal, jengkel, marah sama orang enggak? Iya. Kepahitan kadang ya kan? Iya. Kadang kalau orang bikin kesalahan kita pengin balas benar apa enggak? Benar. Waktu kita kelakuan ini masih apa mursal kata orang Jawaablek ngeyelan belagu keras kepala bencekno Yesus rela mati di kayu salib. Lah sekarang kita yang mencintai Tuhan, mengasihi Tuhan,
38:05 kira-kira apa yang Tuhan mau kerjakan dalam hidup kita? Besar enggak? Baik enggak? Ada jaminan apa enggak? Pasti diberkatin apa enggak? Tuhan tuh pengin kita itu diberkatin di muka bumi. Yang jadi masalahnya kita enggak tahu bagaimana menerima berkat itu. Pengin diberkati tapi mualesnya bukan main. Enggak mau kerja. Kerjaannya klaim pengin mobil BMW. Ada mobil BMW parkir depan rumah diklaim ini milikku. W diomelin yang punya itu. Dalam nama Yesus harta di bumi milikku kerjao lakukan bagianmu. Ini Dyan ini kemarin beli mobil karena kenapa kamu bisa beli mobil?
38:53 Kerja kan? Iya. Kamu kerja lewat tangan yang yang bekerja tadi diberkati. Amin. Ini semuanya pengin dapat jatah yang besar kan yang dari Tuhan berikan dalam hidup kita selama tinggal di pembuka bumi kan. Bapak Ibu mesti engkau tahu bagian apa yang harus kerjakan. Engkau harus ngerti kenal dirimu sendiri. Apa yang harus dikerjakan, apa yang harus dilakukan. Kerjakan dengan sepenuh hati. Sebab dari sana Tuhan akan berkati. Ibu yang ditinggal suaminya sudah dipanggil Tuhan. Padahal dulu ngikut pada loh suaminya. Ya, kita doain ya. Ternyata ibu sekarang harus mewarisi usaha itu dan tetap kerjakan dan lakukan dan jatahu akan lebih besar lagi. [Musik]
39:40 Ini anak-anaknya Bu Jun ini. Anak-anaknya Bujun mana nih? Anak-anaknya Bujun ini engkau akan terima jatah-jatah yang besar sekali. G amin engkau jadi orang yang sukses dan berhasil. Kau akan mewarisin kepandaiannya mamamu ini. Pintar dagang ya. Tapi kamu kalau kan enggak ada yang joget-joget di media sosial tok kan kalian kerja kan kerja sungguh-sungguh kan. Ini yang muda-muda jangan joget-joget aja di media sosial kamu tambah kekurangan nanti kerjakan jadi bagian kita. Saya ini hamba Tuhan. Ha calling saya bagian panggilan tertinggi dalam hidup saya jadi hamba Tuhan. Saya bertanggung jawab dengan panggilan itu. Saya lakukan yang terbaik. Saya belajar di atas rata-rata. Saya berdoa
40:26 di atas rata-rata. Saya menyembah Dia atas rata-rata. Saya berbahasa roh di atas rata-rata orang mungkin karena saya bertanggung jawab dengan panggilan hidup saya. Karena saya pengin terima jatah yang besar. Bapak, Ibu, engkau pengin terima jatmu yang besar, engkau lakukan bagianmu. Di sisi lain kita bergantung sepenuhnya sama Tuhan. Akhirnya kapasitas kita diperbesar. Kita terima jatah yang besar. Kita siapkan wadah yang besar. Amin. Siapa yang pengin diberkatin satu apa itu profil tank gitu loh, tampungan air ya yang profil tank ya gede ya kali itu mungkin sekitar berapa ribu liter ya 1.000 atau 1.00 ada yang 2.000 lit.
41:11 Betul apa enggak? R.000. Itu 5.000 malahan. 5.000 liter. Tapi Bapak Ibu hanya punya jatah segini nampung enggak? Kamu terimanya seberapa? Ya, segini Tuhan mau berikan jatah yang besar, tapi kamu enggak memiliki wadah yang besar. Enggak sampai loh ke kamu loh. [Musik] Apalagi kamu persiapkan dirimu dengan baik dan kau memiliki hubungan kedalaman dengan Tuhan. Bukannya sekedar berdoa minta, tapi kamu pengin kenal hatinya, kamu akan ngalami sesuatu yang berbeda. Amin. Nanti di sini hidupmu pulang dari sini. Minta Roh Kudus ajarin sesuatu dan hidupmu akan dibawa dalam level yang berbeda. Amin.
41:57 Dalam pengurapan yang berbeda. Engkau kerjakan segala sesuatu dengan sepenuh hatimu, engkau akan terima jatah yang berbeda.