Nasehat Untuk Santri Bersama Buya Yahya | 22 Jumadal Akhirah 1447 H / 12 Desember 2025 M

Al-Bahjah TV www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas adab dan tata krama dalam bergaul dengan berbagai macam orang, khususnya bagi para santri, berdasarkan kitab Hidayatul Hidayah karya Imam Ghazali. Poin-poin utama yang ditekankan adalah:

  • Hati-hati dalam bergaul dengan orang yang dikenal namun bukan sahabat karib.
  • Jangan meremehkan atau terlalu kagum pada orang lain, terutama karena urusan duniawi.
  • Jaga wibawa sebagai seorang santri dan jangan menjual agama demi dunia.
  • Bersikaplah pemaaf dan jangan mudah menyalahkan orang lain.
  • Jangan terlalu sering menasihati orang lain kecuali ada tanda-tanda mereka akan menerima nasihat tersebut.

Penerimaan Santri Baru Albahjah

Pondok Pesantren Albahjah membuka pendaftaran santri baru untuk tahun ajaran 1447-1448 Hijriah atau 2026-2027 Masehi. Albahjah menawarkan kurikulum terpadu yang menggabungkan pendidikan formal berkualitas dengan pendalaman ilmu agama sesuai Al-Qur'an dan sunah. Lingkungan Islami yang kondusif, pembentukan karakter mulia, pembelajaran inovatif, tenaga pengajar profesional, dan fasilitas modern menjadi keunggulan Albahjah. Buya Yahya mengajak para orang tua untuk mendaftarkan putra-putrinya dan mengajak orang lain untuk mendaftar karena akan mendapatkan pahala.

Pembukaan dan Doa

Buya Yahya membuka kajian dengan mengucapkan salam dan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Beliau berpesan kepada para santri untuk terus meningkatkan bakti, pengabdian, dan kepatuhan kepada guru karena hal itu akan mendatangkan keberkahan dalam hidup. Kajian dilanjutkan dengan membahas kitab Hidayatul Hidayah karya Imam Ghazali, khususnya mengenai adab dan tata krama kepada kawan.

Jenis-Jenis Kawan dan Cara Menyikapinya

Imam Ghazali menjelaskan bahwa orang yang kita kenal ada bermacam-macam. Salah satunya adalah orang yang sering bergaul dengan kita, namun bukan sahabat karib. Buya Yahya mengingatkan untuk berhati-hati dalam bergaul dengan orang seperti ini, karena kejahatan atau ketidakbaikan biasanya datang dari orang yang kita kenal dekat, bukan dari sahabat karib yang tulus atau orang asing yang tidak kita kenal. Jika memungkinkan, kurangi bergaul dengan orang-orang semacam itu.

Bersikap Terhadap Ahli Dunia

Buya Yahya menjelaskan bahwa kita harus waspada terhadap orang-orang yang tampak seperti sahabat, namun hanya di bibir saja. Jangan meremehkan mereka, namun juga jangan terkagum-kagum, terutama karena urusan duniawi mereka. Jika kita membesarkan ahli dunia di hati kita, maka kita telah runtuh di mata Allah. Jangan sampai kita menjual agama kita untuk mendapatkan dunia mereka.

Menjaga Wibawa dan Tidak Tamak

Buya Yahya menekankan pentingnya menjaga wibawa sebagai seorang santri dan tidak terkagum pada orang kaya karena kekayaannya. Hormatilah orang kaya karena kesalehannya, bukan karena kekayaannya. Jika mereka mengganggu kita, jangan membalas dengan permusuhan, namun menghindarlah. Jika mereka memuliakan kita, jangan merasa tenang dan bangga, karena itu bisa jadi ujian.

Bersikap Adil dan Tidak Mengharap

Buya Yahya mengingatkan untuk tidak heran jika orang yang menyanjung di depan, ternyata mencela di belakang. Jangan marah karena itu adalah kesalahan kita sendiri karena bergaul dengan mereka. Ukurlah diri sendiri, karena kita pun kadang melakukan hal yang sama. Jangan tamak dengan harta atau pangkat mereka. Jika kita harus meminta sesuatu kepada mereka, bersyukurlah jika diberi, dan jangan marah jika tidak diberi.

Menjadi Pemaaf dan Tidak Mudah Menyalahkan

Buya Yahya mengajak para santri untuk menjadi orang mukmin yang mudah memaklumi dan mencari alasan untuk memaafkan orang lain. Jangan mudah menyalahkan orang kaya atau pejabat jika mereka tidak membantu kita. Jangan terlalu sering menasihati mereka kecuali ada tanda-tanda mereka akan menerima nasihat tersebut.

Kesimpulan dan Doa

Buya Yahya menyimpulkan bahwa dalam bergaul dengan orang yang sering kita temui, namun bukan sahabat karib, kita harus berhati-hati dan menjaga adab. Dengan memposisikan diri dengan benar, kita akan selamat dan mereka pun akan terpesona sehingga mudah mengikuti kita. Beliau menutup kajian dengan doa agar para santri terus berjaya, guru-guru mereka dijaga oleh Allah, dan pesantren mereka semakin mulia dan bermanfaat.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:24 mencari pendidikan yang tak hanya mencerdaskan akal, namun juga menyejukkan hati di Albahcjah. Ilmu dan akhlak berpadu membentuk generasi penerus bangsa yang unggul. Kini saatnya putra-putri Anda bergabung dalam penerimaan santri Baru Pendidikan Foral Albahjah tahun ajaran 1447-1448 Hijriah atau 2026-2027 Masehi. Kami menawarkan kurikulum terpadu dengan pendidikan formal berkualitas dan pendalaman ilmu agama sesuai tuntunan Al-Qur'an dan sunah. Nikmati lingkungan Islami yang kondusif, pembentukan karakter mulia, serta pembelajaran inovatif dari tenaga pengajar profesional dan fasilitas modern. Berikut pesan cinta Buya Yahya.

1:10 Silakan Anda untuk bisa mendaftarkan putra-putri Anda, kepenakan, anak, saudara, anak kawan, dan seterusnya. Kapan Anda beritahu pada orang lain, lalu orang mendaftarkan anak tersebut maka Anda mendapatkan pahala. Dan yang sudah mendaftar dan sudah bergabung, bersyukurlah kepada Allah. Karena apa? Anda di saat merindukan anak Anda untuk kebaikan, urusan agamanya sekaligus urusan dunianya, maka itu adalah seruan iman di hati Anda. Dan Anda tidak memilih pesantren ini Albacah kecuali karena Anda keimanan di dalam hati Anda. Maka bersyukurlah Anda. Segera daftarkan putra-putri Anda secara online di www.albahjah.org.id/ GPSB atau hubungi 081318223521.

1:59 Kami tunggu kehadiran Anda di Pondok Pesantren Albahjah.

2:50 Ini yang bikin bangga. Bangga bersarung mangga. Sarum mangga, sarung kebanggaan kita. Bangga bersarung mangga. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah habibina sayyidina Muhammad ibn abdillah wa ala alihi wa ashabihi wa mawalah. Allahum ya rabbana inna nasaluka ilman

3:36 nafi wa naudubika yabana min ilmin la yanfa waalin la yurfa waqbin yaksya wainin tatba innaka anta alain qir amma baad yang sangat kami cintai kami muliakan para santri di mana pun kalian berada di pesantren mana pun kalian tinggal kepada guru siapapun kalian belajar semakin battolah dengan guru-guru kalian dan pastikan hatimu tenang karena kalian di taman surga, karena kalian menjadi wasiat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dan jangan lupa terus meningkatkan baktimu, pengabdianmu, kepatuhanmu kepada guru itulah mengundang keberkahan dalam hidupmu wahai para santrik.

4:23 Kita lanjutkan belajar kita dengan Imam Ghazali dengan kitab Hidayatul Hidayahnya. Kita masih di dalam adab dan tata krama kepada kawan. Orang yang kita kenal ini sekarang orang yang bersama kita itu ada bermacam-macam model. Di antaranya adalah kismis. Kelompok yang ketiga adalah wahumul ma'arifu. Mereka orang yang kita kenal, sering bergaul, sering ngobrol, sering bincang-bincang. Kawan bisa jadi inilah kawan yang dekat yang sering bergaul dengan kita. Bukan. Kan ada orang ya, ada orang adalah sahabat karib sekali. Kemudian ada orang yang kenal sesaat pergi. Ini adalah orang kebanyakan bukan karib kita tahu bagaimana kita dengan dia, dia

5:08 dengan kita. Pokoknya sering bergaul mungkin satu kantor, sering berkumpul di pasar, sering kumpul di tempat kerja dan sebagainya. Fakdar minhum hati-hati. Awas ini peringatan. Awas kalau kamu bergaul dengan orang-orang seperti itu yang kamu kenal dengan dia, sangat tahu, sering bergaul, duduk dengan dia, makan dengan dia, makan dengan mereka. Wa in fainnaka syarro. Sebab kau tidak akan menemukan kejahatan illa miman tifuhu. Kecuali dari orang yang memang kenal kamu, sudah kena lama bergaul denganmu. Sebab amodiqu kalau sahabat karib dia akan membantumu dalam kebaikan. Kan begitu. Waama al majmajhul. Adapun orang yang hanya bertemu sesaat, enggak pernah sampai dekat, namanya pun enggak kita

5:53 ingat. Fala yata gak gak urusan dengan kamu. Jadi ketemu ya pergi kan gitu. Kalau ada orang jual beli kita jualan jual jalan perik pergi itu biasa. Tapi kalau kawan dekat dia membantu kita tapi ini orang sering bergaul tapi bukan kawan dekat yang dia tulus dan sebagainya. Pokoknya hanya sekedar bergaul. Ramai-ramai di pasar karena teman di pasar. Ramai-ramai di sekolah teman di sekolah ramai-ramai di masjid. Sering bergaul ngobrol-ngobrol hati-hati dengan mereka. Wa inamaru sebab kejahatan, ketidakbaikan itu biasanya datang minal maarif dari orang kita kenal dekat bukan sahabat karib yang baik tadi kenal kita sekenal-kenal belum tahu hakikatnya apa seperti apa dia. Illa bimanifu. Tidak ada kejahatan ketidakbaikan itu datang kecuali dari orang-orang yang kita tahu kita

6:40 mengenalnya sering ngobrol dengan dia. Adapun sahabat karibmu kan menolongmu. Kamu amal majhul orang yang tidak pernah kalian kenal, tidak pernah kau kenal, dia tidak akan berurusan dengan dirimu. Nah, tapi ini orang-orang yang sering bergaul ngobrol, teman kerja deh, teman bermain, teman ngobrol, bukan sahabat ketulusan karena Allah. Ini alladzina yudhirunodqata tampak seperti sahabat. perkumpulan grup klub apa

7:25 tampak sebagai sebagai sahabat bilas asintihim dengan lesannya. Faaklil minal maarifi maqir maqadarta. Kalau bisa kurangilah seperti itu sebisa mungkin. Jangan memperbanyak orang-orang semacam itu. Karena ujung-ujungnya ini bukan kami yang ngomong. Imam seorang imam besar Imam Ghazali ahli tarbiyah biasanya kalau terlalu banyak kenalan seperti itu terjerumus pada akhirnya wa bulita bihim kalau ternyata engkau harus bergaul dengan mereka berkumpul dengan mereka di masjid di pasar berkumpul dengan orang-orang semacam itu. di madrasah di madrasah au masjid di masjid au jamiin di tempat perkumpulan au suin atau di pasar au baladin atau di satu kampung fayjibu maka harus awas

8:12 dengan arisan arisan bukan sahabat karib kan bahkan kumpulan yasisan bukan sahabat karib itu grup yasin grup ee selawatan grup itu grup grup saja awalan pertama lagir minhum ahadan Jangan remehkan mereka. Waspada bukan berarti meremehkan ini. Jangan engkau meremehkan salah satuun dari dia mereka. Wa inakaadri. Sebab engkau tidak tahu. Laallahu khairun minka. Bisa jadi dia lebih bagus dari dirimu. Tapi begitu sebaliknya. W tandur ilaihim biinim. Jangan engkau terkagum-kagum. Lah ini awal terperosok. Belum tahu hakikatnya dia sudah terpesona terkagum-kagum.

8:59 khususnya fi hali dunyahum dalam urusan dunianya. Jangan sampai kita punya persahabatan kita hormat terkagum-kagum karena urusan dunianya dan taktanya. Karena dia seorang pejabat tinggi langsung kita wah kagum hormat dia duitnya banyak kagum hormat hati-hati maka akan hancur dengan seperti itu. Lianad dunya sebab dunya iniiratunallah di hadapan Allah kecil tidak ada nilainyairun mafiha. Semua yang urusan dengan dunia dianggap kecil yang agung adalah akhirat. Wahma ahlud dunya fiqolbika. Kalau ternyata ahli dunia itu kok engkau besarkan di hatimu, adu menjadi besar. Oh terkagum. Masyaallah sehingga menjadi terpesona. Duduknya pun kita menjadi berubah hormat.

9:45 Kemudian sampai salah tingkah. Ah serba salah duduk dengan ahli dunia. Faqad saqatta. Maka sungguh saat itu engkau telah runtuh. Kata Imam Ghazali. minillahi di mata Allah sudah tidak dianggap dalam hadis barang siapa tawadu kepada orang kaya karena kekayaannya du pertiga imannya runtuh kalau kita dengan orang kaya tawadu dengan dia karena dia orang tua yang baik lalu dia cium tangannya sah tapi kalau karena kekayaannya runtuh iman kita waaka anabdulahum dinak awas jangan kau jual agamamu kau tukar agamamuala untuk mendapatkan dunianya sampai berkorban lakukan keharaman, melakukan

10:31 dosa demi mendapatkan ridanya orang itu. Wah, bencana dan kadang seperti itu karena sudah teranjur terpesona dengan orang karena kekayaannya sehingga lihat seharusnya dia salat jamak diajak ayo duduk saja saya aja sama saya dulu akhirnya enggak bisa nolak akhirnya duduk sama orang kaya itu. Akhirnya diajak melakukan haraman, mau h ini sudah terbeli. Fala yaf'alika ahadun. Kalau tidak ada orang yang melakukan demikian itu terkagum-kagum kepada orang kaya karena kekayaannya sehingga sampai mengorbankan agamanya demi untuk mendapatkan dunia pemberian atau hadiah atau apapun atau bisnis dengan mereka. Ilgo fi aunihim. Ketuai orang itu tambah

11:18 rendah. seorang tokoh ulama, ustaz atau siapaun kok ternyata terbeli oleh mereka merendahkan diri hadapan mereka sampai menjual agamanya untuk mendapatkan dunianya. H rendah di mata orang-orang kaya itu. Rendah di mata orang-orang kaya. Kemudian sudah begitu enggak mendapatkan apa yang mereka miliki, mendapatkan kekayaan mereka juga enggak. Yang jelas malah direndahkan. Oh, ini pendidikan dahsyat. Santri harus wibawa. Ini bukan berarti kita merendahkan orang kaya. Gak terkagum sama orang kaya karena kekayaannya. Kalau kita hormat sama orang kaya karena kesalehannya, masyaallah kita punya mas pejuang-pejuang baginda Nabi. Orang kaya-kaya yang masyaallah saleh dan beliau tawadu-tawadu khusyuk ibadahnya. Lah merekalah yang dihormati karena

12:04 kebaikannya bukan karena kekayaannya. Tapi yang kita menghormat orang karena kekayaannya runtuhlah kita di mata manusia, di mata mereka dan di hadapan Allah. Wain aaduka. Kalau ternyata mereka mengganggumu, fala tuqobilum bilwati, jangan kau balik dengan permusuhan sebab kau gak akan menang. Dia punya kekayaan, punya banyak duit. Sudahlah anggap saja angin lalu sudahlah menghindar. Kau tidak akan mampu bersabar alukim kalau mereka membalas karena mereka punya sesuatu, punya kekayaan, punya takhta. Jangan sok deh. Sudahlah selamat selamat selamat tinggal selamat berisah. Asalamualaikum. Selesai. Akhirnya agamamu hilang. Kamu kalah

12:51 agamamualah dirusak sama dia. Karena musim mereka memerangi mereka semakin capek urusanmu nanti maahum dengan mereka. Kemudian di saat mereka memuliakanmu, hei para penuntut ilmu, para santri, kalau ada orang kaya memuliakan kalian. Jangan merasa tenang hatimu lalu bangga. Oh fi hali ikrami. Di saat mereka muliakan kalian. Iyakaim alaika atau di saat menyanjung kalian. Ikram iaka di hadapanmu. Kalau dia menyanjung di hadapanmu, masyaallah ini ustaz ini,

13:38 santri ini menyanjung di hadapanmu. Kalau dia menampakkan kasih sayang laka padamu, jangan merasa nyaman tenang karena itu ujian bagimu. Bisa saja dengan begitu kamu terkagum-kagum dengan kekayaannya lalu runtuhlah imanmu. Fainnaka inabtaqalik. Sebab kalau engkau mencari kebenaran daripada sanjungan yang diberikan oleh orang-orang kaya yang sungguh-sungguh sanjungan benar dari mereka karena Allah itu langka sekali sampai dikatakan la tajid fil miati wahidan 1% pun susah. Bisa jadi mungkin seorang pejabat menyanjung-nyanjungmu ada harapan di

14:24 balik itu. Tapi tidak boleh suudon sama pejabat gak kah? Yang penting dirimu jangan merasa tenang. Khusnudan oke. Tapi jangan merasa tenang. Oh, aku sudah dihormati, dihargai dan sebagainya. Runtuh. Bisa saja, bisa jadi diam-diam kita menanti sanjungan. Wahidan. Jadi kalau sudah urusan dengan orang-orang yang kaya seperti itu, jangan berharap antara lahir batinnya itu sama. Yang di depan, di belakang sama. Jangan berharap begitu. Bisa jadi di hadapanmu masyaallah dengan ketawaduan dengan tapi di belakang lupa loh ini bukan kita ngajari ini bukan Imam Gari ngajari kita prasangka burutkan para orang kaya mengajari kita bersikap bagaimana dengan orang kaya kita doakan di balik di balik di alri

15:09 ghaibi di saat mereka tidak ada kita doakan kita bawa kemuliaan artinya kita jangan merasa rendah tawadu dengan orang kaya karena kekayaannya dan ini pendidikan juga bagi orang kaya tidak perlu sombong dengan kekayaannya. Sebab Islam tidak mengajari orang-orang untuk tawadu dengan kekayaan atau kita wadu dengan akhlak, dengan kemuliaan, dengan kesalehan, dengan kebaikan. Kita perlu tawadu dengan orang-orang baik. Tapi karena orang kaya gak pejabat yang enggak dong. Tapi kalau seorang pejabat yang saleh wajib dong karena kesalehannya. Kalau ada presiden kayak Umar bin Abdul Aziz misalnya, ya wajib kita cium tangannya dong. Ada gubernur seperti Maramus ya kita cium tangannya, kita hormati bukan

15:55 karena jabatannya akan tapi karena dia adalah orang mulia. Kemudian wala tataajjab inalabuka fil gaiibati. Maka jangan heran kalau ternyata tampak di hadapanmu menyanjung-nyanjung, memuji-muji di belakang ternyata mencelamu di wahd minhu sudah jangan marah karena kesalahmu bergaul dengan mereka. Di depanmu bisa saja baik baik-baik, di belakang enggak. Ini sebetulnya pendidikan dari Imam Buzili kepada kita untuk menjadi orang kebal. Duduk dengan orang kaya, dengan pejabat tetap kita dengan akhlak kita sebagai seorang muslim, seorang santri

16:42 tidak boleh kita direndahkan oleh kekayaannya. Tapi kita tahu wajib muliakan dia karena kebaikannya. Tapi terkagum-kagum dengan kekayaannya. Tidak. Dua pertiga imannya runtuh. Wa inaka in asofta wajadta fi nafsika mladalika. Sebab kalau engau nyadari coba dirimu sendiri aja kalau sadar kita kan juga seperti itu. Astiqat teman-temanmu jugaik perabatmu. Kadang kita dengan guru dan orang tua kita kan begitu. Kita pun kadang begitu coba aku sendiri di depan kita bisa ngomong baik di belakang berbeda. Iya kak. Ayo nauzubillah. itu harus sebenar artinya Imam Gali suruh suruh ngukur

17:28 bahasanya dirimu sendiri kan bisa saja kayak begitu ngomong di depan marhaba baik-baik nyanjung dan sebagainya di belakang ngejelekin itu jelek tapi bisa jadi itu terjadi padamu kan gitu dan mungkin pernah melakukan kata Imam Gzali wah subhanallah ditempeleng langsung kita ini bukan sekedar kita kamu jangan terpesona dengan sanjungan orang itu kadang-kadang tidak murni di depannya begitu di belakang beda. Coba aja dirimu sendiri kan juga kayak gitu. Pernah gak dengan gurumu, dengan orang tuamu, dengan temanmu? Oh, di depannya baik ini, ini di belakang beda. Nauzubillah. Fainnaka tadkurhum fil gibati. Sehingga kamu itu bisa saja menyebut mereka, orang tuamu, gurumu, teman-temanmu di saat mereka tidak ada di hadapanmu

18:13 dengan kalimat bima la tusyafihum bihi. Yang jika bertemu kamu gak berani ngomong begitu kayaknya. Iya kan? Di saat berpisah enggak ada mereka enak ngomongin, tapi di saat di hadapannya enggak bisa ngomong. Ya itulah yang terjadi. Makanya dengan orang yang disifati dengan kekayaannya, dengan punya tahta, dengan sanjungan mereka biasa saja deh. Jangan personal lalu terbang di awang terbang dengan sanjungan. Wah runtuhlah kita. Awas jangan tamak dengan harta mereka. Hm. Wibawa. Santri, ustaz, wibawa. Jangan mengharap harta mereka. Wajahihim. Pangkat. Ini kadang-kadang seorang muslim mukmin kalau sudah sama

18:59 pejabat runtuh, dia langsung tawadu karena jabatannya. Dengan orang kaya runtuh tawadu dengan kayanya. Tapi sekali lagi kami ingatkan ini bukan berarti kita harus merendahkan pejabat. Oh, enggak. Maksudnya kita enggak boleh hormat, enggak boleh terpesona karena jabatannya. Kalau karena orangnya baik, orangnya tua harus kita hormati, ya wajib dong. Kalau ada seorang gubernur atau seorang bupati datang karena dia sempuh dia dan perlu dihormat karena kesalahannya, ya kita cium karena kesalahannya, bukan karena jabatannya. Tidak dong. Karena pendidikan begitu supaya agama enggak terjual, enggak dijual agama ini. Wa fil aksariun fil maali. Biasanya

19:45 orang yang mengharap begitu duduk dengan pejabat mengharap sesuatu pemberian dari pejabat. Duduk dengan orang kaya pengin dapatkan satu alah enggak dapat apa-apa di dunia enggak dapat di akhirat sengsara teman. Wadalilun sudah begitu di hadapan para pejabat tadi di hadapan orang kaya dalilun rendah l mahalata mau tidak mau fil saat ini sudah terendahkan sehingga duduk salah tingkah. Duduk sama orang kaya salah tingkah, sama pejabat salah tingkah. Bukan gagah wibawa tawadu dengan wibawa, hormat dengan wibawa bukan terendahkan, terseksa. Yang terseksa adalah kalau sudah tawadu kepada orang karena kekayaannya dan karena tahtanya. Kemudian barangkali diuji engkau dengan

20:31 sesuatu, faid saata waid saalta. Jika engkau harus meminta kepada mereka wahidan kepada seorang hajatan hajat mendesak mungkin karena kalian punya pondok punya santren lalu harus ngomong pada orang kaya faqadaha takya orang kaya itu memberi kepadamu harus kamu jaga fasykurillah syukurlah kepada Allah kemudian bersyukurlah kepada dia. Tapi syukur yang pertama kepada Allah. Wainqoso kalau mereka teledor enggak memeri ya tuhu. Ya jangan marah loh harta-hartanya dia kok. Mau dia senang-senang harta kok. Ya biasa saja. W taskuhu jangan kau obrolin kau adukan pada orang ini kaya enggak ngasih duit. Fatasiruatan. Akhirnya terjadilah musuhan permusuhan. Sudahlah jika diberi kalau engkau harus meminta kepada orang kaya karena satu hal untuk kepentingan

21:17 dakwah kepentingan ini sudah diterima dengan wibawa. Bukan berarti kau langsung tunduk, merunduk, merendah, menjatuhkan kemuliaan agama di hadapan mereka. Tidak. Kalau ternyata tidak dikasih, biasa saja. Jangan marah. Itu saja. Wakun ini masih banyak insyaallah. Wakun kal mukmini yatlubul maadir. Jadilah engkau wahai santri menjadi orang mukmin yang ee bisa mencari celah untuk bisa memaafkan dia. Memaklumilah jadilah orang yang mudah memaklumi. Yatlubi mencari-cari pada orang itu mazir. Kenapa kok gak ngasih?

22:02 Mungkin kebutuhannya banyak. Kenapa kok gak ngasih orang kaya itu mungkin lagi bangun masjid, mungkin lagi gitu aja. Jangan. Halah orang kaya enggak ngasih. Pejabat banyak duit enggak ngasih. Jangan. Berarti kita telah kotor hati. Itu pendidikan mu tidak boleh merendah. Iya. Prasangka berus enggak boleh. Wl kataan pada dirimu sendiri. Laallahu qoro. Bisa jadi dia tidak membantu kita, tidak membantu dakwah kita. Karena ada uzur. Lam alai yang aku tidak melihatnya. Kemudian kepada orang kaya dan pejabat jangan dikit-dikit nasihati mereka kecuali kamu sudah tahu tentang keadaan yang mana wala taidan wala taidunna.

22:49 Jangan sekali-kali kau memberikan nasihat kepada mereka ahadan siapapun dari mereka minhum. Sudahlah kalau pengin nasihati lihat dulu kira-kira dia bakal dengar atau gak. Jangan orang kaya tak panggil sini ketawa dia. Artinya keras dengan hartanya. Tapi orang kaya memang sejuk hatinya orang kaya ahli surga. Banyak orang kaya ahli surga seperti itu. Orang kaya ahli surga kan banyak di kiri kanan kita banyak orang kaya ahli surga. Kalau dekat ulama pengin dengar ceramah minta dinasihati kalau orangnya seperti itu rindu nasihat maka boleh nasihati. Kalau tidak maka jangan banyak nasihati mereka. Malam tatawam fihi awalan makyalul. Kecuali engkau melihat tanda-tanda bahwasanya dia bakal menerima.

23:36 Wailla kalau memang tidak ada tanda-tanda nerima pada orang tersebut, lam yastami minka enggak mendengar dengan omonganmu. Wasar khman lak. Akhirnya jadi musuhmu gak nyaman denganmu lari dari kebaikan. Nah, inilah yang perlu kita hadirkan di saat kita duduk dengan orang-orang yang sering kita temu dengan mereka harus dengan adab. Khususnya mereka yang sering ketemu, akan tetapi bukan sahabat karib yang kita sudah tahu tentang kebaikan-kebaikan hatinya, perilakunya. Dan dia juga orang ma jahil, orang kita bertemu hanya sepintas lalu. Tapi sering bergaul, bergaul, bergaul. Akan tapi bukan orang yang sodq, bukan kawan karib yang baik hati yang sudah kita ketahui, bukan orang yang majhul, orang yang asing, tapi yang sering bergaul kayak teman yayasan apa teman arisan, grup

24:25 klub apa dan sebagainya. Ini hati-hati dengan mereka. Artinya hati-hati sini bukan kita memusuhi mereka, tidak memosikan diri dengan benar sehingga kita akan selamat. Dan mereka pun pada akhirnya dengan wibawa yang santun, wibawa yang penuh hormat, mereka akan terpesona sehingga mudah mengikuti kita. Itu saja. Semoga para santri terus berjaya, guru-guru kalian dijaka oleh Allah. Pesantren kalian semakin mulia, semakin besar, semakin besar manfaatnya. Dan Allah memberikan pada kalian semuanya ilmu yang manfaat. Mudah Allah mudahkan kalian untuk mengamalkan ilmu kalian. Dan semoga kalian dengan guru kalian, kita semuanya dengan guru-guru kita, dengan orang tua kita, dengan pejuang-pejuang yang berjuang untuk kita, dengan apapun harta mereka, tenaga mereka, pikiran mereka, semoga Allah

25:11 mengumpulkan kita kelak di surga bersama Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Fatihah. Terima kasih. Mohon maaf doa selalu. Wabillahi taufik walhidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sarung mangga, sarung kebanggaan kita. Bangga bersarung mangga.

26:17 Ini yang bikin bangga. Bangga bersarung mangga.

Share

Ringkasan Video YouTube