0:00 Hari ini kita akan lanjutkan kembali kita akan belajar kebenaran firman Tuhan. Bapak, Ibu, berapa banyak di antara kita menjadi seorang yang gampang sekali marah, meledak-ledak, [musik] gak bisa kontrol, gak bisa mengendalikan diri, mulut tidak terkendali sama sekali, bisa [musik] meledak ngomong, nyakitin tanpa peduli perasaan orang. [musik] Dan Bapak Ibu, kalau itu terjadi dalam hidupmu, artinya kamu [musik] perlu bertobat dan berubah. Orang yang kenal Tuhan itu bisa menguasai dirinya dengan [musik] baik, bisa mengendalikan dirinya dengan baik. Makanya dibutuhkan setiap hari harus bergaul dengan Roh [musik] Kudus, bekerja sama dengan Roh Kudus. Akhirnya kita memiliki [musik] buah Roh salah satunya pengendalian diri, penguasaan
0:46 diri. Kita [musik] tidak mau bertindak sembarangan. Kita tidak mau melakukan segala sesuatu secara sembrono. Yang kita kerjakan, yang kita lakukan ujungnya [musik] tepat seperti yang Tuhan mau dan Tuhan inginkan. Bapak, Ibu bisa bayangkan kalau kita ini menjadi orang yang gampang sekali [musik] tersinggung, gampang sekali panas kupingnya, tidak bisa menimbang dengan baik, kita gampang konflik dan [musik] ujungnya Bapak, Ibu akan mudah sekali rentan dengan sakit [musik] hati dan kekecewaan menjadi pemarah. Padahal di Efesus 4 ayat 26 sampai 27, apabila kamu menjadi marah, marah dalam hal apapun, marah [musik] dengan pasangan hidup, marah dengan suami, marah dengan istri, marah dengan tetangga, [musik] marah dengan
1:33 orang lain, marah dengan siapapun juga, kita harus bisa menguasain [musik] diri dengan baik. Janganlah kamu berbuat dosa. L marah kadang karena situasi dan kondisi [musik] kadang hati gak enak. Kadang pengin rasanya meledak, pengin rasanya tereak. Pengin [musik] rasanya itu pengin ngomong yang nyakitin. Tapi karena kita ini memiliki pertimbangan, karena kita memiliki penguasaan diri, [musik] daging maunya maki orang, daging maunya ngomong yang nyakitin. Ya, [musik] daging rasanya pengin tereak. Tapi karena kita ini punya penguasaan diri, ujungnya ketika kita marah, kita tidak berbuat dosa. [musik]
2:18 Kalau kita gak ada penguasaan diri, gak ada pengendalian diri ketika kita marah, akhirnya [musik] meledak. Dan yang merugi, yang rugi adalah diri kita sendiri dan orang lain di sekitar kita. Tapi kalau kita ini bisa mengendalikan diri, karena pengendalian diri itu [musik] perlu dilatih setiap hari. Kita harus kenalin diri kita. Makanya orang yang hubungannya dalam dengan Tuhan, orang yang [musik] memiliki hubungan dekat dengan Tuhan tidak mudah sekali menjadi orang yang gampang pemarah. [musik] Dia adalah orang yang selesai dengan dirinya sendiri. Kita lanjutkan lagi. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa. Janganlah matahari terbenam sebelum [musik] padam amarahmu. Dan janganlah beri kesempatan kepada iblis. Bapak, Ibu, kalau marah pagi
3:04 sebelum matahari terbenam, sebelum malam harus cepat diselesaikan. [musik] Kalau marahnya malam sebelum matahari terbit harus diselesaikan. Kalau tidak, Bapak, [musik] Ibu dengan sengaja memberi kesempatan kepada iblis menguasai hatimu. Dan ujungnya kalau orang itu sampai marah berhari-hari, itu artinya [musik] hubunganmu dengan Tuhan gak benar. Kalau kamu ribut dengan orang enggak mau nyapa, terus kamu [musik] diam-diaman, itu tandanya keras kepala. Kamu sombong dan ego sama ego sekali itu. Dan hubunganmu dengan Tuhan pasti gak benar. Orang yang simpan marah dengan orang lain sampai berhari-hari itu hubungannya dengan Tuhan itu gak benar. Kenapa saya bilang gak [musik] benar? Karena di kitab Matius dikatakan kalau kamu mempersembahkan korban dan kamu ingat dengan segala sesuatu dalam
3:50 hatimu kepada saudaramu, tinggalkan [musik] persembahanmu dan beresin dulu. Baru kalau kamu sudah beres, datang lagi kasih persembahan. Tidak mungkin orang pemarah itu bisa berdoa sebelum dia bereskan. [musik] Tapi kalau orang itu marah sampai disimpan berhari-hari, artinya hubunganmu dengan Tuhan gak [musik] benar dan kamu perlu bertobat. Kamu kalau enggak mau membereskan hatimu, kamu keras kepala dan kamu menjadi orang yang sombong dan ujungnya nanti kemarahan makan membinasakanmu. [musik] Ketemu akan banyak masalah dan kamu beri kesempatan iblis. Kalau beri kesempatan kepada iblis, ujungnya [musik] iblis akan menguasai hidupmu dan membinasakan hidupmu. Marah itu [musik] boleh. Amarah yang gak boleh. Marah itu
4:35 [musik] boleh. Yesus pernah marah. Tapi marah terhadap orang-orang Farisi yang kehidupannya munafik. Marah terhadap dosa bukan berarti harus dengan [musik] kebencian. Marah dengan tak terkontrol itu namanya marah. Kalau marah dengan pasangan, [musik] selisih pendapat diomongin dengan baik. Selisih pandangan dengan orang lain diomongin dengan baik, dibicarakan [musik] dengan baik supaya kita memiliki jalan keluaran. kita enggak terjebak di dalam dosa dan ujungnya kita sendiri yang rugi. Bapak, Ibu, di kitab [musik] Mazmur 4 ayat 4, "Biarlah kamu marah tetapi jangan berbuat dosa." [musik] Ini diulang lagi kata-kata yang sama ini di Perjanjian Lama. Berkata-katalah
5:21 dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi [musik] tetaplah diam. Ngomong kalau lagi marah tuh lebih baik ngomong dengan Tuhan, [musik] cerita dengan Tuhan. Saya berkali-kali pengin marah sama seseorang, [musik] tapi saya enggak mau pakai mulut saya untuk maki, merendahkan, menjelekkan. Nanti orang kepahitan dan sakit hati. Saya lapor sama Tuhan ketika saya marah. [musik] Tuhan, saya pengin marah sekali, saya jengkel sekali, saya rasanya pengin tereak, saya pengin maki [musik] orang itu, Tuhan. Tapi kan gak boleh Tuhan. Ini aku kesel, aku ungkapkan ini terasa jengkelmu kepada-Mu Tuhan. Engkau [musik] berikan kekuatan aku untuk bisa menguasai diri. Berkali-kali saya marah, saya tidak mau memperkatakan hal apapun yang keluar dari lidah bibir saya.
6:06 Perkataan buruk dan merendahkan bahkan menyakiti. [musik] Karena saya mau mulut saya untuk memperkatakan kabar baik, kebenaran. [musik] Memang ada peperangan di dalam pikiran, di dalam [musik] daging ini ada sesuatu yang berperang dan kita harus bisa taklukkan itu. [musik] Terutama di pikiran dan di perasaan dan di kehendakmu. Kehendakmu pengin marah, perasaanmu terluka, perasaanmu [musik] terhina dan lain sebagainya. Itu letaknya di jiwa. Dan kamu mesti selaraskan dengan firman, kamu mesti taklukkan dengan firman. Kalau enggak kamu berbuat [musik] dosa. Ketika marah diam dulu. kasih jeda, ambil napas dulu. Dipikir segala sesuatunya dengan [musik] baik ditimbang
6:52 mau ngomong apa yang tepat supaya enggak menyakiti, enggak melukai. Sehingga apa yang ada di dalam matamu itu diomongin dengan bahasa [musik] yang bisa sampai kepada orang yang kamu pengin jengkelin itu tadi. Supaya [musik] ujungnya hidupmu tuh jadi berkat, bukan malah jadi batu sandungan. [musik] Berapa banyak orang Kristen biorajib ibadah pelayanan. Bahkan beberapa pendeta bisa marah, meledak gak terkontrol sampai ribut, berantem, gegeran dan [musik] lain sebagainya. Itu kan menunjukkan gak ada pengendalian diri, enggak ada penguasaan diri. Bahkan sampai orang simpan marah dengan orang lain, kecewa dengan [musik] orang lain, sampai sakit hati dan benci dengan orang la berhari-hari berminggu-minggu berbulan, bertahun-tahun. Artinya hubunganmu dengan Tuhan [musik] gak
7:38 benar loh. Kitab Matius katakan kalau kamu persembahkan korban, kamu ingat dengan sesamamu, beresin dulu, [musik] tinggalkan dulu supaya kamu bisa membereskan dulu baru kamu didapatin berkenan di hadapan Tuhan. Kalau [musik] tidak percuma. Ngapain kamu berdoa kalau hatimu busuk? Ngapain kamu berdoa [musik] tetapi di dalam hatimu isinya dengan kepahitan dan lain sebagainya? Coba sekarang kita lihat di Matius pasal yang kelima di ayat yang ke2 sampai 23. Tetapi aku berkata kepadamu, setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum. Siapa yang
8:25 berkata kepada saudaranya [musik] kafir harus diperhadapkan ke mahkamah agama. Dan siapa berkata Jahil harus diserahkan [musik] ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab [musik] itu jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mesbah [musik] dan engkau teringat sesuatu dalam hati saudaramu terhadap engkau tadi yang marah tadi yang jengkel tadi yang kesal tadi di ayat 24-nya tinggalkanlah persembahanmu di depan MBA itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu. Tinggalkan ibadahmu, [musik] tinggalkan doamu, tinggalkan pelayananmu. Beresin dulu kamu pergi berdamai [musik] dengan saudaramu itu, lalu kembali mempersembahkan persembahan
9:13 itu. Kalau tidak, [musik] kamu tidak berkenan di hadapan Tuhan. Makanya lebih baik kita [musik] ini beres dulu di hadapan Tuhan. Makanya orang yang gak memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan pasti [musik] jadi seorang pemarah, jadi pendendam, gak bisa mengasihi, gak bisa mengampuni. [musik] Bapak, Ibu bisa bayangkan kamu kesal dengan orang lain, kamu sakit hati dengan orang lain, kamu kecewa dengan orang lain karena salah pendapat, ditipu dihanatin [musik] dilukain, atau diperlakuan buruk apapun kamu simpan marah yang begitu rupa. [musik] Kamu jengkel rasanya gak adil ini buat saya. kamu simpan terus, simpan terus. Padahal orang yang nyakitin kamu [musik] enggak peduli dengan kamu. Tapi kamu masih simpan jengkel ini enggak
9:59 terima ini aku enggak terima. Apakah kamu bisa berdoa? Gak bisa berdoa. Alkitab katakan tinggalkan dulu persembahanmu, berdamai dulu dengan orang itu. [musik] Makanya orang yang pemarah, emosian, simpan kepahitan, harus diberesin dulu. Kalau enggak, kamu tidak bisa berdoa. Kalau gak bisa berdoa, kamu mau ngapain? [musik] Kamu enggak bisa memiliki kekuatan. Kamu enggak bisa didapatin berkenan di hadapan Tuhan. Di Amsal 15 ayat 18, si pemarah membangkitkan pertengkaran, [musik] tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan. Bapak, Ibu pengin tahu kamu ini pemarah atau kamu itu orang sabar? Lihat ketika ada orang menyakiti kamu, responmu seperti apa? kamu [musik]
10:46 balas, kamu caci maki balik, kamu rendahkan, kamu teriak-teriak histeris, [musik] atau kamu malah bisa tenang, enjoy, bisa berpikir dengan baik. Si pemarah membangkitkan pertengkaran. Pemarah itu kerjaannya ribut dengan [musik] siapapun, ribut dengan anjingnya, ribut dengan tetangganya, ribut dengan binatang biaranya, berantem dengan istrinya, dengan suaminya, [musik] dengan pasangan hidupnya, dengan anaknya, cucu, mantu, besan semuanya diajak berantem dengan jemaat sesama hamba Tuhan diajak berantem. Itu [musik] artinya ada yang perlu diperbaharui. Ada hal yang enggak benar yang harus diubahkan [musik] di dalam hati kita, Bapak, Ibu. Meski belajar berusaha mengendalikan diri dan menguasai diri
11:32 dengan baik, Bapak, Ibu harus [musik] tahu bagaimana menempatkan hatimu dengan tepat di hadapan Tuhan. [musik] Kalau tidak, engkau akan tetap menjadi manusia yang penuh emosi, gampang marah, meledak-ledang, [musik] gak terkontrol sama sekali. Di sekarang kita lihat lagi di Amsal 21 ayat 19. Lebih baik tinggal di padang [musik] gurun daripada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah. Bapak, Ibu bisa bayangkan kalau ayat ini ngomong seperti ini, lebih baik tinggal di padang gurun atau tinggal di [musik] sotoh rumah. Di padang gurun isinya beruang, mungkin serigala, ular, dan kalajengking. [musik] Lebih baik tinggal dengan binatang-binatang itu daripada tinggal di serumah dengan orang yang gampang
12:17 [musik] sekali pemarah dan suka bertengkar. Artinya apa? Orang yang pemarah dan suka bertengkar itu benar-benar [musik] merusak mempengaruhi benar-benar membuat orang itu menderita, membuat orang [musik] itu benar-benar tertekan dan hidupnya gak nyaman. Lebih baik tinggal di padang gurun. Maka kalau Bapak, Ibu suka bertengkar, suka marah, suka emosian, [musik] hidupmu tuh gak bahagia. Kalau kamu gampang marah aja, hidupmu tuh gak [musik] bahagia. Hidupmu tuh gak tenang. Tapi kalau kamu bisa mengendalikan diri, kamu bisa menguasai diri, hidupmu tuh bisa tenang, rileks, enjoy, ngadapin apapun [musik] bisa nyaman, bisa tenang, bisa cool. Zaman sekarang ini tidak terpengaruh di situasi [musik] dan
13:03 kondisi dengan keadaan, tapi kamu bisa menjadi orang yang penuh dengan pertimbangan, jadi orang yang bijaksana. [musik] Bapak, Ibu, kalau ada orang di sekitarmu enggak tahan dengan kelakuanmu, artinya kamu mesti bertobat dan berubah. Apalagi Bapak, Ibu suka berantem, apagi Bapak, Ibu suka ribut dengan orang, artinya kamu perlu bertobat dan berubah. [musik] Kalau tidak, kamu akan jadi batu sandungan. Hidupmu enggak memberkati banyak orang, Bapak, Ibu. Meski tahu [musik] panggilan hidupmu dipanggil untuk jadi berkat bagi banyak orang. Apalagi yang lebih mudah-mudahan ini [musik] kamu masih muda, hormonmu masih bagus, gejolak [musik] emosimu meledak-ledak dan lain sebagainya harus ditaklukkan di
13:48 hadapan Tuhan. [musik] Kalau kamu enggak bisa melakukannya, menaklukkannya di hadapan Tuhan dan kamu enggak bisa [musik] tinggal di dalam hadiratnya dengan tenang dan enjoy, kamu akan menjadi orang yang ketemu trouble [musik] di suatu hari nanti. Karena apa? Orang-orang yang pemarah di ujungnya akan menerima upahnya [musik] karena pemarah pasti akan banyak pelanggarannya. Di Amsal [musik] 292 si pemarah menimbulkan pertengkaran. Pasti suka ribut dengan orang. Dan orang yang lekas gusar, gampang panikan, gampang emosian, gak bisa mengendalikan diri, gak bisa menguasai diri, itu banyak pelanggarannya. Dan orang yang kayak begini ini pasti akan ketemu upahnya. [musik] Saya sudah khotbah tentang amarah dan emosi. Ini banyak sekali judul [musik] khotbahnya Bapak Ibu masih
14:33 dengar ini sekarang kita lihat coba di Amsal 22 ayat 24. Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar. Enggak usah ditemenin. Bahaya orang model kayak begini melukain hati kita. Kenapa kok kita enggak mau berteman dengan orang yang lukas gusar? Ngapain orang gampang panikkan, enggak bisa [musik] menguasai dirinya dalam situasi dan kondisi? Apa yang terjadilah? Orang gampang panikan, [musik] gampang stres orang begini. Dan jangan bergaul dengan seorang pemarah. Enggak perlu kita bergaul dengan seorang pemarah. [musik] Nanti kita ketularan jadi pemarah. Buat apa kita bergaul dengan orang pemarah? Orang pemarah artinya bodoh. Orang yang gak bisa menguasai diri. Orang yang gampang [musik] sakit hati. Apalagi ngalami banyak hal yang gak sejalan dengan hidupnya. Dipertemukan dengan
15:18 orang yang melukai dan menyakiti hidupnya. Dan ujungnya orang-orang begini [musik] sangat sensitif sekali. Biasanya pemarah itu merasa dirinya benar. Dia kan membela diri, dia punya argumen [musik] banyak sekali untuk membuat dirinya terasa benar, [musik] terlihat benar di hadapan orang lain. Bisa bayangkan kalau kelakuan, sikap dan tindakanmu seperti itu [musik] kacau, ruet, dan berantakan. Hidupmu enggak jadi berkat. Hidupmu jadi trouble di mana-mana. Dan saya berdoa, Bapak, Ibu, Engkau semakin hari semakin [musik] diubahkan di hadapan Tuhan. Hidupmu semakin ngalami Kristus dan hidupmu semakin [musik] jadi berkat bagi banyak orang. Saya berdoa tambah hari hidupmu semakin diberkati Tuhan. Hidupmu
16:05 semakin dipakai [musik] Tuhan. Bukan semakin liar tanpa terkendali. Gampang [musik] emosi dan gampang marah. Jangan pernah terpancing dengan perkataan orang. Karena kebanyakan orang kan ngomong jelek tentang [musik] kita. Apalagi kita ini enggak bisa kontrol dan kendalikan mulutnya orang. Orang itu bebas [musik] ngomong apapun juga. Kita harus bisa mengendalikan diri. Bapak, Ibu bisa bayangkan kalau kamu jadi seorang pemarah, telingamu tipis sekali, gampang tersinggungan, hidupmu gak bahagia loh. Orang-orang kayak begini gak bahagia hidupnya. [musik] Di sisi lain hidupnya jadi batu sandungan bagi banyak orang. Karena apa? Gampang marah, gampang emosi, responnya jelek, gak ada pengendalian diri. Sebab bisa bayangkan ya, kamu rajin pelayanan, kamu rajin ibadah, kamu jadi orang Kristen yang
16:51 taat. Tapi ketika diperhadapkan situasi kondisi yang enggak sejalan dengan hatimu, yang bersereberangan dengan hatimu, kamu tereak, kamu histeris, kamu marah, kamu tersinggung, kamu ngamuk-ngamuk enggak jelas. [musik] Dan itu bukti tidak ada pengendalian diri sama sekali. Orang yang kenal dengan Tuhan, orang yang mengalami Tuhan itu bisa [musik] menempatkan dirinya dengan baik. Orang seperti ini adalah orang yang bisa menguasi [musik] diri, orang yang tenang, bisa mengendalikan dirinya dengan tepat di hadapan Tuhan. Bapak, Ibu bisa bayangkan kalau kamu jadi orang yang [musik] gampang emosian, siapa yang mau dekat dengan kamu? [musik] Wong mulutmu ketus, tindakanmu jahat, kelakuanmu jelek, orang ya enggak
17:38 tahan. Hubungan keluargamu pasti sering ribut dan berantem. Makanya saya bilang, orang itu harus memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan. [musik] Orang yang hubungannya benar dengan Tuhan, dia jagain hatinya. Dia enggak mau nyakitin, dia enggak mau ngelukain orang lain. Orang yang hubungannya [musik] benar dengan Tuhan, dia tahu tujuan hidupnya untuk apa. Untuk jadi berkat, bukan untuk ngajak berantem orang. selalu mengkoreksi kelemahan dan kekurangan untuk belajar melihat [musik] kebenaran yang Tuhan taruh dalam hidupnya dan menggenapi tujuan Tuhan dalam [musik] hidupnya. Bukan menjadi orang yang gampang sekali tak terkendali. J saya berdoa apa yang kita pelajarin hari ini membuat [musik] hidupmu diubahkan. menjadi orang yang penuh dengan hikmat dan pengertian,
18:23 penuh dengan kebijaksanaan, [musik] bertindak tepat, bersikap tepat, melakukan segala sesuatu tepat seperti yang Tuhan mau, tepat seperti yang Tuhan inginkan. Sehingga hidupmu ditempatkan di mana [musik] pun, ketemu dengan siapapun jadi berkat, bukan jadi trouble. Amin. Pemarah, gampang tersinggung [musik] adalah orang-orang bodoh yang gak bisa mengendalikan diri dan bisa menguasai diri. Ini orang [musik] akan bikin trouble di mana-mana. Kalau kamu jadi pemarah hari ini, belajar koreksi hatimu. Selidikin [musik] sampai kedalaman batinmu bertobat berubah. Kalau enggak, hidupmu akan tetap sama [musik] dari tahun ke tahun. Jadi trouble. Saya berdoa Tuhan bicara dengan caranya sendiri [musik] dalam hatimu dan
19:08 mengubahkan hidupmu. Amin. Koreksi diri. Cek semua [musik] responmu ketika kamu diperlakukan buruk oleh orang lain. Ketika sikapmu benar-benar [musik] menyebalkan, kamu mesti bertobat dan berubah. Kalau enggak, kamu jadi batandungan bagi banyak orang. Amin. Tutup matamu, tutup Alkitabmu. Kita berdoa B. Terima kasih buat firman-Mu. Kami matraikan dengan darah anak dombalah. [musik] Firman ini nempel dalam hati kami, tembus sampai kedalaman batin kami. [musik] Jadi, kehidupan dan hidup kami diubahkan. Terima kasih Tuhan. Berkati setiap orang rajin mendengar firman yang hamb sampaikan. Berkati apapun yang mereka kerjakan dan lakukan. Berkati [musik] juga orang-orang yang tulus hatinya belajar, bertobat, berubah. Tuhan, berkat-Mu berkelimpahan [musik] untuk anak,
19:54 pasangan hidupnya, keluarganya diberkati Tuhan. ber orang sakit dan mengalami [musik] yang mengalami kelemahan tubuh Tuhan campur tangan Tuhan bilur-Mu kau sembuhkan, kau pulihkan, kau jamah dalam anugerah dan kesetiaan-Mu, dalam anugerah dan kemurahan-Mu. Tuhan bikin mukjizat [musik] dalam nama Yesus mau berdoa dan mengucap syukur. Haleluya. [musik] Amin. God bless you. Tuhan tuan now. Jesus name. [musik] Jesus name. Jesus [musik]
20:43 saya lihat dalam mimpi ketika saya berdua [musik] sini sini Now angkat belakangnya ya. Buka tanganmu, Pak. Kuat urapannya ya. Go. Urapan hari ini powerful sekali. Urapan Tuhan turun ya.
21:28 Gousnya Bu maju sini sini. Gua enggak tahan hadirat Tuhan ya. Buka tanganmu, Pak. Dua-dua. Jesus name receive the ur turun. Go Jesus. He pak sini sini sini jam ibu ya. Go. Urapan itu turun. Risip Bapak nikmati hadirat itu Tuhan. Turun. Go, go, go. Jesus name. Jesus name. Jesus name. Bapak enggak akan tahan
22:15 dengan hadirat itu. Bapak tidak akan tahan dengan hadirat itu. Dalam nama Yesus urapan-Mu [musik] Jesus name. Buka tanganu. Tuhan jamah. Urapan itu turun. Memenuhi. Memenuhi. Go go go go. Bu Titik sini Bu Titik. Saya mau doain Bu Titik. Cik Sien maju ke depan. Saya mau doain Cik Sien. Tuhan lihat hatinya haus dan lapar dengan hadiratMu. Penuhi dengan hadiratMu. Go now. Risip rezip Buulan Lani. Saya mau doain Bu Lani.
23:03 Sik si ya. Sini. Tuhan jamah [musik] ibu. Tuhan jamah. Tuhan jamah ibu. Nah, Rizik yang di ibu ibu baju hitam. Breat upon me. Breat upon me breath of God. Tuhan jamah. Ibu ini. Jamah dalam hadiratMu. Penuhi Dia sekarang. Sekarang. sekarang. Nah, Jesus name. Jesus name.
23:51 [musik] nam [musik] ini [musik] Ya [musik] kami mengasihi-Mu. [musik]
24:38 [musik] Kami [musik] mencintai-Mu, Tuhan. Roh Kudus, [musik] Roh Kudus. [musik] [musik]
25:30 n-mu [musik] sembah [musik] Angkat suaramu, nyanyikan masmu. Tinggikan [musik] raja di atas segala raja Allah yang perkasa. [musik] Oh. [musik] We worship you. [musik]
26:15 We adore you. We adore you. [musik] Mia [musik]
27:01 We love you. We praise you. We love you. We praise you. [musik] We praise you. We praise you. Dari hati kami [musik] keluar nyanyian yang mengasihi-Mu. dari [musik] hati kami. Kami naikkan mazmur yang meninggikan nama-Mu [musik] Tuhan. Tuhan,
27:48 [musik] Tuhan, kami [musik] mencintai-Mu Tuhan. [musik] Kami mengasih-Mu. [musik]
28:35 Kau saja yang suci. Kau saja yang layak. Kau layak terima glori. Yesus [musik] kau Tuhan. [musik] Kau saja yang suci. [musik] Kau saja yang layak.
29:21 [musik] Kau layak terima [musik] glor hanya kau Tuhan. [musik] Terima kasih Roh Kudus. Terima kasih [musik] kami mengasihi-Mu Tuhan. Sungguh hati [musik] kami mencintai Engkau lebih dari apun juga.
30:10 [musik] Tapi dalam kedagingan kami, kami sering melakukan hal yang menyakiti, yang bertolak belakang dengan kehendak-Mu. [musik] Berikan kemampuan kami setiap hari untuk berjalan dalam kesucian dan [musik] kekudusan. [musik] Kami tidak mampu berjalan tanpa Engkau Roh Kudus. Pegang tangan kami, pegang [musik] hati kami. Lihat sampai kedalaman batin kami. Kami mencintai [musik] Tuhan. Kami mengasihi Engkau. [musik] Kami pengin berkemenangan setiap hari.
30:56 Dapatin kami menjadi orang kesayangan-Mu. Terima kasih. Terima kasih. [musik] Kami mau belajar apa yang kau mau Tuhan. Terima kasih [musik] dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Amin. [musik] Menikmati hadirat Tuhan, merasakan Tuhan datang. Yeah.