0:01 Thank you. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirrabbilalamin. Hamdan syakirin. Hamdan
0:51 naimin. Hamdan yu'afi ni'amahu wa yu'kafi umazidah. Allahumma salli wa sallim ala Sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa sahbihi ajma'in. Seluruh pendengar setia, Radio Pasiruan dimanapun anda berada, Serta seluruh insan pendidikan sekabupaten Pasuruan Yang insya Allah dirahmati oleh
1:41 Allah SWT Kultum hari ini bertema Ramadan antara ritual dan makna Di pertengahan Ramadan ini Tentu kita semua sudah melaksanakan banyak sekali ritual amal ibadah Seperti puasa Makan sahur, berbuka puasa, sholat taraweh, tada rus al-Quran, sodako, dan masih banyak lagi ritual amal ibadah yang lainnya. Akan tetapi, tahukah kita bahwasannya di balik semua ritual yang telah kita laksanakan di bulan Ramadan, ada makna mendalam di dalam
2:28 masing-masing ritual tersebut. Yang mana memberikan manfaat yang sangat besar untuk kehidupan kita sehari-hari. Ada satu kisah yang dijeritakan dari Sayyidina Ali bin Abi Talib karomallahu wajha. Pada suatu hari di bulan Ramadan, ada seseorang datang kepada Sayyidina Ali. Seseorang itu bertanya, Ya Amirul Mu'minin, aku sudah melaksanakan semua ritual Ramadan. Aku berpuasa mulai dari pagi sampai maghrib tiba. Aku makan sahur dan berbuka puasa tepat pada waktunya. Bahkan aku bisa menyelesaikan satu jus Al-Quran dalam satu hari.
3:17 Tetapi mengapa aku masih belum merasakan ada perubahan dalam diriku? Saidina Ali pun terdiam tidak langsung menjawab pertanyaan orang tersebut. Kemudian Saidina Ali mengajak orang itu berjalan ke pasar. Di tengah keramaian mereka melihat ada seorang anak kecil yang sedang menangis karena lapar. Kemudian Saidina Ali berkata, Engkau hanya lapar sehari karena berpuasa. Pernahkah engkau merasakan lapar? yang tidak hanya satu hari tapi berhari-hari karena tidak ada makanan yang bisa dimakan seperti anak kecil itu orang itu
4:06 langsung terkaget dan tersadar kemudian mengucapkan syukur Alhamdulillahirrabbilalamin karena ternyata dengan berpuasa dia bisa merasakan penderitaan yang dialami oleh orang lain sehingga tumbuhlah dalam hatinya Sifat empati dan tumbuhlah dalam dirinya sikap suka menolong kepada orang lain. Seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari Muslim. La yu'minu ahadukum hatta yuhibbu li ahihi ma yuhibbu li nafsih. Yang artinya tidaklah sempurna iman seseorang di
4:54 antara kalian. Sebelum ia mencintai saudaranya Seperti ia mencintai saudaranya Mencintai dirinya sendiri Para pendengar setia rahimah kemullah Oleh karena itu ritual puasa Bukan hanya sekedar menahan lapar Menahan haus, menahan hawa nafsu Mulai dari pagi sampai suri tiba Akan tetapi lebih dari itu Di zaman dimana semua keinginan kita bisa kita penuhi dengan cepat dan praktis. Seperti makanan, minuman, pakaian hingga hiburan semuanya bisa datang menghampiri kita tanpa perlu kita mencari
5:41 kemana-mana. Dengan berpuasa kita diajarkan untuk bisa mengendalikan diri. Diri kita mengendalikan semua keinginan kita yang belum tentu menjadi kebutuhan kita. Para pendengar setia rahimahumullah, selanjutnya Sayyidina Ali mengajak orang itu berjalan menuju masjid. Di dalam masjid mereka melihat ada seseorang yang sedang membaca Al-Quran dengan lantang tetapi dia tidak paham apa maknanya. Sayyidina Ali pun berkata, membaca Al-Quran adalah ibadah yang sangat mulia. Akan tetapi jika hanya sekedar dibaca tanpa dipahami maknanya
6:30 dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, maka akan seperti air yang mengalir di atas batu yang tidak memberi manfaat apa-apa. Para hadirin rahimahumullah, kita ketahui bersama, Ketika Ramadan tiba, banyak diantara kita berlomba-lomba memperbanyak bacaan Al-Quran, memperbanyak menghatamkan Al-Quran. Akan tetapi, dibalik banyaknya ayat yang dibaca, apakah semuanya dipahami maknanya? Apakah semuanya diamalkan dalam kehidupan? Tentu masih belum. Oleh karena itu, marilah kita ingat bersama Pesan Allah subhanahu wa ta'ala
7:18 Dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah Ayat 185 Syahrul Ramadan Al-Ladzi unzila fihi Al-Quran Hudalil nasi wa bajinati minal huda wal furqon Yang artinya Bulan Ramadan adalah bulan Dimana diturunkan Al-Quran Sebagai petunjuk bagi manusia Agar mereka bisa membedakan Mana perkara yang hak Dan mana perkara yang batin. Oleh karena itu di tengah kebisingan informasi di media sosial dan keasikan kita dengan gadget kita masing-masing membaca Al-Quran tentunya bisa menenangkan hati dan jiwa kita. Tentunya dengan tidak hanya membaca
8:06 tapi juga memahami makna dan mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. para pendekar setia rahimahkumullah. Selanjutnya, Sayyidina Ali bin Abi Talib mengajak orang itu melanjutkan perjalanan menuju rumah. Menjelang mahrib tiba, Sayyidina Ali memanggil beberapa orang fakir miskin untuk diajak bersama untuk berbuka puasa. Kemudian, Sayyidina Ali berkata, Wahai sahabatku, sesungguhnya, Ritual Ramadan bukan hanya milik kita sendiri Akan tapi juga milik orang lain Para pendengar setia rahimahumullah
8:52 Dari kisah tadi kita mendapatkan beberapa pelajaran tentang ritual Ramadan Mulai dari ritual sahur Ternyata sahur bukan hanya mengisi perut kita Agar kita kuat menjalankan puasa sampai maghrib Ternyata lebih dari itu sahur memiliki makna agar kita bisa menjaga pola makan kita agar lebih sehat. Karena seringkali di antara kita memiliki pola makan yang semraut. Karena alasan pekerjaan yang menumpuk, karena alasan kegiatan yang padat. Kemudian ritual berbuka bersama dengan keluarga, dengan saudara, dengan
9:40 teman. Mengajarkan kita bahwa kita harus menyisihkan waktu bersama mereka di antara kesibukan kita sehari-hari. Dan yang terakhir adalah bersodak untuk orang yang berbuka puasa dan juga fakir miskin. Memberikan makna kepada kita Dimana sekarang banyak orang yang lebih mementingkan prestasi pribadi Yang mengumpulkan kekayaan semata Sodakoh mengajarkan kita bahwasannya Kebahagiaan tidak hanya dilihat dari banyaknya uang Akan tetapi dilihat dari bagaimana mereka bisa berbagi kepada orang lain Para pendengar
10:26 setia rahimahkumullah Semoga di pertengahan sampai akhir Ramadan nanti Kita senantiasa diberikan semangat oleh Allah dalam menjalankan semua ritual ibadah kita. Tentunya dengan tetap memahami makna dalam setiap ritualnya. Sehingga kita bisa memperoleh manfaat yang lebih besar dari ritual tersebut. Sehingga kita menjadi insan yang lebih bertakwa kepada Allah SWT dan menjadi insan yang lebih baik. Demikian sedikit kultum dari kami. Semoga bisa memberikan manfaat untuk kita semua. Akhirnya saya tutup kultum hari ini dengan ucapan. Wallahul muwafiq ila aqabit tarik. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.