RAHASIA KAYA ORANG CINA: 8 STRATEGI BISNIS SUKSES TIONGHOA

Ringkasan Singkat

Video ini membahas delapan strategi bisnis yang digunakan oleh orang Cina Tionghoa yang terbukti sukses. Strategi-strategi ini meliputi fokus pada volume penjualan dengan margin keuntungan kecil, membangun jaringan relasi yang kuat, memulai dari hal kecil dan terus bergerak maju, memprioritaskan uang tunai, mengenali diri sendiri dan pesaing, mandiri dan tidak terlalu bergantung pada orang lain, rajin bekerja untuk mencapai kekayaan, dan memahami bahwa jaringan adalah sumber uang.

  • Ambil untung kecil, jual banyak (薄利多销)
  • Bangun relasi yang kuat (关系)

Ke Solita: Ambil Untung Kecil, Jual Banyak

Strategi "Ke Solita" menekankan pada pengambilan keuntungan kecil dari setiap penjualan, tetapi menjual dalam volume besar. Toko atau bisnis orang Cina seringkali tidak menawarkan harga yang sangat mahal, tetapi selalu ramai pembeli. Mereka lebih memilih menjual banyak dengan untung tipis daripada menjual sedikit dengan untung besar. Kunci dari strategi ini adalah membuat harga lebih murah dari pesaing agar pelanggan menjadi langganan. Dengan menjual dalam jumlah besar, keuntungan kecil dari setiap barang akan terakumulasi menjadi jumlah yang signifikan.

Quansi: Bangun Relasi yang Kuat

"Quansi" adalah tentang membangun relasi yang kuat dengan orang-orang yang dapat membantu bisnis maju. Bagi orang Cina, koneksi lebih berharga daripada uang. Mereka selalu menjaga hubungan baik dengan pemasok, pelanggan, dan bahkan pesaing. Dalam bisnis, siapa yang Anda kenal seringkali lebih penting daripada apa yang Anda jual. Pebisnis Cina lebih fokus membangun hubungan dulu, misalnya dengan makan bersama, mengobrol santai, atau memberi bantuan kecil tanpa meminta imbalan.

Pilpaman Chupachan: Tidak Takut Lambat yang Penting Bergerak

Prinsip "Paman Chupahan" mengajarkan untuk tidak takut lambat, yang penting terus bergerak maju. Sukses adalah tentang terus berjalan ke depan meskipun pelan, yang penting tidak diam di tempat. Banyak pengusaha Tionghoa di Indonesia memulai dari toko kecil, warung, atau bahkan berjualan di pinggir jalan. Mereka menabung, memutar modal, dan akhirnya bisnisnya makin besar.

Xian Jin Wewang: Cash is King

"Sianin We Wong" atau "Cash is King" adalah prinsip bisnis yang menekankan bahwa uang tunai lebih berharga daripada aset lain. Uang tunai bersifat likuid dan dapat langsung digunakan kapan saja untuk belanja stok, ekspansi bisnis, atau menyelamatkan usaha saat krisis. Banyak pengusaha Tionghoa lebih suka transaksi tunai daripada kredit atau hutang. Mereka menjaga arus kas tetap positif, memastikan lebih banyak uang masuk daripada keluar.

CCP: Kenali Diri dan Pesaing

"CJCP" atau "Kenali Diri dan Pesaing" adalah strategi bisnis yang mengharuskan untuk memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri serta mencari tahu kelemahan pesaing sebelum memulai bisnis. Orang Cina selalu punya strategi yang membuat bisnis mereka beda dan lebih menarik bagi pelanggan. Mereka mencari celah untuk memberikan sesuatu yang lebih atau beda dari toko sebelah, misalnya dengan memberikan promo bundling atau sistem langganan.

Dully Schedule: Mandiri dan Tidak Terlalu Bergantung Sama Orang Lain

"Dully Schedule" atau mandiri dan tidak terlalu bergantung sama orang lain adalah prinsip bisnis yang mengajarkan untuk tidak menunggu bantuan orang lain untuk maju, tetapi mencari cara agar bisa berdiri sendiri. Mereka diajarkan untuk kerja keras, belajar dagang, dan mengelola uang sendiri. Mereka selalu berusaha agar punya kontrol penuh atas bisnis mereka dan tidak terlalu bergantung pada satu pemasok, satu pelanggan, atau satu sistem saja.

Chill Lawu Chifu: Rajin Bikin Kaya

"Chillu Chifu" atau rajin bikin kaya adalah prinsip yang menekankan bahwa untuk sukses dan kaya, harus rajin kerja, rajin belajar, dan rajin mencari peluang. Mereka tidak percaya pada jalan pintas yang instan, tetapi lebih fokus pada usaha terus-menerus yang akan memberikan hasil besar dalam jangka panjang. Mereka selalu selangkah lebih maju dari pesaing karena rajin dan lebih cepat menangkap peluang.

Rushi Chen Mai: Jaringan Adalah Aliran Uang

"Rand my chen my" atau jaringan adalah aliran uang adalah prinsip bisnis yang menekankan bahwa bisnis bukan hanya soal jualan barang atau jasa, tetapi juga soal relasi. Semakin luas jaringan, semakin gampang mendapatkan peluang cuan. Mereka selalu menjaga hubungan baik dengan siapapun, dari pemasok, pelanggan sampai kompetitor. Mereka membangun koneksi dan hubungan jangka panjang.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Apakah bisnis lo sekarang lagi mentok gitu-gitu aja? Udah ngerasa ngelakuin banyak cara tapi kok bisnis susah berkembang ya? Atau pengin memulai usaha tapi takut gagal? Modal ada, ide ada. Tapi kok masih belum siap? Ya kayaknya. Enggak usah khawatir, Bro. Di sini kita bakal bongkar strategi bisnis orang Cina. Banyak orang buka bisnis karena ikut-ikutan tren tanpa paham caranya gimana. Akhirnya bisnis jalan di tempat atau malah bangkrut. Beda cerita sama orang Cina, mereka punya strategi bisnis yang udah terbukti bikin sukses. Mulai dari cara kelola modal, bangun jaringan, sampai gimana mereka mikirin usaha buat jangka panjang. Enggak heran sih di mana-mana bisnis orang Cina itu selalu

0:47 eksis dan berkembang. Mau tahu rahasianya apa? Well, gue bakal spillan strategi bisnis orang Cina yang bisa bikin lo cuan gede dan sukses lebih cepat. Dengerin sampai habis, ya. Karena ini ilmu yang enggak diajarin di sekolah, tapi bisa ngerubah cara lu ngejalanin bisnis. Sebelum lanjut nonton, pastikan lo udah subscribe channel Uang Ngalir Terus. Karena siapa tahu tips-tips di sini bisa jadi inspirasi dan solusi buat masalah finansial yang lu hadapi saat ini. Let's get started. Delapan strategi bisnis orang Cina Tionghoa yang bisa bikin usaha makin sukses. Yang pertama, ke Solita. Ambil untung kecil, jual banyak. Ke Shaulita itu strategi bisnis orang Cina Tionghoa yang udah terbukti bikin mereka sukses. Artinya simpel yaitu

1:34 ambil untung kecil tapi jual dalam jumlah besar. Nah, kalau kita perhatiin nih, kebanyakan toko atau bisnis orang Cina di Indonesia jarang kasih harga mahal banget, tapi mereka selalu ramai pembeli. Itu karena mereka lebih memilih jual banyak dengan untung tipis daripada jual sedikit tapi ambil untung gede. Triknya adalah mereka bikin harga jadi lebih murah dari kompetitor biar orang-orang jadi langganan terus. Contoh gampangnya gini. Coba deh perhatiin toko grosiran atau warung kelontong milik orang Cina. Harga mereka kan sering lebih murah dikit ya dibanding minimarket atau warung sebelah. Kalau pengusaha biasa bakal mikir tuh, "Aduh enggak deh, untungnya kecil banget." Tapi orang Cina malah mikir sebaliknya.

2:20 Untung sedikit enggak apa-apa, yang penting jualnya dalam jumlah yang banyak. Coba bayangin deh kalau dalam sehari mereka bisa jual ratusan atau ribuan barang meskipun untungnya cuman recehan berbarang. Nah, kalau dikali jumlah penjualan yang gila-gilaan, hasil akhirnya bisa lebih banyak dibanding yang jual mahal tapi sepi pembeli. Makanya enggak heran ya bisnis mereka selalu hidup, enggak gampang bangkrut dan makin lama makin gede. Misalnya nih, ada dua pedagang jual air mineral yang harga pokoknya let's say Rp2.500 per botol. Ini hanya contoh aja ya. Nah, pedagang biasa jual Rp5.000 per botol. Untungnya kan jadi R.500 ya dan jualnya enggak sampai 50 botol sehari.

3:07 Sedangkan pedagang Cina jual Rp3.500. Untungnya cuman Rp1.000 aja tapi sehari bisa jual 300 botol. Yang satu untungnya gede tapi jualan dikit. Dan yang satu lagi untung kecil tapi jualnya banyak. Hasilnya gimana? Ya tentu aja yang jual murah justru cuan lebih banyak dan dagangannya laris manis. Kalau lo mau pakai strategi ini, caranya simpel, Bro. Lo cari produk yang banyak dicari orang. Terus pastiin harga lo lebih murah dikit dari pesaing. Tapi tetap ngasih kualitas dan pelayanan yang bagus. Jangan takut ambil untung tipis ya, asal lo bisa jualan dalam jumlah besar. Contohnya nih, kalau buka usaha makanan mending jual harganya sedikit lebih murah biar pelanggan balik terus.

3:54 daripada sekali jualan harganya mahal tapi bikin orang kapok buat beli. Intinya makin banyak transaksi makin gede cuannya. Tantangan dari strategi ini adalah lo harus sabar dan konsisten. Enggak bisa berharap kaya dalam semalam. Tapi kalau lo tekun, lama-lama bisnis lo bakal meledak sendiri. Kuncinya ada di loyalitas pelanggan. Begitu orang percaya kalau harga lo selalu paling murah, mereka bakal balik terus. bahkan bisa ngajak teman-temannya buat beli di tempat lu. Dari situ bisnis lo bakal berkembang lebih cepat dibanding model bisnis yang ngandelin untung gede tapi pembeli dikit. Walaupun untungnya dikit tapi kalau dikali dengan jumlah yang banyak hasilnya ia cuan gede. Sedikit demi sedikit kalau banyak ia jadi bukit. Setuju enggak, Bro? Yang kedua, Quansi.

4:41 Bangun relasi yang kuat. Ku itu strategi bisnis orang Cina Tionghoa yang bikin mereka bisa cepat kaya dan sukses. Simpelnya tuh gini, Quansi itu tentang membangun relasi yang kuat sama orang-orang yang bisa bantu bisnis maju. Buat orang Cina, koneksi itu lebih berharga dari sekedar uang. Makanya mereka selalu jaga hubungan baik sama supplier, pelanggan, bahkan kompetitor. Soalnya dalam bisnis siapa yang lo kenal seringki lebih penting daripada apa yang lo jual. Kalau lu perhatiin nih, banyak pebisnis Cina yang kalau ketemu orang baru enggak langsung ngomongin duit atau dagangan. Mereka lebih fokus bangun hubungan dulu. Misalnya nih kayak makan bareng, ngobrol

5:27 santai, atau kasih bantuan kecil tanpa minta imbalan. Nah, pas saatnya udah butuh bantuan, mereka tinggal angkat telepon dan orang-orang yang udah punya guongsi sama mereka bakal siap nolongin. Inilah kenapa bisnis mereka bisa lancar. dapat harga murah dari supplier atau dapat info bisnis yang enggak semua orang tahu. Kalau lo mau mulai pakai strategi ini, langkah pertama adalah rajin kenalan dan jaga hubungan baik. Jangan cuman cari orang pas butuh doang, tapi mulai duluan dengan kasih sesuatu. Entah itu bantuan, ilmu, atau sekedar perhatian. Misalnya nih, kalau lu bisnis kuliner, dekatin supplier biar dikasih harga miring atau bahan baku berkualitas lebih dulu. Atau kalau lu bisnis online,

6:13 sering-sering nongkrong sama orang yang ngerti digital marketing biar lu bisa dapat tips atau kesempatan buat kerja sama. Yang penting dalam Guzi itu hubungan harus tulus. Jangan cuma numpang untung atau manfaatin orang. Makanya orang Cina itu kalau bangun relasi enggak setengah-setengah. Mereka sering ngajak makan, kasih adik-adah kecil, atau bantuan tanpa diminta. Karena mereka tahu suatu hari nanti hubungan itu bisa jadi aset paling berharga buat bisnis mereka. Lu pernah punya pengalaman soal kangsi? Kalau ada komen ya. Yang ketiga, pilpaman chupachan. Enggak takut lambat yang penting bergerak. Paman chupahan itu prinsip orang Cina Tionghoa yang artinya

6:58 kurang lebih kayak gini. Enggak takut lambat yang penting gerak terus. Buat mereka sukses itu soal terus jalan ke depan meskipun pelan. Yang penting enggak diam di tempat. Ini beda banget sama orang yang nunggu momen yang tepat gitu loh, tapi malah enggak mulai-mulai. Orang Cina percaya kalau mereka mulai jalan, sekecil apapun langkahnya, lama-lama bakal sampai di tujuan. Coba perhatiin deh, banyak pengusaha Tionghoa di Indonesia, mereka enggak langsung buka bisnis gede. Mereka mulai dari toko kecil, warung, atau bahkan jualan di pinggir jalan. Pelan-pelan mereka nabung, muter modalnya, dan akhirnya bisnisnya makin gede. Yang penting mereka enggak berhenti karena mereka tahu bisnis itu bukan soal siapa yang

7:45 paling cepat sukses, tapi siapa yang paling tahan lama dan terus berkembang. Kalau lu mau mulai strategi ini, intinya adalah mulai aja dulu. Jangan kebanyakan mikir atau takut gagal. Misalnya lu pengen bisnis online, ya langsung jualan aja walaupun cuman jadi reseller atau dropshipper. Dari situ lu bisa belajar nih dapetin pengalaman dan pelan-pelan naikin level bisnis lo. Yang bahaya itu kalau lu kebanyakan teori, kebanyakan takut, akhirnya kan enggak jalan-jalan ya. Nah, orang Cina juga enggak malu mulai dari bawah. Mereka enggak gengsi kalau harus dagang kecil-kecilan dulu karena mereka percaya proses. Yang penting setiap hari ada progres, ada

8:32 yang diperbaiki, ada yang dipelajari. Makanya mereka bisa kuat di bisnis, enggak gampang nyerah, enggak gampang putus asa, dan selalu cari cara buat maju. Jadi, jangan takut mulai ya, Bro. Jangan tunggu modal gede dulu atau nunggu semuanya sempurna dulu. Mulai aja dari yang kecil. Jalan terus dan jangan berhenti. Karena yang bikin orang gagal itu bukan lambat tapi enggak jalan sama sekali. Gimana, Bro? Udah siap melangkah belum? Yang keempat, Xian Jin Wewang. Cash is king. Sianin We Wong atau Cash is king. Ini prinsip bisnis yang dipegang teguh sama orang Cina Tionghoa. Intinya mereka percaya tuh kalau duit tunai itu alias cash lebih berharga

9:19 daripada aset lain. Kenapa kayak gitu? Well, karena cash itu liquid alias bisa langsung dipakai kapan aja buat belanja stok, ekspansi bisnis atau bahkan nyelametin usaha kalau ada krisis. Makanya banyak pengusaha Tionghoa lebih suka transaksi tunai daripada kredit atau hutang. Mereka enggak mau ribet sama bunga atau cicilan yang bisa menghambat pertumbuhan bisnis. Coba perhatiin deh, banyak tuku milik orang Cina yang lebih suka bayar supplier cash daripada ngutang. Bahkan mereka sering kasih diskon ke pelanggan yang bayar tunai. Ini strategi biar arus kas mereka lancar dan enggak kejebak hutang. Dengan pegang cash lebih banyak, mereka bisa gerak cepat pas ada peluang bisnis baru.

10:06 Misalnya nih, kalau ada barang murah yang bisa dijual lagi dengan untung gede, mereka bisa beli langsung tanpa harus cari pinjaman dulu. Kalau mau mulai pakai strategi ini, pertama-tama lu harus jaga cash flow bisnis lo tetap positif. Artinya gimana? Jadi gini, pastiin lebih banyak duit masuk daripada keluar. Jangan kebanyakan gaya atau boros di awal. Misalnya langsung nyewa ruko mahal atau beli barang mewah buat pamer dari keuntungan bisnis yang baru merintis. Mending duitnya diputar lagi buat stok barang, marketing, atau ekspansi usaha. Orang Cina itu irit di awal. Bukan berarti pelit ya. Tapi mereka tahu bahwa duit yang dipakai buat berkembang itu

10:51 jauh lebih berharga daripada sekedar gaya. Jadi coba mulai deh belajar manajemen cash flow yang benar. pegang prinsip bahwa cash lebih berharga daripada sekedar aset yang enggak bisa langsung dicairin. Hindari hutang yang enggak perlu, putar terus modal, dan selalu siapin cadangan dana darurat. Dengan begitu, lu bisa gerak lebih fleksibel dalam bisnis dan enggak gampang tumbang kalau ada masalah. Setuju enggak, Bro? Yang kelima, CCP. Kenali diri dan pesaing. CJCP atau Kenali diri dan Pesaing. Ini salah satu strategi bisnis yang bikin orang Cina Tionghoa selalu unggul. Mereka tuh enggak asal jualan, tapi sebelum mulai bisnis, mereka udah ngulik duluan tuh kekuatan dan kelemahan mereka sendiri

11:38 sekaligus nyari tahu kelemahan pesaing. Enggak kayak orang lain yang nekad terjun ke bisnis tanpa persiapan. Nah, orang Cina selalu punya strategi yang bikin bisnis mereka beda dan lebih menarik buat pelanggan. Misalnya nih, orang Cina mau buka toko sembako, mereka bakalan nyari tahu dulu apa kelebihan mereka. Mungkin mereka punya koneksi supplier yang lebih murah atau bisa kasih layanan delivery yang toko lain enggak punya. Terus mereka juga bakalan riset pesaing alias cek toko sebelah. nyari tahu toko sebelah jual barang apa aja, harganya berapa, dan kenapa pelanggan pilih belanja di toko sebelah. Dari situ mereka bisa cari celah buat kasih sesuatu yang lebih atau beda dari toko sebelah. Misalnya kasih promo

12:23 bandling atau sistem langganan biar pelanggan balik terus. Orang Cina juga paham kalau bisnis itu bukan cuman soal harga murah, tapi juga soal nilai tambah. Kalau lu sekedar banting harga nih, lu bakal perang sama banyak pesaing dan akhirnya untungnya tipis banget. Makanya mereka cari cara buat bikin bisnisnya lebih menarik. Entah itu dari pelayanan yang lebih ramah, produk yang lebih lengkap, atau cara jualan yang lebih fleksibel. Contohnya nih, kalau pesaing cuman jualan offline, mereka bakalan jualan online juga biar jangkauan pembeli jadi lebih luas. Kalau mau pakai strategi ini, pertama-tama lo harus kenali diri lo dulu apa yang lo bisa, apa keunggulan lo dibanding orang lain. Terus mulai riset pesaing, gimana

13:10 cara mereka jualan, apa kelemahan mereka. Nah, dari situ lo bisa bikin strategi yang lebih kuat dan enggak gampang dikalahin. Jangan takut belajar dari pesaing, ya. Tapi jangan juga asal nyontek tanpa modifikasi. Bikin sesuatu yang unik biar bisnis lo lebih menonjol. Gimana, Bro? udah siap kenali diri dan pesaing loh. Yang keenam, dully schedule, mandiri dan tidak terlalu bergantung sama orang lain. Dully schedule atau mandiri dan enggak terlalu bergantung sama orang lain. Ini salah satu prinsip bisnis yang bikin orang Cina Tionghoa di Indonesia bisa sukses gila-gilaan. Mereka enggak nunggu bantuan orang lain buat maju, tapi justru nyari cara biar bisa berdiri sendiri. Makanya dari kecil mereka udah diajarin tuh buat kerja keras, belajar

13:57 dagang, dan ngelola uang sendiri. Mereka sadar kalau terlalu bergantung sama orang lain, suatu saat bisa mereka dijatuhin atau diambil alih. Jadi mereka selalu berusaha tuh agar punya kontrol penuh atas bisnis mereka. Coba perhatiin deh, banyak pengusaha Cina yang dari awal udah mulai dari nol. Entah itu jualan kecil-kecilan atau buka usaha sendiri tanpa modal dari bank atau pinjaman gede. Mereka lebih milih nabung sedikit demi sedikit buat ngembangin bisnis daripada harus minjam duit gede yang bisa bikin mereka ketergantungan sama utang. Contohnya gini, kalau ada yang mau buka toko kelontong, mereka bakal mulai dari warung kecil dulu lalu berkembang jadi toko lebih besar. bukan langsung buka supermarket dengan modal pinjaman gede yang bisa jadi beban di

14:43 kemudian hari. Selain itu, mereka juga enggak mau terlalu bergantung sama satu supplier, satu pelanggan, atau satu sistem aja. Mereka selalu punya alternatif biar kalau ada masalah nih bisnisnya tetap jalan. Misalnya nih, kalau mereka punya bisnis impor, mereka bakal cari beberapa supplier dari negara berbeda. Jadi kalau satu supplier gagal kirim barang, mereka masih punya cadangan dari tempat lain. Ini yang bikin bisnis mereka lebih tahan banting dibanding yang lain. Yang ketujuh, chill lawu chifu. Rajin bikin kaya. Chillu chifu atau rajin bikin kaya. Ini adalah prinsip yang udah mendarah daging di kalangan orang Cina Tionghoa. Mereka percaya tuh kalau lu mau sukses dan kaya, lu harus rajin kerja, rajin

15:30 belajar, dan rajin nyari peluang. Mereka enggak percaya sama jalan pintas yang instan, tapi lebih fokus ke usaha terus-menerus yang bakal ngasih hasil besar dalam jangka panjang. Makanya dari kecil mereka udah diajarin buat kerja keras. Bahkan anak-anak mereka banyak yang bantu bisnis keluarga sejak dini. Coba perhatiin deh, banyak orang Cina yang punya toko buka dari subuh sampai malam enggak ada kata capek. Bahkan kalau lu perhatiin nih, banyak dari mereka yang tetap kerja keras walaupun bisnisnya udah sukses. Bukan karena mereka pelit atau enggak mau menikmati hidup, tapi karena mereka tahu kalau bisnis itu harus terus dijaga biar makin berkembang. Contohnya gini, lu bisa lihat di pasar atau toko kelontong.

16:16 Pemiliknya selalu ada di tempat. Ngecek barang, melayani pelanggan, bahkan ikut bersih-bersih. Mereka enggak malas-malasan atau cuman duduk santai nunggu duit masuk. Strategi ini juga bikin mereka selalu selangkah lebih maju dari pesaing. Karena rajin, mereka lebih cepat nangkap peluang yang orang lain mungkin abaikan. Misalnya nih, ada tren bisnis baru, mereka bakal langsung cari tahu, belajar, dan nyoba eksekusi lebih dulu sebelum orang lain kepikiran. Contoh lainnya nih, kalau ada pelanggan baru, mereka bakal rajin ngejaga hubungan baik biar pelanggan itu loyal dan terus belanja di tempat mereka. Rajin di sini bukan cuman soal fisik, ya. tapi juga soal strategi dan konsistensi. Kalau mau pakai strategi ini ya lu harus mulai dari kebiasaan

17:03 kecil dulu. Bangun lebih pagi, kerja lebih giat, dan jangan malas belajar. Kalau punya usaha, pastiin lu beneran turun tangan buat ngejalanin, bukan cuman ngasih perintah ke orang lain. Jangan gampang nyerah kalau ada masalah, tapi cari cara buat ngatasinnya. Yang penting adalah disiplin dan konsisten. Karena rajin doang enggak cukup ya kalau lo enggak konsisten dalam bisnis. Yang kedelapan Rushi Chen Mai. Jaringan adalah aliran uang. Rand my chen my atau jaringan adalah aliran uang. Ini prinsip bisnis yang dipegang erat sama orang Cina Tiona. Buat mereka bisnis itu bukan cuman soal jualan barang atau jasa, tapi juga soal relasi. Semakin luas jaringan l, semakin gampang lo dapat peluang

17:48 cuan. Orang Cina paham banget nih kalau kenal orang yang tepat bisa bikin bisnis lancar, dapat supplier murah, dapat pelanggan loyal, bahkan bisa dapat investor kalau mau ekspansi. Makanya mereka selalu jaga hubungan baik sama siapapun dari supplier, pelanggan sampai kompetitor. Lu pasti sering lihat kan kalau orang Cina tuh sering nongkrong bareng, ngobrol santai sambil makan. Tapi sebenarnya mereka lagi bangun koneksi. Mereka enggak sekedar jualan ke orang asing, tapi ngebangun hubungan jangka panjang. Misalnya nih, kalau lu punya toko elektronik dan lu kenal orang yang sering butuh gadget buat kantornya, lu bisa jadi supplier tetapnya. Bahkan kalau dia punya teman yang butuh barang yang sama, dia bakal rekomendasiin lu. Dari satu orang lu bisa dapat banyak

18:34 pelanggan baru. Keren banget, kan? Kalau mau pakai strategi ini, lu bisa mulai dengan kenalan sama banyak orang di bidang lo saat ini. Ikut komunitas, datangin acara networking, atau bahkan sekedar ngobrol sama orang-orang di sekitar. Jangan pelit buat berbagi info atau nolong orang. Karena makin banyak lo bantu, makin banyak orang yang ingat sama lo dan bisnis lo. Orang Cina tuh jago banget dengan sistem lo untung, gua untung. Jadi, mereka enggak segan tuh buat kasih rekomendasi atau bantuin temannya biar dapat deal bagus. Orang Cina juga ngerti banget pentingnya kepercayaan dalam bisnis. Sekali lo dipercaya, pelanggan bakal balik lagi dan lagi. Makanya mereka selalu jaga nama baik dan lebih milih untung dikit tapi pelanggan setia beli di tempatnya

19:20 daripada untung gede tapi cuman dibeli sekali doang. Well, itulah delapan strategi bisnis orang Cina Tionghoa. Apakah lu ada tambahan tentang strategi bisnis orang Cina Tionghoa? Kalau ada share ya. Lu punya pendapat lain soal topik ini atau ingin request hal-hal yang mau kita bahas di channel Uang Alir Terus? Boleh juga tuh. Jangan lupa like dan share jika bermanfaat dan subscribe untuk dapetin update video-video berikutnya. See you guys on the next

Share

Ringkasan Video YouTube