0:00 Hari ini kita akan belajar, kita akan melihat sesuatu yang ilahi yang Tuhan mau kerjakan di dalam hidup kita. Karena perjalanan kekristenan kita ini tambah tua. Harusnya seperti Yesus tadi yang semakin bertambah dan hidup kita yang semakin di belakang. Artinya kita mati terhadap diri kita sendiri dan Kristus yang muncul manifestasi dalam sikap, tindakan dan perbuatan kita. Amin. Harusnya dan orang harusnya berjalan bersama Tuhan tambah hari kan bertambah-tambah. Tambah hikmat, tambah pengertian, tambah kuasa, tambah pengaruh, tambah otoritas, tambah penguasaan diri. Karena ke mana
0:47 kita berjalan bersama Tuhan, tentunya Tuhan akan proteksi, jagain, lindungin, dan Tuhan akan bawa terus semakin hari kita diubahkan menjadi serupa segambar dengan Tuhan. Orang yang berjalan bersama Tuhan setiap hari memberi dirinya, mendedikasikan hidupnya berjalan bersama Tuhan kan otomatis semakin serupa segambar dengan Tuhan. Gak mungkin tambah tua tambah pikun. Gak mungkin tambah tua tambah stres. Gak mungkin tambah tua tambah bawel, cerewet. Gak karu-karo. Gak mungkin. Karena tambah tua tentunya semakin menjadi serupa segambar dengan Tuhan. Karena kita semakin hari diubahkan dari kemuliaan satu pada kemuliaan yang lain. Kita diubahkan dari glory from glory to glory. Dari iman satu keada iman yang lain. Semakin hari perjalanan kita semakin menjadi serupa segambar dengan
1:34 Tuhan. Tapi kita seringki temuin orang Kristen rajin ibadah tambah umur tambah cerewet. Tambah umur tambah tersinggung. Tambah umur kelakuannya kayak setan. tambah umur bikin trouble di mana-mana. Kenapa? Karena enggak menyeleraskan dirinya jalan sama Tuhan, karakter, sikap, dan tindakannya. Mereka hanya sekedar ibadah. Dia pikir kalau sudah ibadah saya sudah menyembah Tuhan. Sudah selesai. Padahal waktu kita datang ibadah seperti ini, kita dengar firman, kita dengar firman tadi kita bawa pulang, kita praktikkan kekristenan kita dalam keluarga kita, di lingkungan kita, di tempat kita kerja, di pertemanan kita, di persahabatan kita, di lingkungan kita bersama dengan anggota gereja. Bapak Ibu, banyak orang berpikir kalau sudah ibadah selesai dengan
2:21 ibadahnya yang penting aku dengan Tuhan. Padahal hukum yang pertama, kasihlah Tuhan Allah-mu dengan segenap hatimu, segenap kekuatanmu, dan segenap akal budimu. Ada hukum yang kedua yang kembar siam. Hukum pertama dan hukum kedua itu kembar siam. Gak bisa dipisahkan. Setelah mengasihi Tuhan ada dampaknya kita mengasihi sama kita. Kasihlah samamu seperti dirimu sendiri. Ini kan gak gampang. Kalau kita mengasihi orang yang baik, yang baik sama kita, hormat sama kita, kan mudah. Betul apa enggak? Tapi bagaimana kalau kita mengasihi, suruh mengasihi orang yang menyebalkan? Enak apa enggak? Enggak. Yang menyebalkan, yang ngeselin. Kata orang Surabaya yang bencekno, yang seringkiali nyakitin, seringkiali ngomongnya ketus jahat. Tapi kita kan
3:06 harus tetap sama hukum tadi. Kasihlah sesamamu. Itu enggak ada pilih kasih, suruh yang baik saja loh. Termasuk yang menyebalkan, termasuk yang bencekno. Betul apa enggak? Betul. Harus mengasihi seperti diri kita sendiri. Gak mungkin orang itu mau mau potong tangannya sendiri. Wah, gua bosan nih sama tangan gua potong aja. Itu kan artinya enggak mengasihi diri sendiri. Betul apa enggak? Iya. Enggak mungkin orang mau menyakitin dirinya sendiri kecuali orang psikobat loh. Orang sudah putus asa mau bunuh diri. Itu lain cerita. Tapi kalau real manusia yang normal dan sehat, dia mengasihi. Bahkan ibu-ibu seringkiali ke salon faal bahkan pengin kelihatan muda. Suntik steam cell. Terus lagi ke Korea, operasi plastik dan
3:53 lain sebagainya. Pengin kenapa? Pengin kelihatan cantik, pengin kelihatan muda, pengin kelihatan keren. Dan kita pun selalu pakai baju yang e bagus, yang nyaman, yang enak. Kalau bisa ada duit beli baju yang mahal, sepatu yang mahal, semuanya yang serba mahal. Karena apa? Kita mengasihi diri kita sendiri. Gak mungkin kita mau enggak mau ngasihin diri sendiri adalah aku pakai baju gembel serampangan. Gak mungkin, kan. Hal yang sama itu juga berlaku untuk orang-orang di sekitar kita yang menyebalkan. Kan kita disuruh mengasihi sesamamu seperti diri kita sendiri kan. Iya. Termasuk orang yang jengkelin tadi. Ini kan gak mudah. Bagaimana kita bisa bereaksi benar seperti yang Tuhan mau.
4:39 Jadi perjalanan hidup kita bersama Tuhan tambah hari tambah diubahkan. Tambah hari tambah diubahkan tergantung dari apa yang kita dengar. Apa yang kita lihat, apa yang kita renungkan, itu kan manifestasi dalam praktik hidup kita hari-hari. Mata kita, telinga kita ini adalah pintu gerbang masuknya semua informasi yang akan disimpan di dalam hati kita. Dan apa yang di dalam hati kata kitab Matius akan memancar keluar. Makanya kitab Amsel katakan, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan." Sebab dari sana akan terpancal keluar kehidupan itu yang seperti Kristus harusnya memancar. Tergantung apa yang kita terima loh. Kalau kita seringki diperlakukan buruk dan enggak bisa
5:24 mengampuni, kita kan akhirnya nyimpan yang buruk kan. Nah, orang yang cenderung disakitin terus gak mau melepaskan pengampunan manifestasinya kan dia terluka di dalamnya. Kalau orang terluka belum disembuhkan ujungnya apa? ngelukain orang lain. Bagaimana bisa bertumbuh ke arah Kristus? Bagaimana bisa semakin kuat kalau orang-orang seperti ini? Nah, kita ini kita kan sudah menghitung mundur ini, bukan menghitung maju ini. Kita waktunya kita hitung mundur. Berapa lama lagi Tuhan berikan waktu sama kita? Betul apa enggak? Saya sudah di atas 40. Ngitungnya juga mundur. Tuhan kau berikan kesempatan berapa tahun lagi aku hidup ini? Bukan lagi seperti umur 30, 20 kan kita ngitungnya wah masih
6:10 powerful. Kita sudah mulai banyak tubuh kita ini semakin merosotkan. Dulu pakai apa tasnya isinya apa? Bulgari, Cenel, Luis Vitong dan lain sebagainya. Sekarang banyak minyak angin, balsem dan lain sebagainya. Karena tubuh kita sudah mulai merosot. Dikit-dikit masuk angin, kekerja capek sedikit kok ngos-ngosan. Karet semakin merosot ya. Justru karena kita sadar diri tubuh kita ini semakin merosot, kita mau pakai hidup yang ada ini begitu powerful, begitu bermakna setiap harinya. Seperti kitab Mazmur katakan, "Ajar aku Tuhan menghitung hari-hari supaya aku beroleh bijaksana." Kita habiskan setiap waktu yang Tuhan percayakan hari ini jadi berkat. Amin.
6:57 Ketemu siapap pun jadi berkat. Jadi ketemu anak, ketemu cucu, mantu, jadi berkat, ketemu teman, sesama gereja jadi berkat. Dan itu kan dimulainya yang dari dalam semua informasi yang kita terima itu harus sejalan dengan firman. Kalau enggak sejalan dengan firman, jangan diterima, jangan disimpan. Apalagi perkataan buruk orang lain, perlakuan buruk orang lain enggak disimpan. Tidak perlu disimpan. Tapi yang jadi masalahnya daging kita suka menerima hal yang buruk dan kita simpan. Benar enggak? Kalau orang puji kita besok lupa. Tapi kalau ada orang ngomong nyakitin yang ngomong bisa lupa loh 5 menit kemudian kita bisa ingat bertahun-tahun loh. Benar apa enggak? Kecenderungan di area diri kita ini sering menyimpan
7:45 sesuatu yang buruk. Makanya orang dunia bad news jadi good news. Kalau kita nonton TV ceritanya kan bad news. Semuanya insiden lah, inilah, pemberontakanlah, peperangan. Apalagi sekarang Timur Tengah lagi bergejolak dengan Iran dan lain sebagainya. Kita nontonnya kan senang itu. Padahal kan bad news itu orang saling bunuh-bunuhan kok apa berita baiknya? Tubuh kita ini seperti punya sensor. Kalau dengar berita buruk itu senang sekali. Dan ternyata berita buruk tadi itu tidak membawa kebaikan dalam hidup kita. Injil isinya kabar baik. Amin. Katakan kabar baik. Amin. Kabar baik. Saya mau terima kabar baik. Saya mau terima kabar baik. Saya mau tolak kabar buruk. Saya
8:30 mau tolak kabar buruk. Kita senangnya suka ngerasain orang kadang ya kan? Tapi di sini kayaknya enggak ada ya? Enggak ada. Enggak ada. Ngomongnya baik-baik semua. Haleluya. Kita enggak pernah ngomongi kelemahan orang lah pokoknya lah ya kan di sini ya kan? Tapi daging kita kalau dengerin, "Oh, dia begini loh. Oh, dia begitu senang kan? Ada gosip siapa gitu. Woh senang tuh. Daging itu seperti nagih dengan hal seperti itu. Nah, itu kita perlu kendalikan loh. Kita mesti buang semua informasi buruk. Kalau informasi tadi buruk, kita simpan nanti keluarnya yang disimpan di perbendaraan hati kita buruk juga. Akhirnya keluar dari bampir kita buruk. Tapi kalau yang kita ingat tadi yang kita masukin dalam diri kita adalah
9:16 firman Tuhan, tambah hari kita berjalan bersama Tuhan. Tambah hari tambah hidup dipimpin Tuhan. Tambah hari kita semakin serupa dengan Tuhan. Kira-kira hidup kita setiap hari berjalan sama Tuhan sehat apa enggak? Sehat. Segar apa enggak? Segar. Sekarang kita lihat di Mazmur pasal yang ke-92 ayat yang ke-12. Mazmur 92 ayat yang ke-12 mulai. Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma. Kalau pohon kurmanya bertunas ini bertumbuh sehat apa enggak nih? Sehat. Saya saya lagi tanam pohon alpokat sama pohon jambu sama pohon apa ya? Rambutan itu totalnya hampir 50 pohon. Saya perhatikan. Oh, bagus nih. Terus ada
10:02 satu pohon, dua pohon ya. Saya saya cek sama istri saya, "Ini enggak bagus nih. Saya bongkar tanahnya, pertumbuhannya enggak bagus ini. Saya ganti pakai kotoran hewan, saya pupuk tanahnya sering saya siramin dan lain sebagainya. Tapi orang benar bertunas seperti pohon kurma." Artinya ini tumbuh sehat. Ini kekristenan kita kalau tumbuh sehat itu semakin bertumbuh ke arah Kristus. Bukankah tambah hari kita dengar firman semakin diubahkan kita semakin tahu, "Oh, ini enggak benar nih. Oh, ini enggak berkenan nih. Saya enggak mau lakukan nih." Tiba-tiba Bapak-bapak, Ibu-ibu ketika tanpa sengaja bikin dosa, apapun namanya ada perasaan gak enak yang di dalam sini. Pernah ngerasain itu? Rasanya kok tertuduh ya? Rasanya kok tertemplak. Kalau itu kita responi
10:50 dengan baik, artinya kita masih merasakan seperti itu. Manusia rohani kita itu normal. Tapi kalau kita sudah melakukan dosa, tapi kita kebal, woh enggak biasalah, enggak apa-apalah, itu bahaya. Artinya rohani kita enggak tumbuh di dalam Kristus. Orang yang bertumbuh ke arah Kristus itu punya sensor bahasa saya sensor rohani. Ketika kita melakukan sesuatu yang berkenan di hadapan Tuhan, kita tahu membedakannya mana yang baik, berkenan dan sempurna. Apalagi yang berdosa. Ketika kita melakukan berdosa, ada perasaan gak enak. Oh, ini nyakitin hati Tuhan. Semakin kita jalan sama Tuhan, kita semakin peka. Oh, ini enggak benar nih. Oh, ini berkenan nih. Kok aku tadi tanpa sadar kita ngobrol-ngobrol bareng begini, ngobrol di kafe, ngobrol di mana, ngobrol sama teman-teman. Tanpa sadar
11:35 kita menyombongkan diri. Seringkiali kan seperti itu kan. Terus pulang kok rasaku enggak enak ya. Saya sering ngomong sama istri, "Anh hatiku kok gak enak ya? Kenapa ya?" "Saya cek diri saya. Jangan-jangan saya ada dosa lidah tadi. Jangan-jangan saya menyombongkan diri. Karena kecenderungan manusia menyombongkan diri, kan. Nah, kalau kita masih memiliki sensor seperti itu, kepekaan seperti itu, kita itu tandanya bertumbuh sehat di dalam Tuhan. Tapi kalau kita ditegur gak terima, ngamuk, ngambek, terus di sisi lain melakukan dosa, melakukan kejahatan, apapun yang kita perbuat kita ah cuek ajaalah. Enggak ada rasa tertuduk, enggak ada rasa tertemplak, diinsafkan Roh Kudus cuek-cuek saja. Itu yang bahaya. Tapi kalau orang yang bertumbuh, dia tahu semakin hari semakin memiliki
12:23 kepekaan dengan Tuhan. Semakin tua semakin penuh hikmat. Bukan semakin pikun, semakin tajam. Katakan amin. Amin. Saya ngomong sama istri saya, banyak hamba Tuhan di Indonesia yang tua yang dulu mudanya diurapin Tuhan luar biasa, powerful urapannya. Kok semakin tua semakin redup? Kenapa? Pasti ada sesuatu yang salah dengan Tuhan. Hubungannya mungkin enggak memaintain pengurapan itu. Saya ngomong sama istri, saya pengin semakin tua semakin tajam. Khotbah saya tajam. Hikmat saya mengalir, pewahyuan mengalir, urapan semakin tajam. Kita pengin ngalami bersama Tuhan semakin dipenuhi dengan hikmat, pengertian, dan pengetahuan. Amin. Amin. Lihat.
13:08 Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma. Akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon. Ketika saya cek pohon saya, salah satunya ini kok daunnya keriting. Kenapa ini? Ternyata saya dulu salah tanam, suruh tukang kebunnya tanam. Ternyata kan kita beli pohon nih, ternyata kan dibungkus pobag. Pobag-nya enggak diangkat. Oh, saya bilang ada tujuh pohon atau 8 bol tak bongkar lagi. Padahal sudah tanam 3 bulan lebih ya kan. Saya bongkar lagi terus plastiknya saya ambil akhirnya saya pupuk, saya siramin dan lain sebagainya mulai bertunas tumbuh akarnya. mulai kuat akarnya mulai c bisa cari makanan dan sekarang mulai rimbun beberapa pohon
13:55 sudah mulai berbuah ya luar biasa jambunya mulai berbuah kemarin ya bunganya banyak sekali karena bertumbuh ini orang yang benar itu bertunas seperti pohon kurma akan tumbuh subur bukankah orang yang ditanam di pelataran bait Allah dia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air yang akan berbuah pada musimnya i Orang ngapain itu? Orang yang merenungkan kitab Taurat siang dan malam loh. Orang yang berada di dalam hadirat Tuhan, hatinya terkoneksi dengan Tuhan secara manusia rohnya dia akan bertumbuh terus. Seperti sebuah handphone ini kalau baterainya habis harus diapain? Dicas. Dicas. Terhubung dengan sumbernya. bertambah-tambah kekristenan kita ini
14:40 kalau terhubung dengan sumber kehidupan namanya pribadi Tuhan yang kita kenal hari ini namanya Yesus Kristus yang menyertai kita namanya Roh Kudus kita terhubung hati kita ini terkonnect semakin hari semakin powerful bukan semakin letoi punya kekuatan, punya kemampuan, punya hikmat dan pengertian bertumbuh kuat dan harus tinggal di dalam firman. Renungin firman siang dan malam. Jangan renungin perkataan buruk orang lain. Kitab Mazmur katakan, "Orang yang merenungkan kitab Taurat ini siang dan malam akan seperti pohon ditanam aliran semakin kuat." Yohanes pasal yang
15:26 ke-832. Kebenaran yang kita mengerti kebenaran itu akan memerdekakan kita karena kita kuat tertanam di dalam Tuhan. Semakin powerful, kuat, kokoh, teguh. Dihantam masalah tenang, dihantam tekanan enjoy, diperlakukan buruk orang lain, tidak terlalu pusing. Tapi orang yang gak kuat disenggol sedikit tereak histeris kayak orang enggak kenal Tuhan. Benar apa enggak? Orang yang gampang panik, orang yang gampang stres, orang yang gampang khawatir karena tidak berakar kuat di dalam Tuhan. Istilah orang dunia, pohon semakin tinggi, anginnya semakin besar dan akarnya semakin kuat, pohon itu
16:13 tidak akan mudah rubuh. Betul apa enggak? Kalau kita berakar kuat di dalam Tuhan, kita tahu persis ketika ngadapin masalah ayat yang mana, pasal yang mana yang harus kita kerjakan dan lakukan. Orang kayak begini akan jadi problem solver, akan jadi jawaban bagi semua orang karena dia tahu apa yang harus diperbuat, apa yang harus dilakukan, apa yang harus diputuskan tepat sesuai dengan firman Tuhan. Amin. Amin. Jadi tambah tua tahu ini ngadapin begini firman Tuhan ngomong begini aku lakuin aja. Lihat tunggu hasilnya. Bagian kita nghidupin firman. Lakuin firman. Waktu kita lakuin firman, Tuhan yang akan buat sesuatu berhasil dalam hidup kita. Amin.
17:00 Tapi kalau kita ini enggak tahu ngadapin begini gimana ya cari pendeta terus. Saya enggak habis pikir orang yang semakin tua ketika ngadapin masalah cari pendeta. Pendeta bukan jalan keluar. Yesus yang jadi keluar jalan keluar. Firman yang sudah diberikan ini menjadi jalan keluar bagi hidup kita. Jadi ketika kita ngadapin masalah tekanan, kita tahu ini apa yang harus perbuat. Firman ngomong apa? Lakuin aja. Kok belum ada jalan keluarnya lakuin aja nanti Tuhan yang bekerja. Kira-kira tambah pintar enggak orang yang seperti ini? Kita lihat hasilnya. Mereka yang ditanam dibait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita. Powerful. Orang yang tinggal di dalam hadirat Tuhan, dia
17:45 akan semakin bertumbuh, pengaruhnya semakin bertumbuh, otoritasnya semakin bertambah hikmatnya semakin bertambah penguasaan dirinya semakin bertambah. Yang tinggal di dalam hadirat Tuhan, saya sudah pernah ngomong di tempat ini, cara tercepat untuk kita pikul salib, sangal diri, mati daging adalah setiap hari terkoneksi dengan Tuhan. masuk dalam hubungan kedalaman dengan Tuhan. Karena waktu kita masuk kedalaman hubungan dengan Tuhan memiliki hubungan dimensi yang dalam dengan Tuhan. Sebelum kita masuk memiliki hubungan dimensi yang dalam dengan Tuhan kan kita koreksi diri kita sendiri. Bagaimana mungkin kita baru maki-maki orang bisa berdoa? Tertuduh kan? Harus diberesin dulu kan.
18:30 Bayangin kalau kita setiap hari terkonnect dengan Tuhan ketika bikin kesalahan, wah ini enggak benar ini. Saya mesti bertobat nih. Saya ingin bertobat. Bertobatnya kan rutin setiap hari kan. Lama-lama kan takut mau melakukan dosa, takut menyakitin perasaannya Tuhan. Benar apa enggak? Iya. Ini para ibu-ibu yang masih punya suami atau bapak yang punya istri karena kita mencintai pasangan hidup kita, kita enggak mau sengaja mau nyakitin pasangan kita kan. Iya. Hanya suami atau istri yang agak sedikit gila yang mau sengaja ngebukin istrinya. Betul atau ngebukin suaminya? Betul apa enggak? Iya. Yang manusia normal. Normalnya manusia semakin hari semakin sayang sama pasangan hidupnya. Amin. Amin. Amin. Gak mungkin dengan sengaja lah. Kita tiap hari cinta Tuhan
19:16 ngakunya. Tapi kalau sikap dan tindakan kita nyakitin Tuhan, kita cinta Tuhan apa enggak? Ya palsu. Haleluya. Di gereja, di ibadah, tapi praktik hidupnya enggak mencintai Tuhan kan cintamu palsu dan bohong. Kita ngomong dengan pasangan kita, "Aku cinta kamu. I love you cintaku, negeriku, rayuan Pulau, Kelapaku." Muah muah mah. Tiap baru dicumin. Tapi di luar sana punya selingkuhan. Cintanya palsu apa enggak? Palsu. Palsu lah. Nek kita bilang cinta Tuhan tapi kita enggak melakukan kebenaran firman Tuhan, palsu cinta kita. Karena kitab Yohanes katakan, "Kalau kamu mengasihi aku, kau melakukan firmanku." Dengan waktu kita mencintai Tuhan tadi masuk dalam dimensi kedalaman. Lama-lama kita enggak mau nyakitin hati Tuhan. Otomatis itu akhirnya kita memiliki hikmat,
20:03 pengertian, pengetahuan perkara rohani semakin ditambah-tambahkan kan. Dan dampaknya lihat apa ini kita lihat nih dampaknya di ayat yang ke-14 kita katakan sama-sama 2 3 pada pada masa tua pun mereka masih berdua gemuk dan ini bukan obesitas loh ya gemuk ini penuh dengan hikmat pengertian ini gemuk ini bukan obesitas loh malah penyakitan diabetes ini. Kalau gitu dilihat pada masa tua tambah tua mereka pun masih berbuah. Powerful enggak? Ini ada buah Roh Kudus. Buah Roh Kudus adalah hasil kerja sama kita berjalan setiap hari bersama Roh Kudus. Akhirnya manifestasinya apa? Buah
20:48 Roh Kudus dalam hidup kita. Ada penguasaan diri, ada pengendalian diri, ada kasih dan lain sebagainya. Powerful enggak ini? Tambah tua kita tambah berbuah jadi berkat. ketemu ngopi sarapan di kayak kuntus ketemu teman-teman eh diajak ngobrol dia lagi mukanya bermuram durja kenapa kamu kita ajak ngobrol eh diberkati dengan perkataan kita seperti kemarin kita naik waktu mau ke airport dari Jakarta ke Soekarno Hatta yang kita pesan Grab ternyata dulunya dia orang Kristen terus menikah dengan orang seberang dia pindah agama Terus dia putus asa hidupnya karena ditinggal
21:33 istrinya. Dia putus asa. Yang penting aku mati saja. Sepanjang jalan saya injilin, saya omongin kebenaran, saya ajarin firman Tuhan sampai kita turun. Ya dibilang, "Thank you ya, Pak. Nanti kita ketemu lagi." Kita ke mana pun pergi bisa jadi berkat. Amin. Tidak ada alasan. Wah, aku sudah tua, aku sudah umur 60, aku nomor 7. Tidak ada alasan. Alkitab katakan semakin tua mereka masih berbuah. Tidak ada alasan tambah tua tambah cerewet. Berbuah penguasaan diri. Amin. Amin. Ini biasanya kalau kita temuin orang-orang dunia, orang-orang dunia gak kenal Tuhan kita perhatikan ya. Enggak di MRT lah, enggak di bus lah, enggak di jalanan, enggak di Jakarta, enggak di
22:20 Singapura, enggak di Norwegia, enggak di Amerika, sama tambah tua, rata-rata tambah cerewet dan pikun. Tapi kita hari ini yang memiliki hubungan yang dalam dengan Tuhan, yang ngerti firman Tuhan, tambah tua, berbuah lebah, jadi berkat. Amin. Amin. Amin. Lihat lagi menjadi gemuk dan segar. Kalau mukanya sayur, datang ke gereja mukanya begini, ini segar apa enggak ini? Jalan jalannya begini nih. Dia aduh aku pusing aku. Terus jalannya kenapa itu pengkor nih poyoku nih? Aduh. Terus kenapa itu kok kamu mukanya enggak segar-segar banget itu? Kenapa itu? Aduh ma cucuku ribut lagi mantuku gegeran.
23:06 Alkitab katakan ya pada masa tua pun mereka masih berbuah gemuk dan segar. Segar ketemu Pak Jim. Segar tambah tambah ganteng. sama tua ya. Hah. Amin. Amin. Amin. Amin. Kemu pasar ini. Waduh kok tambah tua tambah keren ya. Tambah powerful ya. Woi. Karena apa? Tambah tua tambah segar. Gemuk sehat segar. Gemuk berbicara tentang berkat loh. Bukan tambah kekurangan. Melarat miskin menderita. Punya ratusan ribu. Amin. Ratusan ribu Singapura dolar punya jaminan hidup diberkati. Amin.
23:53 Karena kita berjalan sama Tuhan, ada jaminan di masa yang ke depan. Amin. Amin. Tahu enggak Tuhan itu beri jaminan dalam hidup kita? Tahu enggak jaminannya Tuhan dalam hidup kita apa? Semua kebaikan Tuhan yang pernah dia lakukan di masa muda kita. Kan pernah ngalami masa muda kan? Yes. Dari umur 15, 20, 30, 40, 45, 50. Lihat perjalanan bersama Tuhan. Pernah sakit disembuhkan. Betul. Pernah gebentur tembok enggak tahu jalan keluarnya eh Tuhan buat mukjizat. Amin. Betul enggak? Pernah enggak punya duit eh tiba-tiba Tuhan bikin sesuatu yang ngilai dan dikirim Singapura dolar berkelimpahan. Pernah Tuhan lakukan kan di masa lalu. Itu yang menjadi jaminan masa depan
24:38 kita. Keren enggak Tuhan kita? Keren. Powerful. Terus lihat ya. Jadi orang yang berjalan bersama Tuhan setiap hari itu diproteksi, dijagain, dilindungi, dan dia akan menjadi berkat. Tuhan panggil kita ini menjadi serupa segambar dengan Tuhan. Tujuan utamanya bukan untuk lebih keren dari orang lain, bukan untuk lebih mudah, lebih urapan, lebih paru dari orang, bukan. Panggilan pertama kita dirubah menjadi serupa segambar dengan Tuhan dulu baru kita akan dibawa ngerti maksud dan tujuan kita dipanggil untuk jadi berkat bagi banyak orang. Amin. Katakan amin. Amin. Berkat bagi banyak orang termasuk banyak hal loh ini loh. Mau hikmat, pengertian,
25:24 pengetahuan, syukur-syukur kita dipercayakan berkat kita bisa kasih berkat secara finansial kepada orang. Nah, kita tidak bisa memberi dari apa yang kita enggak punya kan. Kalau kita dipanggil jadi berkat, tentunya kita diberkatin dulu. Amin. Keren enggak jaminan Tuhan? Amin. Karena kita saya enggak bisa beri Aqua kalau saya enggak punya Aqua. Saya punya Aqua dulu saya berbes Aqua. Bukan Aqua ini mereknya Elemen. Elemen mereknya di Indonesia terkenalnya Aqua ya. Ya kan atau L minerale. Saya punya dulu baru saya beri. Kalau Tuhan janji kita dipanggil untuk menjadi berkat, artinya Tuhan pasti berkatin kita. Amin. Amin. Kita lihat lagi ayat yang terakhir. Katakan yes gitu. Ini ayat yang terakhir. Yes. Loh, kok lemas ya?
26:09 Mau dengar khotbah terus kelihatannya enggih. Untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar, bahwa ya gunung batuku dan tidak ada kecurangan daripadanya. Tahu enggak? Panggil di panggilan panggilan hidup kita ini tadi dibawa berjalan bersama Tuhan setiap hari. terus tiap hari ngalami perjalanan hidup yang jadi berkat, yang berbuah yang segar tadi. Tuhan punya maksud untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar menjadi kesaksian bagi banyak orang, gunung, batuku dan tidak ada kecurangan daripadanya. Tapi kalau hidup kita susah, kita mau kesaksian apa?
26:55 Betul apa enggak? Naik hidup kita penyakitan. Nah, terus banyak gara-gara saya pernah sakit enggak bisa jalan 11 hari ngalami badan saya waktu itu gemuk sekali terus Tuhan bikin mukjizat saya kan bisa kesaksian oh Tuhan tuh baik loh pulihkan saya loh siapa yang pernah sakit dan disembuhkan Tuhan dan akhirnya kita bisa kesaksian eh kamu sakit aku pernah ngalami kayak gitu Tuhan sembuhkan kok saya emang dulu pernah ngalami masa-masa sulit dan Tuhan bikin breakthrough rasanya waktu ngalami masa sulit kan rasanya nya enggak mampu ngaku gimana toh Tuhan kok Tuhan kok kayak begini eh waktu setelah Tuhan bikin breakthrough baru kita bisa kesaksian sama orang kan benar apa enggak aminar nah perjalanan-perjalanan tadi itu sebenarnya ngajarin kita untuk kita bisa
27:43 memiliki kesaksian tentang perjalanan kita bersama Tuhan jadi berkat bagi banyak orang. Amin. Amin. Amin. Kalau hari ini ngadapin hal-hal yang buruk, nikmatin, enjoy. Karena Tuhan sedang ngajarin sesuatu untuk kita punya kesaksian. Lek hidup kita nih flat nih. Everything is ok. Kita mau kesaksian sama apa? Sama orang. Pak, bersaksi, "Pak, apa ya? Biasa aja hidupku." Benar enggak? Tapi waktu kita ngadapin tentang tantangan, goncangan, enggak jelas hidup, pokoknya ruwet-ruwet tadi, terus kita lepaskan. Uhuh. Aku mau kesaksian. Kenapa? Kemarin loh aku ngalami masa berat. Eh, ternyata Tuhan bikin semua. Tuhan baik loh. Benar enggak sesuai firman ini? Benar. Kenar. Keren kan?
28:28 Hanya pas menghadapainya hati kita ini kan tersayat-sayat, tergoncangkan. Benar apa enggak? Benar. Waktu kita disakitin orang terus kita bisa mengampuni. Waktu mengampuninya itu kan berjuang kan. Tapi setelah waktu itu berlalu, terus ada orang punya pengalaman kayak kita, "Aku kesal sama hah itu mah kecil." Kok kamu bilang kecil? Aku pernah disakitin mirip lebih parah dari kamu. Aku bisa ngampunin kok. Ngerti enggak? Jadi Tuhan itu ngajarin kita tuh lewat semua kejadian yang kita alami dan respon hati kita harus fokus ke Tuhan dan ujungnya kita memiliki kesaksian yang powerful bersama Tuhan. Tambah tua, tambah keren kan? Benar apa
29:16 enggak? I tambah tua orang kan bisa melihat, "Waduh, hidupku ini kok tadi berkat ya, hidupmu kok bisa tenang kayak begitu ya?" Kamu pengin tahu sini tak ajarin kita diajak duduk kita injilin kita ketemu teman-teman masa lalu, teman-teman kantor teman-teman apapunlah teman-teman ngopi yang enggak kenal Tuhan yang masih mereka orang dunia kok hidupmu tambah tua kok tambah enjoy begini apa rahasianya sini tak ajarin kita beritakan firman jadi berkat amin amin tambah tua tambah tajam tambah diberkati tidak pikun tidak encok tidak remantik, tidak begelinu, tidak cerewet, tapi penuh penguasaan diri. Semakin
30:02 menjadi serupa segambar dengan Tuhan. Amin. Amin. Diberkati. Amin. Kita berdoa. Tutup matamu. Tutup Alkitab. Bapa, terima kasih buat firman-Mu. Kami materikan dengan dal anak domba. Firmannya nempel dalam hati kami berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan. Berkati setiap kami semuanya yang belajar firman ini. Tuhan campur tangan. berikan kemampuan kami berjalan sesuai firman-Mu, sesuai ketetapan-Mu. Sampai garis akhir kami tetap segar, kami tetap sehat, kami berbuah, kami penuh penguasaan diri, kami diberkati tidak kekurangan. Kami sampai masa tua melakukan semua yang Tuhan tetapkan. Finish well, finish strong. Terima kasih Tuhan sampai garis akhir kami pengin
30:48 didapati menjadi orang kesayangan-Mu. Terima kasih. Kami kembalikan segala hormat, pujian, pengagungan buat Raja kami yang maha mulia. Dalam nama Yesus yang diberkati Tuhan katakan amin. God bless you.