0:00 [Musik] Shalom. Shalom. Bagaimana kabarnya hari ini? Luar biasa. Walaupun lagi ada masalah, luar biasa. Amin. Puji Tuhan. Itulah umat yang berkemenangan. Amin. Kita bilang Tuhan luar biasa. Sekalipun kita lagi ada masalah. Bagaimana kita mengikut Tuhan itu bicara tentang penderitaan. Ketika seorang Farisi ahli Taurat berkata, "Aku ingin mengikut engkau, Yesus." Yesus enggak ngomong gini. Ayo, nanti kamu akan diberkati. Nanti kamu akan mengalami kelimpahan. Nanti kamu akan gini dengan bersemangat ya. Orang Farisi ahli Taurat ini berkata, "Aku mau ikut ke mana saja
0:47 engkau pergi." Tapi seperti disiram oleh air es satu ember. Tuhan tuh bilang gini, "Kamu mau ikut aku? Serigala punya liang, burung punya sarang, tapi aku gak punya tempat untuk meletakkan kepala." Artinya apa? Tuhan sedang berkata, "Kamu mau ikut aku, kamu siap menghadapi ketidaknyamanan? Mengikut Tuhan itu tidak enak." Ada daging yang harus dikoyakkan, ada kesombongan yang harus ditaklukkan. Ada harga diri yang harus dibuang baru kita bisa berkata, "Aku hidup, tapi bukan aku lagi. Yesus yang hidup di dalamku."
1:33 Hari ini pagi ini, Saudara, saya ingin sampaikan tentang sesuatu hal ya, tentang upah mengikuti Yesus. Siapa yang mau dapat upah? Angkat tangan. Itulah orang Kristen. Kalau ditanya mau dapat upah semua langsung ya. Karena yang namanya upah itu pasti enak ya. Semua orang tentu pengin dapat upah. Dan untuk apa kita ikut Yesus kalau enggak ada upah? Pulang saja. Gak usah ke gereja, enggak usah percaya. Kita semua tentunya ya pengin dapatin sesuatu. Kita nih sudah ikut Yesus. Apa nih yang kita
2:20 dapat? Kita buka bersama Injil Matius pasal yang ke-19 ayat 27 sampai ayat yang ke-30, Saudara. Injil Matius 19 ayat 27 sampai ayat yang ke-30. Baca bersama. 1 2 3. Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus, "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut engkau. Jadi, apakah yang akan kami peroleh?" Kalau Saudara lihat judul perikop dari ayat ini, itu upah mengikut Yesus. Satu kali Petrus tanya sama Yesus, ya mungkin Petrus sudah merasakan malang melintang ikut Yesus ya. Banyak yang
3:06 mencerca ya, banyak juga mengalami badai. Lalu dia baru tersadar karena ternyata mereka itu meninggalkan jalannya, meninggalkan ayah dan ibunya, ngikut Yesus ke mana-mana. Dia baru sadar lalu dia tanya sama Tuhan, "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu, termasuk meninggalkan hidup lama, dosa-dosa lama, ya dan mengikut Engkau. Jadi apa yang akan kami peroleh?" Itulah manusia. Memang kita wajar, Saudara, bertanya apa yang kita dapat? Manusia itu selalu berhitung untung. Banyak orang itu, Saudara,
3:52 mengukur berkat itu hanya uang. Dia lupa. Kau itu 1 bulan ini gak masuk rumah sakit. Itu sudah puji Tuhan. Haleluya. 12 kali. Amin. Coba kalau mau masuk rumah sakit, berapa banyak uang yang harus kita bayar? Orang maaf enggak bisa buang air besar saja. Masuk rumah sakit di Jakarta itu bisa puluhan juta loh. Iya. Apa? Iya. Iya. Berkat Tuhan itu saudara bangun pagi, saudara bisa ke toilet lancar, itu berkat gak? Amin. Berkat. Tapi seringkiali kita ini selalu mengkonotasikan berkat itu dengan kita buang itu jauh-jauh, Saudara. Anakmu sehat, ya, usahamu sehat. Banyak orang itu gini, Saudara ya, selalu berpikir ikut
4:40 Yesus itu uang, uang, uang. Berkat itu uang, uang, uang. Saya mau tanya di sini, Saudara butuh uang enggak? Butuh. Pendeta butuh uang enggak? Butuh. Kok lebih kencang butuhnya? Saya butuh uang. Butuh ya. Uang itu tidak dibawa mati. Tapi enggak ada uang bawaannya bertobat. Kenapa saudara sambung? Berarti ini apa yang ada di hati meluap dari mulut. Saya itu hanya mengumpan loh. Kalau enggak ada uang kau rasanya mau mati. bertobat kau mata duitan berarti kauin ya. Jangan jadi orang mata duitan. Amin. Tapi orang Kristen yang tersesat selalu mengukur berkat Tuhan tuh dari uang. Ya, dia pikir kalau dia ke gereja
5:27 pokoknya uangnya banyak, tokonya diberkati, cuannya banyak. Saudara, Yesus berkata begini. Kita lihat ayat yang selanjutnya. Yesus bilang di sana, kata Yesus kepada mereka, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali apabila anak manusia bersemayam di tahta kemuliaannya, kamu yang telah mengikut aku akan duduk di kemuliaan Tuhan kalau enggak ada pengorbanan dari pengiringanmu kepada Tuhan." Seringki, Saudara, kita ini sama Tuhan suka hitung-hitungan. Hitung ya. Mau memberi itu apa yang aku akan dapat dari Tuhan. Kita
6:15 lupa loh. Kita ini narik oksigen bernapas itu udah gak pakai tabung udah gratis. Itu anugerah. Keluargamu baik, anakmu baik, usahamu baik, semua baik. Itu anugerah. Dan kalau engkau hanya mengukur berkat Tuhan tuh dari uang, yaitu engkau tersesat. Makanya banyak orang Kristen itu sama Tuhan hitung untung rugi terus. Dan engkau tidak akan pernah melihat kemuliaan Tuhan selama kita ini untung rugi dengan Tuhan. Loh, kenapa kita percaya Yesus? upahnya yang pertama tadi dikatakan yang paling jelas ayat yang terakhir bilang, "Dan engkau akan memperoleh hidup yang
7:02 kekal." Semua manusia di dunia ini membutuhkan yang namanya keselaatan. Hal pertama, upah yang sangat luar biasa yang kita terima dari Tuhan Yesus, upah dalam kita percaya mengikut Tuhan yang pertama itu hidup kekal dulu. hidup kekal. Karena itu orang Kristen yang sungguh-sungguh sudah percaya Tuhan, dia enggak takut mati lagi karena ada jaminan hidup sampai pada kekekalan. Karena itu setiap kita hari ini sudah enggak takut mati, kan? Semua sudah siap mati? Yang sudah siap mati tolong angkat tangan.
7:50 Kenapa kau tertawa? Saya itu tanya yang sudah siap mati, bukan yang sudah mau mati. Saudara siap atau tidak? Kalau waktunya datang gak bisa diundur. Jadi daripada kau tidak siap, lebih baik siap. Siap. Mempersiapkan diri pada kematian tuh bukan beli peti yang ada gambar Tuhan Yesus warna putih yang mahal bukan. Tapi putihkan hatimu dan hidupmu hidup dalam kekudusan. Amin. Buang semua dosa yang selingkuh bertobat. Ada di sini yang masih suka selingkuh? Bertobat kau. Ya, ada orang datang sama saya. Bu Debi, saya ini dia pejabat. Saya ini pejabat Bu, tapi saya itu satu kelemahan saya. Apa, Pak? Saya ini suka jatuh sama
8:36 perempuan. Itu bukan kelemahan, Pak. Kelebihan. Jangan kau bilang kelemahan itu. Bapak kelebihan. Terus saya tuh mau tanya, Bu, bagaimana ya supaya saya ini bisa bisa tobat ya, Bu? Enggak begitu-begitu lagi. Saya tuh kalau datang ke Jakarta kan dia dari daerah baru pesawat baru mau landing nih, Bu. Udah cepat-cepat pengin hidupin HP, pengin telepon perempuan suruh datang ke hotel. Jadi Bapak ini mau datang sama saya minta apa? Minta nasihat. Bagaimana ya, Bu, supaya saya berubah? Saya tidak akan mendoakan Bapak karena biar saya tumpang kaki juga. Kalau Bapak memang enggak niat bertobat, enggak bisa, Pak. Terus apa nasihat ibu? Gini aja, ingat-ingatin aja. Kalau Bapak landing di Jakarta pegang HP, ingat Pak, kau masuk hotel bawa perempuan kau lagi
9:22 bersinar Pak. Malaikat gunting satu saja urat di jantungmu satu saja digunting malaikat. Mati kau, Pak. Mati kau. Difoto. Masuk koran, Pak. Jadi, Bapak pilih sekarang masuk surga, masuk neraka, atau masuk koran? Dia langsung gini. Oh Tuhan Yesus. Aduh, Ibu kok menakutkan ya, Bu nasihatnya. Iya, karena kan Bapak sudah tahu firman ya. Kita enggak usah lagi kasih nasihat-nasihat yang menghibur ya, Pak Gembala ya. Kalau ada jemaat gitu ngomong aja, Pak. Mati kau. Jantungmu digunting satu langsung, Pak. Itu jemaatmu kepahitan sama Bapak. Pasti dia keluar dari gereja ini. Dia keluar, pasti dia ngomong, "Apa itu gembala mulutnya kayak begitu?" Hm.
10:07 Memang serba salah menghadapi orang Kristen ini ya. Makanya memang ada kayak saya begini, Bu. Puji Tuhan saya ini bukan gembala. Saudara tersinggung terserah. Emang gue pikirin mau tersinggung tersinggung aja. Enggak mau dengar khotbah saya silakan ya. Yang belum subscribe channel YouTube saya. [Tepuk tangan] Enggak usah tepuk tangan, ya. Debi Basir TV ya. Tolong subscribe, like, dan share. Amin. Amin. Udah enggak usah dengar nasihat yang manis-manis, ya. Udah bukan waktunya manis-manis. Oh, gitu ya. Jadi, Bapak suka selingkuh. Tuhan mengerti
10:53 kok, Pak. Pret. Bertobat kau, ya. Bertobat. Jangan main-main dengan Tuhan. Kenapa kita percaya Yesus? Sumpah yang pertama dan yang terutama kita punya hidup yang kekal. Amin. Makanya orang yang sudah percaya Yesus sungguh-sungguh ikut dia, enggak takut lagi dengan yang namanya kemaan. Mati itu untung. Kita beristirahat dari segari halal jeri lelah. Makanya kalau ada orang konseling sama saya, Pak, dia bilang, "Bu, saya ini punya masalah bergumul. Saya sudah capek hidup." Sudah hidup. hadapi masalahmu. Amin. Amin. Jadi gitu kita nih hadapi jemaat harus pintar-pintar loh, Pak. Pakai ayat saja.
11:39 Pakai ayat gak usah pakai yang lain. Saudara ikut Yesus nomor satu upahnya hidup kekal. Tidak ada satuun tokoh agama yang berkata, "Akulah jalan kehidupan dan kebenaran." Tidak ada seorang pun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Yesus. Dia adalah juru selamat bagi manusia. Amin. Ada jaminan kehidupan kekal kepada orang yang percaya kepada Yesus. Amin. Yang kedua, Saudara, baru untuk yang di dunia ini. Jelas sekali tadi kita baca di sana Yesus berkata, "Kalau engkau sudah meninggalkan ayahmu, ibumu, rumahmu, ladangmu, hartamu, semuanya
12:27 tidak berarti lagi karena Yesus, baru engkau bisa memperoleh lipat kali ganda. Tapi banyak orang Kristen gitu. Dia pelit setengah mati tapi berharap dapat lipat kali. Pret enggak ya? Ngomong sendiri ya. Pretnya agak mantap gitu kayak saya gitu ya. Dia sendiri enggak berani berkorban hidup, enggak berani berkorban tenaga, enggak berani berkorban uang, enggak berani berkorban perasaan. Tapi dia pengin dapat upah. Engkau main judi sama Tuhan. Ya lucu orang-orang Kristen model begini
13:14 tuh lucu. Saya tuh ketawa. Banyak yang datang. Bu, gimana ya supaya kayak saya kayak Bu Debi? Ibu sekarang diberkati Tuhan ya. Luar biasa ya. Kau mau proses yang kayak saya hadapi mau diusir dari keluarga, tinggalin rumah, tinggalin semuanya dengan air mata bercucuran. Papi saya bilang, "Pergi dari rumah ini. Kalau kau mau ikut Yesus, jangan bawa ijazahmu. Yang kasih sekolah kau itu saya," kata papi saya. Saya mau lihat kalau kau keluar tanpa ijazah ikut Yesus. Saya mau lihat Yesus kasih makan kamu pakai apa. Makanya memang saya harus jadi YouTuber. Enggak perlu ijazah. Amin.
14:01 Saudara, ada upah. Saya mau tanya, kalau Tuhan yang berjanji, dia bohong enggak dengan janjinya? Dan hari ini dalam nama Tuhan Yesus saya bersaksi kepada saudara semua yang ditulis dalam janji ini saya sudah mengalami. Amin. Saya bersaksi janji Tuhan itu ya dan amin. Amin. Tepuk tangan buat Tuhan. Tapi Tuhan sedang mencari hari-hari ini orang-orang yang layak. Sebab Tuhan itu ingin memberkati kita sesuai dengan apa yang ditulis di firman. Dia tidak bisa menyangkali firman-Nya. Dan dia melihat hatimu, Saudara.
14:47 Bagaimana engkau tuh mau berkorban? Ya, kita hidup ini bukan hanya sekedar hidup loh, Saudara. Jangan engkau berpikir aku ini hidup hanya sekedar hidup. Makanya banyak orang itu berusaha supaya umurnya panjang. Dia berusaha pokoknya dia itu mau melakukan apa aja biar aku ini umur panjang. Maaf saudara, hidup mati kita itu di tangan Tuhan. Biarkan Tuhan menemukan alasan untuk memberkati hidupmu, memperpanjang umurmu. Karena engkau hidup menjadi berkat bagi banyak orang. Amin. Udah hidupnya jadi batu sandungan, pelit kikir, minta umur panjang lagi. H ya, Saudara. Bagaimana supaya Tuhan memberkati
15:33 janjinya? Ya, kita harus melakukan firman. Jangan ada seorang pun yang merasa sombong di sini. Saya selalu berkata begini, "Jangan sombong kalau hari ini engkau merasa engkau masih muda. Karena syarat untuk mati itu bukan harus tua. Jangan sombong kalau hari ini engkau merasa engkau sehat. Wah, kolesterolku normal, asam urat normal, ya. Semuanya normal. Saya, Bu, enggak ada sakit. Jangan sombong karena syarat untuk mati tidak harus sakit. Banyak orang lagi sehat dipanggil. Saya selalu berkata, "Engkau hidup sehat itu baik, Saudara. Saudara nge-gym, olahraga, minum vitamin bagus. Tapi itu
16:19 bukan untuk memperpanjang umur. Itu hanya untuk engkau hidup sehat. Karena hidup sakit-sakitan juga jadi batu sandungan." Kita hidup sehat, jaga makan ya. Makan yang benar itu untuk hidup sehat. Saya bilang saya dan suami sekarang ini lagi merubah lifestyle kami, cara hidup kami, pola hidup. Kalau dulu makan nasi dua ya, satu-satu kadang 1 seteng. Sekarang kami bertobat satu nasi bagi dua. Kadang-kadang enggak pakai nasi ya. Dulu kalau parkir cari yang dekat. Sekarang parkir cari yang jauh, Say. Biar jalan agak jauh. Ya, ada lift naik tangga aja. Tapi kalau di hotel lantai
17:05 21, ya naik lif saya. Jangan saudara-suruh naik tangga ya. Nanti urat saya ya keram semua. Jadi kita mulai merubah pola hidup kita. Kenapa? Kami ini kepengin menguruskan badan sedikit. Bukan supaya umur panjang, bukan. Karena hidup ini sudah berat. Ya, kalau badanmu berat semakin berat semakin berat pergumulan hidupmu, Nak. Jadi, turun-turunkanlah badan. Sehat dia, makannya sehat, sehat. Matinya ketiban alat berat. Loh, benar. Jangan andalkan apapun, tapi taruh
17:51 andalanmu tuh benar-benar kepada Tuhan. Amin. Ya. Dan jangan takut kalau memang sudah waktunya mati ya mati. Saya bersyukur sekarang orang-orang yang mendengarkan khotbah-khotbah saya setiap malam ikut mesbah doa pagi ikut mesbah syukur mereka tuh sekarang mengerti. Jadi mereka kena kanser, mereka kena ini. Telepon saya, "Bu, terima kasih khotbahnya. Saya kena kanser Bu, tapi saya berserah sama Tuhan. Kalau sudah waktunya mati ya sudah saya mati. Tapi kalau belum ya Tuhan beri saya umur panjang." Amin. Gitu aja hidup ini. Amin. Amin. Tapi kenapa bisa begitu? Karena kita yakin di dalam Yesus itu ada hidup yang kekal. Kekal. Saya pernah saudara tidur nyenyak banget, enak banget, indah banget seperti di Padang. Terus
18:37 tiba-tiba ada suara yang bilang gini, "Kalau kamu terusin tidurmu ini, kamu mati loh. Saya enggak pengin bangun loh, karena enak banget. Tapi saya ingat anak saya masih kecil, nanti suami saya kawin lagi, langsung saya bangun. Bangun saya bangun. W bangun ingat suami mau kawin lagi. Bangun langsung saya. Iya. Tapi benar itu indah. Dan memang benar Alkitab bilang orang mati itu dia beristirahat dari jeli lelahnya di dunia ini. Makanya kalau ada masalah jangan coba-coba mengeluh. Capek Tuhan dipanggil nanti kau diabsen. Dia sama malaikat. Tuhan bilang, "Capek dia panggil pulang."
19:24 Mau dipanggil pulang cepat. Makanya jangan terlalu banyak mengeluh. Enggak usah bersungut-sungut. Ada masalah hadapi. Mengucap syukur. Jalani semuanya. Jalani proses tanpa protes. Amin. Jalani dengan Tuhan. Yang pertama itu hidup kekal, Saudara. Amin. Ya. Yang kedua, baru Tuhan tambahkan berkat-berkat materi itu. Tapi ketika engkau juga rela berkorban, meninggalkan ayahmu, ibumu, ladangmu, rumahmu, ini semua hal-hal berharga loh di dunia. Keluarga, orang tua itu, itu kan berharga bagi kita. Ketika sikap hatimu tidak mencintai sesuatu melebihi mencintai Tuhan, dia tahu hatimu, Saudara.
20:11 Banyak orang berkata begini, "Saya tuh mau, Bu, menjadi berkat, Bu. Tapi kan saya sekarang ini aja uang saya pas-pasan, Saudara. Persembahan terbesar yang dicatat di Alkitab bukan dari orang kaya, tapi dari seorang janda miskin." Kenapa dikatakan itu persembahan terbesar? Bukan jumlahnya, tapi sikap. Karena Tuhan itu melihat hati. Kalau engkau pelit, engkau pelit, gak mungkin. Gak mungkin engkau itu bisa mengalami berkat dan terobosan dalam hal keuangan. Maaf ya, pelit kau pelit gak? Tuhan gak ada alasan untuk memberkati kau. Dikasih duit dia punya dia punya slogan gini sekali masuk kantong dalam nama Yesus tidak boleh keluar-keluar lagi.
20:58 Wes wes sudah jauh harapan jauh ya. Bahkan ada orang-orang yang hidup terkutuk. Dia tuh gak dapat karunia untuk menikmati. Gak dapat karunia. Saya belajar, Saudara. Saya tuh bersyukur hari ini kami sangat-sangat diberkati Tuhan. Ya, sangat diberkati Tuhan. Kami belajar saya tuh menabur bukan ketika saya sudah kaya. Dari kami pas-pasan kami belajar menabur. Saya ingat saya tinggal punya uang Rp50.000 dibuka sama suami saya. Gak lama suami saya masuk. Say, ada penjual soto dekat gereja. Kenapa mau pinjam uang? Dan dia bukan orang Kristen. Dia
21:43 agama seberang. Saya tanya, "Pinjam berapa?" "Rp50.000." Saya bilang, "Uang kita tinggal Rp50.000." Kenapa juga dia pinjam pas? Mbok yo pinjam separuh bagi dua ya. Saya tanya pinjam buat apa? anaknya demam. Kata suami saya gini, "Aku terserah kamu. Kan kamu yang lebih peka sama Tuhan. Kalau kamu bilang kasih, kasih. Kalau kamu bilang jangan ya jangan. Dia juga menaruh imannya kepada saya. Saya bilang, "Nanti kalau besok enggak ada duit, dia salahin saya lagi. Siapa suruh kau kasih kemarin?"
22:28 Jadi saya tuh bingung. Saya hanya berdoa, Tuhan, apa yang harus saya putuskan? Karena kami juga harus berhikmat. Besok anak saya susunya habis. Firman Tuhan berbicara, kesusahan sehari cukup untuk sehari sebab besok ada kesusahannya sendiri. Tapi ayat ini tidak berlaku ketika kau gajian, terus kau pergi ke mall, terus kau belanja, kau bilang kesusahan sehari cukup untuk sehari. itu bodoh. Nanti kau kesulitan uang. Tuhan bilang syukur. Akhirnya saya bilang sama suami, "Kasih aja." Saya bilang, "Yang pertama gini, saya dikasih dia pulang nih." Dia bilang, "Nanti saya ganti minggu depan." Suami saya bilang, "Gak usah diganti, Pak.
23:13 Kalau engkau sudah memberi, jangan kau harap balas." Ya, kasih-kasih. Jangan kau harap ganti. Kalau hatimu gak sampai untuk memberi, jangan kau kasih daripada kau berdosa. Banyak orang Kristen ngasih pinjaman, dia nagihnya di Facebook, di Instagram nyinggung. Ya, gaya selangit utang gak bayar. Bayar dulu utangmu. Kau berdosa, kau gak terima apa-apa. Upahmu gak ada di hadapan Tuhan. Alkitab bilang, "Kalau kau beri jangan harap kembali. Makanya beri sesuai takaran i imanmu." Orang
23:59 pinjam 10 juta, kau gak bisa kasih R juta. Wah, ini kalau dia gak ganti saya jadi berdosa ini. Kasih aja sekerelaanmu. Saya gak bisa kasih kamu R10 juta. Jangan bilang enggak ada duit. Bilang aja saya gak bisa ngasih kamu R10 juta. Tapi saya kasih R juta gak usah ganti. Ambil aja kalau memang dia benar-benar butuh. Tetapi kalau imanmu nyampai R juta, ya kasih. Maka kau akan diberkati. Saudara, waktu itu saya bilang sama suami pertama ya, Say. Dia tuh penjual soto dekat gereja kita. Yang lebih kaya dari saya dan suami itu banyak. Kami ini cuma naik motor ke gereja waktu itu. Kita pelayanan, naik motor kadang bonceng lima, anak saya tiga toh. Iya. Saya ngalami, Saudara.
24:44 Yang pertama saya bilang sama suami saya, kenapa dia datang sama kita loh? Kenapa dia enggak datang sama yang lebih kaya, yang naik mobil? Saudara, kalau ada orang minta tolong padamu bersyukur, berarti tampangmu itu masih tampang malaikat. Amin. Amin. Coba kau kau kira-kira ya kalau 1 bulan ini kau gak pernah ada orang minta tolong, kau berkaca mungkin sudah ada tanduk dua di kepalamu. Orang sudah lihat kau kayak setan, makanya dia enggak berani minta tolong sama kau. Loh, benar benar itu anugerah. Kalau ada orang masih datang minta tolong sama kita tuh tuh anugerah, Saudara. Iya. Saya bilang sama suami itu anugerah loh, Say. dia datang sama kita ya. Habis itu ya sudah kita kasih
25:38 besoknya. Tapi Tuhan melihat dari surga. Amin. Tidak ada satuun yang tidak dilihat Tuhan. Waktu hatimu tulus, waktu Engkau memberi dengan sukacita, saya belajar dari kami masih miskin cuma punya Rp50.000. Besoknya suami saya ada pelayanan. Dulu suami saya sering diundang main keyboard kalau ada persekutuan-persekutuan. Saya bilang sama suami saya, "Say, aku ini sudah gak punya duit bengong di rumah nanti banyak dosa. Aku tak ikut kamu pelayanannya." Iya. Yuk, ikut aja daripada bengong. Lumayan juga makan gratis. Ya, saya ikut suami naik motor, kita pergi pelayanan. Sampai di sana saya
26:25 duduk suami pelayanan. Tiba-tiba sebelum mulai acara ada satu pengusaha kaya dia masuk di pintu. Saya lihat Bapak ini waktu saya lihat ada suara di hati saya langsung ngomong gini, "Nanti Bapak ini akan memberkati engkau." Saya tengking dalam nama Yesus. Mata duitan. Mata duitan. Begitu lihat orang kaya langsung suara hatinya bitsar. Dasar bertobat kau. Karena banyak orang begitu kan. Waktu enggak punya duit ketemu orang kaya muka langsung berubah jadi celengan babi. Dia pasang tampang susah ya biar kelihatan susahnya, biar ditabur duitnya. Gak usah kau rekayasa berkat
27:11 Tuhan. Amin. Amin. Amin. Biasa aja Tuhan lihat hatimu kok. Amin. Gak usah kau rekayasa. Saya tengking itu suara saudara dalam nama Yesus. Tapi itu suara bicara terus. Lalu saya bilang gini, "Tuhan, kalau ini memang suaramu pasti terjadi. Tapi kalau ini suara hati saya sendiri, ampuni saya Tuhan. Saya gak bermaksud Tuhan. Memang saya enggak ada duit tapi saya tidak bermasuk mata duitan Tuhan. Tapi saya tunggu aja pasti terjadi itu kalau dari Tuhan. Sudah selesai acara sudah sini saya doain. Kita disuruh duduk saya bilang, "Oh, berkatnya doa bukan cuma duit. Berkat itu juga bisa doa." Dia doakan kami Tuhan berkati kedua hambamu gini gini gini. Oke,
27:58 terima kasih banyak Pak doanya. Tunggu Tuhan suruh saya nih semua yang ada di dompet saya disuruh kasih sama kalian. Yakin, Pak? Iya. Dia ambil semua yang ada di dompetnya, Saudara. Saya ingat banget waktu itu R50.000 20 tahun yang lalu ini ada uang Rp750.000. Tuhan suruh saya kasih semua. Saya tanya, "Terus, Bapak pulang pakai apa?" "Bapak pulang nih enggak ada duit loh. Saya pinjamin Rp50.000, ya, Pak." Kok jadi bingung ya? Dia bilang, "Enggak usah, Bu. Saya ada sopir." Oh. ini ya. Terima kasih banget loh, Pak. Ini juga jawaban doa bagi kami. Oh, iya. Tuhan
28:45 berkati. Tuhan berkati. Turun di tangga gini, "Tunggu dulu punya rekening BCA gak? Tuhan suruh saya ini." Terus saya bilang, "Oh, iya punya, Pak. Berapa ya nomor rekeningnya?" Gak hafal, Pak. Jangan sampai kamu gak hafal nomor rekeningmu, Saudara. Nomor rekening itu harus hafal di luar kepala supaya kalau ditanya langsung jawab. Jangan lama-lama karena bisa berubah pikiran. Kalau sekarang saya hafal 7850340241 BCA atas nama Debasir. Gak usah tepuk tangan gak penting. Saya bilang saya gak hafal Pak. Oh ya
29:32 sudah besok pagi jam 8.00 tolong SMS ya ke saya kirim ya. Iya, Pak. Tunggu jam 0.00 tepat ya. Jangan jam 5.00 pagi kau sudah SMS. Jam 5. SMS 0.30 gini sudah transfer belum? Ya itu mata duitan. Gak usah ditanya belajar untuk enggak usah merekayasa janji-janji Tuhan itu. Kalau Tuhan sudah berjanji itu pasti dia tepati. Amin. Jam 8.00 saya SMS. Shalom, Pak. Ini nomor rekening saya. Udah saya enggak tanya-tanya lagi. Jam 10. Dia telepon, "Ibu sama Bapak ada di mana lagi?" "Di rumah. Bisa ke BCA sini?" "Oh, iya bisa. Dekat sama rumah. Saya tunggu di sini ya. Saya mau kasih tunai aja sama saya
30:17 mau sampaikan sesuatu." Kami datang, Saudara, dia pegang amplop coklat. Dia bilang, "Kalian jangan terima kasih sama saya ya, sama Tuhan. Saya tuh gak pernah gini loh. Tapi Tuhan suruh saya ini ada uang 10 juta 20 tahun yang lalu. Ini dari Tuhan saya juga enggak tahu. Tapi Tuhan suruh saya berkati kalian. Saudara, uang Rp50.000 semalam, besok jadi Rp10.750.000. Gini loh, Saudara. Saya bukan mengajari saudara tuh berjudi enggak. Tapi Tuhan itu melihat hati janjinya.
31:03 Waktu engkau itu sayang dengan uang, Tuhan itu kan melatih kita dari hal-hal yang kecil. Tuhan berkata, "Saat engkau menolong orang yang kesusahan, saat menolong mereka yang lemah, itu sama dengan engkau lakukan bagiku." Yesus berkata, "Saat aku di penjara, engkau membesuk aku. Saat aku di rumah sakit, engkau menolong aku. Saat aku lapar, Kau beri aku makan." Mereka bilang, "Kapan engkau lapar, Tuhan? Kapan engkau dipenjara? Karena sesungguhnya segala sesuatu yang kau lakukan bagi sesamamu manusia yang lemah itu sama dengan engkau lakukan bagiku." Nanti terus pulang, pulang dari ibadah. "Siapa yang mau pinjam uang 50? Siapa nih? Tak kasih pinjam. Mau pinjam? Gak bisa direkayasa. Tuhan itu gak bisa
31:50 direkayasa. Amin. Amin. Jadi semua itu dari hati, Saudara. Sampai hari ini pun ya saya dulu kehilangan rumah, saya kehilangan segala sesuatunya. Hari ini Tuhan balikkan semuanya berlipat kali ganda. Amin. Ayo alami janji Tuhan yuk. Amin. Tuhan itu mau loh. Tapi kenapa janjinya tidak terjadi? Sebab ada penghalang. Karena dia enggak bisa menyangkali firmannya. Dia berkata, "Orang yang murah hati akan beroleh kemurahan. Itu harga mati." Gak bisa saudara tawar, saudara pelit, tapi saudara berharap kemurahan. Gak bisa. Gak bisa. Tuhan tuh gak nakak ndak bisa mengingkari apa yang
32:37 sudah ditulis. Jadi kalau engkau mau mengalami janji Tuhan, upah mengikut Yesus. Hari ini saya melihat itu semua Tuhan genapi, Saudara. Tuhan genapi. Begitu luar biasa. Kami hanya tiap hari cuma wow wow wow. Saya mendengar orang-orang hidupnya dipulihkan, yang mau cerai enggak jadi cerai. Orang-orang yang akhirnya dulunya sudah enggak beriman sekarang percaya. Orang-orang yang jatuh dalam dosa sekarang bertobat. Itu yang menggembirakan. Jadikan hidupmu itu menjadi dampak ketika engkau melakukan firman Tuhan. Karena satu saat ketika kita mati, satu saat nanti kita akan berhadapan dengan Tuhan dan Tuhan akan tanya apa yang sudah
33:23 engkau buat bagi kemuliaanku selama engkau hidup. Tuhan gak akan tanya hartamu. Dia gak tanya jumlah depositmu. Tapi dia tanya apakah hidupmu sudah berdampak? Saudara, ada upah bagi orang yang sungguh-sungguh mencintai dan mengikuti Tuhan. Amin. Kita bangkit berdiri bersama. Terima kasih Tuhan, terima kasih Yesus. Kami bawa hidup kami Tuhan. Terima kasih Bapa. Ajar kami Yesus. Taat dan setia.
34:12 Haleluya. [Musik] Terima kasih Tuhan. Mari datang pada Tuhan. Saudara datang di hadapan hadirat Tuhan bahwa hidupmu hari ini katakan Tuhan kami ingin menikmati upah yang dari Tuhan. kami mengikut Engkau. Ada upah yang Engkau sediakan dan biar itu kami boleh nikmati di
34:58 masa-masa umur kami yang singkat di dunia ini. Kami mau Tuhan ajarkan kepada kami. Katakan pujian ini bersama-sama.