💥LAKUKAN SELAMA 5-10 MENIT, SEGERA NANTIKAN KEAJAIBANNYA!

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang cara mengubah frekuensi batin untuk memanifestasikan hidup yang lebih baik. Poin-poin utama meliputi:

  • Pikiran adalah alat, bukan musuh, dan perlu diprogram dengan benar.
  • Alasan yang kuat diperlukan untuk meyakinkan pikiran agar sejalan dengan keinginan kita.
  • Rasa syukur memiliki energi tinggi dan dapat membuka jalur menuju kekuatan batin.
  • Penting untuk terhubung dengan kesadaran diri (awareness) untuk menemukan jati diri dan jalan hidup yang unik.

Hambatan Manifestasi

Hambatan utama dalam manifestasi adalah pikiran kita sendiri, bukan orang lain. Keraguan dari orang lain tidak seharusnya memengaruhi kita kecuali kita sendiri menerimanya. Semakin banyak "sampah" atau energi negatif yang kita simpan, semakin besar energi yang dibutuhkan untuk memeliharanya. Melepaskan "sampah" ini akan membebaskan energi dan memungkinkan kita terhubung dengan kesadaran diri (awareness), yang merupakan jati diri kita sebenarnya.

Mengubah Frekuensi Batin

Selain sadar nafas, cara lain untuk mengubah frekuensi batin adalah dengan memahami pola pikir. Pikiran adalah alat yang dapat diprogram, bukan musuh. Kita perlu belajar "bahasa pemrograman" pikiran agar selaras dengan keinginan kita. Pikiran akan menolak hal-hal yang tidak familiar karena dianggap sebagai ancaman. Tugas kita adalah meyakinkan pikiran dengan memberikan apa yang dibutuhkannya.

Pola Pikir yang Mendasar

Pikiran membutuhkan alasan (reason) yang kuat untuk mempercayai sesuatu. Contohnya, jika kita ingin bangun pagi untuk berolahraga, pikiran akan mencari alasan untuk menolak. Namun, jika kita memiliki alasan yang kuat, seperti masalah kesehatan, pikiran akan lebih mudah menerima. Alasan yang kuat akan membuat pikiran nurut secara otomatis. Kita bisa belajar dari berbagai sumber untuk mendapatkan alasan yang kuat.

Kekuatan Rasa Syukur

Rasa syukur memiliki energi yang sangat tinggi. Energi mengatur materi (energy govern matter). Energi syukur dapat mengarahkan kita menuju zona kekuatan (power). Menyimpan kebencian atau dendam membutuhkan energi dan menghalangi kita mencapai potensi diri. Melepaskan energi negatif ini akan memberikan surplus energi dan membuka jalur menuju kesadaran diri. Solusi dari masalah kita sebenarnya sudah ada, tetapi kita seringkali menghalanginya dengan pikiran negatif.

Menjadi Diri Sendiri

Kita adalah "bos" dari atensi kita. Luangkan waktu untuk mengarahkan atensi pada kesadaran diri (awareness). Nikmati prosesnya dan jangan terpaku pada hasil instan. Tidak apa-apa melakukan kesalahan, dan kita tidak perlu validasi dari orang lain. Kunci utama adalah berani bertemu dengan jati diri kita (your true self). Dengan terhubung pada kesadaran diri, kita akan menemukan jalan hidup yang unik dan bangga menjadi diri sendiri.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 yang yang menghambat manifestasi saya itu yang banyak drama itu kan pikiran saya sendiri bukan orang lain. I bahwa orang lain meragukan ya ya ngapain lu terima orang lain ya kan orang lain meragukan ya kenapa sepanjang kamu enggak menerima itu ya ya anjing menggonggong kafiah berlalu. Karena semakin banyak sampah yang kamu simpan energi yang kamu pakai buat memelihara sampah itu besar semakin besar juga. Bayangkan kalau sekarang tiba-tiba sampah itu lepas, kamu gak perlu lagi mengeluarkan energi segitu gede. Maka kamu akan suruh plus energi. Yang terbesar itu adalah bagaimana kamu menemukan atau terkoneksi dengan awareness. Itulah jati dirimu sebenarnya. Begitu kamu terkoneksi dengan itu, maka semuanya akan disesuaikan. [Musik]

0:47 [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Nah, ya ee mungkin pertanyaan selanjut Selanjutnya gini, K Irwan, kayaknya ee jika kemudian ee realitas hidup kita itu adalah bagian dari ee apa tuh namanya? Merupakan cermin dari kesadaran kita.

1:32 Nah, caranya supaya kemudian kita itu bisa mengubah frekuensi batin kita itu Koirwan supaya bisa memanifestasikan hidup yang lebih damai, berkelimpahan dan penuh makna gitu. Selain Selain ee lewat sadar nafas tadi, ada ada cara lain enggak untuk mengubah frekuensi batin itu? Oke, bagus pertanyaannya untuk mengubah frekuensi batin. Selain tadi kita terkoneksi ya dengan awareness, itu yang paling penting, kita juga harus belajar tentang bagaimana ee pola pikiran, Pak ya. Jadi pikiran kita ini sebenarnya adalah tools, ya. Bukan sekali lagi kita enggak boleh memusuhi pikiran kita. Heeh.

2:19 Pikiran kita tuh bekerja seperti itu karena dia program dan siapa programmernya? Ya, kita sendiri. Oke, ya. Kita sendiri nomor satu itu pandik. Nah, kenapa kok pikiran? Karena tadi pikiran ini yang menentukan ee frekuensi yang diinginkan oleh Pak Henda tadi itu. Itu kan kalau boleh diterjemahkan itu semua akan tercapai kalau kita mendapatkan namanya rasa layak. Iya. I kan rasa layak itu muncul. Nah, supaya bisa rasa layak itu bisa muncul, perlu proses, Pak. Perlu proses untuk menanamkan itu dalam pikiran kita, ya. Jadi, perlu proses, perlu perlu kita sebagai programmernya belajar bahasa pemrograman ya. Bagaimana kita memprogram otak kita, pikiran kita ini

3:06 agar bisa selaras dengan apa yang kita inginkan, agar dijadikan partner. Ingat, pikiran kita bukan musuh. Ya. Ya. Jadi saya gak setuju mengatakan ego, pikiran itu berarti musuh kita yang harus kita musuhin. Enggak. Itu tools. Kalau kita memusuhi pikiran sama seperti kita punya mobil, kita ngajak kuat-kuatan tarik tambang sama mobil kita, ya pasti kalah kamu, ya kan? Pasti kalah. Kamu boleh lari sama mobil, ya pasti kalah. Pasti kalah. Karena mobil diciptakan bukan untuk kuat-kuatan sama kamu, bukan. Tetapi untuk membantu kamu mencapai sesuatu. Sama juga dengan pikiran. pikiran kita sangat powerful, Pak. Sangat-sangat powerful. Kalau kita mencoba untuk melawan pikiran kita, ya bunuh diri. Heeh. Heeh. Nah,

3:52 maka satu-satunya pilihan yang paling bijak adalah bagaimana kita mempelajari program dari pikiran, pola dari pikiran, pola-polanya pikiran itu kita pelajari. Kalau kita paham polanya, maka semuanya akan jadi mudah, mudah dan sangat mudah. Saya sharingkan deh, ya. Apa pola pikiran yang paling mendasar? H ya paling mendasar nih yang dibutuhkan oleh pikiran adalah apa? Oke, sekarang gini deh. Sekarang kita pakai contoh uang. Oke. Saya kepengin uang R miliar, Pak. Sekali lagi kalau kita ngomong kayak kalau saya mengatakan saya kepengin uang R miliar, berarti sekarang saya enggak punya uang R miliar. Belum kejadian. Belum kejadian. Belum ada. Ya, karena itu saya kepengin punya uang R

4:38 miliar. Oke. Nah, ketika saya mengatakan, "Saya ingin punya uang R miliar," maka pikiran adalah bagian dalam diri saya yang pertama kali langsung menolak. Langsung menolak, langsung enggak setuju. Langsung mentertawakan, langsung membuat rasa tidak enak. Awalnya pertanyaannya, apakah pikiran saya salah kalau menolak itu? Kalau dia bilang pikiran saya itu udahlah lu jangan aneh-anehlah. Udah khayal berkhayal apa lu R miliar orang kamu kerjanya cuma begini aja. Satu hari aja kamu dapat R.000 aja setengah mati. Dapat Rp100.000

5:25 aja setengah mati. Uang kamu paling tinggi aja cuman R juta. Kok gaya-gaya mau dapat R miliar dari mana? Ya, pikiran pasti akan mempertahankan Hu yang lama. Pertanyaan saya sederhana, apakah pikiran salah? Apakah pikiran saya salah kalau mempertahankan ini yang lama? Tidak. Ya gak salah. Itu memang fungsinya dia ya kan. Dia ingin memastikan, Pak. Karena pikiran itu ketika masuk dalam sono yang unknown yang tidak kita ketahui nih yang itu bagi dia ini sebuah ancaman. Kamu mainlah ke zona yang kamu ketahui aja. Itu yang disebut dengan sona nyaman. Dan my old self, diri saya yang

6:11 lama itu zona nyamannya dia. Tadinya ini ya ditolak juga tadinya. Iya. Iya. Ya. Sekarang masuk zona nyaman. Udahlah sudah nyaman lu ngapain mau keluar-keluar lagi? Pikiran akan mempertahankan Pak. Jadi pikiran akan mempertahankan dengan bikin keragu-raguan, bikin ketakutan, bikin kekhawatiran nanti. Iya. Kalau Iya. Kalau enggak gimana? Kalau gini gimana? Kalau pertanyaan saya sederhana, apakah pikiran salah melakukan itu? Jawabannya tidak. Memang tugasnya dia seperti itu. Nah, tugas kamu adalah meyakinkan pikiran, ya kan? Karena kalau pikiran itu teryakinkan, dia akan berubah kok. Pikiran itu cuman program. Kasih apa yang dia mau, dia akan berubah otomatis. Jadi kalau kita

6:59 sekarang fokusnya untuk ngajak berantem pikiran, maka kamu akan capek sendiri. Karena sepanjang hari berbulan-bulan, bertahun-tahun kerjanya cuma pukul-pukulan sama pikiran. Gak ada guna ya. Gak ada guna. Kalau kamu setiap hari cuma memaki-maki pikiran atau kamu berharap pikiran, ayolah pikiran setujui. Apa ya? Ayo disetujuilah. Ini ini loh proposal saya ini loh. Saya kepengin punya uang 100 eh R miliar ini. Ayo ayolah disetujui ayolah ayolah. Kali ini aja. Gak akan mungkin. Itu sama seperti kamu main apa? E program Microsoft Excel, program kamu salah, rumusnya salah, terus kamu bilang, "Ayolah Excel, benerinlah, benerinlah. Ayolah, please, please, please." Kali ini aja ya kamu sampai gila ya. Salah pencet salah ya salah. Terus, terus,

7:45 terus gimana konkritnya? Gimana K Irwan untuk kemudian, Nah, sekarang saya tanya kan gini, kita harus harus harus lihat bagaimana pola pikir ee pikiran kita nih bagaimana? Apa sih sebenarnya diminta oleh pikiran kita? supaya dia bisa percaya bahwa saya saya lantiknya akan dilayakkan mendapatkan R miliar ini supaya bisa supaya familiar di di menurut pikiran gitu ya kira-kira ya. Iya dong. Apa yang yang pikiran mau? Apa yang kira-kira yang pikiran mau kalau kalau ini dikasih sebelum saya menjawab ke sana? Seandainya pikiran saya approve nih, seandainya saya tahu nih apa rahasia tadi itu, seandainya pikiran saya oke ya sudah, Bos. Mari kita lakukan bersama-sama. Maka saya mendapatkan kekuatan luar biasa enggak? Iya dong. Maka manifestasi manifestasi

8:33 saya jadi jauh lebih menyenangkan enggak? Heeh. Heeh. Heeh. Heeh. Heeh. He he. Karena kan pikiran musuh utama kita kan, Bang. Hm. Yang yang menghambat manifestasi saya itu yang banyak drama itu kan pikiran saya sendiri bukan orang lain. I bahwa orang lain meragukan ya. Ya. Ngapain lu terima orang lain ya kan? Orang lain meragukan ya. Kenapa? sepanjang kamu enggak menerima itu ya anjing menggonggong kafilah berlalu ya bodoh. Tapi kenapa lu dengerin omongan orang lain? Karena omongan orang lain matching sama pikiran kamu. Iya kan? Pikiran pikiran bilang, "Aduh bos. Modelmu aja kok gaya-gaya R miliar. R juta aja kamu mauta darah." Eh tiba-tiba Pak Hendra teman baik saya juga bilang begitu ya. Kan mating. Tambah tambah

9:19 parah. Tambah parah. Saya jadi makin bingung. Aduh, gak mung pertanyaan sederhana sekali. Apa yang dimau oleh pikiran sih supaya pikiran bisa approve apa yang saya mau ini kasih apa yang pikiran mau. Begitu itu dikasih, maka pikiran akan berjalan. Apa yang dia mau? Saya kasih satu, Pak. Nomor satu yang dibutuhkan oleh pikiran adalah reason. Alasan. Ya, alasan. Semakin kuat alasan kamu, pikiran akan melakukan. Contoh sederhana gini, saya mau bangun pagi, Pak. Tiap hari jam 5 pagi mau lari pagi 5 kilo. Oke. Saya enggak pernah lakukan itu sebelumnya. Heeh. Itu beker berbunyi jam 5. Pagi, tit langsung, waduh dingin. Uh,

10:08 hujan lagi di luar. Waduh, siapa itu yang ngomong adu-adu aduh? Pikiran saya, Pak. Pikiran apa salah? Enggak. Nomor satu kita enggak pernah melakukan itu. Nomor dua ngapain? Nomor tiga, bisa jadi lu sakit masuk angin, ngapain? Tidur aja. Iya kan? Tapi saya tetap ngotot, saya butuh karena apa? Tensi saya naik nih sekarang. Dokter bilang harus banyak olahraga. Maka sekarang saya butuh reason, Pak. Saya butuh motivasi yang menggerakkan saya. Mungkin saya akan bilang, "Wah, dokter dia bilang, "Lu ini udah tekanan darah lu tinggi nih. Lu gak olahraga? Wah, 3 bulan lagi mati loh. 3 bulan lagi mati. Lu mau mati? Anakmu masih kecil-kecil. Oh, iya juga ya. Benar juga ya. W bangun, Pak. Semakin kuat alasan kamu, semakin

10:55 berangkat. Dulu saya ingat anak saya ya, anak saya tuh kalau mau bangun Pak, mau bangun mau bangun pagi susahnya luar biasa, ya. Luar biasa susah. Bangun pagi, waduh, apalagi kalau liburan. Tapi kalau besok pagi, ayo besok pagi kita ke Bali. Karena perjalanannya jauh nih, kita mau berangkat subuh. Jam 5.00 kita berangkat. Jam 3.00 dia sudah nonton TV, Pak. Ayo berangkat. Berangkat. Ayo let's go. Jam 3.00 sudah nonton TV. Kenapa? Karena strong reason, Pak. Alasannya kuat. Kamu kasih dia alasan yang kuat maka pikiran pasti nurut. Otomatis. Gak ada namanya pikiran melawan strong Kristen. Enggak ada, Pak. Karena itulah kita belajar. Karena itulah kita belajar teori A, teori B, teori C. Belajar sama guru A, guru B, guru C. Tujuannya supaya apa? Supaya

11:40 kita punya reason. reason itu enggak muncul dengan sendirinya, Pak. Enggak bisa. Iya, iya, iya. I enggak mungkin. Tapi, tapi begitu kita Heeh. Heeh. Lanjut, lanjut, lanjut. Begitu reason itu kita dapatkan enggak ada, Pak ee pikiran melawan itu. Enggak mungkin. Hm. Nah, semakin kuat risennya. Jadi, kalau sekarang pertanyaannya, "Pak, kok saya susah bergerak?" Gampang. Cari aja reason-nya. Berarti reason kamu kurang kuat. cari. Ada orang yang bisa meyakinkan lagi, cari lagi. Ya terserah kita mau belajar mungkin misalkan kita belajar dari ilmu kesehatan, ilmu ee ilmu pikiran, neurolinguistic program, belajar dari hipnoterapi dan segala macam. Pokoknya kamu belajar sesuatu tujuannya cuma satu, cari reason. Kenapa

12:25 saya harus melakukan itu? Kalau why-nya enggak kuat, maka action kamu juga enggak kuat. Keren, keren. Iya kan? Kalau sekarang saya tanya Pak Hendra, "Ayo, Pak Hendra ke Amerika." Loh, ngapain? Saya mau ke Amerika gak gak mungkin. Oh cuma ayo Pak kita jalan-jalan lah kayak kengangguran apa eh ngapain buang-buang duit. Tapi kalau saya bilang gini, Pak, di sini ada tender, Pak. Wah, ini kalau kita lolos tender ini 100 miliar, Pak, di tangan kita. Berangkat enggak? Berangkat. Berangkat. Nah, itu. Nah, ee jadi tapi lagi-lagi ya, Teman-teman ee lagi-lagi ee balik lagi bahwa mm semuanya tetap teman-teman harus

13:11 pintar-pintar mengenali pola, tidak harus kemudian sibuk setiap hari mencari reason, mencari alasan. kan ada juga yang cocok untuk ee sekedar apa tuh namanya ee mengubah program pikiran itu dengan mengungkapkan kata-kata yang sekiranya sangat membangun dan itu diulang-ulang terus-menerus gitu ya. Ada juga yang seperti itu. Tapi kalau memang sudah ketemu ee alasan, makin banyak alasan ya makin cepat juga sih. Jadi sangat sangat realistis apa yang disampaikan oleh Ko Irwan ini, Teman-teman. Pokoknya ee malam ini tuh ee sajiannya sangat lezat dan mengenyangkan gitu kira-kira ya. Ada yang mau ditambahkan

13:56 kok Irwan? Iya. Tadi bagus ee kalimatnya ee ada orang yang cocok afirmasi, ada yang orang yang cocok gini itu. Intinya gini semuanya saling melengkapin, Pak. Heeh. Heeh. Saya tetap menempatkan diri sebagai murid, sebagai pembelajar. Saya sendiri pun juga belajar dari banyak guru. Artinya kita tidak membatasin, Pak. Jangan sampai kita fanatik pada satu aliran lalu kemudian kita berhenti belajar. Oke. Karena hidup ini adalah [Musik] laboratorium untuk mengenal diri kita sendiri. Hm. Eksperimen. Jadi jangan jangan langsung percaya omongan orang kalau ini begini pasti begini. Enggak. Coba. Coba sendiri. kamu enggak akan

14:42 pernah tahu sampai kamu mencoba. Nah, mencoba pun kita harus melakukan trial error. Kita memodifikasikan. Jadi, guru A ngajari metode A, guru B ngajari metode B. Boleh enggak kita mengkombinasikan A dan B demi kebaikan kita? Boleh. Why not? Jawabannya boleh. Kan hidup-hidup kita sendiri. Ngapain kita tanya validasi sama orang lain? Hidup kita sendiri. Aku ada ada sesuatu yang mungkin perlu untuk aku sampaikan ya. saya sampaikan ke K Irwan. Ee Ko Irwan kan pernah ya di dalam ebook The Prayer gitu kan menekankan pentingnya rasa syukur ee di dalam doa gitu ya. Nah, syukur kan ternyata punya pengaruh tersendiri dalam

15:27 sebuah proses terwujudnya manifestasi gitu. Saya menjumpai banyak sahabat-sahabat itu yang ketika kemudian dia menyadari nafas, saat kemudian menghirup nafas, mengeluarkannya, batinnya itu penuh rasa syukur terhadap semesta itu ko Irwan hampir semua masalahnya itu selesai. itu banyak case seperti itu. Nah, secara apa ya secara ilmiah mungkin ya alasannya apa yang paling masuk akal kenapa dari menyadari nafas syukur aja hidup bisa berubah, jalan hidup bisa berubah gitu. Gimana itu? Ya, itu kalau kita belajar ee power and

16:16 force ya, hubungannya dengan power and force. Heeh. Heeh. Heeh. Syukur itu energinya tinggi banget, Pak. Oke. Ya, syukur itu energinya tinggi sekali. Nah, sekali lagi tadi mengatakan energy govern matter. Energi itu mengatur matter. Nah, tingkat energi ini kan ada berbagai macam energi mengatur materi ya. Yes. Energy govern matter. Energi ini ada levelnya Pak yaitu kita belajar di power enforce. Ada energi level rendah, ada energi level tinggi. Kemarahan kita itu matur itu energi loh. Hm. Bahwa kemarahan kita bisa mengatur materi. Bisa. Coba kalau sekarang saya habis berantem sama istri saya, Pak Hendra.

17:01 Pak Hendra ee pegawai saya. Enggak ngapa-ngapain saya maki-maki. Salah sedikit saya ungkit-ungkit. Lama-lama Pak ikutan sebel enggak sama saya? Sebelum ketularan kan? Padahal tadinya saya bermula dari mana? Dari saya berantem sama istri saya. Pak Hendra yang ee pura-puranya jadi pegawai saya misalkan kena dampaknya, Pak. Jadi energi govern matter energi tidak selalu punya tinggi, ada levelnya. Nah, energi syukur adalah energi yang paling tinggi. Nah, kalau kita belajar power and force dan kita belajarnya sampai level yang mendalam secara secara alamiah kita tuh akan diarahkan menuju ke zona

17:48 power secara alamihya yang membuat kita berada di bawah level bawah karena kita menutup jalur alamiah itu. Kita tidak mengizinkan jalur alam itu karena kita masih menikmati kemarahan ini. Saya dendam sama Pak Hendra misalkan, kenapa saya menyimpan ini sampai bertahun-tahun, berpuluh-puluh tahun? Padahal kejadiannya mungkin sudah 30 tahun yang lalu misalkan waktu kita lagi main layangan misalkan waktu kecil misalkan. Tapi rasa itu bisa saya pelihara sampai 30 tahun. Pertanyaan sederhana, kenapa kok saya pelihara ini? Karena saya saya menikmati, Pak. Heeh. Ada orang yang menikmati punya banyak musuh, punya banyak dendam. Itu kayak wah kayak sebuah prestasi gitu. Heeh. Sehingga saya ngeblok, Pak. Sebenarnya

18:34 energi saya mau naik menuju ke sono power itu diblok. Nah, ngeblok energi perlu energi, Pak. Coba deh menyimpan kebencian pakai energi enggak? Iya dong. Ayo, kalau saya berbohong nih, Pak, pakai energi enggak? Pakai energi. Tapi kalau saya berbicara jujur, pakai energi enggak? Enggak pakai, Pak. Misalkan Pak Hendra tanya, "Kemarin malam makan apa?" Kalau kemarin malam saya makan restoran, saya bilang, "Oh, makan restoran." 2 bulan lagi mungkin saya pasti bilang, "Oh, makan restoran." Oh, iya saya pernah. Tapi kalau saya berbohong makan di restoran itu, mungkin saya akan lupa. Kapan, Pak, saya pernah ngomong gitu. Oh, lupa saya. Padahal saya berbohong. Berbohong itu menyimpan energi ya. Sehingga kalau itu energi itu yang biasanya saya pakai untuk menyimpan

19:20 itu sekarang saya lepaskan saya izinkan jalur alamia itu maka saya akan mengalami namanya surplus energi Pak. Energi yang selama ini saya pakai buat investasi hal yang begitu-begitu. Investasi sampah-sampah itu. Sekarang saya buang sampahnya, saya lepas maka bom terjadilah. Itu mengizinkan. Itul yang terjadi pada saat kenapa kita ketika kita nafas syukur tadi ke atas, kita kembali lagi ke jalur alamiah kita. Jalur alamiah kita akan diarahkan menuju ke zona power. Selama ini kita tuh ngeblok yang tadi kenapa kok kenapa kok orang itu tiba-tiba wah dapat rasa plong yang luar biasa? Semakin banyak tekanan, semakin banyak sampah yang kamu simpan, semakin besar plong kamu. Otomatis. Kok

20:07 bisa? Karena semakin banyak sampah yang kamu simpan, energi yang kamu pakai buat memelihara sampah itu besar semakin besar juga. Bayangkan kalau sekarang tiba-tiba sampah itu lepas, kamu gak perlu lagi mengeluarkan energi segitu gede. Maka kamu akan suruh plus energi lah. Itulah yang menjelaskan kenapa kok napas syukur itu menghasilkan powerful, sangat powerful. Bahwa solusi dari semua masalah kamu itu sebenarnya sudah ada dari dulu sudah manggil-manggil. Tapi kita sendiri yang ngeblok karena kita sibuk ngurusin kebencian kita. Kita sibuk ngurusin dengan kebingungan kita, kekhawatiran kita. Itu terus yang dipelihara. Ketakutan kita nak gak mengizinkan itu keluar. Padahal sebenarnya solusi itu sudah muncul. Begitu itu dilepas bom, maka solusi akan

20:53 masuk dengan sendirinya secara otomatis. Ya, menarik sekali ya. Tapi meskipun meskipun lezat dan mengenyangkan kalau terlalu banyak juga enggak bagus ya, Teman-teman. Muntah-muntah ya. Ini ee sekali lagi ee kita akan hadirkan ko Irwan Hero ini tiap minggu sekali rencananya teman-teman ee penjelasannya sangat mudah dipahami dan acara ini disponsori oleh Sirenova. Jadi teman-teman yang mau pesan lagu afirmasinya Cien itu banyak banget yang pesan dan harganya hanya Rp100.000. Dan ada juga parfum personal buat teman-teman ya yang mau dibikinkan

21:39 parfum Serenova berdasarkan tanggal lahirnya ee silakan bisa didapatkan di admin Haji Roso. Dan ada juga video-video rekaman menarik videonya Ko Irwan Hero dan Cien dengan berbagai kebutuhan nanti bisa ditanyakan semuanya di Nggaji Rosok. Sekali lagi ee malam hari ini sangat berkesan sekali Koirwan. Terima kasih banyak mengingatkan kita semuanya. Kita akhirnya bisa semacam kayak menyelami satu hal yang mungkin selama ini kita sering kejar-kejar di luar K Irwan. Padahal sesungguhnya ia sedang sudah ada berada di dalam gitu ya kekuatan manifestasi dari sebuah kesadaran murni gitu. Seperti yang

22:26 diajarkan oleh Katole tadi yang disinggung sama Koirwan, keajaiban itu tidak datang dari sebuah ambisi, ego, tapi dari keheningan yang sadar. Bukan dari ingin punya, tapi dari menjadi gitu kira-kira ya, K Irwan ya. Nah, mungkin sebagai final statement K Irwan untuk teman-teman semuanya ya. Topik malam ini ee luar biasa sekali. ee kita saya juga akak enggak menyangka kita akan larinya sampai ke dalam sedalam itu karena pertanyaannya juga bagus-bagus ya. Nah, mungkin ee ya ini berlaku bukan cuma buat teman-teman, tapi juga buat saya juga sekedar pengingat bahwa ee kita adalah bos dari

23:12 atensi kita dan setiap hari cobalah luangkan waktu 5 menit 10 menit untuk mengarahkan atensi itu arahkan ke awarenessnya. Karena di situlah letak jawaban dari semuanya ya. Jadi kalau kita bisa mengarahkan itu memang sekali lagi ya ini proses. Kita gak bisa bilang satu kali langsung jalan enggak bisa. Semua itu proses. Nikmatin prosesnya jangan pernah jangan pernah langsung minta hasil akhir hasil instan. Tujuan kita tuh nikmatin prosesnya. Fokus pada perjalanannya. Fokus pada proses. Jadi boleh enggak kalau saya melakukan kesalahan? Boleh. Enggak apa-apa. Gak ada yang mau menghakimi kamu atas kesalahan kamu tuh enggak ada selain dirimu sendiri ya. Kamu juga tidak perlu validasi dari orang lain. Enggak perlu. Jangan pernah tanya benar enggak cara

23:58 saya nih kapan waktunya pakai baju apa? Udahlah udah stop pertanyaan seperti itu. Cari jawaban itu ke dirimu sendiri. Sesuaikan setiap orang berbeda-beda. Tapi yang paling penting adalah niatkan, beranikan diri untuk bertemu dengan your true self. Karena itu adalah kunci jawaban untuk mengubah wh untuk melepas dari identitas kita yang sekarang itu ada di situ jawabannya. Tanpa itu kamu akan sulit sekali bahwa tadi kita belajar ilmu pikiran. Yes, betul betul itu pelengkap. Saling melengkapin. Tapi yang paling utama sudah saya sharingkan, yang terbesar itu adalah bagaimana kamu menemukan atau terkoneksi dengan awareness. Itulah jati dirimu sebenarnya. Begitu kamu terkoneksi

24:44 dengan itu, maka semuanya akan disesuaikan. Semuanya akan disesuaikan. Dan lagi-lagi kamu akan menemukan cara versi dirimu sendiri. Kamu akan menemukan jalan versi dirimu sendiri tanpa harus mengikut orang lain siapapun itu. Kamu akan bangga menjadi dirimu sendiri menemukan jalan itu dan ya kamu akan menemukan jati dirimu kenapa kamu berada di dunia ini. Itu poin yang terpenting dari semuanya. Okean. Saya ucapkan selamat buat siapapun yang nonton video ini ya. Kita terus bertumbuh gitu ya. Kita tercerahkan. Luar biasa malam hari ini, Pak Irwan. Sekali lagi terima kasih ya atas waktunya. Sehat selalu ya. Terima kasih.

25:29 Terima kasih Pak Hendra. Thank you. Thank you. [Musik]

Share

Ringkasan Video YouTube