0:00 hukum menggunakan a itu jadi wajib. Karena kalau enggak kita pakai itu namanya kufur nikmat. Kufur nikmat ya. Iya. Jadi apa yang terjadi ee kepada penerbit yang melarang makai AI akibatnya enggak akan ada yang sampai ke mereka. Sekarang Prof. kalau kita lihat ya publisher-publisher besar itu, itu kan semua minta kita untuk declare AI ya. Iya. Sehingga ketika orang sekali saja berbohong, hilang kredibilitasnya. Nah, EAI ini enggak punya kredibilitas. Makanya dibutuhkan. Jadi, penggunaan AI itu secara bijak adalah bukan hanya kita mampu menggunakan tool secara mayir, tapi juga punya kemampuan untuk menelaah hasil dari AI itu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Oke, hari ini kita kedatangan narasumber yang
0:45 spesial. Karena beliau ini kalau para akademis itu kayaknya sudah familiar lihat beliau. Nah, hari ini saya kedatangan kita sebut profesor aja ya beliau ya. Prof. Muhammad Royil Bilad. Nah, beliau ini adalah dosen di Universitas Brunei Darussalam. Ya, selamat datang, Prof. Terima kasih. Selamat datang. Eh, saya senang sekali berada di sini. Terima kasih atas undangannya. Masyaallah. Ini sangat apa? Momen yang luar biasa kedatangan beliau di sini. Apa kita tahu ya, beliau ini sangat sibuk kayaknya, Prof. ya sibuk dari Brun Darussalam ke Indonesia di berbagai daerah dari poin A ke poin B macam-macam ya. Iya karena mungkin sepertinya ada shifting paradigm paradigm ya di dunia
1:31 akademisi di kampus-kampus di Indonesia dosen-dosen itu dia sudah mulai menerima AI sebagai bagian dari hidup mereka ini. Nah karena bicara karena kebetulan ee saya banyak mendalami dari awal jadi mungkin lebih dikenal ee dan katanya ya dia cuman mau saya gitu. I itu akan bikin saya agak agak repot. Ini kalau baca profil Prof ini luar biasa ya. 290 ya. Benar ya? Oh salah itu. Oh salah berarti ya. Kalau per hari ini 339 artikel yang terindeks di Scopus. Ah iya betul. Nah luar biasa. Nah, dan juga selain itu beliau ini ee saat ini ya aktif dalam hal workshop di berbagai daerah dan juga ee ee workshop virtual
2:20 terkait pemanfaatan AI dalam meningkatkan maupun menulis penulisan artikel ilmiah ya, Prof. ya. Iya, betul betul. Jadi mungkin generalnya tuh AI untuk riset lah. Jadi dari proses menggali ide sampai merevisi artikel EAI itu riset ya untuk riset. Jadi keseluruhan proses riset lah. Oke, pokoknya AI-nya itu fokus untuk riset spesialnya. Spesial riset. Nah, memang kalau saya lihat dari bidang ilmunya teknologi membran. Iya. Dan nah saya penginnya mungkin Prof bisa menceritakan kepada kita semua latar belakang akademik dan saat ini kok bisa masuk ke AI gitu. Oh, I ya. Oke. Em, saya lulus S1 di ITB, Teknik Kimia. ITB. Iya. Oke. Kemudian lanjut sekolah
3:05 S2 di University Teknologi Petronas di Malaysia. Malaysia. Ya. Beberapa bulan kemudian lanjut ke S3 ke Belgia ke KU Lven. Ee di sanalah saya mengalami banyak gembleng resear research ya. Karena ee Kak Uluven ini salah satu kampus dengan outcome ee industrialisasi terbesar di dunia. Jadi kalau dia dari ranking komersialisasi nomor satu. Oke. Bahkan kampus dibiayai oleh perusahaan spinoff-nya sendiri. Heeh. Ee dari sana culturet bagus. Ee kemudian ikut juga di kayak European ee yang ada yang beasiswa tuh ee apa lupa saya namanya itu ikut bantu-bantu profesor di sana. Jadi kenal banyak
3:52 network. Nah, biar saya ceritakan kenapa bisa banyak publikasinya. Jadi memang ee kolaboratornya banyak. Oke. Dari berbagai penjuru dunia. Eh, kemudian dari sana sempat ee pindah-pindah kerja ya. Oke. Eh, pos doc di Belgia. Kemudian saya sempat juga di Abu Dhabi. Abu Dhabi. Sempat di Abu Dabi. Iya, Masdar Institute of Science and Technology. Sempat juga di NTU eh Posdc sebelum mulai karir dosen itu sebenarnya 2016 saya jadi dosen. Jadi baru tahd ya? Iya. Posd di Belgia, Postd eh Masdar Institute, Postd di NPU. tiga kali pos doc baru jadi dosen pertama kali di UTP Malaysia tadi itu. Jadi setelah doktor pos tiga kali baru jadi dosen. Iya. Jadi terlambatlah. Makanya saya belum profesor ini karena memang terlambat
4:38 karir akademiknya. Tapi apa secara eh theur ya ee belum profesor tapi memang secara de facto pengalamannya. Wah ini profesor-profesor panggilan semua orang ini enggak punya legal standing. Tapi biasanya ee doa itu ampun. Heeh. Doa yang selalu doa itu selalu doa yang baik-baik. Amin. Amin. Nah, ee ini kayaknya menarik nih karena sejak kapan Profilad itu masuk ke dunia publikasi menggunakan AI. Nah, seperti apa itu tadi? Tadi belum ya? Jadi di 2000 23 ya itu pertengahan itu 2023. Iya. ada lembaga training itu minta saya untuk ee
5:24 ngasih webinar berseri tentang e riset. Awalnya riset ya. Awalnya tentang riset. Oke. Awalnya tentang riset. Kemudian di tengah jalan itu kan booming lah AI ini. Booming lah AI ini. Ee kemudian mengajar riset online itu susah. Sementara banyak orang ingin instan kan. Pengin bukan instan pengin cepat cepat pengin cepat. Nah, ada masuk AI viral kan kita coba dan kita coba untuk riset juga dan di sana tuh lah ini kok bisa kok bagus gitu. Akhirnya saya bikin saya bilang ke penyelenggara ituh next time bikin pakai AI. Saya langsung kasih tahu bikin ee workshop eh penulisan untuk artikel
6:09 Scopus menggunakan AI. Saya bilang kemudian saya coba-coba kan. Heeh. Wah, itu saya kecewa sekali ini. Ah, ini saya caci maki dia. Jadi dia memberikan apa istilahnya tuh ee PHP ya, bahasa Indonesianya tuh memberikan harapan palsu. Iya, phs benar-benar. Jadi ketika kita nulis kan cepat kan jadinya tuh. Wah, saya bilang ke istri saya tuh sebelum tidur saya bisa nulis satu book chapter. Saya bilang dengan perintah-perintah segala macam itu. Wah, ini kalau kata dia kata istilahnya ngomong mustahil kata dia. Tapi saya kan wah ini bagus gitu. Iya. Iya. Kemudian setelah setelah itu kan itu sudah dibuatkan brosurnya. Hm. Itu dulu Prof. E apa yang digunakan dulu tu? Ee chat GPT awal-awal awal-awal booming ee memang chat GPT kan yang pertama kali booming. GPT. Nah, itu terus ee jadi itu
6:57 kemudian saya down ini saya sudah komit untuk memberikan pelatihan AI eh riset AI dengan AI. Tapi sayanya sendiri tuh meragukan AI ini bahwa EAI ini enggak bisa dipercaya. Ujung-ujungnya proses editing kalau kita bikin draft, editingnya tuh lebih lama lagi. Oke. Jauh lebih mudah untuk nulis mandiri. Lalu akhirnya karena saya sudah janji saya belajar. Jadi saya baca jurnal tentang bagaimana cara pakai AI. Oh oke. Jadi detail saya pelajari dari mana asal muuasalnya, bagaimana cara kita prompting dan seterusnya dan seterusnya. Memang Prof ini ngulik. Ah, ngulik. Saya belajar ngulik saya apa yang saya omongkan itu saya bisa carikan jurnalnya. Ah, oke. Nah, jadi saya tahu
7:42 ini kenapa misalkan saya salah satu yang saya bilang itu retrieval augmented generation misalkan bahwa kita itu bukan mencari informasi di AI tapi mengelola informasi. Mengelola informasi. Tuh, ingat teman-teman, AI itu bukan mencari informasi tapi mengelola informasi. Iya, itu game changer. Jadi selama ini contohnya misalkan orang kan selalu bertanya ee misalkan tentang apa gitu. Beda dengan ee halnya dengan saya suruh EAI baca buku kemudian saya minta dia untuk memberikan jawaban berdasarkan pada buku itu. He. Jadi sekarang saya dapat informasi yang saya tahu sumbernya, saya bisa langsung validasi informasi itu, gitu. Nah, sebagai akademisi, sebagai peneliti, kita itu orang yang paling jujur dan paling takut untuk memberikan statement. Iya. ya.
8:29 Nah, sekarang saya punya dasar. Jadi, ini tuh enggak sembarangan dia. Walaupun dia ngasih saya jawaban, saya tahu sumbernya dari mana sehingga apapun yang dia katakan saya bisa verifikasi balik. Nah, dari sanalah momentum awal ee bagaimana kita kembangkan. Jadi, sebenarnya bagus. Jadi, halusinasi itu memang betul terjadi tapi bisa diminimalkan. Nah, dari sana saya kembangkan banyaklah ee teknik-teknik bagaimana menggunakan AI sehingga saya cukup percaya. Jadi kepercayaan saya tuh yakin gitu. Sampai saya bilang nih kalau semua orang bisa nanti nulis jurnal itu jadi mudah gitu. Jadi mudah. Benar. Nah, itu itu dilema yang nomor dua. Oh, nomor dua ya. Enggak nomor dua itu yang pertama itu adalah enggak tahu cara pakainya. Setelah tahu cara pakainya ini kalau semua orang pakai ya nanti selesai
9:16 dunia ee perpublikasian itu. Perpublikasian. Iya. Nah, sekarang itu kan kalau kita lihat ya, ini orang teman-teman di luar sana itu sangat banyak pengguna CGPT. Nih kita bicara CGPT ya, Prof ya. He GPT dulu ini CGPT banyak penggunanya. Nah, kadang-kadang mereka bilang, "Ah, referensinya fake gitu, enggak enggak valid itu." Padahal sebenarnya dia enggak enggak tahu pakainya ya. Iya. Jadi banyak orang yang ee tidak menerima AI itu karena ketika mereka pakai mereka tahu ini enggak valid. Jadi informasinya itu enggak betul. Nah, itu kan ada dua. Ada ada ee kesalahan itu terjadi ada dua. Ada yang karena memang sistemnya itu bersalah atau pemakaiannya bersalah. Nah, di sebagian besar kasus itu ke
10:03 kesalahan yang mereka dapatkan itu karena mereka memakainya salah. Oke. Nah, menurut pandangan saya. Nah, pemakaian yang salah ya. Ya, cara makainya salah, hasilnya enggak akurat, enggak presisi, banyak halu. Terus dia bilang, "Ea, ini jelek." Iya. Padahal cara pakainya enggak enggak enggak enggak enggak bagus. Bagaimana Profespon? Ada statement AI itu bukan bikin untuk cerdas tapi bikin orang jadi culas. Nah, gimana tuh, Prof? Kira-kira satu. Jadi statement ini tendensius e ada kecenderungan dia untuk menuduhkan bahwa pempengguna A itu culas semua kan. Itu kan generalisasi ya. Oke. Ini menarik nih kayak generalisasi penggunaan itu untuk culas. Eh, yang nomor dua i kan saya kasih misalkan ada saya bikin pisau. Oke. Kemudian pisau itu dipakai
10:51 orang untuk bunuh orang lain. Kemudian kita men-judge bahwa pisau ini yang dibikin ini nih kalian menciptakan pembunuh. I padahal pisau itu enggak pernah diniatkan sama pembuatnya itu untuk dipakai membunuh. Dia itu potong sayur. Itu kan mirip-mirip seperti itu. Iya. Iya. Iya. Iya. Nah, kemudian yang masalah tadi itu ee banyak jugalah ee jadi ee miskonsepsi tentang ee AI culas tidak culas itu bukan AI-nya itu manusia yang makai kan ya itu ee menurut saya tuh no brandner itu masalah manusianya. Jadi tergantung humannya cara dia menggunakan EA itu seperti apa. Iya. Jadi cara dia ee itu kan ini kan jadi yang dipermasalahkan itu adalah ada orang yang sepatutnya itu
11:36 dia minta AI melakukan sesuatu kemudian dia mengklaim itu hasil karyanya dia gitu. Oh iya. Tanpa ada kontribusi yang signifikan gitu. Sehingga dia bilang itu culas bukan kamu yang ngerjakan tapi kamu yang mengakui gitu. Nah apakah ada orang seperti itu? Ya saya pikir banyak. Saya pikir banyak tapi kan bukan mengenenalisasi bahwa semua pemakai AI itu culas. Celas. Iya. sepakat. Nah, itu kan seperti apa bedanya kita dengan orang-orang Barat itu? Ada satu dua orang Islam bersalah kemudian bilang Islam ini agama macam-macam. Benar. Benar. Nah, apalagi sekarang Prof kalau kita lihat ya publisher-publisher besar itu itu kan semua minta kita untuk declare ea ya. Iya. Kalau pakai declare E. Nah, saya kira itu ya bisa juga tadi relate sama yang tadi itu. Jadi, jadi publisher besar e itu melihat saya satu
12:22 ya melihat bahwa semua orang akan pakai sekarang itu setiap hari, setiap saat 120 juta orang login chat GPT di setiap saat. Oke, bersamaan 120 juta. Kemudian sudah ada 3 juta company yang daftar itu subscription ee ee sebagai ee apa? Enterprise atau Teams GPT. Jadi banyak pengguna ini digunakan oleh semua orang digunakan oleh kalau kita lihat survei di kampus-kampus besar di dunia semua peneliti pakai AI. Semua peneliti pakai AI. Jadi apa yang terjadi ee kepada penerbit yang melarang pakai AI? Enggak akan akibatnya enggak akan ada yang submit ke mereka. Jadi kalau mereka tidak adapti dan menerima AI mereka akan digilas, akan ditinggalkan. Jadi
13:08 publisher itu enggak apa? Oh enggak mau rugi dong. Itu bis enggak mau rugi. I benar benar. Nah, kalau pakai Aone tetap aja kan yang kena kan outor. Autor bukan publisher-nya ya. Ee bukan publisher. Jadi kalau di declaration itu kan kalau ada sesuatu misalkan di Elsevier itu kan kita bisanya nulis statement ee pakai AI apa kemudian ada tambahannya. Jadi penulis bertanggung jawab terhadap apapun yang ditulis di sana gitu. Nah, ternyata nulis pakai AI itu bisa dan diterima bisa tembus. Wah, hampir semua memperbolehkanlah. Saya hanya baru baru nemu beberapa yang tidak boleh pakai ya sama sekali. Terus kalau misalkan ada yang tanya terus bagaimana respon kita? Ya tinggalkan cari yang yang kan yang boleh banyak. Cari cari publisher yang baru. Iya cari publisher yang boleh. Oke. Menarik. Yang susah nyarinya itu
13:55 adalah publisher yang melarang. Iya pakai AI yang memperbolehkan itu banyak sekali. Saat ini ya sebab juga udah minta penulis untuk declare AI. Ah, oke. Eh, oke. Memang memang mesti mesti declare lah. Eh, karena ya itu eh kita ingin ee membangun awareness bahwa ketika kita meletakkan nama kita sebagai penulis itu isinya tuh kita yang bertanggung jawab. Kejujuran diutamakan ya. Harus kita jujur kita harus pakai apa. Nah, Prof. sekarang ee menurut Prof ini kira-kira AI itu kan banyak nih platformnya banyak banget. Kenapa CGPT lebih banyak? yang sering digunakan Prof. Emm apakah dia menjadi AID urutan pertama atau gimana? Kalau kita lihat ee
14:42 pendapat umum ya di forum-forum pengguna AI memang terbaik itu CJP lah dari segi dari segi satu hal pemahaman konteks. Ter ini yang paling penting dari AI. Jadi ketika AI memahami perintah sesuai dengan yang kita mau itu AI yang bagus. Jadi jawabannya nanti karena dia paham perintahnya dia, jawabannya tuh sesuai dengan yang kita mau. Nah, banyak AI itu yang nanti coba aja diuji. Jadi buka banyak AI kemudian kasih perintah yang sama mana yang paling sesuai dengan yang kita harapkan itu bisa bisa dibandingkan bisa dibandingkan. Kenapa? Ee itu satulah kalau menurut saya. Yang kedua memang ee dia jadi kayak yang pertama di brand kan. Jadi semua ngikut dia dari segi brand kan ee semua ikut dia. Jadi dia sudah leading di depan dah. Menurut
15:29 saya sekarang ee pengguna AI yang betulan itu ya Heeh. hampirlah didominasi oleh ee CHGPT. CGPT. Eh oke. Yang lain itu nanti akan manuver lah untuk dapat market. H banyak yang sudah mundur lah. Misalkan Microsoft pun sudah mundur kan? Sudah mundur. Iya. Heeh. Sudah mundur. Dia merasa enggak bisa kompetisi. Sekarang ada lagi yang baru ini di di yang lagi viral saat ini. Gemini Gemini. Gemini kan sudah lama. Oh, sudah lama sebenarnya. Cuma baru viral Gini kan buatan Google kan. Google buatan Google. E udah lama dia. Oh, udah lama itu Prof. Yaudah lama. Sudah lama tapi enggak jadi dia terlambat ya. Jadi terlambat sehingga menurut saya kehilangan momentum gitu. Iya. Makanya sekarang nih lagi di grup itu pada banyak basit. Iya. Karena ke depan ya ee orang berpikir
16:14 bahwa dia akan pada akhirnya akan lead. Kenapa? Karena dia punya Google kan. H. Nah. Nah, sekarang ee celah yang mereka pakai itu kan ee ee V eh VO3 itu yang untuk bikin video langsung ada narasi segala macam itu. Nah, itu kan multimodel lah istilahnya kan. Jadi saya dengan satu prom saya bisa dapat input eh output suara, output video gitu. Iya. Ee dapat generate narasi segala macam kan jadi satu. Ee itu yang mungkin ee ee arah ke depannya akan ke sana, akan ke sana ya. Nah, banyak yang memprediksilah. Tapi saat ini CGPT masih dianggap posisi pertama untuk nulis. Oh, kalau untuk nulis kayaknya jauh di depan yang lain. Antum jauh di depan yang lain. Oh, gitu.
17:00 Oke. Ya, ini versi saya dan ini ya ee jadi walaupun banyak misalkan wah Deep Six hasil ujungnya segini gini gitu, tapi itu enggak merubah ee trust. User tetap pakai CGPT. CGPT. Cuma kan sekarang penggunaan CCPT itu, Prof. Eh, banyak yang enggak ngerti cara pakai gimana nulis yang menghasilkan sebuah tulisan yang autentik. Oke. Nah, itu itu gimana tuh, Prof, kira-kira? Oh, nih kebetulan ee hari eh malam Selasa tuh saya buat webinar itu tentang menulis autentik dengan e GPT. GPT satu em tadi yang saya bahas di awal bahwa banyak orang yang ee salah kaprah tentang ee AI ini satu large language model ini. Jadi dia berpikir bahwa itu sebagai sumber
17:45 informasi. Jadi dia tanya terus dia minta jawaban. Oke. Atau paling orang pakai ee namanya prompting framework ya. Kamu adalah seorang profesor di bidang X. Tuliskan saya sebuah artikel seperti ini, gitu. Nah, itu mungkin basic Iya. ya ee ee cara ee ee pakainya ee tapi ada banyak hal-hal detail lain ee supaya hasilnya itu optimum. Jadi ee kita perlu tahu paling tidak itu tiga hal lah ee dalam penggunaannya itu. Satu namanya prom engineering. Jadi kalimat tulis itu. Oke. Strategi perintah. Eh oke. Kemudian ada yang saya bilang itu e prompting framework. Eh, jadi dia itu pada bagaimana kita mengembangkan konteks itu konteks salah satunya misalkan prompting framework itu chain of thought. Chin of thought artinya kita
18:32 enggak langsung tanyakan apa yang kita mau. H oke. Tapi kita berproses. Contohnya misalkan ketika kita meminta AI untuk menulis, kita kasih tahu dulu oke argumen dari artikel kita seperti apa. Argumennya seperti ini. Dia pelajari argumennya. Kemudian setelah itu eh logically dia buat outline. Iya. Dia akan kembangkan kerangkanya. Kerangka. Kemudian dia akan kembangkan poin-poinnya. Nah, jadi ini kan ada tahapan-tahapannya. Kemudian dia menulis. Menulis itu pun enggak langsung sekalian karena eh prompting itu juga e itu tadi chain of thought. Jadi kita proses. Yang terakhir itu namanya strategic prompting. Ketika kita harus mempertimbangkan apa? Keterbatasan constraints dari AI.
19:18 Contoh misalkan iya ketika orang beli cat GPT misalkan GPT yang plus misalkan kan itu ada banyak model ya ada di sana itu model ee 4O 4 4 O3 itu kan model-model yang dibikin untuk tujuan spesifik. Kalau misalkan sesuatu yang sifatnya ee analisis berarti harus mestinya pakai U3. Kalau menulis akademik mestinya 4,5 4,5. Kalau untuk yang biasa-biasa saja mungkin e 4O. Nah, itu kan banyak orang yang enggak enggak aware tentang itu. Sehingga akhirnya dia dikasih samurai tapi dipakai untuk potong sayur. Padahal samurai untuk berperang. Nah, orang kan kebanyakan kayak gitu, Prof. Dia pakai yang e yang default aja. Yang default. Iya, yang default. Padahal default itu kalau kita rubah sekali dia enggak
20:04 berubah loh. Iya, enggak berubah. Nah, oke. Itu satu. Kemudian ada namanya unit of intelligence. E. Oke. Jadi, unit of diligence itu bahasa bahasa populernya tuh token. Token. Nah, token. Jadi, setiap kita setiap kita beli ee A itu ada paket tokennya. Oke. Ada sekian banyak token yang kamu bisa pakai, ada limit tertentu. Ada limitnya. Jadi, misalkan model ini ada sekian kali, model ini ada sekian kali dan seterusnya. Oh, ya. Makanya di model O3 itu, Prof. Saya pernah pakai ya. Pernah pakai. Nanti kalau sudah habis mati limit dia. Ah, ramit. Ee ee kamu punya sisa sekian K. Iya, benar. Tunggu besok itu besok. Nah, gitu memang ada limit ee oke. Itu tidaknya itu. Jadi ee apa namanya? Input yang bisa kita yang bisa dia baca dalam sebuah conversation
20:49 itu juga ada limitnya. Input ya. Inputnya contohnya kita misalkan ee ada ada inputnya. Saya enggak tahu secara spesifik per model tokennya berapa. Contohnya misalnya kita minta membaca artikel, kita bisa merangkum gitu. merangkum artikel 10 halaman dengan 5.000 halaman kan energi yang apa lebih besar. Apa yang terjadi kalau misalkan kita bandingkan hasil ringkasan ee dari 2000 halaman dengan 10 ee 5.000 halaman dia menggunakan kecerdasan yang sama. Oke. Nah, ini kan banyak orang enggak tahu main-main hajar-hajar saja masukkan semua artikel gitu. Input itu, Prof. Mana bagiknya? Ada input input itu input from jumlah kata yang kita ketik berapa banyak itu kemudian ada input bentuknya
21:35 file kan file. Nah, mana lebih bagus? Itu ada batasnya. Jadi semakin sedikit semakin bagus. Semakin sedikit jumlahnya semakin bagus. Kan file ini kan kadang ada orang yang ngupload ee file Word ya, file word, file PDF. Nah, itu mana yang lebih lebih biasanya biasanya itu jumlah kata yang dihitung. Jadi jenis file mungkin kurang kurang. Oh, enggak enggak masuk ke jenis file ya, tapi jumlah katanya. atau jumlah kata itu korelasin misalnya satu token berapa kata gitu. Kemudian output juga jadi enggak bisa misalkan kita minta 10.000 10.000 Ibu output menulis artikel dari abstrak sampai conclusion gitu hanya sekali sekali prom gitu memang dia dibatasi itu. Oh iya itu yang yang ini jadi sudah salah model, salah cara bertanya, kemudian salah strategi juga
22:21 gitu sehingga ee ya kalau di dinilai hasilnya itu wah ini enggak sebagus yang yang didengung-dengungkan gitu ya. Enggak bisa pakai aja solusinya seperti itu. Nah, kan ada juga orang kayak gini, "Prof, okelah kita nulis bagus tuh." Tiba-tiba dia nanya, "Belum tentu si penulis itu ngerti tulisannya?" Belum tentu. Belum tentu. Betul. Belum tentu. Makanya dibutuhkan. Jadi, penggunaan EA itu secara bijak adalah bukan hanya kita mampu menggunakan tool secara mahir, tapi juga punya kemampuan untuk menela hasil dari IAI itu. Iya, betul. Jadi, em kan em apa namanya? Karena nanti penulis itu bertanggung jawab terhadap tulisan tulisan maka dia yang harus cek satu persatu. saya tuh ee ini sudah menyangkut masalah etik ya.
23:07 Saya tuh punya apa namanya prinsip lah. Jadi kalau saya ketemu ee ee orang gitu ya ee kita kan otomatis percaya ya iya orang ini baik kan. Bagaimana kalau kita nganggap dia itu pencopet? Kita kan enggak mau ketemu atau dia pembunuh. Jadi kita berhusnuzon setiap ketemu sama orang baru sampai orang ini mulai berbohong misalkan. He loh kok dia bohong gitu. Terus okelah mungkin dia mungkin dia khilaf gitu tapi besoknya lagi bohong lagi. Akhirnya sedikit demi sedikit kita sudah mulai melabelkan dia. Oh orang ini jangan jangan serta-merta dipercaya bisa jadi dia bohong gitu kan. He. Jadi kita selalu mulai dari berhusnuzon. Nah paradigma saya etik dari EA adalah kita harus
23:53 mulai dari dari tidak percaya sama ya. Mulai dari tidak percaya. Oke, kita harus tidak percaya sampai kita verifikasi ee setiap itu informasinya itu karena apa? Karena kalau kita buka misalkan chat GPT itu kan itu dia ada disclaimer yang ada di setiap kita buka tuh di bagian bawah apa dia bilang itu chat GPT can make mistakes. Yes. Dia langsung tulis dia dia berbuat salah. Jadi coba sudah dikasih tahu loh ini berbuat salah gitu. Sehingga bagi saya etically kalau orang menggunakannya secara bertanggung jawab dia akan baca satu persatu. Karena dalam prinsip Islam misalkan kita enggak bisa kenapa? Kenapa kalau orang berbohong sekali kita jadi enggak bisa percaya sama sekali? Karena karena dia akan kita enggak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Betul. Betul. Itu masalahnya. Sehingga ketika orang sekali saja berbohong, He. Hilang
24:39 kredibilitasnya. Iya, benar, Prof. Nah, sekarang dari nah itu ketahuan bohong. Bagaimana yang kemarin kan gitu pertanyaannya? Apakah dia jujur atau enggak? Akhirnya hilang kredibilitasnya. Nah, EA ini enggak punya kredibilitas karena dia sudah bilang bahwa saya tuh sering salah, salah. Saya tuh bisa salah gitu. Ccip itu sudah bilang itu ya. Iya. sudah bilang dia. Sehingga yang perlu kita lakukan sebagai pengguna adalah benar-benar kita verifikasi satu persatu. Ee satu persatu eng kaneng kan enggak mungkin kan kita sebagai autor kemudian kita sendiri enggak ngerti tulisan itu. Nah, saya itu satu yang mendasar lah. Saya bilang apa sih kriteria kita melakukan verifikasi? Paling tidak kamu tahu artinya setiap yang itu iya kan banyak kita kita kan bukan penutur asli bahasa Inggris kan ya. sering saya itu saya walaupun sudah nulis sekian ratus artikel itu kalau nulis itu ada saja yang saya tidak yang
25:26 tidak tahu ya harus saya ganti atau kita kembangkan cara supaya A itu menulis seperti gaya kita gaya kita Oh ada caranya tuh seperti kita dicustomize ya dicustomiz ee jadi kita minta AI itu contoh ya kalau saya pakai itu jadi ee saya feeding AI itu dengan tiga artikel saya yang pertama yang saya tulis kata perkata h kemudian saya minta dia untuk mempelajari gaya penulisan orang ini. Nah, dari poin itu setelah itu kamu nulis ikuti gaya dia. Oke. Nah, dari sana dia akan kelihatan gayanya dan rasanya tuh sudah keras. Oh, ini kayak saya yang nulis. Hm. Nah, itu ada ada caranya. E ini ini pertama kali kan saya dulu waktu belajar itu kan nulis surat gaya sakespeare atau gaya apa kan bisa berarti dia bisa memahami gaya menulis ee orang. Heeh. Nah, Sakespir kan
26:12 terkenal tulisannya banyak di mana-mana saya siapa gitu. Nah, jadi sama tapi diajarin sama EAI ini nih. Ini ini loh tulisan yang saya bikin satu kata per kata saya pilih sendiri. Nah, dari sana dia belajar dan nanti nulisnya tuh benar ada rasa koneksi itu koneksi. Nah, ini ee sudah lama saya ee saya ceritakan secara verbal ke orang bagaimana kita ngajarin AI ee gitu supaya benar-benar gue banget gitu. Nah, sekarang saya sudah integrasikan dalam framework kalau kita pakai AI. Jadi di langkah pertama itu memang adjust dulu style-nya supaya nanti kita biar style-nya ini yang yang kita mau kita jadi rasanya seperti kita karakter tulisannya itu seperti kita karena nulis itu ada gayanya masing-masing orang kan punya
26:58 fingerprint ya iya satu orang fingerprint bisa dikasih tahu oh ini bak kamu mata pun ada ini tulisan pun ada jadi orang bisa dikenal dari tulisannya contohnya secara historis misalkan banyak misalkan kitab-kitab klasik zaman dulu tuh itu Kan halaman covernya sudah hilang. Iya. Ditemukanlah manuskrip. Tapi orang tahu ini penulisnya siapa dari gaya nulisnya karena karakternya sudah kelihatan nulisnya kelihatan. Contoh-contohnya misalnya kitab-kitabnya Al-Ghazali itu banyak berserakan tapi akhirnya orang tahu ini mesti yang nulis Al-Ghazali dari gayanya saja dari pilihan katanya dan seterusnya dan seterusnya. Iya. Bahkan ada ini orang yang ee membuktikan bahwa Al-Qur'an itu bukan buatan manusia dari gaya menulisnya. Iya. Katanya setiap surah tuh punya gaya gaya tersendiri. Iya. Kata katanya e
27:46 saya kan enggak punya kemampuan bahasa Arab yang bagus ya. Tapi Alfatihah lain sok ini lain ini lain. Kemudian di setiap surat itu selalu ada kata-kata yang baru yang enggak pernah disebut sebelumnya. Heeh. Nah, itu kan e jadi memang memang begitulah ee EA ini menarik sebenarnya itu ee ada banyak yang baru ee ada banyak yang bisa dieksplore dan ee saya tuh saya melihat ini sebagai sebuah disiplin baru karena EI ini beda dengan teknologi lainnya. Yang membedakannya satu kalau teknologi baru datang biasanya tuh datangnya tuh dengan manual cara pakainya. Iya, ada manual ini. Ini cara pakai mobil kan ada manualnya tuh manual beli beli AC ada book. Manualnya manual boknya lengkap ada. Mana A itu enggak ada. Iya benar. Baru sekarang keluar sekolah bagaimana cara from Engineering?
28:33 Bagaimana baru baru sekarang padahal Anya 5 tahun 3 tahun yang lalu. Sejak kapan sih ini, Prof? Cpt. Iya. Ee 45 tahun yang lalu. 45 tahun yang lalu CJPT. Iya. Nah, baru keluar AI sekarang sekolahkan bagaimana cara menggunakan AI. Jadi enggak ada manualnya. Sehingga waktu saya misalkan ee ini saya akan berinteraksi akhirnya saya dapat pakai common sense saja. Oke. Kan ini maksudnya apa? Dari sana kita belajar pattern-nya. Lalu oh begini. Oh begini. Framework-framework yang populer itu misalkan chain of contohnya misalkan rule task format ada namanya instruction based prompting. Ada banyak itu yang saya tuh sudah lihat orang kemudian saya kita juga pakai kan eksperimental gitu sehingga ee dari waktu ke waktu ya
29:20 biasalah ee kalau diasah terus-menerus kan ee mendalam gitu. Nah, saya tadi belum ini belum yang di bagian masalah yang kedua tadi awalnya saya frustasi enggak tahu cara pakainya yang kedua saya dilema mau ngajar atau tidak karena bikin jadi cepat gitu kan. I. Nah, tapi waktu itu yang jadi saya pending itu workshop itu 3 bulan dipending workshop itu 3 bulan. Berkontemplasi saya ini harus saya harus saya e ajarkan atau tidak? Maksudnya harus saya share lah bukan ngajarkan lah. Akhirnya sampai saya bilang bilang kalau saya tidak mengajarkannya orang lain yang akan melakukannya dan bisa jadi dia itu enggak punya standar moral standar setinggi yang saya mau. Benar. Jadi saya ingat itu coba bisa record webinar saya tuh isinya tuh ceramah itu awal-awal
30:07 setengah jam itu saya ceramah tentang etik tentang apa gitu. Tapi enggak enggak pernah lakukan demoak gak gak setelah itu saya demokan bahwa ini bahwa ini ee etik gitu. Jadi ya biar saya saja gitu. Kalaupun orang nanti anti sama saya ya ya saya akan hadapi gitu. Saya saya siap gitu. E nah itu ininya dan setelah itu jalan kemudian keluarlah polisi tentang e guideline penggunaan EA itu yang viral dari kementerian kementerian akhirnya saya diundang ke kampus mana-mana buy online offline. Oh awalnya dari situ ya? Dari situ yang mulai kampus masuk kampus masuk e narik ke sini ada satu fakultas bisa workshop 2 hari belajar itu workshop saya itu sampai last minute itu enggak ada yang pergi. Kalau saya workshop enggak ada yang pergi bahkan sampai lanjut. Kalau dihitung-hitung
30:52 sudah berapa kampus, Prof? Saya lupal. Kadang-kadang kampus kadang-kadang kampus itu kan dia ee per departemen. Oh, per depart. Ada fakultas ngundang, bukan universitas ee kampus mungkin ada K30 40. Materinya mirip-mirip semua. Ee kan mirip tapi kata orang. Jadi banyak orang itu gak bukan ee kata orang begini. Jadi banyak orang itu yang selalu datang ke saya walaupun saya ngasih tema sama karena saya tuh selalu datang dengan hal yang baru, berbeda hal yang baru. Misalkan menulis artikel pun yang baru. Contohnya misalnya tadi bagaimana cara bikin ee artikel yang autentik. He. Yang yang itu rasanya seperti tulisan saya itu baru saya ee kembangkan 2 hari yang lalu. Saya saya sudah pikirkan lama tapi saya buatkan secara sistematik. Itu baru 2 hari yang
31:38 lalu sehingga orang datang wah ini baru gitu. Oke, ya. Ada orang, ada peserta webinar yang ke mana pun saya bikin offline webinar tidak hadir hadir. Karena dia bilang bahwa setiap ada saya webinar selalu ada yang baru lain lain dari yang saya pelajari selalu punya novelty. Ada yang baru. Nah, terakhir itu ya kembangkan eh systematic literature review itu karena saya melihat bahwa banyak mahasiswa S3 tuh yang struggle ya, struggle untuk bagaimana melakukan itu secara efektif lah tanpa harus membypass proses pembelajaran. Nah, itu ee saya mulai kembangkan ee makanya beberapa workshop saya mulai kemarin. Oke. Ee oh mulai minggu lalu itu minggu lalu saya ke Makassar ya itu mulai saya ini bagaimana cara bikin sistematic lihat review menggunakan e A EI itu dan ada banyak
32:25 lagi. Jadi jadi sesuatu apa ya eh strategi prompting itu saya saya pikirkan dulu panjang. Itu yang bikin awalnya dipikirin sendiri ya. Ya dipikirin sendiri. E dipikirin sendiri. Sempat merenung berarti Prof. mikir ya enggak enggak yang bikin jadi sebenarnya orang minta dibantu ada masalah oke berawal dari masalah masalah orang jadi ya saya harus submit ini di bulan depan butuh ini kepikiran di sitore saya tanya kamu perlunya apa gitu saya perlu ini. Nah itu saya pikirin terus saya pikirin ini. Oh mungkin coba ini, coba ini. Sehingga saya bilang saya itu punya e responsibility untuk share apa yang saya dapatkan karena saya dapatnya tuh dengan perantara orang lain. Hm. melalui orang lain. Jadi bukan yang saya tuh sok-sokan mikir, enggak. Jadi ada problem.
33:10 Contohnya misalkan ee bagaimana cara menjawab reviewer? Iya. Menja reviewer ini eh apa? Gampang-gampang susah kan. Kita harus nunjukkan perubahannya sebelah mana, harus dirack change, kemudian ini segala macam kan itu harus diargumen. Kenapa kita enggak mau ikutin dia gitu. Ini kan banyak hal yang kalau disistematisasi itu susah. Iya, benar. Nah, karena orang-orang yang terdesak itulah. Nah, saya bilang ini bisa saya lakukan saya bantu secara mandiri tapi kan lama dan kita enggak punya waktu untuk itu, gitu. Nah, akhirnya saya saya pikirkan oh ternyata ee ini salah satu problem untuk me-review adalah EAI itu enggak pernah bisa menulis identik. Oh, oke. Di prom di prom from yang sama, di komputer yang
33:56 sama menggunakan akun yang sama. Oke, di browser yang sama dilakukan dua kali itu beda dia enggak literally sama per batin kan. Nah, bagaimana caranya biar bikin ini artikel aslinya kemudian dia merubah sedikit saja. Oh, itu challenge. Oh, saya perlu waktu sekitar 3 minggu untuk trial and error. Bagaimana caranya biar kelihatan track change-nya itu menjadi trigger ya, Prof ya. Nah, akhirnya ketemu dan saya bilang I have moral responsibility untuk share ini ke orang. Oke. Nah, gitu. Terus bagaimana cara ya? Banyaklah. He banyak. Nah, saya itu sempat saya kan juga sekarang ya suka pakai itu juga nulis segala macam. Dan satu hal yang menarik yang sampai sekarang saya ingat itu Prof pernah
34:42 ngomong di salah satu workshop apa gitu. JJPT itu harus diberikan input. Iya, input proses output juga ya seperti itu ya, Prof. ya. Emm semakin banyak inputnya. Wah, itu termasuk strategic prompting ya. E tadi satu tadi bahwa kita itu ingin dia tuh mengelola informasi ya. He kembali lagi bukan sumber informasi. Oke. Kita harus sediakan informasi. Contohnya misalnya untuk menulis berarti ide yang mau ditulis itu insight-nya dari kita. Heeh. Kita berikan bahan ya. E bahan ee ide dulu karena kan Oh iya ide kan tulisan itu kan sebenarnya pesan. And writing is one way of communication. Nah kita ini kan ngomong kan mesti ada sesuatu yang kita mau sampaikan kan. Menurus juga sama kan. Berarti ide yang kita mau sampaikan itu dari kita dulu. Oke. Terus yang
35:29 suplementary yang men-support ide ini kan juga kita kasih ya. Contohnya misalkan kalau menulis itu kita perlu literatur statement. Nah, itu kita input sehingga nah terus kemudian bagaimana kita mau deliver itu dalam bentuk bahasa tulis. Kan kita AI kalau kita sesuai dengan kita, kita punya cara. Oh, nanti kamu mulai dari ini kemudian dari sini dari sini. Jadi ya itu elemen-elemen yang mesti ada dalam ee kalau saya bilang itu academic prompting ya. akademik beda. Karena akademik sama non akademik itu beda. Itu perbedaannya tuh ada yang non fiksi, ada yang fiksi. Kalau kita nulis malah fiksi, up to you lah. Kan enggak ada orang yang akan ee akan merecokin kan. Tapi ketika kita ngomong tentang sains, wah itu kan berat kan. Berat. Ee berat berat harus terverifikasi dengan baik. Iya. Semua itu enggak sembarang gitu. Enggak sembarang. Harus punya rujukan yang justifikasi yang saentifik. Iya. Ee
36:17 dasarlah semua pernyataan itu mesti ada ada basis. Ada ada basis basisnya ya. Nah, sekarang ee apa ya nulis artikel itu banyak orang enggak tahu itu apa ya apa aja langsung ditanyain Prof. Bantu saya nulis ini luar langsung aja dipercaya. Nah, itu menjadi masalah juga sih sebenarnya Prof. Iya. Iya, Pak. I literasi tentang strategi prompting, strategi bagaimana cara kerja CJBT ini penting juga untuk diketahui ya. Itulah yang yang membuat saya tuh mau ke mana-mana. Akhirnya makanya dengan podcast ini teman-teman semua e mungkin tadi sudah didengarkan obrolan saya sama Propilat. Nah, JJPT itu sebenarnya bukan sumber informasi tapi kita bagaimana mengelola mengelola informasi. Mengelola
37:03 informasi. Nah, Prof. Mungkin ada hal yang ingin disampaikan kepada teman-teman di luar sana. Bagaimana tantangan masa depan AI ini seperti apa? Emm. kira-kira apa t kalau kalau saya akan saya akan ee secara spesifik menggunakan ea untuk menulis menulis mengelola informasilah seperti bilang tadi menulis em tantangan ke depannya adalah em ketika kita semakin percaya kepada AI. Oke. Sekarang kan kita saya bilang ee kita nganggap dia tuh salah. Jadi kita harus memverifikasi setiap kata demi kata, kalimat demi kalimat gitu. Bagaimana kalau setiap kita memverifikasi semuanya betul? sedikit sedikit demi sedikit kita akan
37:50 taklid buta terhadap AI ya. Nah, di nah di titik itu mungkin itu sudah tantangan tantangan besar itu termasuk tantangan buat saya sendiri itu karena kita sudah kalau nulis ya. Jadi saya saya ingat sekali waktu saya mulai ngelatih AI itu saya punya e dokumen-dokumen itu 270 sekarang itu ada 3009 ya yang nulis PKI hampir semua ya ee yang setelah itu enggak enggak enggak semua ya mungkin setengahnya lah setengahnya menulis hasil-hasil dari AI iya nulis pakai AI ee dengan bantuan AI lah bukan AI yang nulis Iya bukan AI yang nulis nulis dengan bantuan AI bantuan AI tapi declare semua ya diclare. Iya ya saya dalam saya saya buat declare bisa diceklah di publikasi saya. Nah, itu kan saya selalu memverifikasi kan. Heeh. Nah, lama-lama kan kalau dia betul terus kan. Iya. Iya. Udahlah enggak usah dicek gitu. Maksud ini udah udah. Nah, itu yang itu yang
38:36 cukup ee menakutkan nanti akhirnya banyak dan itu bisa berlaku bukan untuk saya saja, itu bisa berlaku untuk orang lain. N bayangkan secara kalau secara kolektif kita mempercayai buta a nanti ke mana ke depannya? Itu itu sebuah tantangan. Iya, itu tantangan si Prof. Prof. itu satu ee ya itu menurut saya tantangan karena kalau kita ee sudah tahu strateginya segala macam terus keluarnya kan Iya. Nah, lama-lama ya udah deh ya sudahudah pasti betul gitu ya pasti betul lagi. Enggak enggak verifikasi lagi itu. Nah, itu itu jadi itu jadi masalah gitu. Nah, itu sudah mulai terjadi di saya maksudnya maksudnya saya loh kenapa saya jadi begini gitu. Sementara nah bagusnya kan saya kasih ceramah ke mana-mana. Iya benar. Saya bilang bahwa kita tidak boleh mempercayai.
39:22 I beral dari situ kan semakin kita percaya sama AI semakin baik hasil verifikasi dia kasih ya dulu kita kan gini-gini kan cek gitu sekarang kalau sudah terus-menerus betul terus gitu kan ya udah enggak dicek aja benar juga sih ya itu itu mungkin akan terjadi di banyak orang dan kalau kita itu enggak aware terhadap itu dan itu terjadi secara kolektif kan lari ke mana sains ini ee ke depan. Nah, itu mungkin tantangan dalam ee menulis. Kalau di bidang AI sendiri saya saya kurang tahu. Yang saya pasti adalah makin cerdas ya, Masin cerdas semakin cerdas dan em ee mengelola kecerdasan ini jadi lebih susah sebenarnya. Contohnya misalkan ya em menulis pakai U3 di chart GPT itu kan katanya terbatas
40:07 very reasonable. Heeh. Tapi kalau nulis pakai itu liar ke mana-mana dia. Oh gitu. Iya, di O3 itu. Di O3 itu jadi mengelola kecerdasan jadi susah kalau dia semakin cerdas. Itu kan kalau kita di O3, Prof. Tertulis enggak mau nurut ya. Ee bernalar. Iya, bernalar gitu. Bernalar analisis. Coba aja nulis. Bandingkan antara misalkan E4 dengan U3 kalau nulis dengan prom yang sama. Yang 4,5 gimana tuh? Yang 4, menurut saya masih manageable lah. Manageable. Oh, maksudnya maksudnya masih saya nyambunglah bagaimana dia reason, arguing segala macam. Ini kadang-kadang karena anggap aja permintaan kita tu kan simpel ya. I give you all of this information. Eh jadikan dia artikel. Oh ini dia memahaminya lain karena dia emang dietting bahwa kamu tuh harus berpikir. Iya berarti e tepat kalau dia
40:55 memang untuk merespon. Iya. Jadi jadi memang ee ada evolusi itulah kalau saya kalau saya bikin namanya custom GBT ya untuk nulis itu kan berubah juga disesuaikan dengan kemaju kecerdasan AI. Nah, banyak orang nanya, "Pak Roil, kenapa kok lain ya?" Oh, saya bilang EAI makin cerdas. Jadi, yang itu enggak perlu lagi. Jawabannya itu aja. Jadi, EA ini otaknya berkembang juga ya. Iya kan memang dikembangkan kan model-modelnya kan berubah namanya kan dari O dari apa 3 O 3O O1 pernah O1 Y terus O1 untuk reasoning jadi O3 sekarang O3 sekarang O3 4O sekarang jadi 4 dari 3 O dulu 4O 4 jadi empat juga jadi dia berkembang terus dan ya kita juga mesti adaptable ini kayak punya anak lah ada ada yang
41:41 bilang AI itu apa itu digital organism jadi dia makin cerdas cerdas iya Saya pernah coba ini, Prof. di CGPT ee saya nyuruh buat gambar. He. Terus dia pernah respon dengan bilang lagi overheat. Ah, itu gimana itu? Ya memang memang betul. Jadi kan modus operandinya kan ada satu GPU yang dipakai R juta. Oh, pakai GPU juga ya. Jadi dia ngantri kan ngantrian overheatnya ya. Makanya, makanya ee kalau kita pakai model-model yang ee yang yang berat itu ditanya kamu perlunya kapan? Ada model coba pakai deep research ditanya kapan perlunya supaya dia bisa taruhnya di antrian kapan gitu. Hm. Oke. Ya itu jadi ini
42:28 kadang-kadang bikin gambar dia enggak mau kan. Saya juga pernah itu sering dia dia ngasih kita coding ya. Oh bikin ini di Python gitu. Benarbenar. Terus saya bilang saya buat saya di sini. Oh maaf ya saya lagi sibuk. Iya. Saya pernah minta dia, saya ngetes aja, ngetes buat flowchart. Flowchart untuk buat kerangka teori. Nah, dia kasihnya coding. Iya. Yang dicopy paste ke python kalau enggak salah ke piton ya. Iya. Tapi ee untuk saat ini ee skematik yang intuitif ee di pakai AI itu hampir semua kurang bagus ya. H ee kalau bikin ilustrasi gitu itu memang memang dan dan jurnal itu melarang. bikin skema dari AI itu melarang
43:14 banyak-banyak jurnal. Tapi kalau misalkan untuk visualisi data jadi data yang ditabelkan itu akurat. Akurat akurat ya. Jadi enggak perlu lagi pakai Excel sekarang kalau misalnya dulu atau pakai Origin gitu perintah pakai AI saja. Oh iya saya pernah ngetes loh Prof. Ternyata JJB itu bisa kayak statistik ya bisa ngitung juga dia. Oh bisa bisa asal tahu perintahnya aja. Saya pernah bandingin hasil SPSS statistik terus dengan AI nilainya sama. Memang memang sama kan dia tak dia tahu caranya ngeri juga ya. Cuma pertanyaannya kalau orang yang enggak tahu statistik perintahkan dia. Hm. Dia kan enggak bisa memverifikasi. Oke. Ee itu yang jadi problematik kan. Nah kalau seperti itu ini software-software yang apa ee banyak membantu peneliti, penulis khususnya Nvivo.
44:01 Oh, itu nunggu waktu aja. Selesai. Selesai. Nah, itu dia jadi waktu ya karena sudah bisa digantiin loh sama itu. Wah, kan manusia juga mau digantiin. Iya. Jadi ya itulah kayak invivo kan hasilnya buat apa namanya ee buat framework ya hasilnya framework yang modeling kode coding-coding segala macam pengkodean kategorisasi hasil kualitatif. Heeh. Bisa dibuatin juga. Iya. Jadi gitu nunggu ada orang yang ngerti Nvivo mekanismenya itu terus dia kembangkan metodologi yang pakai AI. Cabut ya cabut out langsung langsung ya. Seperti yang saya bilang eh saya kan sedang mengembangkan metode untuk
44:46 systematic literal review menggunakan AI ini begitu metode ini terkenal sama banyak orang tahu caranya enggak pakai lagi sudah tools buat apa? Nah menarik ini saya lihat Prof ee kan banyak menggunakan Prisma nih Prof metodenya prisma. Nah, itu gimana itu? Itu bisa se pakai E langsung jadi semua tuh. Well, gak jadi ada banyak hal yang membatasi AI. Contohnya misalkan kenapa dia enggak bisa prisma? Karena AI ini enggak punya akses ke Scopus misal. Oke, kan dia enggak bisa langsung masuk Scopus, dia baca berapa jumlahnya gitu. Kemudian ada misalkan karena keterbatasan token, dia enggak mampu misalkan melakukan filter 100 artikel sekaligus. Kabisan token dia Prof. Jadi, Iya. Kabisan token enggak kuat. Enggak kuat. Jadi, jadi dia mesti mesti kombinasi antara sama kayak kita
45:32 beli eh apa langganan internet di rumah diberikan space ee 100 gig nih sebulan. Sudah habis habis udah limit, sudah limit ya enggak bisa karena kan limitnya itu bukan kapasitas setiap kita nge-prom itu pun ada limitnya. Jadi kalau kita perintahkan habis, hanya terbatas perintahkan hanya terbatas. Jadi pendek-pendek kita harus membangun ee kayak semacam chain of thought. Jadi ee rantai pikiran. He ya e untuk bisa melakukan itu gitu. Nah kadang-kadang kalau kalau apa namanya tokennya kecil gitu rantainya terlalu panjang terlalu panjang lebih efisien saya kerjakan sendiri. Nah nanti jadi memang kita harus kolaborasi dan kolaborasi ini ee memang sudah ada sama developer EA ini. Nah di EA itu ada namanya kanvas. Kanvas ya. Nulis pakai kanvas ya. Kanvas kita
46:18 pakai kanvas. Nah, kita bisa collaborate kan itu kita bisa edit jawabannya. Kita bisa prom dia paragraf ini pendekkan gitu atau paragraf ini fokuskan ke bagian ini gitu. Iya, Nah, itu kan memang memang akan kolaborasi akhirnya dia itu enggak akan berjalan sendiri, mesti ada yang mengendalikan. Ada perbedaan enggak, Prof, hasil tanpa kanva dengan ada kanvas? Jauh lebih efisien pakai kanvas. Jauh lebih efisien. Kenapa? Karena kalau kita pakai chat itu dia tuh chattingnya tuh linear. Saya meminta dia menjawab. Saya meminta dia menjawab. Kalau ada yang salah kan, kalau ada yang salah saya minta dia koreksi kan. He. Nah, bisa jadi koreksinya salah kan? He. Terus saya minta koreksi lagi. Muncul lagi itu yang baru muncul lagi salah lagi. Saya minta koreksi lagi. So bayangkan kalau ada anak buah kita misalkan kita perintahkan dia terus dia ya bekerja dia
47:04 jawab salah terus. Iya betul. Jadi dia bilang enggak tahu maumu apa sebenarnya. Nah, itu terjadi loh. Coba saja revisi, perbaiki perbaiki satu prom. Nanti ayah bilang, "Saya enggak paham maumu apa." Nah, kanvas memungkinkan kita bilang, "Oke, kamu yang salah tuh sebagian yang ini." Jadi, kita bisa custom, kita bisa niro, perbaiki bagian yang kita mau perbaiki itu saja. Ah, itu kelebihannya. Nah, ini banyak orang yang enggak tahu. Jadi saran saya ee belajar AI webinar itu bagus untuk dapat idea. Tapi untuk dapat hands on live itu penting. Jadi biar tahu kapan pakai kanvas, ngedit pakai kanvas itu apa. Di kanvas itu misalkan ya kita sudah punya artikel nih. Heeh. Artikel itu bisa kita
47:50 automatik itu bikin dia levelnya tuh kindergarten anak TK. Jadi dia sederhanakan bahasanya sampai untuk bahasa anak TK. Wow. Atau misalkan tulisannya anak SD mau jadi paper itu gampang. Tinggal tingkatkan aja level reading-nya tuh. Level readingnya jadi graduate. Nah, itu. Nah, itu yang mesti tahu kan itu itu orang mesti tahu. Ee dan ya itu tadi jadi AI datang tanpa manual karena kalau dibikin manual sekarang sudah offsolid besok ada A yang baru. Itu itu masalahnya. I. Eh, sehingga perlu makanya ee datang aja ee itu saya saya selalu bilang saya walaupun saya tuh sering ngasih webinar, saya suruh bilang ke orang kalau kamu belajar yang sekaligus banyak Heeh. itu datang ke
48:36 yang ee offline karena di sana kalau kamu punya masalah langsung ketahuan. Dan dan biasanya itu kalau ada 100 orang itu ada 100 masalah. 100 masalah. ini enggak bisa itu ini kok lain ini akhirnya akhirnya kan itu kita belajar memperbaiki 100 masalah dalam satu hari nah itu kalau kita alami sendiri kan kita harus 100 kali bermasalah itu kalau kita enggak agil ya enggak enggak ngotot gitu kan nyerah sendiri apaan lah ini udah malas gitu 100 kali loh 100 kali banyak tuh prof ya itu yang yang saya bilang makanya ee walaupun agak jauh ya saya dari Brunei terbang kadang-kadang enggak enggak direct juga kan dari Brunei misalkan ee kemudian ke Manado gitu. Jakarta dulu ke
49:22 Palu belum pernah ke Palu? Ee belum belum dari dari Brunei ke Jakarta mana semalam itu paginya langsung ngasih ngasih webinar. Eh, alhamdulillah so far ya ini yang menjadi sebenarnya ee apa namanya motivasi saya yang memberikan saya energi itu itu enggak berlebihan. Ini hampir setiap hari itu saya dapat respon ada saja yang keterima artikelnya setiap hari. Setiap hari hampir setiap hari saya bisa kasih record-nya. 1 hari Prof kalau bisa nulis artikel berapa jumlahnya? Kalau kerjaannya nulis saja menggunakan custom itu ee tergantung apakah kita nulis saja dari materi yang semuanya sudah ada atau kita mesti nyari materi lain. Itu beda-beda sekali. Kalau kalau udah ee semuanya ada informasinya
50:08 tinggal tinggal prom saja 10 menit satu artikel inform 10 menit satu artikel. Iya gila kan sudah ada semua. Iya tinggal dia proses aja kan 1 jam 6 artikel ya. Iya itu kalau semuanya ada. Iya. Kalau enggak ada bahannya. Kalau yang ada bahannya itu banya nyari bahan ini dulu kita cari ini, nyari sana. Itu mungkin kan harus persiapan dulu ya. Ada I karena literatur ada. Iya kan nulis nulis itu saya tanya kalau orang nanya saya mau nulis artikel saya tanya kamu punya apa? Nanti kan beda mulai data saja saya sudah bikin penhentian idenya ada di otak saya. punya datanya. Berarti dia harus formulasikan dulu kan ee apa kontribusi saentifiknya ee bagaimana apa namanya sacientific argumennya apa karena nanti dia akan memberikan argumen bahwa ini nih ada kebaruan nih di sini. Apa kebaruannya di sana? Kemudian sekarang kebaruan itu struktur datanya
50:54 seperti apa untuk membuktikan itu. Nah, dari depan kan dimulainya kemudian bikin strukturnya cari ide setiap ini masukin kemudian cari referens-nya jadi panjang dia. Oke. Beda halnya dengan oh ini draftnya sudah jadi. Oh ini tinggal editing. Oh udah masuk-masukin aja. Kalau bahasa gimana? Bagus ya, Prof. untuk hasil dari kan selama ini kan orang nulis itu di publisher publisher yang terkenal itu kan menggunakan jasa layanan prop segala macamap. Nah, jadi jadi bagus pertanyaan ini. Kenapa? Karena satu hal yang membuat saya itu hesitate ya, ragu untuk share itu. Karena saya orang kan kokel mau gitu. Yang paling sakit saya bilang itu ketika saya harus mengajarkan betapa mudahnya menulis itu saya sendiri karena makan
51:41 saya itu dari menulis sebelum itu kan. Oke. Oke. I kan saya dapat kerja kan karena orang lihat record-nya bahwa kamu sudah publish banyak, pandai menulis segala macam. Sekarang skill set yang saya kembangkan selama belasan tahun itu saya bilang ini tuh redundant sudah enggak punya value lagi karena AI menulis lebih bagus, lebih cepat. Jadi saya selalu bilang ke orang kan jadi orang enggak belajar menulis katanya kalau pakai AI. Saya bilang menulis itu bukan lagi skill yang bisa memberi makan karena E bisa melakukannya dengan benar. buat apa kamu bisa ee menghabiskan sekian banyak energi ee tenaga untuk belajar menulis sementara EA bisa melakukannya lebih bagus. Iya. Ee kan
52:26 itu. Nah, itu mungkin menjawab pertanyaan tadi bahwa ya dia bagus sekali ee pertanyaannya apalagi kalau kita pandai cara pakainya karena dia bisa menulis dengan gaya berbeda-beda. Kan ada gaya apa ee British biasanya ya. Kalau itu mudah sekali. Misalkan ee menulis untuk jurnal yang bagus sekali. bagaimana gaya nulisnya atau gaya nulis itu banyak. Nah, ini yang orang enggak aware from engineering bahwa EAI itu bisa diajarkan karena kalau kita misalkan ngasih prom general ya tulis dengan gaya penulisan ilmiah itu kan jumlahnya kan jutaan gaya menulis itu karena setiap orang punya gaya sendiri kan. Benar. Nah, yang seperti apa? Makanya salah satu eh kaidah prompting itu adalah be spesifik. Semakin spesifik semakin baik. Ah, sampai makin bagus
53:13 karena karena gini eh dia kan work by possibility ada namanya point of attention. Kalau kita enggak ngasih dia, dia cuman random saja ngambel. Tapi kalau kita ngasih fokus nih, misalkan tulislah surat cinta ini dengan gaya sakespear kan beda dengan tulislah sebuah surat cinta untuk pacar saya gitu. Iya, beda pasti. Iya, bedalah. Beda sekali padahal cuma nambahnya tuh dengan gaya sakespel sekali. Atau dengan gaya Hamka gitu. Jadi kita bisa kopi Hamka. Okelah. Ee oke. Itu ini ya berbahaya. Saya bilang kita berbahagialah ee di dunia ini ya di di hidup di zaman sekarang kata orang Cina gitu kan. Kita melihat banyak hal mulai zaman ee dulu telepon apa wartel. Iya handphone ke ke
54:00 wartel dulu. Wartel hitungan per menit itu atau telepon itu yang pakai koin. Pakai koin. Iya benar. sampai sekarang kita sudah pakai pakai AI. Ee mungkin Prof waktu E1 belum ada AI ya? Belum belum. Nah, ini sekarang orang kuliah enak banget ya. Emm iya tapi ada enggak enaknya apa tuh? Karena banyak skill yang dia dapat dari kampus itu AI bisa kerjakan. Skill dari kampus banyak AI bisa kerjakan sehingga nanti entry level graduate itu enggak bakalan orang hre. Alasannya apa? company perusahaan itu mulai mengadaptasi AI sehingga karyawannya makin produktif. Iya. Nah, sekarang anggap ya ee ada satu orang sekarang
54:46 dengan dibekali oleh kemampuan AI, dia bisa mengerjakan pekerjaan 10 orang. He saya yakin bisa tadi dari menulis aja dari satu hari satu kali bisa 2 jam gitu. Yang tadinya orang menulis saya dulu bilang berapa waktu menulis? Saya bilang itu 40 jam. Professional writer untuk menulis ee artikel artikel itu 40 jam. Sekarang kan saya bilang 2 jam, berarti itu kan rasionya itu sampai 20 kali lipat ya. 20 kali lipat. Berarti satu orang bisa mengerjakan 20 pekerjaan orang lain. Artinya untuk perusahaan yang 10 tahun ke depan untuk rekrutmen sudah mati karena dia bisa ngerjakan sendiri. Iya. Nah, nah ini yang dihadapi oleh anak-anak yang belajar pakai AI. Pakai AI. Jadi di satu sisi belajarnya mungkin mudah, tapi di sisi lain job market kering. Saya pikir agak agak agak
55:32 susah. Tapi ee tapi saya saya orang yang mengkampanyekan bahwa sejak mahasiswa pakailah AI. Sejak mahasiswa pakai apa? A biasakan diri pakai AI. E be literate with AI. Be literate. Oke. Jadi karena memang mau enggak mau ke depan tanpa kita sadarilah AI akan ada di mana-mana. di ada di mobil kita, di HP kita, di mana itu enggak bisa dihindari. Enggak bisa dihindari ya, Prof. ya. Berarti sekarang itu mahasiswa ee tidak bisa menghindari lagi. Ya. Iya. Tapi ya jangan jangan jangan jangan juga apa mengadopsinya tuh yang begitu-gitu saja gitu ya. Didalami tadi. Tapi yang jadi masalah Prof. Ada lagi itu masalahnya
56:18 yang baru kalau mahasiswanya udah literasi IA-nya. Oke, nih dosennya dosennya lagi itu gimana tuh? Ya makanya kan kalau saya kan ngasih ke dosen bukan ke mahasiswa. Ngasih ke jangan ke dosen. Dosen kan masih banyak dosen juga ya. Ya gimana lagi? Ee makanya jadi mau tidak mau harus ikut juga ya. Harus. He makanya makanya ada namanya ganti generasi kan. Jangan ganti generasi loh. Bukan maksudnya ada orang yang sampai mati pun enggak bisa terima gitu ya. Berarti, Profuju enggak sama pernyataan saya? AI tidak menggantikan manusia. Ya, ini kan ini kan standar ya. Ee jadi dia bisa mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh manusia profesional kan sehingga profesi itu bisa
57:03 orang lebih produktif lah intinya. Orang itu lebih produktif sehingga orang lain ini enggak perlu lagi kerja gitu loh. Itu masalah besar. Iya. Bayangkan aja kalau company ya punya perusahaan punya 10 orang karyawan dengan adanya AI dua orangnya bisa kerja ini ini warning itu sudah banyak ini CEO CEO dari dari justru yang tergantikan itu yang pakai otak loh kan enggak bisa ya bikin kopi kan oh enggak bisa e jadi yang diganti kan justi mid level sekarang entry level itu resistance untuk masuknya tinggi sedikit demi sedikitnya akan di off sehingga sekarang itu justru trendingnya adalah one man company. One man company. Oke. Jadi satu orang itu punya perusahaan dia. Dia adalah seorang
57:48 sekretaris. Dia karena dia bisa melakukan itu semua dan mulai banyak itu ee developer-developer itu jual robot kan. Robot AI chatbot untuk ini untuk ini. Sekarang customer customer service misalkan dijual robot ganti robot berarti berapa berapa juta customer service? Kayak di Jepang kan namanya robot B. Iya itu kalau robot mekanik ya. Ya inilah ee jadi ee Iya. tuh ada sisi mudahnya, sisi susahnya juga ada gitu. Tapi memang mengkhawatirkan. Oke, ee kita kayaknya sudah hampir sejam Prof ini ngobrolnya. Saya kira ee teman-teman semua hasil obrolan kami ini sangat punya nilai yang cukup bermanfaat bagi teman-teman semua ya untuk membuka
58:33 apa sih AI itu sebenarnya. Jadi penggunaan AI tidak jangan dipandang dari sisi yang apa namanya tidak menguntungkan. Nah, tapi ada sisi hal lain yang tentu akan membantu manusia bekerja lebih produktif. Bayangkan tadi Prof. Bil ee awalnya nulis artikel yang idealnya itu 40 jam. Itu profesional ya. Profesional satu artikel. Sekarang bisa ngerjain 10 menit dalam eh 1 artikel 10 menit artinya 1 jam bisa 6 paper. Nah, Prof. Saya ingin Profil menyampaikan closing statement dalam podcast ini. Harapannya untuk ID saya seperti apa? Oke. Ee ini saya sering sampaikan juga di banyak kegiatan saya. Orang sering bertanya ini
59:18 status legal pakai A ini apa? Kan? Iya. Oke. Saya pasti nanya itu. Jadi saya belum pernah ee menemukan negara atau universitas yang secara eksplisit melarang ya. Oke. Melarang pakai belum pernah. Nah, kalau kita runut ke hukum misalkan ya paling dekatlah hukum Islam lah. E ini kan perkara yang mubah ya. H perkara mubah itu artinya yang boleh. Ini perkara muamalah semuanya boleh. H semuanya boleh sampai ada yang melarang kan. Hukum yang melarang enggak ada. Jadi statusnya memang boleh. H beda dengan ibadah. Ibadah itu justru haram kecuali yang diajarkan. Oke. Nah itu. Nah itu biasanya saya saya mulai apa kasih webinar dengan itu hukum ya. Tapi saya bilang ini adalah hukum sekarang 2 jam kemudian setelah saya
1:00:04 selesai memberikan materi gitu. Nah, setelah apa saya tunjukkan bagaimana AI ini memudahkan kita untuk melakukan banyak hal kan ee enggak hanya nulis banyak tuh bikin ngajar siapkan materi segala macam. Hukum menggunakan a itu jadi wajib. Karena kalau enggak kita pakai itu namanya kufur nikmat. Kufur nikmat ya. Iya. Kufur nikmat ya. Coba dari segi misalkan profesional kan kalau pakai AI kita bisa kerjakan itu 5 menit kemudian kita kerjakan 1 hari. H itu kalau dari segi company kan berarti kita sudah korupsi 8 jam kurang 5 menit korupsi waktu ya. Korupsi waktu padahal kamu bisa kerjakan 5 menit. Kenapa kamu harus kerjakan sat hari? Sebagai employer kita mikirnya gitu kan. Benar. Kamu e saya dibayar kamu 8 jam. Sesuatu yang kamu bisa
1:00:50 kerjakan 5 menit kamu kerjakan 8 jam. Itu ee korupsi juga gitu. Eh, itu mungkin closing statement-nya. Eh, dan eh saya berani bertanggung jawab atas apa yang saya sampaikan ini. Eh, banyak orang yang kasih kirimin saya nih pesan-pesan ini. Wah, ini kata si ini AI begini ini begitu. Ee saya jawabnya simpel aja. Coba nanti orang-orang nih datang kita diskusi bareng ke workshop, lihat bagaimana eh cara saya ee yang saya pakai untuk menggunakan AI ini baru-baru menilai bahwa apakah itu betul atau memang ee itu tadi yang di awal apakah atau integritas nanti kita lihat ya. Nah, saya kira itu ya. Jadi silakan teman-teman eh bisa memberikan komentar
1:01:36 di komen kolom komentar di bawah apa komentarnya tentang Prof tentang AI CGPT ya. Jadi itu kira-kira obrolan kami hari ini. Terima kasih banyak Prof sudah sama ya dengan senang hati mudah-mudahan panjang umur dan kita bertemu lagi. Terima kasih mungkin ada challenge podcast. Oh iya boleh boleh. Silakan nanti ada yang bertanya nanti kita akan jawab di episode selanjutnya. Oke. Mungkin ya. Kalau sibuksibuk banget orangnya. Oh enggak, enggak. Waktu itu bisa dibikin. Oh iya. Kalau ditanya e free ya enggaklah jawabannya. Tapi bisa enggak? Kalau perlu saya buatkan waktu. Masyaallah. Terima kasih banyak, Prof. Oke, thank you. Oke, sama-sama. Yeah.