0:00 Oke, Sobat Polikir. Di video kali ini kita akan bahas gimana cara membaca buku yang sangat-sangat efektif untuk memaksimalkan hasil atau output dari membaca itu. Sehingga kalian enggak lagi lupa atau sia-sia ketika membaca buku. Soalnya gua yakin dari kalian pasti udah ada yang mencoba membaca buku, tapi ketika selesai membaca nih kalian lupa dengan apa yang kalian baca. Dan akhirnya hidup kalian tetap gitu-gitu aja. Meskipun kalian udah baca beberapa buku atau mungkin kalian udah beli buku tapi buku itu malah jadi pajangan di meja atau lemari aja atau nih lu bingung mulai baca buku dari mana dan bingung buku apa yang harus lu baca. Nah makanya buat lu yang sudah baca dan beli buku tapi merasa seperti itu, lu ada di video yang tepat. Soalnya sayang banget lu udah mulai rajin baca buku, terus maksa
0:47 diri ngeluangin waktu buat baca buku, tapi hasil yang lu dapat dari buku itu kurang maksimal. Nah, makanya fokus simak video ini sampai habis biar lu tahu buku apa yang harus lu baca dan hasil dari membaca lu jadi maksimal. Jadi, selamat datang di segmen Life Skill. Ayo, langsung masuk ke pembahasannya. Ya, kalian semua udah tahulah kalau hampir semua orang yang sukses yang kita tahu orang yang berhasil dalam usahanya mau itu dari dalam dan luar negeri pasti punya kebiasaan membaca. Contohnya aja Bill Gates. Selain dikenal sebagai pendiri Microsoft, dia ini juga dikenal sebagai seorang pembaca yang cara bacanya agak berbeda dari orang awam lainnya yang membuat dia lebih banyak dapat hasil dari membaca. Nah, cara-cara itu nanti yang akan kita bahas di video ini dan
1:32 juga cara membaca dari profesional lainnya. Jadi, hal yang sangat-sangat penting sebelum lu mulai membaca nih, itu adalah yang pertama clear output atau tujuan yang jelas. Buat yang bingung mau baca buku apa, coba simak baik-baik. Sebelum membaca, lu harus paham dulu kalau membaca itu menurut gue dibagi jadi dua. Ada yang membaca buat entertainment atau hiburan dan ada yang membaca buat murni dapat ilmu pengetahuan atau skill yang praktikal. Nah, ini salah satu kesalahpahaman dalam baca buku yang sering banget gue temui dari para remaja. Mereka kadang memandang semua buku itu sama. Maksudnya mereka enggak membedakan mana buku yang hanya buat entertainment atau hiburan dan mana buku yang isinya benar-benar ilmu pengetahuan atau ilmu praktikal.
2:17 Seakan-akan di kepala mereka itu bilang baca buku itu pasti nambah pintar. Padahal kalau lu baca novel fiksi 1000 halaman misalnya, itu menurut gue kurang lebih sama aja lu nonton film tapi bedanya ini dalam format bacaan. Makanya enggak heran ada orang yang sudah banyak baca buku tapi ilmunya enggak nambah-nambah dan enggak ada perubahan dalam hidupnya. Jadi, coba tanya diri lu sendiri, apa yang gue inginkan dari baca buku? Apa yang mau gue dapat dari baca buku? Apakah cuma pengin hiburan atau pengin nambah ilmu buat dipraktikkan? Contohnya, lu pengin pintar ngobrol atau pengin mudah dapat teman, berarti yang lu perlukan adalah skill komunikasi atau ilmu bersosialisasi. Maka cari buku yang membahas tentang
3:02 skill itu. Misalnya bicara itu ada seninya dan how to win friends and influence people. Mau pintar nahan emosi dan kontrol diri misalnya baca filosofi teras. Semakin spesifik tujuan lu, semakin bagus dan jelas buku apa yang harus lu baca. Makanya gue sangat suka definisi tujuan membaca yang gue dapat dari penulis favorit gue yaitu Ren Holiday. Dia bilang, "Kamu membaca itu untuk mendapatkan informasi agar kamu lebih baik dalam melakukan apa yang kamu lakukan." Jadi dengan membaca kita bisa dapat informasi supaya lebih baik dalam apa yang kita lakukan. Misalnya menahan diri, bisnis, dan berkomunikasi. Nah, lebih baik dalam apa yang kita lakukan
3:48 inilah output atau hasil dari membaca yang sangat-sangat berharga. Jadi jangan asal baca buku aja. Coba tanya ke diri lu dulu, lu mau dapat apa dari membaca buku? Apakah cuma pengin hiburan atau pengin belajar ilmu atau skill tertentu? Barulah cari buku yang membahas apa yang lu mau. Nah, setelah lu punya bukunya nih, mungkin banyak dari lu yang akhirnya menjadikan buku itu hanya jadi pajangan aja atau malas banget buat bacanya. Entah itu lu beralasan enggak ada waktu atau cepat bosan ketika bacanya. Makanya lu harus pakai cara yang kedua ini yaitu implementation intention. Apa itu implementation intention? Jadi ini simpelnya adalah ketika lu membuat sistem atau rencana jika maka biar cepat pahamnya gue jelasin pakai contoh. Lu bilang ke diri
4:33 lu sendiri jika lu gabut bingung mau ngapain di kost maka lu akan membaca. Atau jika gue selesai salat magrib maka gue akan baca 30 menit. Cara ini sudah terbukti sangat berpengaruh dalam membangun kebiasaan. Karena sesuai dengan cara kerja otak dalam membentuk kebiasaan. Jadi, coba buat rencana sendiri untuk diri lu. Misalnya, jika sudah jam 8 malam, maka gue akan baca 45 menit. Dan buat lu yang beralasan enggak baca buku karena enggak ada waktu, sebenarnya lu bukan enggak ada waktu, tapi lu yang enggak menyiapkan waktu untuk membaca. Nah, makanya dengan implementation intention ini lu menyiapkan waktu untuk membaca. Jadi, coba bikin jadwal atau sistem kapan lu harus baca buku. Nah, setelah lu bikin rencana kapan membacanya nih, baru kita
5:19 membahas cara membaca buku yang efektif yang bikin lu gak gampang lupa dengan apa yang lu baca dan akhirnya lu dapat output atau hasil yang maksimal dari membaca itu. Jadi, langsung aja yang ketiga, cara membaca buku. Jadi, membaca buku self improvement, skill atau ilmu pengetahuan itu caranya enggak sama seperti kalian yang Islam membaca Al-Qur'an pada umumnya. Maksud gue caranya bukan hanya sekedar dibaca dari awal sampai selesai, tapi ketika lu megang buku nih, hal pertama yang harus lu lakukan adalah tahu tujuan buku itu untuk apa dan buku itu membahas apa. Caranya dengan membaca cover belakang buku itu. Setelah lu tahu buku ini bicara soal apa, lu buka daftar isi dari buku itu dan cari bab atau subbab apa
6:04 yang lu penasaran atau tertarik untuk membaca. Cara ini menurut gue lebih efektif dan memangkas waktu lebih banyak, tapi lu dapat output atau hasil maksimal dari buku itu. Dan juga cara ini membuat otak lu penasaran dulu baru mencari tahu sebagaimana makanan akan lebih enak jika dimakan ketika lapar. Ilmu itu akan lebih lengket dan berbekas di otak ketika lu mendapatkannya saat penasaran dan ingin tahu. Tapi menurut sobat pikir gimana? Mungkin ada pandangan yang berbeda tentang cara ini, coba tulis di komen. Nah, biar ilmu yang lu baca gak gampang hilang di otak, apalagi lu yang belajar buat ujian atau tes misalnya, lu bisa tuh bikin ilmu yang lu baca susah hilang dari kepala lu dengan memakai teknik belajar famen. Jadi caranya simpel. Ketika lu selesai baca nih, coba jelasin ulang apa yang lu
6:52 baca tadi dengan bahasa yang lu bikin sendiri. Usahakan bikin bahasanya sesimpel mungkin. Seakan-akan lu ngejelasinnya ke anak kecil. Terus ketika lu ngejelasin nih dan nemuin hal yang membuat lu bingung, pelajarin hal yang membingungkan itu sampai lu paham, lalu jelasin ulang. Cara ini memang terbukti menguatkan ingatan lu tentang ilmu yang lu baca tadi. Karena ini merupakan retrieval practice yang mana ketika lu menjelaskan ilmu yang lu pelajari sebelumnya, lu secara enggak langsung membuat otak menarik kembali informasi dari ingatan lu. Dan secara enggak langsung juga hal ini bisa memindah ilmu yang tadinya dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Terus supaya lebih gacor nih, pakai caranya Bill Gates. Yaitu dengan merangkum di notes kecil apa aja hal penting yang lu dapat dari buku itu.
7:37 Garis bawahi apa yang penting dan jangan takut buku itu banyak lipatan, plaster atau coretan demi mendapatkan hasil yang maksimal dari buku itu. Dan juga lu bisa membaca sambil menunjuk dengan pulpen atau hal lainnya agar pikiran lu tetap fokus dan enggak gampang buyar. Gua yakin dari lu punya pengalaman dan cara membaca yang berbeda. Coba dah tulis di komen biar yang lain terbantu. Jadi mulai sekarang coba ubah cara lu membaca buku. Tentuin dulu tujuan membaca buku. Mau hiburan atau mau dapat ilmu yang bisa dipraktikin. Banyak orang nyangka semua buku itu pasti bikin pintar. Padahal baca novel 1000 halaman yang enggak beda jauh sama nonton film. Terus bikin sistem implementation intention atau sistem jika maka. Kalau udah jam 8.00 malam maka gue baca buku 30 menit. Sistem ini ngebantu lu konsisten karena
8:24 otak bakal kebiasa ngelakuin hal yang udah direncanain tanpa nunggu motivasi dulu. Dan baca dengan strategi, bukan asal baca dari halaman 1 sampai habis. Lihat dulu cover belakang untuk mengetahui buku itu membahas apa. Lalu lihat daftar isi, terus pilih bagian yang paling relevan atau bikin penasaran. Ini bikin otak lu lebih fokus dan ilmu yang lu dapat lebih nempel. Dan biar enggak gampang lupa, jangan lupa pakai teknik fam. Setelah baca, coba jelasin ulang dengan bahasa sendiri. Sesimpel mungkin, seakan-akan lagi ngajarin anak kecil. Jangan sampai lu takut bikin coretan, lipatan, atau catatan penting di buku lu. Garis bawahi poin penting, tulis ulang di notes kecil. Dan semua hal yang kita bahas tadi atau semua buku yang lu baca hanya akan jadi masturbi mental jika lu enggak
9:10 maksa diri buat take action. Paksa diri lu untuk melakukan apa yang lu pelajari. Gue paham mungkin dari lu banyak yang masih kesulitan untuk memaksa diri. Lu bisa memaksa diri. Asal lu tahu caranya, gue udah pernah bahas di dua video ini dan gue harap dua video ini bisa membantu. Semoga video kali ini bermanfaat. Like jika lu suka dan semangat. Yeah.