0:00 ekosistem yang menyediakan akses bagi seluruh siswa dan guru di Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Dalam ekosistem nyalaisia, kita akan berganding tangan untuk menciptakan dunia baru di mana kita bisa menyaksikan anak-anak yang berkarya dan terus percaya pada mimpinya, guru-guru yang kompeten, bermakna, dan sejahtera hidupnya, dan sekolah-sekolah yang menjelma taman bermain bagi para kreator, inovator, dan penggerak perubahan. sebuah ekosistem literasi dan pendidikan terbesar diis untuk meningkatkan kualitas hidup, cinta, dukungan, dan fasilitas program yang terlengkap untuk anak-anak. Itulah mimpi kita diyalamia,
0:46 sebuah mimpi dan upaya sepenuh hati untuk memastikan ada nyala di setiap mata. Takkan kubiarkan alamku binasa. hanya dengan kelalaian makhluk seperti kita. Ini adalah salah satu buku yang diterbitkan oleh para siswa dan guru di sebuah sekolah di Papua. Puisi yang mungkin terlihat sederhana, namun sebenarnya menawarkan petualangan hebat menuju belantara kisah dan makna. Sejujurnya mengejutkan ketika program ini sampai di 35 provinsi dan diikuti ratusan ribu siswa dan guru di Indonesia. Mengingat di tahun 2016 kami hanya memulainya dengan satu sekolah
1:32 inklusif di Surakarta. Ya, ini tentang program gerakan sekolah menulis buku nasional. Sebuah program pengembangan literasi sekolah terpadu yang kami rancang untuk membantu sekolah-sekolah agar lebih cepat bergerak maju. Kami menyadarinya bahwa mengembangkan program literasi sekolah yang tepat guna merupakan hal yang sangat penting, namun juga begitu kompleks kerumitannya. butuh tenaga lebih, dana yang tidak murah, dan kreativitas yang menuntut fokus di kesarian Bapak Ibu guru yang begitu padat. Namun melalui program GSM nasional itu semua tidak lagi menjadi soal. Masalah sekolah akan segera tuntas secara total. Kem nasional adalah program pengembangan literasi sekolah terpadu yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru
2:18 untuk dapat menerbitkan buku, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan program literasi, pemberdayaan ekonomi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah ratusan juta. Itulah yang membuat program ini tidak hanya konkret memberikan dampak, tetapi juga mudah untuk diterapkan di sekolah Ibu dan Bapak. Bersamanya, Bapak, Ibu tidak hanya didorong, tetapi dilatih, didampingi, bahkan difasilitasi penuh untuk bertransformasi menjadi sekolah aktif literasi nasional. Sekolah yang menjadi taman bagi para kreator dan penggerak perubahan.
3:03 Ribuan sekolah telah bergabung dalam gerakan ini. Kini saatnya kita memulai. Pernahkah Anda membayangkan sebuah dunia baru di mana kita bisa menyaksikan anak-anak yang berkarya dan terus percaya pada mimpinya, guru-guru yang kompeten, bermakna, dan sejahtera hidupnya, dan sekolah-sekolah yang menjelma taman bermain bagi para kreator, inovator, dan penggerak perubahan. Itulah dunia baru yang sedang diciptakan oleh Nyalanisia dan ratusan penggerak literasi di Indonesia melalui program-program literasi dan
3:48 pendidikan tepat guna yang memfasilitasi setiap sekolah untuk menulis sejarah transformasinya. Bersama ratusan penggerak literasi di Indonesia, kami membangun jembatan dan gerakan semesta, mengetuk ribuan pintu, mengantarkan dukungan penuh bagi sekolah-sekolah yang ingin lebih cepat bergerak maju. Penggerak literasi adalah komunitas yang dibentuk, dilatih, dan diberdayakan oleh Nyalanesia. Mereka tidak hanya berisi para pendidik dan pegiat literasi yang memiliki misi dan komitmen untuk memajukan pendidikan di Indonesia, tetapi adalah orang-orang terpilih yang mendapatkan pelatihan kompetensi, dukungan program literasi,
4:35 pendampingan dan mentoring, akses kolaborasi, penghargaan dan apresiasi, serta pemberdayaan ekonomi. Bersama-sama kami bergerak melangkahkan kaki untuk memberikan sosialisasi dan edukasi pada ratusan ribu sekolah di pelosok negeri. Memfasilitasi para siswa dan guru di Indonesia untuk belajar, berkarya dan berdaya, membangun kolaborasi, menciptakan inisiasi, dan memberikan arti. ASI spinner berupa batas meraih berkah
5:23 menebar empat ye. Dengan adanya program seperti ini kita bisa menambah minat siswa dalam kemampuan tulis. Salam literasi. Aku baca, aku bisa, aku bisa, aku semangat. Ayo membaca, ayo ada kegiatan dari teman-teman nyala ini. Saya bilang ini kegiatan yang luar biasa. Jadi siapapun yang terlibat dan siapapun yang dilantik hari ini maupun teman-teman yang belum atau yang sudah dilantik, percayalah bahwa tidak semua orang punya kesempatan untuk berbuat baik seperti Anda-Anda di sini.
6:08 orang-orang tertentu saja yang mendapat calling untuk berbuat baik menjadi jembatan kebaikan bagi sesama. Jadi menghadirkan dari SPL seluruh Indonesia di mana kita semuanya berkolaborasi untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas, masyarakat yang memahami betapa arti penting pendidikan untuk mengangkat harkat dan martabat negara kita. tentang program sosialisator. Mari kita semangat terus menjelajah untuk mengubah. Demi Indonesia tanah air tercinta. Kita majukan literasi di Indonesia. Merdeka.
6:57 Perjalanan masih panjang. Mari kita bergandeng tangan untuk nyalakan masa depan. Butuh waktu berbulan-bulan untuk menulis buku? Temukan cara menyelesaikan dalam 7 minggu. Menulis buku terasa seperti perjalanan panjang yang memakan waktu berbulan-bulan. Mulai dari menyusun ide, revisi ke penulisan sampai tulisan chapterbit. Temukan metode yang terbukti dapat mengubah cara Anda menulis buku. Ikut AMB Bootcam aja.
7:44 Kami sudah menyiapkan mentor dan pendamping untuk membantu Anda terbitkan buku hanya dalam 7 minggu. Daftarkan sekarang dan mulai perjalanan menulis buku Anda bersama kami. Tapi ternyata air mataku tak jatuh juga. Aku bukan masuk. Aku
8:54 Selamat datang di gedung kesenian Balipapan hari ini, 23 April 2025 di acara puncak acara Festival Literasi Balipapan keempat. Festival Literasi Balikpang yang telah berlangsung sejak bulan September 2024 hingga April 2025.
9:40 bersama-sama memajukan literasi bukan hanya di Kota Balikpapan sebenarnya tapi di seluruh Indonesia. Mewujudkan balik Papa sebagai kota global nyaman bagi semua dalam bingkai Madinatul Iman.
11:39 Syukur alhamdulillah kami pada hari ini e mengikuti festival literasi dari Nyalanesia. Ini adalah tahun keempat kami juga e mengikuti agenda ini. Terima kasih Nyalanesia. Semoga Nyalanesia terus menjadi e pelopor kebaikan, pelopor penggerak untuk literasi di balik papan maupun di Indonesia. Harapan kami adalah akan terus berlanjut programnya yang tentunya dengan inovasi-inovasi yang luar biasa sekali. Nyalanemsia semakin maju, semakin berkembang tahun demi tahun. Ya, semoga menjadi wadah terbaik untuk siswa-siswi kami. Semoga bisa menjadi motivasi untuk saya dan teman-teman supaya lebih sering lagi membaca dan menulis. Saya merasa bangga
12:26 terhadap para peserta khususnya para peserta untuk jenjang SD, SMP, dan SMA di mana setiap tahunnya mereka selalu ee berdedikasi untuk menerbitkan buku antologi sekolah dengan distimulasi oleh program-program Yalanesia sehingga ke depannya ini menjadi budaya ee tradisi literasi yang semakin kuat di Kota Bipapan. Sukses nyalan Asia di tahun 2025. Semoga ini menjadi event yang terus-menerus dilakukan sehingga menciptakan anak-anak mencintai literasi dan memiliki karya sehingga ini menjadi sejarah yang akan tidak terlupakan. Tahun ini lebih dari 220 sekolah yang bergabung, lebih dari 15.000 karya yang sudah dihasilkan. Semoga komitmen
13:13 Nyaesia dan juga pemerintahan kota Balikpapan untuk mengembangkan literasi akan terus-menerus terjaga ke depannya. Nyala Nesia nyalakan masa depan. Nyalaia nyalakan masa depan. Nyala Nesia nyalakan masa depan.
14:46 Selamat datang serta terima kasih kami ucapkan atas kehadirannya di ruang TSU Dharma Negara Alaya Kota Denpasar.
15:52 Hari ini saya senang banget karena saya berkesempatan untuk juara dua. Semoga bisa menginspirasi teman-teman yang saya harap Nesia dapat mengembangkan minat-minat para siswa Indonesia dalam membaca dan juga menulis. Semoga Nalesia terusat setiap tahunnya dan menyebar ke sekolah-sekolah lainnya yang belum dapat kesempatan untuk mengikuti acara. Saya sangat berharap nantinya bisa membangun literasi di seluruh Indonesia bahkan di Bali tentunya. Kami percaya bahwa dengan adanya semangat literasi dari Indonesia mampu untuk menggaungkan atau membuat ee literasi ini jauh lebih berkibar lagi tentunya dengan Bali dan Indonesia banyak. Semoga nyalanya sia tetap maju nyalakan masa depan untuk putra-putri dan seluruh
16:39 guru juga di peta Denpasar. Pesan saya menjadi koordinator festival literasi dan pasar adalah dalam satu kalimat KP tapi bahagia dan senang. Siswa dan guru akan punya legasi abadi yaitu berupa buku yang merupakan pencapaian tertinggi seorang penulis. Juga untuk sekolah tentunya menunjang akreditasi dan rapot mutu sekolah mereka. Saya berharap semoga kegiatan ini bisa menjangkau lebih banyak lagi siswa dan guru di Denpasar supaya mereka bisa terbuka jalannya untuk berkarya dan berprestasi semua demi masa depan mereka masing-masing. Saya sudah saksikan begitu banyak anak-anak sekolah yang berprestasi. Tidak hanya anak sekolah tapi juga guru yang berprestasi. Ya.
17:25 Halo semuanya. Hari ini saya ada di gedung DNA di Denpasar mengadal literasi Denpasar yang kelima kalinya. Ini bukti komitmen yang luar biasa dari pemerintah kota, Bapak, Ibu guru, kepala sekolah, dan tentunya anak-anak kita. Karena ketika anak-anak ini tidak hanya berkarya sekali, tetapi justru 5 tahun berturut-turut, ini akan menjadi pondasi yang kuat bagi kita semuanya untuk melahirkan generasi emas yang di masa yang akan datang. Dan hari ini e berbagai macam penghargaan telah dianugerahkan kepada Bapak Ibu guru, anak-anak dan juga pemerintah daerah. Dan semoga kita bisa bertemu lagi di Festival Interiden pasar yang keenam kalinya. Dan yang terbaik nantinya kita akan implementasikan game based learning untuk semua siswa dan guru di kota Den Pasar. Sampai ketemu lagi.
18:10 Terima kasih. Nyala Nesia. Nyala Nesia nyalakan masa depan. Nyala Nesia nyalakan masa depan. Nyala nesia menyalakan masa depan. Salam literasi. Umum kesejahteraan. Ah.
19:12 rawuh wonten geng Festival Literasi Nasional tahun 2025 dan insyaallah best S pada saat festival literasi nasional ada lebih kurang 759 peserta dari seluruh Indonesia. Ibu kita semua yang ada di sini peduli pada pendidikan Indonesia, peduli pada nasib anak-anak kita, peduli pada perkembangan guru-guru kita. itu yang paling pent. Sangat-sangat mengapresiasi Nyalanesia
19:59 atas dedikasi dan kontribusinya yang luar biasa telah menghidupkan gerakan literasi berbasis teknologi komunitas dan berkelanjutan.
20:48 menyatakan masa depan by 2025 Yeah.
23:59 Nyalaisia nyalakan masa depan. Selamat malam dan selamat datang dalam acara penta Seni Festival Literasi Nasional 2025.
25:38 Dengan ini festival literasi nasional 2025 resmi ditutup.
26:32 Tes tes. 1 2 3. Selamat siang Bapak Ibu. Apakah bisa mendengar suara saya dengan baik? Bisa Kak. Oh iya. Terima kasih Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Baik, marilah kita mulai webinar kita pada siang hari ini. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam sejahtera bagi kita semua dan salam kebajikan. Bapak, Ibu yang kami hormati. Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa atas rahmat dan penyertaannya sehingga kita pada siang hari ini dapat hadir bersama dalam keadaan sehat dan penuh semangat. Dan saya ucapkan selamat datang kepada
27:20 Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian dalam forum konseling pendidikan dengan tema aktivitas berkarya sebagai terapi penyembuhan luka batin siswa dan guru. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu Kepala Sekolah, Bapak Ibu guru, Bapak, Ibu tim literasi sekolah, serta rekan-rekan semuanya yang telah meluangkan waktunya untuk hadir pada kesempatan yang berbahagia ini. Bapak, Ibu yang berbahagia, ada pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak tak sayang. Oleh karena itu, mohon izin saya ingin memperkenalkan diri saya dengan sebuah pantun. Bapak, Ibu. Burung nuri terbang sampai ke awan.
28:06 Daun berkuguran di bulan Juni. Perkenalkan saya Harist Setiawan, moderator webinar siang hari ini. Nah, Bapak Ibu yang kami hormati, pada kesempatan yang sangat baik hari ini, Nanesia menghadirkan narasumber yang begitu kompeten dalam bidang kesehatan mental, yaitu Bapak Setyo Purwanto, S.Psi. M.Si., BSD, Psikolog. Beliau nantinya akan berbagi wawasan pengalaman dan praktik nyata dengan kita semua tentang aktivitas berkarya sebagai terapi untuk penyembuhan luka batin bagi siswa dan guru. Nah, baik Bapak Ibu, mohon izin saya bacakan susunan acara
28:51 webinar kita pada siang hari ini. Yang pertama adalah pembukaan. Yang kedua menyanyikan lagu Indonesia Raya. Yang ketiga, pemaparan materi oleh Bapak Setyo Purwanto. Dilanjutkan yang keempat, sesi diskusi bersama atau tanya jawab. Lalu dilanjutkan dengan foto bersama. Lalu keenam adalah penyampaian informasi tentang program gerakan sekolah menulis buku nasional tahun 2026. Lalu lanjut ketujuh, sesi pengumuman dan presensi. Dan delapan adalah penutup. Baik Bapak Ibu, marilah dari tempat kita masing-masing kita dengarkan dan nyanyikan lagu kebangsaan kita, lagu Indonesia Raya.
29:44 Indonesia tanah airku, tanahku. Di sanalah aku berdiri jadi pandu diu Indonesia kebangsaanku, bangsa dan tanah airku. Marilah kita bersaru Indonesia bersatu. Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku, bangsaku, rakyatku semua.
30:30 Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya. Indonesia Raya merdeka merdeka. Tanahku, negeriku yang kucinta. Indonesia Raya merdeka merdeka hiduplah Indonesia Raya merdeka merdeka tanahku negeriku yang kucinta Indonesia Raya merdeka, merdeka hiduplah
31:15 Indonesia Baik, terima kasih Bapak Ibu. Kami informasikan bahwa webinar yang terlaksana pada siang hari ini adalah webinar lanjutan atau istilahnya episode kedua dari webinar minggu lalu yang telah terlaksana dengan tema menakar alarm bahaya kesehatan mental di sekolah. Dan pada hari ini ee Bapak Setyo Purwanto akan melanjutkan dengan bahasan bahwa terapi menulis berbasis mindfulness itu dapat mengurangi stres dan meningkatkan wellbeing bagi siswa.
32:03 Dan sebelum kami persilakan kepada Pak Setio Purwanto, mohon izin Bapak Ibu saya bacakan ee profil singkat beliau. Setyo Purwanto, S.Psi, M.Si., PhD. Psikolog. Beliau adalah dosen Fakultas Psikologi UMS dari tahun 2000 hingga saat ini dan juga beliau sebagai ketua Pusat Studi Psikologi Islam pada tahun 2026. Riwayat beliau adalah S3 Psikologi Klinis di University Kebangsaan Malaysia. Dan begitu banyak karya yang telah ditulis oleh beliau. Salah satunya adalah terapi relaksasi zikir nafas tahun 2024. Ada buku Homoconscius dari
32:51 makhluk cerdas ke Makhluk Allah tahun 2025. Dan juga terdapat penelitian-penelitian yang telah dilaksanakan oleh beliau. Terdapat pengembangan model terapi mindfulness zikir nafas untuk mengurangi gangguan insomnia. analisis determinan asupan zat gizi mikro terhadap kualitas tidur mahasiswa dan juga terhadap ee terdapat pengabdian beliau di mana beliau telah melaksanakan pendampingan implementasi health and character guidance dalam mendukung upaya pelayanan kesehatan peduli remaja tahun 2022 mengatasi mental health gen di era digital tahun 2024 AT serta pelatihan
33:39 work life balance dalam Islam di tahun 2025. Baik, ee selanjutnya kami persilakan kepada Bapak Setyo Purwanto untuk berkenan memberikan dan berbagi pengalaman beliau untuk webinar pada siang hari ini. Untuk waktunya nanti ada 45 menit Pak Setio untuk penyampaian materi dan 15 menit untuk sesi diskusi. Oleh karena itu, kepada yang terhormat Bapak Setio Perwanto kami persilakan. Baik, terima kasih Mas Heri. Sama-sama Pak. Baik ya Bapak Ibu. Ee asalamualaikum
34:25 warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Bapak, Ibu, berbahagia sekali pada siang hari ini saya bisa apa ini? Berbagi ya. berbagi tentang menulis ya. Ee ini merupakan lanjutan dari yang 10 hari yang lalu tepatnya tanggal 10 Februari yang kita sudah membahas tentang ee gejala-gejala daripada siswa yang mengalami gangguan. Tentu kita sebagai orang tua, sebagai pendidik
35:11 prihatin dan mengupayakan bagaimana kita bisa ee mengurangi ya. Syukur-syukur kita bisa mencegah dengan memperhatikan tanda-tanda siswa yang ada. Kemudian kita membuat sebuah model ataupun cara yang sederhana, yang bermanfaat dan tentunya ee bisa mengurangi ee tekanan mental yang dialami oleh siswa. Bapak Ibu ee pada kesempatan kali ini izinkan saya untuk sharing tentang konsep ee terapi. Salah satu terapi di
35:56 mana ini bisa menjadi karya siswa ya, bisa menjadi karya siswa. Maka ini terapi berkarya. Ee maaf saya matikan HP saya dulu Bapak Ibu. Baik. ini bisa menjadi terapi berkarya. Artinya kita bisa memberikan sebuah karya tapi juga memberi manfaat kepada dampak emosional yang ee negatif. Nah, Bapak Ibu ee ee pertemuan yang sebelumnya saya sudah menyampaikan tentang mindfulness, Bapak, Ibu ya. Ini konsep yang mendasari terapi
36:41 menulis mindfulness ya. Ini tentu nantinya bisa mengurangi stres dan bisa meningkatkan wellbeing siswa. Baik Bapak Ibu ee kita mulai dari ee slide kedua ini. Slide pertama sudah ya. Slide kedua silakan. Nah, Bapak Ibu ee kenapa saya memilih mindfulness? Karena ini nampaknya yang sedang apa banyak dipelajari oleh kita dan saya sudah ee meneliti mengeksperimenkan terapi mindfulness ini
37:29 ke beberapa orang yang mengalami kesulitan tidur ini ternyata efektif ya. Orang kesultan tidur itu kan biasanya banyak pikiran ya, Bapak, Ibu ya. Orang sulit tidur itu banyak pikiran. Nah, ini ternyata dengan mindfulness ini bisa. Nah, ee beberapa literatur juga menyebutkan bahwa mindfulness ini bisa digunakan untuk merilis merilis stres ya. merilis stres, melepaskan stres yang ee dialami terutama Bapak Ibu oleh anak dan remaja. Maka sebenarnya anak-anak kita remaja ini sebenarnya sudah
38:16 memulai misalnya dengan memiliki buku diari, buku harian ini saya kira juga kita dulu ya, Bapak, Ibu. Kita pernah muda ya, Bapak, Ibu ya. kita pernah muda dan kalau ada curhatan itu ya kita curhatnya ke orang tua takut ya Bapak Ibu. Mungkin waktu itu Bapak Ibu enggak takut tapi saya takut Bapak Ibu. Jadi curhatnya itu melalui ee apa? Melalui buku saya. Buku diari ya. Buku diare khusus itu orang lain enggak boleh baca. Nah, ini ternyata Bapak, Ibu ee apa mengurangi tekanan yang saya
39:06 alami gitu ya. Kemudian juga saya kan mengevaluasi buku saya lagi. Buku D itu saya dulu sekarang sudah saya saya hilangkan. Saya baca waktu itu saya baca tulisannya ya itu Bapak Ibu dari kalau EYD itu ya enggak enggak masuk gitu ceritanya apa ya enggak jelas gitu tapi itu bisa membuat saya lebih lega. Nah Bapak Ibu ee saya memasukkan tidak hanya menulis tapi ada unsur mindfulness ya. unsur mindfulness di sini yang yang mudah-mudahan nanti bisa menambah
39:52 kekuatan apa namanya bisa menambah kekuatan terapi ini untuk lebih melepaskan emosi-emosi yang dialami oleh siswa ya, Bapak Ibu ee kita sedikit mer-review ya, Bapak Ibu ee pertemuan minggu yang lalu apa itu mindfulness? Ya, kalau bahasa Indonesianya ya mindfulness itu sadar penuh ya. Sadar penuh. Jadi ee sadar penuh itu, Bapak Ibu yang namanya mindfulness itu memiliki tiga ciri ya. Cirinya itu saat ini, kemudian ee apa ee sadar saat ini dan tidak menilai
40:41 ya. Jadi kalau kita mengacu pada konsep mindfulness, maka konsepnya adalah saat ini, Bapak, Ibu. Jadi nanti ketika menulis pun juga apa yang sedang dirasakan siswa saat ini. Bukan menceritakan pengalaman kemarin atau keinginan masa depan, tapi lebih pada apa yang dirasakan ketika ee saat ini ini gitu ya. Jadi kesadaran penuh. Maka mindfulness itu sebenarnya adalah kesadaran penuh pada saat ini menyadari pikiran, emosi, dan tubuh dan tidak menilai. Artinya hadir tanpa menghakimi, Bapak Ibu. Maka nanti konsep menulis itu enggak boleh dinilai. baik
41:27 dinilai sendiri atau dinilai oleh guru ya. Jadi ya tulis ajalah apa tapi yang penting jujur apa yang apa yang dirasakan saat ini dan jangan dinilai oh ini tulisannya jelek tulisannya bagus ini tulisannya kok enggak mengikuti ejaan jangan karena ini bukan bukan tugas sekolah ya Bapak Ibu tugas bukan tugas menulis mengarang bahasa Indonesia ini adalah ee dalam rangka untuk ee ee melepaskan beban-beban emosional. Jadi saat ini dan tidak dinilai ya. Mau baik mau jelek itu bukan bukan ukuran
42:12 gitu. Yang penting jujur menuliskan itu saat ini. Nah, apa tujuan mindfulness itu Bapak Ibu? Ketika kita menyadari saat ini Bapak Ibu maka pikiran itu otomatis jadi tenang. Nah, ini yang jarang diketahui ya, Bapak, Ibu. ini maaf nih ee umumnya kita ya umumnya kita ketika kita ee apa ee pikiran kita tidak tenang entah itu memikirkan permasalahan, memikirkan problem-problem kita gitu. Umumnya kita itu cenderung untuk berusaha tidak memikirkan. Nah, ini ya
42:59 pikiran itu kalau kita berusaha untuk tidak memikirkan itu justru itu malah memunculkan pikiran yang lebih kuat. Tapi kalau kita ee memikirkan sesuatu sesuatu kemudian kita menyadari gitu, maka lama-lama pikiran kita akan tenang. Sebentar Bapak Ibu, saya cas laptop sebentar. Iya, maaf Bapak Ibu laptop saya. Baik. Ee jadi kita pakai mindfulness itu
43:46 adalah kita menyadari apa yang sedang terjadi pada pikiran. Nah, itu akan tenang pikiran Bapak, Ibu. Sama halnya dengan emosi, ya. Ketika emosi, ketika kita emosional kemudian kita berusaha untuk menenangkan diri, ya. Ketika kita berusaha untuk menenangkan diri, untuk tidak emosional itu justru emosi kita malah memuncak. Tapi kalau kita menyadari saya sedang sedih, saya sedang stres, ya itu justru emosi itu menurun. Nah, ini tentu sangat ee mendukung terapi menulis atau berkarya ini yang berkarya dalam bentuk menulis ini Bapak, Ibu. Ketika kita
44:31 menuliskan ee pikiran kita, menuliskan perasaan kita gitu ya, tentu ini akan membuat lebih ee apa? membuat lebih pikiran dan emosi kita akan lebih tenang. Baik, silakan lanjut. Ee ya apa yang dilakukan di dalam mindfulness? Ya, ini Bapak Ibu nanti sebenarnya intinya ini adalah terapi mindfulness tapi dalam bentuk okupasi. Okupasi itu dalam bentuk melakukan sesuatu yaitu menulis ya. Apa yang dilakukan dalam mindfulness? yaitu membantu siswa untuk menyadari bahwa aku sedang cemas,
45:18 aku sedang lelah, aku sedang tertekan. Jadi ee siswa diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk menulis. Maka di sini diperlukan rasa aman, Bapak, Ibu, ya. Diperlukan rasa aman bagi siswa agar dia nyaman. nyaman untuk menuliskan apa yang sedang dirasakan. Kadang-kadang siswa itu juga kalau tidak ada rasa aman dia akan menuliskan sesuatu yang seharusnya. Ya, padahal di dalam terapi menulis ini bukan menuluskan yang seharusnya tapi apa adanya. Jadi mindfulness konsepnya adalah apa yang sedang terjadi saat ini
46:04 di dalam pikiran dan di dalam perasaan. Nah, ini Bapak Ibu apa yang ada dalam pikiran dan perasaan itu kadang-kadang kan bagi siswa itu rahasia ya Bapak Ibu ya. Rahasia lah ini kalau siswa itu tidak diberikan rasa aman nanti dia akan cenderung menuliskan apa yang seharusnya ditulis ya. Baik. Nah, kemudian Bapak, Ibu siswa di dalam mindfulness ini dilatih untuk jeda, Bapak, Ibu. Jeda. Jeda ini penting ya, Bapak, Ibu. Orang emosional itu kadang-kadang reaktif. Betul enggak, Bapak, Ibu? Ketika kita melihat sesuatu
46:50 yang tidak sesuai dengan hati, kita langsung marah. Itu namanya reaktif. tidak ada jeda antara kejadian dengan reaksi emosi. Nah, siswa dengan menuliskan berarti dia berlatih untuk jeda, ya. Berlatih untuk menjeda. Jeda itu dia diberi kesempatan untuk menyadari dulu aku sedang mengalami apa sih ini? Nah, gitu. Ini penting untuk regulasi emosi Bapak, Ibu. Regulasi emosi siswa. Jadi menulis ya, menulis menulis itu misalnya dia marah dengan ee apa temannya misalnya dengan dia menulis saya marah dengan teman saya. Nah, menulis marah
47:35 dengan teman saya itu merupakan latihan ceda sehingga dia bisa meregulasi emosinya menjadi lebih tenang. Ya, makanya mindfulness yang salah satu pelajaran mindfulness yang penting bagi kita itu adalah mengajarkan responsif bukan reaktif. Ya, kalau responsif itu impulsif, Bapak Ibu. Eh, maaf. Kalau reaktif itu impulsif, perbuatannya itu koyak enggak mikir gitu, enggak berpikir gitu loh. Bahasa apa kerennya? Apa? antem kromo pokoknya antem duluah nanti resiko belakangan. Nah itu itu itu reaktif ya misalnya siswa itu balas dendam
48:22 duluah nanti resiko belakangan ya itu apa namanya reaktif. Nah mindfulness ini mengajarkan responsif ya. Responsif ini nantinya ee siswa akan belajar untuk menjadi pengamat. Oh. saya sedih, oh saya marah, oh, saya jengkel sama orang tua saya yang membeda-bedakan saya. Oh, saya tertekan dengan pelajaran-pelajaran yang mengharuskan saya untuk bisa ini, bisa itu, mungkin ya. Nah, bukan menghakimi, tapi lebih pada mengamati diri sendiri. Baik, itu di dalam mindfulness Bapak Ibu. Kemudian silakan dilanjutkan. Nah, agar apa? Agar sadar. Apa enggak
49:09 sadar? Ya, sadar sebenarnya Bapak Ibu, cuma sadarnya ini kan kadang tidak menyadari apa yang sedang terjadi Bapak, Ibu. Misalnya pikirannya sedang galau. Nah, pikiran sedang galau itu kalau tidak disadari bahwa saya sedang galau, itu bisa terjebak di dalam perasaan sedang galau, Bapak, Ibu. Nah, ini bahaya. Dia dipandu oleh perasaan galau. Bayangkan Bapak Ibu, dalam proses belajar dia dipandu oleh perasaan galau. Bagaimana pelajaran bisa masuk Bapak, Ibu? Betul enggak, Bapak Ibu? bagi siswa ini. Nah, kita belajar untuk ee sadar,
49:58 "Oh, saya sedang galau." Nah, itu artinya dia sadar kalau sedang galau. Tapi kalau saya galau itu berarti dia terjebak pada galau. Bapak, Ibu tahu bedanya ya antara sadar dan tidak sadar? Eh, saya ulangi. Kalau hati saya galau ini, kalau saya terjebak maka saya akan mengatakan saya sedang galau. Tapi kalau saya sadar, bukan terjebak tapi sadar, maka saya akan mengatakan bahwa oh saya sedang galau. Bukan saya galau, tapi saya sedang galau. Nah, baik Bapak Ibu. Menyadari perasaan itu penting, Bapak, Ibu.
50:44 Ya, kenapa siswa itu dalam kasus-kasus yang kemarin kita bahas ya, Bapak, Ibu, ada yang maaf ya, ada yang membunuh orang tuanya, ada yang bunuh diri, ada yang ee menyakiti namanya apa kalau sekarang itu barcode ee ya apa menyakiti diri sendiri, self ham itu karena dia tenggelam Bapak, Ibu bukan menyadari dari bahwa saya sedih, tapi dia tenggelam dalam kesedihan. Lah kalau tenggelamnya cuma bahasa jawanya cetek gitu ya enggak apa-apa bisa gini ya. Kalau tenggelamnya jauh Bapak Ibu pikirannya pasti inginnya bunuh diri. Orang stres itu kan
51:30 pikiran-pikiran bunuh diri, pikiran-pikiran itu kan muncul begitu saja. Meskipun tidak dieksekusi bunuh diri, tapi pikiran bunuh diri itu sebenarnya sudah tanda bahaya. bahwa ada perasaan-perasaan yang belum keluar, Bapak, Ibu. Makanya nanti ada konsep terapi menulis, ya. Dasasarkan konsep mindfulness. Nah, Bapak Ibu ee kebanyakan juga bahwa orang punya masalah itu disimpan, Bapak, Ibu. Disimpan di alam bawah sadar, ya. Mungkin ibu-ibu pernah ketika ada ulah siswa ya misalnya ini
52:18 sabar sambil ngelus dodo itu sabar sabar gitu ya. Pernah enggak ibu-ibu ya sabar sabar. Nah sabar-sabar itu sebenarnya Bapak Ibu itu bukan sabar aslinya loh Ibu-ibu. Itu disabar-sabarkan. Artinya apa? disabar-sabarkan itu artinya sebenarnya tidak sabar. Nah, itu tekanan-tekanan itu menyimpan dalam alam bawah sadar. Jadi disimpan di pikiran jangka panjang. Long atau memorinya diisi dengan berbagai ulah siswa yang membuat emosi. Tapi Bapak, Ibu, apakah itu baik? Nah,
53:05 gitu ya, Ibu ya. Apakah menyimpan problem itu baik? Tentu tidak. Kita harus melepas. Begitu juga dengan siswa, Ibu-ibu, Bapak di rumah sudah tidak dihargai sama orang tua, di sekolah tidak ada yang memperhatikan, itu kan menumpuk Bapak, Ibu. Siswa ini kan menumpuk ya. Akhirnya dia meluapkan ke hal-hal yang kurang positif. Nah, ini kalau menumpuk-numpuk terus nantinya dia jadi bermasalah secara psikologis. Nah, ini perlu solusi Bapak Ibu mungkin. Nanti di sekolah-sekolah ini ya usul saya itu perlu ada satu pelajaran lah waktu gitu ya yang namanya olahraga
53:50 emosi atau olahraga jiwa gitu ya bukan olahraga fisik ya Bapak Ibu ya tapi olahraga jiwa olah jiwa olah rasa, olah mental gitu ya tujuannya untuk kesehatan mental entah itu terapi menulis entah itu meditasi entah itu relaksasi ya, Ibu-ibu, Bapak. Entah itu saling curhat sesama teman gitu loh. Jadi, ini akan bermanfaat banyak G Bapak. Baik. Jadi, siswa itu Bapak Ibu perlu cara aman dan sehat untuk menyalurkan apa yang disadari dan tidak disadari. Menulis ini termasuk penyaluran, Ibu, Bapak
54:37 ya kan? Enggak mungkin ya, Ibu, Bapak, Ibu guru itu bisa mendengarkan curat semua siswa ya toh. Siswanya jumlahnya ratusan gitu. Kalau curat semua waktunya habis. Nah, secara kolosal aja, secara umum itu menuliskan itu akan membantu Bapak Ibu ya. Nanti akan mengurangi problem-problem sekolah yang sebenarnya itu seharusnya tidak terjadi gitu loh ya kan. masalah bullying, masalah problem mental itu kan walaupun tidak mengganggu ya tetap menjadi satu hal yang perlu diselesaikan. Baik. Nah, ini Bapak Ibu manfaat terapi menulis. Nah, mindfulness ini Bapak Ibu sebagai mindfulness ini mengajarkan kita untuk
55:24 menyadari isi batin. Menyadari Bapak, Ibu ya mungkin mungkin sudah tahu tapi tidak menyadari. Lah menyadari dan tahu itu berbeda, Bapak, Ibu ya. Kalau tahu itu belum tentu dia menyadari, tapi kalau menyadari itu sudah tentu tahu. Maka kadang kala kita itu sedih tapi tidak menyadari kalau kita sedih. Sehingga sedih itu berakumulasi seperti lingkaran setan selalu bertambah kesedihannya, problemnya gitu ya. Menumpuk menumpuk menumpuk. Kemarin sore itu Bapak saya klien yang ibu itu ternyata punya dendam
56:09 sama anak gitu ya. Jadi dendamnya itu katanya sudah muntup-muntup gitu ya. Entah anak ini bermasalah apa saya enggak tahu. Nah itu kalau tidak dirilis Bapak Ibu akan mengganggu komunikasi antar anak dan orang tua Ibu tadi. Nah ini akan mengganggu anak juga Bapak Ibu. Maka ee konsep menulis ini sebenarnya ya tidak hanya untuk anak-anak ya, untuk orang tua, untuk ibu guru, bapak guru gitu ya. Baik. Ee kemudian terapi menulis itu mengekspresikan. Nah, Bapak Ibu perlu adanya satu ee
56:56 apa namanya? ee perlu ekspresi gitu ya. Setelah disadari itu perlu ekspresi itu kayak pelepasan gitu loh. Kalau menyadari itu baru memahami tapi akan lebih cepat kalau diekspresikan ya. Ekspresi itu bisa cerita ya, cerita ke guru atau cerita ke teman atau menulis. Nah, kan kalau menulis ini sayaasa saya rasa lebih aman ya, Bapak, Ibu ya. Kenapa ya? Karena tidak ada yang tahu gitu. Karena Bapak Ibu, remaja ini dia sangat
57:41 hati-hati sekali. Jangan sampai permasalahannya diketahui jika itu menimbulkan permasalahan. Misalnya dia cerita tentang ee apa bahwa dia kena bullying oleh teman-temannya gitu. Dia takut cerita ke orang tua. Kenapa takut? Karena nanti orang tua akan marah datang ke sekolah. Kemudian orang yang bullying itu kena ini ee apa namanya? Kena apa namanya? keluhannya dari orang tua. Kemudian anaknya nanti balas dendam ke dia, dia takut. Nah, jadi ini akan membuat anak ini menjadi
58:27 ee tidak bercerita kepada orang tua. Nah, dengan menulis dia bisa melepas apa yang harusnya dia tulis ee tanpa orang lain mengetahui. Nah, diekspresikan menulis membantu untuk mengeluarkan beban pikiran, menata emosi. Ya, menata emosi loh Bapak Ibu. Jadi emosi itu bisa ketata, oh saya sedih ya. Oke saya sedih. Oh saya cemas. Oke saya cemas. Tertata gitu Bapak Ibu. Nah artinya bahwa emosi itu lebih reda. Jadi ee lebih apa? Lebih bisa menghadapi itu kemudian membuat perasaan lebih lega
59:16 ya. lebih lega ya. Tentu kalau siswa punya cara untuk membuat perasaannya jadi lega, ini kan satu hal yang sangat positif sekali Bapak Ibu ya. Ya, mengurangi beban Bapak Ibu juga kan, Bapak Ibu guru juga sama guru bimbingan konseling ya. Baik lanjut. Baik. Mindfulness. Mindfulness membuat siswa sadar apa yang ia rasakan. Tadi sudah saya jelaskan ya, Bapak, Ibu. Dan terapi menulis membantu menuliskan apa yang ia sadari. Keduanya ini kalau di dimatchingkan gitu ya, disatukan gitu ya, disatukan itu ee
1:00:06 kedua-duanya bisa memperkuat regulasi emosi ya. regulasi emosi. Regulasi emosi itu ee bagaimana siswa ini bisa lebih bisa mengatur emosinya sendiri. Ada loh Bapak Ibu anak-anak yang masih kayak anak kecil ya, tantrum emosional gitu. Di jawil sedikit aja dia marahnya luar biasa emosional anak ini baik. Mengurangi stres dan meningkatkan wellbeing. Ya, kemarin sudah kita bahas juga tentang school wellbeing. Bapak Ibu menciptakan sekolah yang mensejahterakan siswa. Baik. Kalau mindfulness analogi
1:00:53 sederhananya itu menyalakan lampu di dalam pikiran. Jadi lebih terang Bapak Ibu ya. Nah, terapi menulis itu membuka jendela agar isinya bisa keluar dengan sehat. Nah, kalau kita punya rumah Bapak Ibu pengap. Pengap tahu Bapak Ibu ya. Rumahnya pengap, gelap dan pengap. Waduh, ini sudah ya rumah yang gelap dan pengap. Nah, ini ee sama dengan suasana hati kita yang gelap dan pengap jika kita mengalami problem. Maka mindfulness menyadari apa yang sedang terjadi itu adalah lampu penerang di dalam pikiran dan
1:01:40 menulis ini bisa menjadi jendela agar terjadi sirkulasi udara sehingga ya pikiran-pikiran yang kotor, pikiran-pikiran yang maksudnya kotor itu negatif ya. Kemudian ee beban-beban mental itu bisa ditukar dengan hal-hal yang menyegarkan. Baik lanjut ya. Mengapa sih perlunya perlu dari mindfulness gitu ya? Tanpa sadar diri siswa menulis tapi tidak tahu apa yang dirasakan. Nah, ini Bapak Ibu pelajaran menulis. Ini kalau pelajaran bahasa Indonesia ada pelajaran mengarang
1:02:27 itu memang pelajaran menulis apa yang seharusnya, apa yang sebaiknya. Nah, tapi kalau kita terapi men berbasil mindfulness ini adalah ee menulis yang menyembuhkan terapeutik ya. Karena siswa diajari menulis apa yang ia rasakan, apa yang ia pikirkan, apa yang ia rasakan. Sehingga di situ melatih kejujuran. Mungkin dari menulis itu muncullah satu kebermaknaan. Oh iya ya. Jadi menulis perasaannya sendiri tiba-tiba dia dapat insight. Oh iya ya.
1:03:13 Eah itu Bapak Ibu. Kemudian juga lebih menyembuhkan. Nah, ini ya Bapak Ibu yang kita pelajari saat ini adalah ee terapi menulis yang bisa menyembuhkan ini insyaallah. Kemudian lanjut. Baik. Oke lanjut. Nah, tujuan Bapak Ibu kegiatan menulis pertama mungkin tujuannya banyak ya. Ini saya contohkan saja. Mengurangi stres siswa. Nah, yang kedua meningkatkan kesadaran diri ini, Bapak, Ibu. Semakin siswa itu sadar, Bapak, Ibu itu semakin cerdas, baik cerdas emosinya maupun cerdas intelektualnya.
1:03:59 Jadi, Bapak Ibu, kesadaran ini bisa memicu memicu kecerdasan intelektual dan memicu kecerdasan emosional. Nah, ini kan menguntungkan sekali ya, Bapak, Ibu. Mungkin Bapak Ibu mendapatkan variasi siswa yang ada yang pintar, ada yang enggak gitu ya. Nah, yang enggak yang kurang pintar ini seharusnya mendapatkan pelajaran khusus tentang mindfulness, kesadaran. Dilatih kesadarannya insyaallah itu bisa melejit, Bapak, Ibu. Baik. Mengurangi stres siswa pasti insyaallah. meningkatkan wellbeing di sekolah. Ya, kalau siswa itu tanpa beban ke sekolah,
1:04:45 Bapak Ibu, ke sekolah itu tidak membawa stres itu ya akan berpengaruh ke sekolah sendiri. Sekolah yang kondusif, yang menyenangkan juga dipengaruhi oleh siswa yang menyenangkan. Sehingga ketika siswa menyenangkan di sekolah, otomatis juga sekolah itu menjadi menyenangkan juga. Nah, ini will being, meningkatkan wellbe sekolah. Nah, Bapak Ibu, ada aturan dasar di dalam terapi menulis ini, Bapak Ibu ya. Ini karena konsepnya mindfulness, ya, Bapak, Ibu. Jadi, ee apa namanya? Kita perlu memahami aturan mainnya. Kenapa kok tidak boleh dinilai? Nah, ini Bapak Ibu,
1:05:30 kenapa tidak boleh dinilai? Ya, yang pertama tadi Bapak Ibu bahwa ini itu bukan pelajaran gitu, bukan bukan pelajaran bahasa Indonesia gitu, tapi ini adalah ee sebuah tulisan kejujuran. Jadi sebenarnya kalau mau dinilai ya sebenarnya nilai kejujurannya itu bukan nilai baik buruknya. Jadi nanti di dalam proses pelaksanaan orang tua ee orang tua guru tidak perlu menampilkan di di depan kelas dibacakan gak perlu ini untuk masing-masing gitu ya. Umumkan di depan nanti tidak akan dibacakan di depan. Nah gitu agar apa? agar anak-anak itu nyaman ketika nulis itu.
1:06:18 Karena kalau dia tahu nanti dibaca satu persatu di depan ya enggak mungkin dia menuliskan yang jujur-jujur. Pasti dia menuliskan yang seharusnya. Nah, itu ya Bapak Ibu. Kemudian tidak wajib dibacakan dan fokus pada kejujuran dan aman dan privat. Ya, aman dan private. Privat itu betul-betul bagi siswa itu ini adalah rahasiaku gitu ya. seperti kalau anak menulis buku diare gak ada yang boleh membaca ya Bapak Ibu bahkan kita sendiri ya bahkan siswa sendiri itu membaca ulang itu kalau bisa jangan karena kalau siswa membaca lagi ee tulisan-tulisan ini ditakutkan ya ditakutkan dia akan menilai kok aku
1:07:05 begini toh kok aku begini toh kok aku jahat banget toh kok aku jelek banget toh gitu ter ini kalau sudah ditulis ya sudah. Nah, ini Bapak Ibu ya. Jadi aturansnya adalah tidak tidak boleh eh apa namanya tadi aturan dasarnya tidak dinilai, tidak wajib dibacakan dan fokus pada kejujuran ya. Kemudian aman dan privat ya. Makanya nanti ee sesi-sesi pakai kertasnya sendiri, pakai bukunya sendiri enggak akan dikumpulkan. Baik, Coba nanti ketika kita mau membukukan bisa Ibu Bapak tapi jangan
1:07:52 sampai dituliskan namanya misalnya ya. ini siswa bisa berhasil menulis ini sekian gitu dan kita mau mengabadikan gitu sebagai dokumentasi atau sebagai buku peluhan justru untuk untuk risetnya guru-guru juga bisa sebnya masalah siswa atau apa tapi jangan menuliskan nama ya nama karena nama itu nanti apa ee mengganggu privasi dia. Baik Bapak Ibu lanjut silakan. Nah, langsung ke teknisnya ya, Bapak, Ibu. Waktunya juga sudah hampir ini. Ee jadi kalau Bapak Ibu nih misalnya saya ini ibaratnya saya pura-pura jadi gurunya, Ibu-ibu, Bapak ini jadi ininya
1:08:37 ya, jadi siswanya gitu ya misalnya atau nanti saya ini pura-pura saya ngelatih Bapak Ibu guru untuk nanti bisa menyampaikan tidak di murid murid Bapak Ibu guru ya. ee perintahkan yang pertama adalah duduk rileks ya Bapak Ibu. Duduk rileks, duduk tenang, ambil nafas lebih dalam dan keluarkan pelan-pelan ya. Instruksinya juga agak pelan seperti saya tadi ya. Anak-anak sekarang ayo kita ee menuliskan ee apa yang ada dalam pikiran dan perasaan kita. Ini bermanfaat untuk anak-anak sekalian. Ee
1:09:24 pertama silakan anak-anak ayo anak-anak duduk rileks yang santai gitu ya. Jadi kalimatnya itu ujungnya itu turun gitu loh Bu. Nah, duduk yang rileks. Nah, duduk yang tenang gitu karena ini akan membuat siswa menjadi lebih tenang. Kemudian tarik napas lebih dalam. Ini untuk membuat agar ee terjadi apa? ee oksigenasi dalam otak sehingga ee anak lebih tenang lagi. Kemudian yang ketiga ini sudah praktik mindfulness-nya, sadari tubuh. Nah, misalnya Bapak Ibu bisa mengajak siswa untuk ee ayo kita
1:10:10 sekarang mengamati. Kalau pakai kata kesadaran mungkin sulit ya, Bu. Bisa anak-anak suruh pecamata? Ayo anak-anak sekarang pejamata. sadari tubuh kita dari mulai ee kepala kita, sadari kepala kita rasanya seperti apa, kemudian bahu kita sampai jari-jari tangan, dada, perut. Nah, sampai ke kaki sampai ujung kaki. Nah, itu kalau mindfulness namanya mindfulness body scan. Body scan. Jadi, tubuhnya dianning gitu ya. Nah, itu akan membuat dia akan lebih aware. Kemudian ya ini yang paling utama. Sekarang coba anak-anak ee sadari perasaan yang sekarang muncul ya.
1:10:57 Tuliskan apa saja nantinya gitu. Jadi dia disusuruh menyadari perasaannya belum menulis ya. Ini masih 3 menit. Ee oke ee apa namanya? sadari perasaan yang saat ini sekarang sudah merasakan apa coba sadari dulu ya diamati saja perasaannya diterima gitu ya. Baik lanjut. Ini tahap pertama. Tahap pertama itu ee nafas sadar. Jadi kita menyadari nafas, menyadari tubuh, menyadari perasaan. Nah, ini mulailah untuk memerintahkan siswa menulis bebas ya, expressif writing. Ingat Bapak Ibu
1:11:43 tadi di depan seharusnya tadi sudah diumumkan bahwa tulisan ini tidak akan dinilai, tidak akan dibacakan ee tuliskan apa yang lebih penting adalah kejujuran kalian gitu ya. Nah, sekarang tahap kedua. Langkah kedua adalah menulis bebas. Ya, anak disuruh menuliskan perasaannya apa? Nah, kalau perasaannya biasa, kalau biasa ya tuliskan perasaan saya sedang biasa gitu. Atau menuliskan pikiran juga boleh. Saya sekarang pikiran saya sedang memikirkan seperti ini. Saya sedang memikirkan tulisan saya ini. Nanti kalau dibaca orang bagaimana? Nah, kemudian juga distimulasi untuk menuliskan perasaannya juga.
1:12:29 Jadi yang terjadi saat ini. Nah, kemudian Bapak Ibu yang penting adalah bagaimana ngajari siswa untuk tidak berhenti menulis selama 10 menit. Ya, kuncinya tidak boleh berhenti. Kalau berhenti nanti mikir. Kalau mikir aku nulis apa ya? Nah, gitu. seharusnya dia kalau pikirannya memikirkan aku nulis apa, maka dia harusnya menulis, aku berpikir aku mau nulis apa ya. Nah, gitu ya. Jadi apa yang ada dalam pikiran ditulis, apa yang ada dalam perasaan ditulis, apa sajalah pikiran boleh, perasaan boleh, bolak-balik juga boleh gitu ya. Jangan berhenti, jangan mengedit ya. Mengedit itu bisa
1:13:15 menghapus, bisa mencorek. Tulis terus saja ya. Tulis terus. Nah, tulis apa yang dirasakan. Baik lanjut. Nah, Bapak Ibu di kelas bisa memberikan satu contoh kalimat awal, ya. Kalimat awal ini bisa memicu siswa untuk menuliskan ya. Misalnya ini aku merasa tertekan ketika. Nah, ketika aku merasa tertekan ketika itu dia akan ee teringat.
1:14:06 Oke, saya ulangi ya, Bapak, Ibu. ee ketika ada kalimat awal aku merasa tertekan, maka siswa ini akan terstimulasi untuk menuliskan selanjutnya. Nah, ketika dia menuliskan, "Aku merasa tertekan ketika." Nah, setah itu dia apa yang terjadi pada pikiran dan perasaan itu pasti terjadi dan itu ditulis ya itu ditulis terus gitu sampai habis. Tulis terus, tulis terus, tulis terus, terus. Biasanya Bapak Ibu kalau sudah dua tiga kalimat tertulis itu ngalir, Bapak Ibu. Nah, ini yang penting dalam terapi ini adalah melatih siswa untuk menulis ini.
1:14:52 Karena mungkin siswa sudah terbiasa Bapak, Ibu ya menulis yang sesuai kaidah, sesuai sesuai YD, sesuai dengan bahasa yang formal, begitu. Nah, itu coba kita kita apa namanya? Ee kita tidak kita gunakan sementara. Kita lebih fokus pada ee menulis apa adanya ini ya. Yang ingin aku keluarkan hari ini. Nah, itu unek-unek nyawa yang apa yang dia pikirkan. Jadi, Bapak Ibu bisa memberikan stimulasi kalimat-kalimat seperti ini. Sebagai contoh saja mungkin Bapak, Ibu
1:15:37 punya kalimat yang lebih sesuai. Itu sangat bagus ya. Baik, lanjut. Nah, Bapak Ibu, setelah siswa itu menuliskan sekitar 15 menitan, 10 sampai 15 menit tanpa henti dengan stimulasi tadi ya, Bapak, Ibu. Nah, kemudian ee dia diminta untuk membuat closing ya, closing. Oke, sekarang kita akan mengakhiri penulisan ee ini. Silakan anak-anak untuk membuat closing, ya. Closing terserah dia mau menutup apa, mau memberikan ee penutupan apa terhadap boleh kesimpulan, boleh
1:16:25 tausiah untuk dirinya sendiri, boleh ini ya. Kemudian sekarang tutup. Nah, ada perintah tutup bukunya atau ee lipat kertasnya. Kemudian tarik napas lam kemudian keluarkan pelan-pelan. Nah, setelah itu baru Bapak Ibu ee ee setelah itu setelah buku ditutup ya, Bapak Ibu. buku ditutup, anak-anak diajak untuk berdiskusi. Diskusinya tentang perasaan ini biasanya bisa ee apa kalau dalam terapi itu bisa duduk melingkar atau kondisi santailah
1:17:13 ya. Bagaimana perasaan anak-anak sekarang dibanding sebelum menulis? Perasaan bagaimana sekarang sebelum menulis gitu. Jadi bukan kontennya itu tapi perasaanmu bagaimana setelah menulis 10 menit tadi ya bukan kontennya. konten itu yang di ee saya tidak me apa me ee apa tidak ee meminta kalian untuk apa menyampaikan isi daripada tulisannya, tapi perasaanmu bagaimana setelah menulis tadi, gitu ya. Kemudian ee banyak sekali yang bisa digali
1:17:58 ya, lebih ringan sama saja atau justru baru ada sesuatu ya. Jadi anak-anak akan bisa merasakan apakah ee lebih ringan atau sama saja atau justru baru sadar sesuatu gitu ya. Ini proses Bapak Ibu memang ee terapi menulis ini tidak hanya satu atau dua kali sehingga anak-anak betul betul-betul bisa merefleksikan perasaannya ke dalam tulisan dan guru ee menekankan bahwa apa yang sedang terjadi, bahwa apa yang terjadi saat ini, apa yang kalian tuliskan, apa yang muncul itu wajar ya. Jangan itu dianggap suatu hal yang tidak baik ya. Kalau sudah ee belajar mindfulness itu memang ee kita lebih tidak menilai tapi ya
1:18:47 seperti itu memang gitu ya. Yang penting adalah ee semuanya berproses. Kalau kalau anak-anak tadi misalnya dia sudah menuliskan A terus kita harus bagaimana? Nah, gitu ya. Bukan menilai apa yang ditulis, tapi bagaimana dengan ee mungkin perasaan-perasaan tadi dan anak tahu tulisannya sendiri. ya anak-anak akan lebih paham apa yang harus dia lakukan ya. Baik, lanjut. Oke. Baik, Bapak, Ibu tadi yang saya sampaikan tentang terapi menulis dengan mindfulness ya, lewat sedikit Bapak Ibu ya. Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi
1:19:33 Bapak Ibu kalau ada waktu-waktu kosong ya. misalnya pelajaran masih ada 10 15 menit, ayo kita menulis gitu ya. Jadi tujuannya untuk melepaskan tadi yang saya jelaskan di depan. Baik, mohon maaf. Terima kasih saya kembalikan ke Mas Hari. Baik, terima kasih Pak Setyo atas paparannya dan juga tadi telah bersama kita telah dipandu oleh Pak Setyo bagaimana langkah-langkah terapi menulis yang dapat melegakkan atau meredakan emosi bagi siswa. Baik Bapak Ibu, seperti yang telah saya sampaikan di awal tadi setelah penyampaian materi dari Pak Setyo, kita akan melanjutkan dengan sesi sharing atau mungkin istilahnya kalau
1:20:19 psikologi itu konsultasi ya, Pak Seto ya. Iya. Boleh. Nanti silakan Bapak Ibu guru yang ada di sini mungkin mengalami suatu problem atau ada siswa yang unik mungkin perlu pendampingan khusus boleh nanti di-sharkan bersama Pak Seto. Silakan Bapak Ibu yang mau bertanya atau berdiskusi bisa raise hand. Silakan juga mengaktifkan kamera dan mikrofonnya. Oh, di sini ada Bu Desi Fitra Tumbuh. Selamat siang, Bu. Bu Desi. Silakan boleh dibantu untuk menyalakan mikrofonnya Bu.
1:21:11 Mohon izin, Bu. Suaranya belum terdengar. I silakan, Bu. Pertanyaannya. Silakan Bu Desi. Sudah bisa, Bu. Selamat sore, Bu. Sudah terdengar, Bu. Bisa disampaikan pertanyaannya? Halo, Bu Desi. Ini sudah silakan Bu.
1:21:59 Sudah. Oh, oke. Sekarang sudah barusan belum, Pak? Sudah saya klik unmute. Enggak bisa. Oke. Apakah suara saya sudah, Bu? Sudah terdengar. Oke. Baik. Eh, terima kasih sebelumnya atas kesempatannya Pak Setio dan moderator. Eh, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Warahmatullahi wabarakatuh. Saya Desi dari Fitrah Tumbuh. Kebetulan insyaallah akan mendampingi siswa-siswa ee SMA dan SMK, Pak. Ee ini sebenarnya menarik sekali ee materinya. Kalau boleh saya simpulkan ini sebenarnya semacam terapi jurnaling ya, Pak ya, buat siswa-siswi gitu ya. Dan ini menarik sekali karena ee sebenarnya ini sudah sangat jarang dilakukan oleh siswa-siswi ya. Bahkan kita mungkin orang dewasa juga sangat
1:22:45 jarang melakukan hal ini. Kalau kita dulu di masa-masa ee muda waktu SMP atau SMA mungkin kita dulu punya buku diari gitu ya, Pak ya. Jadi kita bisa melepaskan emosi atau kita bisa bercerita banyak hal di buku diari. Tapi seiring dengan perkembangan zaman, seiring dengan perkembangan teknologi, rasanya menulis di buku itu sudah sangat jarang atau tidak tidak kita temui lagi ya, Pak ya. Rata-rata menulisnya itu di handphone-nya masing-masing gitu. Jadi rasanya kita mengembalikan lagi tradisi untuk menulis. Ee dimulai dari siswa-siswi itu sangat baik. Tapi akan lebih baik lagi apabila dimulai dari para guru-gurunya atau orang tuanya untuk menulis. Karena ini memang ee sangat bermanfaat. ee ini sudah saya lakukan, Pak, sudah saya praktikkan juga
1:23:30 sehingga menulis ini ee memang menjadi terapi yang cukup efektif buat saya pribadi. Ee hanya ada beberapa pertanyaan dan tanggapan Pak Setio ee terkait menulis gitu ya. Sebenarnya ini kan skill menulis ini merupakan ee skill ee tingkat tinggi ya, tingkat paling tinggi di antara empat skill kebahasaan lainnya di antara mendengarkan, membaca, ee mendengarkan, membaca, dan berbicara, dan terakhir menulis gitu. Jadi memang keterampilan menulis ini cukup menantang sebenarnya apalagi buat anak-anak kita gen gen Z dan gen al gitu. Nah, pertanyaan saya, Pak ee sebenarnya ini ada tiga pertanyaan ee apakah terapi menulis ini efektif untuk semua gender
1:24:15 dan usia, Pak? Ee kalau kalau saya berdasarkan pengalaman saya ee mengajar ee kebanyakan yang senang menulis itu adalah perempuan. Untuk gender laki-laki atau untuk siswa laki-laki itu rasanya agak sulit untuk kita ajak walaupun tidak mungkin tidak bukan tidak mungkin untuk kita ajak menulis juga. Hanya saja ee feel dan responnya mungkin nanti akan ee cukup berbeda. Karena kebetulan di sekolah yang saya dampingi itu ee pernah Pak kami mengadakan pelatihan kepenulisan. Kita ada beberapa ee apa ada ada beberapa program bakat salah satunya adalah kepenulisan. Nah, kebetulan di kepenulisan itu semuanya perempuan pesertanya. Jadi ini ee cukup menjadi pertanyaan buat saya apakah terapi menulis ini akan ee efektif buat
1:25:02 semua gender dan usia. Ee kalau yang berdasarkan palan saya biasanya selain perempuan yang banyak ee kalaupun laki-laki ikut mungkin ee ini bisa diuji cobakan untuk ee siswa-siswi SD dulu mungkin, Pak. Itu sebenarnya yang mungkin ee ingin saya diskusikan. Itu pertanyaan pertama. Oh ya, terkait laki-laki, mungkin terapi yang cukup sesuai untuk siswa laki-laki SMP, SMA itu adalah terapi fisik sebenarnya. Tapi ini mungkin bisa kita diskusikan lebih lanjut ya, Pak. ee karena di sekolah kami tuh anak-anak laki itu lebih lebih emosional, emosinya itu lebih ee terbuka, emosinya itu lebih tersalurkan manakala mereka olahraga, manakala mereka sepak bola, futsal, dan lain-lain gitu, Pak. Ee tapi memang menjadi cukup aneh ya, Pak. Cukup aneh tapi juga
1:25:48 kenyataan bahwa justru penulis-penulis buku dan novel terkenal itu banyak laki-laki gitu. Nah, ini cukup ee ini jadi fenomena yang cukup menarik. mungkin ini jadi penelitian juga buat kita ya, Pak ya, sebagai pengajar atau pendidik. Terus ee itu tanggapan yang pertama dan pertanyaannya. Yang kedua ee gini, Pak. Ini kan tadi solusi ee yang ingin di ee tujuannya kan salah satunya mengurangi stres siswa ya, Pak ya. Meningkatkan kesadaran diri dan wellbeing. Nah, apakah ketika nanti siswa ada siswa yang mengalami atau bercerita ee terkait dengan faktor ekonomi gitu ya, Pak? ini kebetulan saya mendampingi sekolah yang e di desa yang cukup ee terpinggirkan. Apakah apabila dia menerangkan masalahnya itu terkait
1:26:35 ee ekonomi apakah nanti itu ee solusinya itu harus kita berikan juga atau ee artinya apakah program ini atau apakah gerakan ini nantinya tuh harus kita dampingi juga dengan solusinya gitu, Pak. Walaupun tadi juga dikatakan sebaiknya tidak dibacakan ya untuk ruang aman dan privasi mereka. Terus apakah ee jika setelah menulis pertanyaan berikutnya, bagaimana jika setelah mereka meluapkan emosi lewat tulisan justru emosinya makin tidak stabil gitu, Pak? Apakah program ini harus punya ee ee apa timeline tertentu dan wajib didampingi oleh guru atau psikolog tertentu gitu. Nah, itu yang yang menjadi pertanyaan saya. Ee dan terakhir
1:27:21 mungkin catatannya ee ini cukup menantang juga programnya karena ee bertambah lagi nih tugas guru ya, salah satunya di mana ini baik ya, positif kita pandang positif. Tugas baru guru adalah sebagai psikolog nih sekarang dengan adanya program. Tapi ini bagus menurut saya bisa dicoba itu Pak. Ee insyaallah saya menarik eh tertarik untuk coba mempraktikkan mudah-mudahan nanti bisa dilanjutkan di sekolah yang akan saya dampingi. Terima kasih, Pak Se dan rekan-rekan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhamsalam. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Monggo, Pak. Ee mungkin bisa dibantu untuk menjawab. I ada cukup banyak tadi. Silakan, Pak. Nanti kalau pertanyaannya kurang sesuai apa jawaban kurang sesuai, tolong Mas
1:28:07 Hari ingatkan saya, ya. Oh baik Pak. Inggih, Bu Des. Tadi yang pertama apakah efektif untuk semua gender dan buusi? Iya. Baik. Yang pertama masalah gender. Memang Ibu memang kalau perempuan kan lebih ini ya emosional gitu ya. Laki-laki ini lebih rasional katanya begitu. Tapi permasalahan itu sama Bapak, Bapak Ibu ya. Permasalahan anak itu laki-laki perempuan juga memiliki perasaan apa memiliki permasalahan yang sama dan dampaknya juga ke emosional. Jadi ee mungkin kalau di sini yang lebih dibutuhkan oleh anak itu adalah rasa aman. Mungkin kalau perempuan itu tidak aman sedikit itu dia tetap bisa ekspresif itu bisa nangis ya bisa cerita ke siapapun
1:28:54 gitu. Kalau perempuan kalau laki-laki itu ketutup gengsi ya. Ya, kenapa enggak aman saya kalau harus nangis gitu. Padahal dia sebenarnya anak ya laki-laki ya butuh menangis juga kalau memang dia punya masalah. Nah, dalam hal menulis maka yang penting adalah rasa aman. rasa aman bagi anak dan dia menuliskan kan untuk dirinya sendiri bukan untuk orang lain. Jadi ee itu apa akan lebih jujur. Jadi yang dipentingkan tadi kan kejujurannya di dalam menulis. Saya kira ee sama baiknya kalau masalah novel kok lebih banyak laki-lakinya ya. Mungkin laki-laki itu ya pintar mikir ya Bu mungkin loh ya. ya, Bapak dari
1:29:41 sisi bahasa dia lebih apa bisa ber apa berkhayal tingkat tingginya itu lebih mungkin ya karena kita tidak membahas itu ya kita membahasnya ke sisi terapinya kemudian ee dengan usia ya tentu menulis itu sesuai dengan usia ya Bapak Ibu jangan disamakan tulisan anak SD, SMP, SMA tentu berbeda. Tapi yang penting adalah menulis. Kadang anak tidak menulis, gambar aja. Gambar itu bisa menjadi terapi bagi anak ya. Tapi kalau dia sudah paham tentang bahasa, ayo menulis ya. Menulis menulis apapun lah ya. Kadang-kadang tulisannya yo kalau anak SD kan masih begitu. Anak SMP sudah lebih, anak SMA lebih bagus lagi. Nah,
1:30:28 itu tentu sesuai dengan gradingnya pendidikan ya itu Bu Desi tentang gender dan usia. Kemudian masalah ekonomi apakah kita bantu juga? Nah, di sini poinnya Bapak Ibu bahwa poinnya tadi bukan problemnya ya Bapak Ibu, tapi beban perasaanmu bagaimana ya. Beban perasaanmu bagaimana? Jadi ee ya yang dibahas bukan masalah ekonomi, masalah keluarga, masalah, tapi beban mentalmu setelah menulis ini bagaimana apa ketika menulis itu bagaimana. Jadi lebih itu lebih itu yang di yang ditekankan. masalah ekonomi ya
1:31:16 syukur-syukur ada beasiswa itu lebih bagus lagi. Tapi kalau memang keterbatasan ya ee jangan sampai membebani yang lain kan gitu ya Bapak Ibu. Oke. Bagaimana jika terjadi ee emosi yang tidak stabil? Nah, ini Bapak Ibu ee maka tadi konsepnya adalah pakai mindfulness, tidak sekedar menulis ya. Ee jadi anak itu tidak dilatih untuk tenggelam di dalam emosionalnya dengan menulis, tapi untuk lebih sadar dengan apa yang dirasakan. Ya, kalau anak lebih menyadari apa yang dia rasakan itu dia tidak akan ee apa
1:32:03 namanya? Tidak stabil. Dia akan lebih stabil. Tapi kalau dia tenggelam di dalam emosionalnya, ingatan masa lalunya, ya pasti terjadi hal-hal yang mungkin histeris atau mungkin ya jadi tambah nangis, emosional. Nah, ya. Baik, begitu Bu Desi. Mudah-mudahan menjawab. Saya kembalikan ke Pak Mas Hari. Baik, terima kasih Pak Setyo atas tanggapannya dan juga jawabannya. Ee Bapak, Ibu yang saya hormati. Ee berhubung keterbatasan waktu ini saya mencatat ada masih 5 menit lagi untuk pertanyaan. Namun ee saya tawarkan
1:32:49 kembali mungkin ke Bapak Ibu apakah masih berkenan untuk bertahan mengingat setelah ini akan kami sampaikan untuk informasi mengenai program gerakan sekolah menulis buku. barangkali ee dua penanya dahulu ya, Pak Setyo. Baik. Ee satu penanya mungkin saya izin dipilih dari chat dulu. Ini ada Oh, ini Mas Fikri. Oh, juga resen. Oh, mungkin silakan Mas. Bapak atau Mas ya, Bapak? kami persilakan. Ini juga sudah
1:33:34 menuliskannya di kolom chat. Jika aktivitas berkarya digunakan sebagai terapi di mana batasan antara katarsis yang menyembuh menyembuhkan dengan retraumatisasi. Apakah ada risiko di mana proses kreatif justru membukar luka batin yang belum siap dihadapi oleh siswa? Dan bagaimana seorang guru yang bukan terapis profesional meledak apa mengatasi ledakan emosi tersebut. Mungkin bisa disampaikan kembali Bapak Frigiri. Kami persilakan. Selamat sore. Ini saya bisa menangkap pertanyaannya tadi Mas I. Baik, Pak. Silakan Pak Seed.
1:34:19 Iya. Jadi yang dikhawatirkan Pak Fikri ini kan ee apakah itu tidak mengulang trauma yang lalu gitu ya. Jadi tadi konsepnya adalah mindfulness, Pak Figri ya. Mindfulness itu dia menyadari perasaan bukan tenggelam di dalam perasaan. Jadi konsepnya tadi ada rileks, ada santai, sadari perasaannya. Nah, nanti tentu di dalam proses menulis itu kita harus sat guru ini harus mencermati satu-satu gitu. Kalau ada yang kelihatan agak tenggelam ke emosionalnya, kita ingatkan, ayo coba sadari perasaannya, terima perasaannya ya jangan tenggelam gitu.
1:35:05 Nah, kita memang guru itu ketika terapi menulis itu kan harus satu-satu ya mengamatinya siswa itu. Jangan sampai ada satu siswa yang ternyata tidak stabil musnya tenggelam. Jadi tidak sadar. Nah, memang ini hanya diperlukan ini aja ee kecermatan guru dalam mengamati tiap siswa. Jangan sampai anak itu tenggelam di dalam emosi, tapi diajak untuk menyadari emosi dan menerima emosi sesuai konsep mindfulness. Dengan begitu tidak akan ee apa retraumatik lagi ya. Walaupun yang ditulis itu trauman, tapi dia tidak trauma gitu. Karena dia hanya menuliskan apa yang yang terjadi, bukan
1:35:51 tenggelam. Kan beda tenggelam dengan mengamati. Bedanya gini, kalau ada sungai deras ya, sungai deras itu kalau orang tenggelam dalam emosinya itu dia masuk ke sungai. Tapi kalau orang yang ee berada di pinggir sungai, dia hanya mengamati emosinya aja yang deras. Nah, ini perbedaan. Nah, kita mengajari untuk duduk di pinggir sungai, bukan tenggelam di dalam sungai. Meskipun sama-sama menulis, tapi kita duduk di pinggir sungai menuliskan apa yang sedang terjadi di sungai itu, gitu. Apa yang sedang terjadi di emosi, bukan tenggelam. Maka jangan sampai terpancing. Maka ini guru harus betul-betul waspada perhatian dengan murid-murid yang mungkin sedang ada masalah ya, ada unsur-unsur trauma itu
1:36:36 biasanya memunculkan emosional yang tinggi. Nah, saya kira itu nanti akan bisa me me apa namanya mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dalam menjalankan terapi ini. Demikian, Mas Heri. Baik, terima kasih. Ee mungkin satu penanya terakhir kami persilakan Pak Toha Magelang apakah bisa mengaktifkan kameranya ini Bapak atau Kakak ini? Selamat sore. Silakan Bapak untuk pertanyaannya. Oke. Baik. Ee terima kasih Mas Hari Setiawan ya.
1:37:22 Dan Prof ini mohon izin minta feedback-nya ya, Prof. Ee karena saya pernah mini riset dengan anak-anak di sekolah saya itu, tapi oleh guru-guru itu dicurigai. Padahal mini riset saya itu begini, Prof. Ingin mengetahui ee apa perasaan mereka. Nah, yang saya ingin tanyakan kepada Prof. adalah begini ee ketika kita sebagai pendidik itu ingin ee grow mindset ya, Prof. ya, tapi banyak sekali banyak terjadi di sistem pendidikan Indonesia itu justru paradoks dengan dengan realita dengan
1:38:07 kenyataannya. Kita ingin mindfulness dengan anak-anak, tetapi pada kenyataannya guru itu dikejar materi yang harus selesai hari ini, harus diots-kan, harus disan, harus disemesterkan, itu selalu dikejar-kejar deadline harus materi selesai bab ini, bab ini. Nah, apa yang harus ee kita lakukan, Prof. untuk ee menyeimbangkan antara mindfulness bukan oleh anak didik ya. Kalau anak didik itu kan lebih jauh kepada subjeknya, tapi paradoksnya itu mereka menganggap anak didik itu sebagai objek. Padahal itu salah, salah sekali. Nah, apa yang harus kita lakukan Prof
1:38:53 sebagai pendidik untuk memindfulnesskan kita sendiri gitu loh, Prof. Karena kan kita tidak mungkin akan mindfulnesskan anak didik tetapi pendidiknya sendiri belum mindfulness. Terima kasih, Prof. Baik, terima kasih, Pak Toha. Ini kalau saya boleh cerita mirip-mirip ee seperti tanggal 10 kemarin ya, Pak ya. Bahwa yang perlu mindfulness itu bukan hanya dari siswanya, tapi juga Bapak Ibu gurunya itu juga perlu mindfulness ya. Yang stres bukan cuma siswanya, tapi Bapak Ibu guru dengan tekanannya, dengan banyak tanggung jawab ini itu dokumen. Wah, malah semakin stres. Tidak hanya itu. Monggo Pak Sety silakan untuk membantu
1:39:40 terasih, Pak Toa. Ee ya penting ini guru itu mindfulness itu penting ya. Karena bagaimana kita mau mengajari siswa untuk mindfulness kalau gurunya sendiri masih belum. Iya kan gitu ng Pak Toha. Nah, tentu ada satu karena mindfulness sebenarnya keterampilan Pak Toinya sih mudah ya sadar saat ini tidak menilai dan menerima itu mudah teorinya tapi dalam praktik itu perlu exercise, perlu latihan dan perlu dibimbing gitu ya. Maka kalau saya sebagai apa yang belajar tentang mindfulness itu sangat saya sarankan guru-guru ini ada kelas khusus mindfulness for teacher,
1:40:27 mindfulness untuk guru ya. Artinya nanti itu bisa mentransfer juga ke murid-muridnya karena tadi bahwa guru itu juga ternyata ya stres gitu toh Pak Toha ya tadi yang banyak. Iya. Iya iya tekanan. Tekanan guru itu juga stres karena tekanan dari atasan mungkin tuntutan orang tua, tuntutan murid juga gitu. Wah, belum masalah keluarga, masalah ekonomi. Wah, gah ini kalau tidak mindfulness ya ee akan ee justru nanti berpengaruh ke siswa gitu. Makanya ee kalau untuk guru ya belajar mindfulness-nya ya tetap tak sama sebenarnya. Pak Tua ya. Jadi apa yang
1:41:14 guru rasakan, Pak Tua rasakan sekarang gitu ya disadari gitu. Oh saya sedang stres misalnya ya, saya sedang banyak pekerjaan gitu ya. Misalnya saya sedang dituntut, saya sedang berada di lingkungan yang ee apa tadi? Ee untuk grow mindset aja masih banyak hambatan gitu disadari gitu. Kemudian di situ nanti ketika sudah mainful kemudian ada rasa tenang coba tanya pada diri sendiri atau tanya kepada Allah ya Allah ini saya harus bagaimana? Kalau tanya diri sendiri boleh saya harus gimana kalau keadaan seperti ini? Tapi sudah mindful dulu ya. Biasanya nanti ada ide kreatif itu ada ide kreatif sehingga memunculkan
1:42:00 satu solusi. Nah, itu. Nah, itu itu boleh dicoba ya karena menghadapi ee problem-problem itu enggak bisa linear ya. Ya, harus asimetris itu ya bahasa perang sekarang itu harus perang asimetris gitu ya. Kita sama menghadapi problem apa namanya siswa, problem orang tua, problem sekolah. itu ya asimetris juga. Nah, di situlah diperlukan sebuah
…