QRIS Indonesia Diakui Dunia! Lebih Unggul dari Singapura & Jepang? | THE FUNDAMENTALS

IDX CHANNEL www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Podcast ini membahas perkembangan sistem pembayaran nasional di Indonesia, khususnya QRIS, bersama Ketua Umum ASPI, Santo Solim. Beberapa poin penting yang dibahas:

  • Peran ASPI sebagai wadah kolaborasi antara bank dan fintech dalam mengembangkan sistem pembayaran.
  • Keunggulan sistem pembayaran Indonesia (3I: Interoperabilitas, Interkonektivitas, Integrasi) dibandingkan negara lain.
  • Dampak positif QRIS terhadap perekonomian nasional, termasuk efisiensi dan inklusi keuangan.
  • Rencana ekspansi QRIS ke negara lain dengan skema Local Currency Transaction (LCT).
  • Pentingnya kolaborasi dan keamanan siber dalam industri sistem pembayaran.

Pengantar dan Peran ASPI

Podcast dimulai dengan perkenalan Santo Solim sebagai Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). ASPI adalah asosiasi yang terdiri dari pemain-pemain sistem pembayaran, baik bank maupun non-bank (fintech), yang didukung dan diinisiasi oleh Bank Indonesia. Saat ini, ASPI memiliki lebih dari 265 anggota. ASPI berperan sebagai self regulatory organization (SRO) dan lembaga standar yang menetapkan standar teknis dan operasional dalam sistem pembayaran, seperti standar chip pada kartu ATM dan debit. Tujuannya adalah untuk mencapai efisiensi melalui interoperabilitas, interkonektivitas, dan integrasi (3I).

Kewenangan dan Kolaborasi ASPI

ASPI memiliki kewenangan untuk mengatur ketentuan teknis dan mikro dalam sistem pembayaran. Semua anggota wajib mengikuti standar yang ditetapkan ASPI. Dalam mengembangkan sistem pembayaran, ASPI mengutamakan kolaborasi antara bank dan fintech, tanpa menganggap fintech sebagai pesaing. Tujuannya adalah untuk memberikan layanan terbaik dan memuaskan konsumen.

Perkembangan dan Faktor Pendorong QRIS

QRIS mengalami perkembangan pesat di Indonesia, bahkan sudah bisa digunakan untuk transaksi di luar negeri. Faktor pendorongnya adalah populasi Indonesia yang besar dan produktif, serta penetrasi handphone berkamera yang tinggi. QRIS memberikan alternatif alat bayar yang lebih murah dibandingkan kartu, karena tidak memerlukan mesin EDC yang mahal.

Perbandingan Sistem Pembayaran Indonesia dengan Negara Lain

Sistem pembayaran Indonesia, dengan 3I-nya, lebih unggul dibandingkan negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea, dan India. Di negara lain, integrasi sistem pembayaran masih terbatas pada kelompok-kelompok tertentu. Di Jepang, misalnya, penggunaan alat pembayaran contactless dan QR sangat terbatas tergantung asosiasinya. Keunggulan Indonesia adalah semua mesin EDC, QR, dan ATM bisa digunakan untuk semua transaksi.

Dampak QRIS terhadap Perekonomian Nasional

QRIS memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional dengan mendorong perdagangan dan interaksi antara konsumen dan pebisnis. Regulator (Bank Indonesia) juga berperan dengan menetapkan pricing yang terjangkau, bahkan gratis untuk merchant mikro dengan transaksi di bawah Rp500.000.

Pergeseran dari Kartu ke QRIS

Meskipun QRIS semakin populer, kartu tetap menjadi alternatif pembayaran yang nyaman bagi sebagian segmen masyarakat. Bank Indonesia tidak memaksakan pergeseran total dari kartu ke QRIS, tetapi memberikan pilihan kepada konsumen. Uang tunai juga masih akan tetap ada sebagai simbol negara.

Ekspansi QRIS ke Negara Lain dan Local Currency Transaction (LCT)

QRIS sedang diekspansi ke negara lain, seperti Jepang, China, Korea, India, dan negara-negara ASEAN. Dalam kolaborasi dengan negara lain, Bank Indonesia menekankan penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT), yaitu transaksi langsung menggunakan mata uang lokal tanpa konversi ke USD terlebih dahulu. Hal ini akan meningkatkan efisiensi dan menguntungkan kedua negara.

Alasan Tidak Bekerja Sama dengan Amerika Serikat dan Pengembangan Standar QRIS

Indonesia tidak bekerja sama dengan Amerika Serikat karena sistem pembayaran di negara Barat lebih banyak menggunakan kartu, yang memerlukan investasi mesin EDC yang mahal. QRIS Indonesia berbeda dengan QR di China, karena QR Indonesia berisi data bank merchant dan kategori usaha, serta sudah interoperable dan interkonektif. Standar QRIS Indonesia diusulkan sebagai standar internasional EMV.

Prediksi Sistem Pembayaran di Indonesia ke Depan

Sistem pembayaran di Indonesia ke depan diprediksi akan semakin cashless atau less cash society, tetapi uang tunai tetap akan ada sebagai simbol negara. Alat pembayaran akan terus berkembang dengan berbagai alternatif, seperti QRIS untuk tarik tunai, setor tunai, dan transfer. QR standar juga akan ditingkatkan untuk mendukung NFC. Selain B2C, sistem pembayaran juga akan dikembangkan untuk B2B dan cross border.

Sesi "This or That" dengan Pak Santoso

Sesi ini berisi pertanyaan-pertanyaan ringan yang dijawab singkat oleh Pak Santoso, seperti preferensi investasi, waktu rapat, media yang ditonton, tempat pensiun, hobi, dan metode pengambilan keputusan.

Pesan untuk Pelaku Industri Sistem Pembayaran

Pak Santoso menyampaikan pesan kepada pelaku industri sistem pembayaran untuk terus berkolaborasi, memberikan kesempatan kepada konsumen untuk menggunakan berbagai alat pembayaran, serta tidak melupakan perlindungan konsumen dan keamanan siber. Ia menekankan pentingnya memperkuat sistem keamanan untuk mencegah penipuan dan cyber scam.

Satu Kata untuk Sistem Pembayaran Nasional

Satu kata yang dipilih Pak Santoso untuk menggambarkan sistem pembayaran nasional adalah "kolaborasi".

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 [Musik] Jadi memang ee ee gris ini luar biasa. masif dan efisien buat ekonomi Indonesia. Kalau ee Indonesia dengan Singapura ya itu kalau zaman dulu Mas itu Indonesia diconvert ke USD.

0:47 Oh baru USD di-convert ke Singapura. Kear Singapura. Jadi itu kita sampaikan spiritnya bukan untuk menggeser mereka. Iya. tapi memberikan alternatif alat pay. [Musik] Halo, Sobat The Fundamentals dan sobat investor. Jumpa lagi dengan saya Masir Rom, pemimpin redaksi IDIK Channel dalam podcast kesayangan kita, The Fundamentals. Kali ini kita akan ngobrol terkait dengan sistem pembayaran nasional. Kita tahu belakangan sistem pembayaran nasional ini berkembang dengan pesat seiring dengan perkembangan teknologi digital. Bersama saya telah

1:34 hadir Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, Pak Santo Solim. Selamat datang, Pak, di podcast Fundamental, Pak. Terima kasih. Terima kasih atas undangannya. Ya, kita kalau ngomong sistem pembayaran nasional ini langsung di otak tertancap Kris ya, Pak ya. Iya, betul sekali. Bacanya Kris, kuris atau kiris, Pak? Ee bacanya Kris. Kris ya, Pak? Iya. Ee kan kadang kalau orang-orang masih berbeda, Pak. Ada yang kris, ada yang sebetulnya yang benar adalah kris gitu. Iya,

2:21 Pak Santoso ini salah satu tokoh yang terlibat kelahiran Kris, Pak. Ya, bersama tentu dengan Bank Indonesia gitu, Pak. Boleh diceritakan, Pak? Ee mungkin ASPI, Pak, asosiasi sistem pembayaran Indonesia ini sebenarnya organis seperti apa dan apa kontribusinya terhadap ee pengembangan sistem pembayaran nasional ini, Pak? Iya. Jadi, ASPI itu adalah Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia. yang dimulai ee ini adalah para ee pemain-pemain sistem pembayaran ya ee bersama-sama membangun suatu asosiasi dan tentunya ee asosiasi ini juga

3:07 di-support dan diinisiasi juga oleh Bank Indonesia karena Bank Indonesia membutuhkan partner di dalam eksplorasi sistem pembayaran. Saat ini anggota kami ada lebih dari 265. Hm. I 265 dari bank maupun nonbank. H. Nonbank itu seperti apa? Fintech, financial technology. Ya, kita kenal banyak sekali financial technology ee sistem pembayaran ya. Jadi semua guyub untuk bersama-sama mensukseskan sistem pembayaran Indonesia. Lalu juga kita eh eh banyak sekali sebagai self regulatory organization, ASPI juga ditunjuk oleh Bank Indonesia

3:55 sebagai ee lembaga yang menetap membuat ee aspek ee ee lembaga standar, Pak. Artinya gini, contoh kayak kartu ATM ya yang digunakan juga untuk kartu debit. Heeh. itu standar ee cip yang ada di dalamnya itu harus standar semua. Karena Bank Indonesia memberikan guidance kepada kami ee enggak perlu lagi misalkan ATM-nya Bank A ee bisa digunakan harus di Bank A. Hm. Ya. Iya. Iya. Apapun ATM-nya dari A B C D E F terserah pemainnya ya.

4:41 kartu apapun juga terserah terserah pokoknya harus bisa transaksi. H nah. Nah, transaksi itu bukan hanya di ATM tapi juga di kartu debitnya digunakan sebagai kartu debit. He. Jadi apapun mesin-mesin edisinya di ee apa toko-toko atau merchant itu bisa digunakan. Nah, konsep 3I interoperability, interconnectivity, dan integrasi inilah yang diusung. Hm. Objektif yang ingin dicapai waktu itu adalah supaya lebih efisien. Jadi, SRO ini dibentuk untuk sebagai wadah ya untuk bisa berkolaborasi, berdiskusi

5:28 antar pemain dan juga bisa menjadi menjebatani juga aspirasi ke Bank Indonesia. Demikian juga sebaliknya. Jadi ee asosiasi ini sangat efektif karena ee ada dua peran tadi sebagai SRU tapi juga sekaligus sebagai lembaga standar. Hm. Inilah yang menjadikan ee banyak creativity di dalam sistem pembayaran yang saat ini ada. Memang tadi kembali lagi dari mulai dari kartu akhirnya mulai ee Kris. Iya. Di situlah kira-kira, Pak. Iya, Pak. Pak, kalau kita bicara tadi ASPI ini sebagai SRO gitu. Kewenangannya sejauh apa sih, Pak? Kewenangan kami ya selain kami memang

6:15 memberikan masukan kepada Bank Indonesia, tapi kami ini juga ee punya ee kewenangan. Kita diberikan hak untuk mengatur. mengatur adalah ee ee satu ee ketentuan-ketentuan yang bersifat teknis dan mikro. Heeh. Misalkan tadi sebagai lembaga standar kita harus tahu standarnya cip itu apa saja teknisnya. Lalu ada standar teknis ya karena standarnya ee platform teknisnya itu harus bisa diaksep mesin yang dimiliki ee oleh PJP-PPJP itu.

7:00 Jadi, jadi ee standar ini dari standar teknis, spek teknis, spec operation, dan juga ada tata kelola yang baik. Hm. Semua anggota yang tadi 265 wajib mengikuti. Wajib mengikuti. Kalau enggak ngikuti malah rugi, Pak. Ya. Iya. Karena enggak bisa transisi tempat lain. Karena tidak boleh transaksi di Indonesia Pak. Oh, tidak boleh ya. I iya. Jadi di situ. Iya. I Pak, kalau tadi 265 kan tentu PJP tadi tidak hanya bank, nonbank juga banyak. Ya, kultur bisnisnya kan berbeda mungkin ya. Nah, ee bagaimana Bapak menyikapi kondisi ini? kami semua guyub pada saat berbicara sistem pembayaran. H artinya gini, contoh pada waktu divelop

7:48 fintech eh sori e sistem pembayaran bukan hanya bank yang menerima tapi juga fintech. He kami duduk bersama-sama. Bank tidak anggap sebagai pesaing Pak dalam posisi ini karena tadi harus bisa interoperity interconnectivity. Jadi, bank melihat itu apa yang ee ee sebagai acquiring bank atau sebagai issu bank. Toh suatu saat kami juga akan bertemu dengan ee ee partner-partner lain, artinya bank lain atau fintech lain. Iya. Ya, jadi servis ini adalah untuk servis buat konsumen. Jadi, spiritnya adalah bagaimana kita bersama-sama bisa

8:33 membahagiakan konsumen masing-masing. Hm. He. Jadi kami enggak melihat itu adalah persaingan. Iya. Tapi lebih fasilitasi supaya makin hari customer makin happy gitu ya, makin murah gitu ya. Ya, kalau kita lihat Pak, Kris ini kan perkembangannya luar biasa ya. Bahkan sekarang sudah bisa digunakan transaksi di luar negeri, Pak. Ee yang terakhir di Jepang kayak kalau enggak salah sudah sudah bisa. Selanjutnya nanti di di China, Pak. Di China. Iya, di Jepang dan China. Jepang dan China. Next. Mungkin India kan, Pak, ya sudah dijajaki gitu. I di negara-negara ASEAN kita sudah di Thailand, Malaysia, Singapura gitu. Iya. Menurut Bapak apa sih, Pak Faktor yang

9:19 menjadi pemicu perkembangan krisis ini di Indonesia sebetulnya? Pertama ya, jumlah populasinya. He populasi di Indonesia mungkin sekarang 280 dan juga yang produktif cukup banyak gitu ya. Kalau kami lihat yang memiliki account di Indonesia saya pikir ee akoun lebih banyak Mas. Iya. Satu orang bisa bisa punya beberapa ee contoh kayak elektron imani saja. Heeh. Saya ee dengar totalnya lebih dari R50 juta. Padahal penduduknya kan 280. Iya. Jadi artinya majority tetap berada di ee daerah kota

10:07 urban, tapi bukan berarti rural tidak ada. He. Jadi ini semua akan terus-menerus ee ee berkembang ya. jumlah yang makin hari makin besar menjadikan kita itu ee harus memberikan alternatif alat bayar. Dulu ada kartu I tapi kalau kartu kan harus pakai mesin. Oh iya iya. Heeh. Mesin terlalu mahal Mas. Iya. satu mesin pada waktu divelop itu harganya mungkin sekitar R jutaan lah. Rp3 juta satu mesin ya? Satu mesin. Iya. Tapi dengan adanya gris pakai

10:52 stiker menjadi murah. Iya ya. Tinggal stiker ee dibikin atau ee kertas diprint di leminating ya. Kadang-kadang ada yang menggunakan mika gitu ya. Jadi itu jauh lebih murah. Iya, Pak. Kalau kita bandingkan, Pak, dengan negara-negara lain, ya. Bagaimana, Pak ee teknologi sistem pembayaran di Indonesia ini? Kalau hasil ee kami kan ketemu dengan ee Singapura, Malaysia, Thailand gitu ya. Lalu dengan Jepang, dengan China ya. Bahkan kami juga sudah bicara dengan Korea dan juga India. bisa dikatakan

11:39 bagusnya Indonesia itu adalah punya 3I tadi. Hm. Jadi, apapun mesinnya, edisinya, QR-nya, ATM-nya bisa digunakan untuk semua. Oh, di negara-negara lain. Negara lain enggak gitu. Oh, contoh contoh contoh di Singapura enggak. Mereka punya banyak pemain tapi yang terintegrasi hanya satu kelompok-kelompok tertentu. Contohnya di Nets, kalau di Malaysia Maps ya. Lalu ee di Thailand juga ada ya. Tapi rata-rata ee ee multiple. Hm. He. Contoh yang saya lihat kayak di Jepang

12:25 itu lebih unik lagi. Di Jepang itu yang me ee itu didrive oleh asosiasi, didorong oleh ee Menteri Perdagangan. Hm. Nah, yang memiliki ee mesin terus memiliki ee alat contactless ataupun QR itu sangat-sangat ee terbatas tergantung asosiasinya. Kalau di Jepang h ada asosiasi yang khusus untuk alat bayar dengan menggunakan kartu. Oh. Oh, ya. Jadi berbagai macam I jadi bisa dibayangkan tidak semua ee bisa digunakan. Jadi ee misalkan saya ee sudah ada Kris, jadi kan harus

13:11 providernya harus QR, Pak. Iya. Nah, di dalam QR pun ada asosiasi khusus ini ternyata ada pemain yang mau aksep, ada pemain yang tidak mau aksep. Oh, iya iya. Nah, indahnya Indonesia adalah tidak. Iya iya. Jadi, pokoknya gak usah pusing kalau ketemu QR, ketemu mesin ATM bisa digunakan. Iya. Iya. I itu yang mungkin juga jadi itu yang kelebihan kelebihan akhirnya memang luar biasa sih, Pak, kalau saya lihat perkembangan ee Kris ini ya bahkan sampai warung-warung kecil aja sekarang sudah pakai gris, pedagang-pedagang KK5 sudah pakai Kris gitu. Kalau menurut Pak Santoso, apa, Pak, dampaknya terhadap perekonomian nasional dengan ee sistem pembayaran yang semakin efisien ini?

13:57 Ya tentunya dampaknya akan positif karena yang namanya ekonomi ini pasti akan didorong dengan perdagangan, interaksi antara kebutuhan konsumen dengan kebutuhan para pebisnis ya, apapun bisnisnya. Selalu interaksi ini dibutuhkan alat bayar. Heeh. dengan adanya keris yang masif ya ee apalagi kan Mas juga tahu ee bahwa handphone ini kan luar biasa. Iya betul ya. Handphone yang ada kameranya itu sudah di mana-mana. Iya. Kalau handphone yang lama kan sudah e ada yang gak punya kamera. Sekarang

14:43 sudah tertinggal kan rata-rata punya kamera. Kamera. Kalau punya kamera ee lebih punya teknologi biasanya digunakan bisa digunakan di gris untuk scan. Jadi populasi yang luar biasa ini memberikan banyak manfaat untuk ekonomi Indonesia. Efisiensi ya ee ee distribusinya di seluruh ee ini wilayah Indonesia gitu ya. Jadi memang kami juga lihat telekomunikasi berusaha untuk menyebar. Namun kan ada sinyalnya kuat, ada sinyalnya tidak kuat. Betul. Ya, di sinilah kadang-kadang mesin-mesin edisi juga punya limitasi dengan adanya QR. Ya, tentunya kalau ee ee pakai

15:29 handphone sampai enggak bisa dibuka benar-benar sinyalnya blank ya, enggak bisa transaksi. Iya. Iya. Nah, di sinilah yang menurut saya ee kolaborasi dan luas ini berdampak berdampak pada ekonomi. Masyarakatnya juga ee ee mudah menggunakan karena handphone di mana-mana. He. Dan regulatornya sendiri yaitu bank sentralnya juga care karena yang namanya pricing-nya, Pak itu di cap, Pak. Hm. He. Dan bahkan ee sudah ditetapkan ada kategori-kategori merchant yang mikro itu tidak perlu bayar. Hm. Merchant diskon rate dan lain-lis

16:15 diskon rate ini kan hanya untuk ee membayar operating cost. Iya. Iya. Operating cost. Tapi khusus untuk micro dan nilainya di bawah R500.000 transaksinya itu free gratis. itu bisa mencakup mungkin ee lebih dari 90% populasi krisis yang ada di Indonesia. Oh iya iya iya. Jadi memang ee ee keris ini luar biasa, masif dan efisien hm buat ekonomi Indonesia. Iya. I kalau dulu kan kartu Pak dan sekarang juga kartu masih gitu. Ee menurut Bapak apakah nanti akan terjadi totali pergeseran dari kartu ke GRIS ini? Ee memang ini kan alternatif,

17:01 Pak, ya. Alternatif. Ada beberapa segmen yang masih merasa nyaman dengan kartu. Jadi, kami juga memberikan alternatif saja, tidak memaksakan. Kartu masih bisa digunakan ya. Ee contohnya kalau kartu kredit gitu ya. Kartu kredit nanti ke depan juga akan bisa gunakan QR. Tapi sudah bisa Pak, kan? Iya. Sudah bisa. Iya. Iya. Tapi belum masif Pak. Belum masif. Tapi sudah bisa digunakan. Jadi tinggal ee customer choice ada ee apa ya segmen-segmen yang senior. Hm. Kadang-kadang merasa tidak nyaman dengan gunakan handphone

17:47 ya kan mesti pakai pencet-pencet menu gitu ya, Pak ya. Ya. Paling enak ya pakai kartu aja, pakai teng gitu ya, Pak ya. Nah, jadi ee intinya masih ada ya masih ada, Pak. Biarkan ini natural. Heeh. Yang penting memberikan banyak manfaat buat ekonomi, buat customer experience. Ya terserah sesuai dengan harapannya. Uang tunai juga makin lama makin ditinggalkan, Pak. Ya, mulai berkurang. tetap ada karena memang ee ada ee yang sehebat-hebatnya kan total total QR itu memang sudah banyak ya sekitar 36 jutaan gitu ya. Ee tapi dalam hal ini ee tadi masih ada

18:37 daerah-daerah yang mungkin merasa ee oh lebih enakan cash lah gitu. He ada beberapa karena kami sendiri di industri berusaha ee agar service level-nya misalkan ini kan bukan transfer ya Pak ya, payment ya. Iya. Payment. Jadi kalau payment itu ee bayar itu biasanya ada sebagian besar pemain tuh batch Pak. Jadi pada malam hari ya ee dikalkulasi semua terus besoknya dikreditin ke rekeningnya toko atau merchan. He. Nah, tapi ada juga sebagian ee pengusaha yang maunya adalah biasanya terima cash. Hm. Ya,

19:23 langsung bisa digunakan buat belanja lagi, kulaan lagi gitu ya, Mas. Jadi yang seperti-sepi ini ada juga. Nah, kami juga mengencourage para pemain kalau bisa settlem-nya same day gitu ya. Hm. Ya, jadi itu adalah upaya-upaya karena itu juga butuh development teknologi lah untuk itu ya. Iya, Pak. Kalau kita lihat nih, Pak. Heeh. Curis ya. Eh, Kris. Sori. Kris Pak. Kris. Bukan curis tapi Kris gitu. Next. Mungkin juga selain negara-negara sekarang yang sudah kerja sama akan terus berkembang ya, Pak ya. Jadi kita enak kalau ke luar negeri, Pak. Tidak perlu ee bawa Iya. Iya,

20:08 uang cash gitu. Tapi sebetulnya di balik itu ada juga objektif yang diharapkan ee dalam kolaborasi dengan negara-negara lain juga ditekankan oleh Bank Indonesia agar skema yang ditransaksikan itu harus menggunakan local currency transaction. Hm. He. Jadi misinya ee adalah bagaimana turis dari pihak-pihak negara-negara yang bekerja sama bisa menggunakan alat bayar. Heeh. Tapi settlement-nya itu misalkan kalau ee Indonesia dengan Singapura

20:55 H ya itu kalau zaman dulu Mas itu Indonesia diconvert ke USD. Oh, baru USD di-convert ke Singapura. Ke dolar Singapura. Iya, dolar Singapura. Kalau local currency transaction itu enggak langsung langsung rupiah ke dolar Singapura. Yes. Jadi kalau transaksi scan misalkan 10 dolar Singapura langsung ekivalen sekian rupiah sudah. H. Oh, saya didebat sekian. Saya bayar dikasih sana ya sesuai dengan Singapura. Enggak ada convert-konveran yang ini. Iya. I iya. Ya, jadi enggak perlu dua langkah ya, Pak. Enggak perlu dua langkah. Ini yang mengakibatkan efisiensi dari sisi toko maupun efisiensi juga

21:41 buat nasabah. Menguntungkan Indonesia, menguntungkan Singapura ya. Yes. Jadi otomatis settlement enggak perlu lagi pakai reserve US Dollar gitu. Hm. Iya. Negara lain mana lagi, Pak? Yang mungkin setelah Jepang. Iya. ee yang pasti ee Korea sudah bicara dengan kita. Korea ya, kita sudah pernah beberapa kali meeting, kita berikan spek teknis, kita juga kasih tahu operation-nya seperti apa. He, mungkin mereka sedang ee men-develop secara teknis dan bagaimana operation-nya. H. Lalu selain Korea juga India. India ya. India juga sama kami sudah

22:27 kasih ee apa eh binding eh legalnya, teknisnya, spek teknis dan operation-nya ya. Kami juga sedang menjajakin ee Middle East khus khususnya. Oh, Arab. Arab. Oh, karena banyak sekali ya, Pak, kita di sana gitu. Ya, memang challenge yang berada di sana karena ee alat bayar yang ada di ee khususnya Arab Saudi contohnya itu jarang sekali menggunakan QR. Hm. Mereka masih orientasinya alat bayarnya menggunakan kartu. Heeh. Heeh. Ya. Dan cash. Cash. Cash. Cash. Iya. gitu aja sih. Jadi memang ini juga salah satu tantangan ya

23:13 ee bagaimana cara men-develop rata-rata negara yang kita ajak kerja sama tadi itu adalah memang sudah ada populasi QR-nya. Hm. Tinggal mengkoneksikan I sistem pembayarannya gitu, Mas ya. Amerika kan sempat mempermasalahkan ya, Pak ya. Iya. Enggak kerja sama sama Amerika, Pak. Hah? Enggak kerja sama sama Amerika. Ini sebetulnya sedikit saya flashback. Iya. Pada waktu ee bank Sentral memberikan tantangan kepada asosiasi, tolong pikirkan ekosistem yang ada di Indonesia gimana supaya lebih murah dan kedua ee teknologinya juga ee ee bisa

23:59 diaksep. H. Jadi pada waktu itu mm kami lihat di banyak negara rata-rata di dunia Barat itu menggunakan kartu. Heeh. Iya betul. Zaman dulu pakai jeepnya. He di mesin sekarang sudah pakai contactless. I. Nah, kami menyampaikan kalau menggunakan kartu maupun contactless ini dibutuhkan tetap butuhkan kartu. Iya. Kedua, dibutuhkan mesin. Heeh. Pada waktu itu populasinya sedikit sekali. H cuman 2,5 juta paling mesinnya. Terus ada masa-masanya waktu pandemi itu kan juga kita lihat kan juga kartu itu

24:47 susah cipnya untuk mendapatkan cipnya itu susah. Jadi ada masa-masa cukup susah untuk mengeksekusi itu bagi para pemain nih sangat mahal nih investasinya. Heeh. Lalu kami belajar juga, oke, ada enggak alat bayar yang lain? Kami waktu itu pergi ke China, ternyata QR-nya China beda sama QR-nya Indonesia Pak. Heeh. Karena QR-nya di China itu adalah link kayak scan QR masuk ke platform mereka. Oh, iya. I ya iya. Kalau Indonesia itu ee QR-nya Indonesia itu betul-betul ee jadi seolah Mas sebagai merchan.

25:33 Iya. E sebagai merchant kita itu langsung data banknya bank mana yang terkoneksi, banknya negaranya di Indonesia. Lalu ee ee segala data-data itu ada di dalam di dalam QR itu dengan satu runutan angka-angka digital. Ada yang memang kita itu kan tahu issuing dan acquiring bank ya Mas. Issuing itu yang menerbitkan kartu seolah atau rekening gitu ya. Heiring adalah yang melakukan ee transaksi supaya terjadi. Nah, di ee merchant itu ada sekaligus ada beberapa oh ini jenisnya adalah jenis mikro pengusaha kecil gitu ya

26:20 kategorinya dan lain-lain. Termasuk juga di dalamnya itu menggunakan kristatik atau krisnamik dan semuanya itu menjadi runutan angka-angka. Heeh. Ya, ada yang diisi oleh quering, tapi ada yang sudah kita atur. Heeh. Nah, habis itu deretan angka-angka ini kita convert menjadi QR. He. QR yang diproduksi ini langsung ee dikasih ke Bapak, otomatis menjadi ID-nya Bapak. Iya. Jadi cukup scan QR. Jadi saya langsung tahu, oh ini saya transaksinya dengan Bapak sekian duit dan lain-lain. Begitu setuju langsung saya minta bank saya

27:08 untuk transfer ke tempat Bapak. Jadi iya konsepnya seperti itu. Beda sama yang di QR China. Hm. Terus di QR China juga belum interoperability dan interconnectivity. Oh. Jadi masih masing-masing pemainnya. He. Di sana kan ada lima pemain yang terbesar Alipe dan Wijet P gitu ya. Jadi mereka itu ee masing-masing wet enggak bisa ditransaksikan di Alip, Alip enggak bisa ditransaksikan di WeChat. Nah, ini enggak sejalan dengan spirit yang diminta oleh Bank Indonesia. Iya. Iya. Ah, dari situ semua akhirnya kita mendapatkan yang namanya standar krisis. Hm. Standar kris ini yang akhirnya kita develop ya dan ee juga kita usulkan

27:57 sebagai international standar. Iya. EMV ya. Eah AMV untuk ditetapkan bisa menjadi salah satu new standar buat industri. Hm. Di global. Di global. Wah, keren banget tuh, Pak. Jadi intinya akhirnya AMV mengendorse, oke ini sudah sejalan cuman bentuknya aja QR dan lain-lain ya itu bisa menjadi patokan. Jadi em saya masih mengingat pada waktu ee sempat saya juga diundang oleh principal dari luar ditanyakan ee kenapa kok tidak menggunakan ee platform mereka. Nah, saya menyampaikan kita sudah pernah bicara tapi memang tidak ee mencapai ee objektif yang kita

28:44 ee situasi di Indonesia pada waktu itu kan kita tahu populasi handphone banyak ya lalu tokonya banyak sementara mesin itu investasinya masih cukup mahal. Iya. Jadi itu kita sampaikan spiritnya bukan untuk menggeser mereka. Iya. tapi memberikan alternatif alat bayar. H. Nah, ternyata dengan adanya ee alat bayar handphone, dengan adanya di mana-mana ya itu menjadi ee dominan. Iya. Iya. Jadi itu saja, Mas. Jadi kita jelaskan ini alternatif alat bayar. Biarkan customer yang memutuskan ya.

29:30 kita adalah memberikan ee infrastruktur yang ada. Berarti kalau secara konsep sebetulnya kalau boleh saya simpulkan kita lebih unggul, Pak ya dibanding QR di negara-negara lain gitu. Iya. Benar kan, Pak? Bisa dikata waktu bertemu dengan mereka sangat impres. Indonesia dianggap ee cukup one step ahead. Hm. Dalam hal ee mengembangkan alat bayar. He karena kondisinya pandemi biasanya orang konsolidasi tapi kita Indonesia membikin suatu terobosan dengan inisiatif-inisiatif yang cukup baik gitu ya. Jadi ke depan mungkin enggak ya, Pak eh Indonesian Standar naik tadi jadi global

30:16 standar gitu? Iya mungkin ya probability begitu Pak karena ee kami mungkin belum sampai global standar. He ee cita-cita kami di regional lah. H contoh kami juga ketemu dengan Vietnam, dengan Kamboja, dengan Laos gitu ya. Ee kami sampaikan sudah country code-nya aja diganti country code kamu gitu ya. Iya. Lainnya sama lainnya sisanya serahin aja konsepnya ke mereka. Jadi cara kerjanya kita juga boleh ajarkan ke mereka semuanya. Rata-rata kalau kita ketemu dengan ee Kamboja, Laus dan lain-lain ya kita kasih tahu ini bisa dilakukan. Hm. Iya. Jadi I

31:01 jadi tidak perlu kita klaim sebagai menjadi global standar. Biarkan ini natural bisa berjalan ya dan bisa digunakan. Karena yang penting kan interkoneksi connectivity itu penting. Heeh. Kalau boleh kita bicara prediksi, Pak. Menurut Pak Santoso, kira-kira ke depan sistem pembayaran di Indonesia ini seperti apa ya, Pak, ya? Apakah memang fully digital, tidak ee cashless, benar-benar cashless, tidak ada kartu atau seperti apa, Pak? Ee menghilangkan cash saya pikir ee yang cocok memang cashless. Heeh. Atau less cash he society ya. Tapi betul-betul ee non cash

31:46 enggak enggak bisa. Tetap masih ada uang. Justru belajar dari yang lalu ya, belajar dari yang lalu ee case yang ada di China pun saya mendengar sempat yang namanya bank note itu enggak ada yang mau ee ee apa digunakan di ee ini Pak toko-toko. Saya dengar begitu. Lalu di China akhirnya ee itu bank sentralnya China itu meminta tetap yang namanya uang tunai itu kan simbol negara ya. Oh iya iya. Spiritnya adalah simbol negara, simbol kedaulatan juga.

32:33 Jadi tidak boleh ditolak karena di sana ditolak. Sempat ada isu ditolak sehingga bank sentralnya tetap meminta harus digunakan. Hm. Karena simbol negara. Karena simbol negara. Dan kita juga tahu ee rupiah juga simbol negara. He. Jadi kita harus menghargai itu sebagai bagian daripada kedaulatan. H. Iya. Nah, untuk itu kami gak pernah berpikir untuk meniadakan itu. Enggak. He. Justru yang kita pikir adalah bagaimana efisiensi terjadi. I ya. Nah, ini terus-menerus alat bayar akan terus bergeser, retail akan banyak sekali alternatif. Karena kalau kita bicara Kris, Pak,

33:18 bukan hanya di Kris di itu ya, Pak ya, untuk ee pembayaran ya. He. Tapi sekarang juga ee ada kris untuk tarik tunai, setor tunai. Iya. Sama gris yang untuk ee ini ya transfer. He. Itu sudah ada. Iya. Lalu eh merchant present mode dikembangkan lagi ada yang customer present mode. Jadi customer yang punya QR yang dian oleh Oh iya i toko ya itu sudah ada bahkan kita upgrade juga menjadi QR standar itu bisa meng ee menghidupkan NFC. Hm. Nah, cuma memang NFC-nya belum bisa

34:03 digunakan buat Apple, Pak. ya. H iPhone sori. Iya iPhone. iPhone belum bisa tapi Android semua bisa. Hm. Jadi ini ee menjadikan kita menjadi ee tidak kalah juga ee capability kita ya. Ini baru B2C, bisnis to end customer. Nah, namun demikian memang kita sedang exploring tentang B2B. Heeh. bagaimana pelaku bisnis bisa berinteraksi lebih efisien di Indonesia tapi B2B tapi juga sampai ke cross border. Jadi inilah sistem pembayaran yang sedang ee dibangun infrastrukturnya gitu. Jadi nanti harapannya adalah

34:49 ee sistem pembayaran seperti darah. He. Jadi darahnya harus mengalir. Jadi dengan darah mengalir ee manusianya sehat. Jadi itu kira-kira spiritnya. I iya iya iya Pak. Jadi intinya memang akan berkembang ee ke cashless tapi cash juga masih ada. Masih ada karena tadi masih ada simbol negara gitu mata uang gitu Pak ya. Iya. Iya. Oke Pak. Kalau di podcast the fundamentals ini kita ada gimik-gimik, Pak. Games, Pak. Games. Saya tanya sesuatu, Bapak jawab pendek-pendek aja. Hmm. Siap ya Pak. Iya. Oke. Namanya this or that, Pak.

35:39 Bapak investasi saham atau properti? saya investasi saham dan juga properti juga. Jadi banyak yang diinvestasikan. Jadi saham iya, properti juga iya gitu. Pak Santoso ini ee salah satu direksi di BCA. Pasti saham BCA-nya banyak juga. Iya. Dalam negeri atau luar negeri, Pak? Investasi saya dalam negeri, Pak. Dalam negeri, ya? dalam negeri ya. Rapat pagi atau rapat sore? Rapat pagi atau sore. Rapat pagi. Oke. Siang. Oke. Sore? Oke.

36:24 Loh. Memang tugas saya rapat e. Jadi rapatnya pagi oke, siang oke, sore oke, malam oke juga online. Online kalau malam. Nah, online ya gitu. Iya. I ya. Jadi, jadi semua oke, Mas. Sei? Iya. Sehari-hari memang rapatnya banyak sekali, Pak. Ya, meeting-nya banyak sekali ya. Iya benar. Iya. Bapak nonton YouTube atau nonton TV? Saya ee nonton TV, tapi juga nonton ee apa ya? Ee TV digital gitu ya. Heeh. Ya, misalkan ini termasuk juga YouTube. Hm. He. Jadi saya nonton cuman memang YouTube

37:10 YouTube ee lebih limited tergantung apa yang ingin kita h tahu gitu ya. Kan ada yang YouTube tapi terus-menerus continue gak gak ada gitu. Tapi tergantung topiknya Mas. Bapak dianya nonton YouTube apa, Pak? Saya ee terutama yang isu-isu yang sedang hot lah. Oh. Berita yang sedang jalan. Berita yang sedang hot. Oh. Karena lebih update ya sometime ya. gitu ya. Bapak kalau pensiun pilih di kota apa di desa? Saya sebetulnya bercita-cita kepenginnya lebih di kota kecil lah. Kota kecil itu Solo. Iya. Contoh Solo. Pulang kampung itu lah. Pulang kampung. Tapi sebetulnya saya punya cita-cita one day. Saya juga

37:57 suka ee ternak suka pertanian ya. Maklum karena masa lalu saya di kota kecil. Iya. Jadi ee cari yang bisa menikmati dengan interaksinya. Udah kebanyakan interaksi manusia, jadi interaksinya harus berubah gitu. Dengan hewan, Mas dengan ternak bisa dengan ternak, bisa dengan tanaman. Iya. I ya. I ya i ternak apa, Pak yang senang? Bapak ee saya suka ternak ikan. Oh ikan. Koi. Koi. Oh gak enggak konsumsi ya? Ya, kayak gitu. Karena hobinya ee ternak, habis itu sisanya mancing. Oh, Bapak suka mancing juga. Saya suka mancing walaupun mancingnya

38:43 bukan di laut yang ini, di empang. Iya, Pak. Ya, boleh. Nah, dulu di Solo kan juga gitu, di sungai gitu ya. Nah, hobinya kayak gitu. Masih sering mancing sekarang, Di, Pak? Ee, iya iya. Oh iya. Di empang gak di empang-empang gitu. Kalau diajak teman-teman, ayo mancing. Mancing. Baru tahu nih saya, Pak Santoso senang mancing. Kapan-kapan kita mancing bareng. Boleh. Boleh. Iya. Dalam mengambil keputusan, Bapak pilih intuisi atau logika? Ee pertama adalah logika. He. Tapi sometimes dengan complicated kita akan recall eh experience kita intuisi ya. intuisif

39:29 ada banyak hal yang limited data limited ini kadang-kadang kita gunakan intuisi itu. Iya. Ya. Iya. Teruji itu, Pak. Ya, teruji. Metode seperti itu. Iya. Superman atau Super Tim? Super tim. Super tim. Saya tidak pernah ee memposisikan sebagai Superman. Heeh. Iya. Tim lebih penting. Heeh. Tugas saya adalah mendorong tim. Ee tugas saya adalah ee menginspiring mereka. He berikan mereka keleluasan, tapi juga ada ee wisdom yang harus kita ee sampaikan dengan wisdom menjadi koridor

40:16 batasan-batasan apa yang perlu. Kadang-kadang wisdom ditambah di dalamnya adalah ee ini ee ee koridor. Karena di dalam setiap bisnis kan selalu ada aturan-aturan main gitu ya. Itu koridor. Kita cuma mengingatkan aja. Biarkan itu menjadi wisdom ee dan menjadi koridor buat teman-teman. Olahraga Bapak pilih sepeda atau lari? Wah, saya olahraganya jalan kaki. Jalan kaki ya? Jalan cepat. Oh, jalan cepat ya? Iya. Setiap pagi? Tiap pagi. Setiap pagi. Iya, tiap pagi. Kadang-kadang ya pagi, kadang-kadang malam Mas. Heeh. Tergantung. Jadi kalau ee rapatnya pagi

41:01 banyak ya terpaksa malam. Hm. Tapi pasti ya pasti pasti kesehatan nomor satu, Mas. Pesan Bapak untuk ee pelaku industri terkait dengan sistem pembayaran nasional. Pesan saya adalah kita sudah bersama-sama kolaborasi. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman sistem pembayaran karena kita harus memberikan kesempatan kepada konsumen untuk menggunakan he ee alat bayar ini. Namun demikian, jangan lupa dengan perlindungan konsumen. Hm. Jangan lupa juga terakhir banyak sekali tren tentang ee penipuan-penipuan scam. Hm. Amin.

41:47 Ya, bagi pelaku industri adalah pentingnya untuk mendalamin ee ee robas daripada sistem kita masing-masing untuk jangan sampai ter ee kena ee cybersam. Hm. Iya. Karena ee sekarang trennya bukan hanya saya saya percaya kalau di sistem pembayaran ee semaksimal mungkin adalah menjaga sekurity itu secara berlapis. H namun justru ada kekhawatiran dengan adanya pandemi mulai banyak industri bertransformasi.

42:32 Iya menggunakan digital. Iya. Tapi EDN lupa yang namanya kemampuan untuk memproteksi terhadap cyber security. H. Jadi, jadi ee saya mendorong karena ini demi perlindungan ee konsumen kita dan juga reputasi kita. Hm. He. Jadi itu pesan saya adalah harus terus-menerus memperkuat diri ee inovasi supaya makin hari ee menjadi makin perusahaan yang baik. Ya. Ya. Demikian. Terakhir Pak, satu kata untuk sistem pembayaran nasional. Sistem pembayaran nasional satu kata loh, Pak. Satu kata kolaborasi.

43:18 Wah kolaborasi. [Tepuk tangan] Demikian tadi tak terasa 40 menit kita berbincang dengan Pak Santoso, Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia. Banyak sekali yang kita dapatkan. Ee salah satunya adalah ternyata sistem pembayaran kita terutama Kris ini maju loh, maju dan unggul gitu secara konsep bahkan lebih baik dibanding negara-negara lain gitu. Kapan-kapan kita juga perlu ngajak Pak Santoso ini mancing gitu. Iya. Terima kasih. Saya Masir Rom undur diri. [Musik]

44:09 Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube