RAHASIA MENGALAMI MUJIZAT - Ps. Ruth Julia

Ruth Julia www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang pentingnya memiliki hati dan hidup yang benar di hadapan Tuhan agar mengalami mukjizat dengan cepat. Melalui kisah pribadi dan contoh alkitabiah, Ruth Julia menekankan bahwa reaksi dan respons yang benar terhadap situasi sulit adalah kunci untuk membuka berkat Tuhan.

  • Reaksi yang benar terhadap masalah menentukan kecepatan datangnya mukjizat.
  • Pengampunan dan keputusan untuk memberkati orang lain membuka jalan bagi berkat Tuhan.
  • Hidup benar dan hati yang benar adalah kunci untuk mengalami mukjizat.

Pengantar: Pentingnya Reaksi yang Benar

Ruth membuka dengan pertanyaan mengapa doa-doanya seringkali tidak terjawab meskipun sudah berpuasa dan melayani. Dia menekankan bahwa Tuhan berbicara kepadanya tentang pentingnya berhati-hati dengan reaksi kita terhadap situasi yang sulit. Hidup yang benar dan hati yang benar adalah kunci untuk mengalami berkat Tuhan.

Mazmur 5:13 dan Berkat bagi Orang Benar

Ruth membahas Mazmur 5:13 yang menyatakan bahwa Tuhan memberkati orang benar. Banyak orang ingin mengalami mukjizat dan berkat, tetapi sering bertanya mengapa orang lain tampaknya lebih diberkati. Ruth menekankan bahwa Tuhan mengasihi semua orang, tetapi ada perbedaan mengapa berkat datang lebih cepat bagi sebagian orang.

Mukjizat yang Cepat dan Keinginan Tuhan

Ruth menjelaskan bahwa dia sering mengalami mukjizat dengan cepat dan berbagi bahwa Tuhan juga tidak suka kelambatan dalam memberikan pertolongan. Namun, dia bertanya mengapa dalam hidupnya terkadang terasa lama untuk mengalami jawaban doa.

Kisah Diusir dari Rumah Pinjaman di Australia

Ruth menceritakan pengalamannya di Australia ketika dia dan keluarganya dipinjamkan rumah secara gratis. Awalnya, ini adalah mukjizat yang luar biasa, tetapi sebulan kemudian, mereka diminta untuk meninggalkan rumah tersebut. Ruth menggambarkan perasaannya yang campur aduk antara marah, stres, dan sedih.

Respons terhadap Suara Tuhan: Hati-hati dengan Reaksi

Saat Ruth menangis dan berdoa, Tuhan berbicara kepadanya, memperingatkannya untuk berhati-hati dengan reaksinya. Ruth mengakui bahwa dia merasa marah dan ingin mengutuk orang yang telah mengusirnya. Namun, dia menyadari bahwa Tuhan tidak ingin dia menjadi pahit atau membenci.

Keputusan untuk Mengampuni dan Memaafkan

Ruth mengambil keputusan untuk mengampuni dan memaafkan orang yang telah menyakitinya. Dia menekankan bahwa pengampunan adalah keputusan, bukan perasaan. Dia juga diingatkan tentang Roma 8:28, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. Ruth mencontohkan kisah Yusuf yang bisa menjadi tangan kanan Firaun karena jasa istri Potifar.

Mukjizat Rumah Baru: Berkat dari Pengampunan

Setelah melepaskan pengampunan, Ruth dan suaminya mencari rumah kontrakan, tetapi harganya sangat mahal. Keesokan harinya, mereka menerima telepon dari seseorang yang ingin meminjamkan rumahnya secara gratis. Orang ini pernah dilayani oleh Ruth beberapa tahun sebelumnya dan bernazar ingin rumahnya dipakai untuk hamba Tuhan.

Konfirmasi dan Berkat yang Berlimpah

Ruth awalnya ragu karena pengalaman sebelumnya, tetapi suami dari orang tersebut meyakinkannya bahwa mereka ingin meminjamkan rumah itu secara gratis. Dalam waktu kurang dari 24 jam, Ruth dan keluarganya menerima kunci rumah baru yang lengkap dengan perabotan mewah.

Hidup Benar, Hati Benar: Kunci Mukjizat

Ruth menutup dengan menekankan bahwa hidup yang benar dan hati yang benar adalah kunci untuk mengalami mukjizat. Dia mencontohkan gadis pelayan istri Naaman yang memiliki hati yang baik dan menabur kebaikan meskipun telah ditawan. Ruth mengajak pendengar untuk introspeksi diri dan memastikan bahwa hidup mereka benar di hadapan Tuhan agar mengalami berkat-Nya.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Kenapa dalam hidup saya, saya sudah berpuasa, saya sudah pelayanan 3 tahun loh, Bu. Saya berdoa gak dijawab-jawab. Kenapa masalah saya muter begini terus? Saya capek, saya lelah. Dan waktu saya nangis, tiba-tiba Tuhan bicara. Tuhan bicara, "Nak, hati-hati dengan reaksi kamu." Satu kali, Nak. Hidup benar, hati benar. Gadis pelayan istri Naaman. Coba buka Mazmur 5 ayat 13.

0:48 Saya tertarik dengan gadis pelayan istri Naal. Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar. Semua pengin diberkati, >> semua pengin dapat mukjizat. >> Orang selalu ngomong begini, "Kenapa burut hidupnya penuh mukjizat? Burut sangat disayang Tuhan. Bukan Tuhan sayang kita semua. Kalau gak sayang, dia gak mungkin mati untuk saudara dan saya. Dan waktu dia mati, dia gak bilang begini, aku cuman mati buat Rutth." Enggak kan? untuk semua manusia di muka bumi. Berarti dia sayang sama saudara dan saya. Lalu kenapa burut diberkati dan saya enggak? Ayat ini jelas menunjukkan

1:37 Anda mau dapat mukjizat kan? Saya kasih kata kunci untuk mendasari dan menutup semuanya ibadah hari ini. Ini rahasianya mau mengalami mukjizat gila-gilaan. Bapak, Ibu terlalu banyak diceritakan mukjizat saya dan keluarga saya. Banyak banget. Dan kalau terjadi mukjizat, mohon maaf saya ceritakan ya, Anda jangan iri. Enggak pakai lama. Gak pakai lama. Anda kepengin gak pakai lama kan? Anda suka cepat kan? >> Sebetulnya kita nurun dari Bapak kita di surga. Bukankah Tuhan berkata begini? Adakah dia berlambat-lambat sebelum memberikan pertolongan? Berarti Tuhan tuh juga gak suka lambat. Yakin? Jadi kalau saudara gak suka lama,

2:22 berarti kita memang like father, like son. Seperti bapaknya demikian, anaknya gak suka lama. Tapi pertanyaannya, kenapa dalam hidup saya kok lama? Kenapa dalam hidup saya saya sudah berpuasa, saya sudah pelayanan 3 tahun loh, Bu. Saya berdoa gak dijawab-jawab. Kenapa masalah saya muter begini terus? Saya capek, saya lelah. Padahal orang bicara sama saya, orang dengar cerita saya. Burut ini kalau doa kok dijawab sekali ya, Bu Rut ini disayang sama Tuhan. Loh, memangnya kamu gak disayang? Kita semua disayang. Lalu apa yang membedakan? Kenapa Tuhan izinkan saya kalau ngalamin doa dan mukjizat itu cepat sekali, Bapak, Ibu. Satu kali saya diusir, saya cerita sama Bapak Ibu gembala. Pada waktu di

3:07 Australia, orang melihat saya terjebak di Australia, orang melihat saya terkunci di Australia. Memang rumput tetangga selalu lebih hijau. Tapi perjalanan awal-awal banyak air mata, Bapak, Ibu. Kami pernah dipinjamin orang rumah. Pada waktu pertama dipinjamin, kami melihat Tuhan buat mukjizat. Ibu tempatin saya tempati saja rumah kami sampai kapan? Enggak usah bingung sampai kapan. Tempati aja. Tok kami gak bisa datang ke perkana masalah COVID. Jadi tempatin aja. Gak usah bingung kapan keluar. Sudah tempatin aja. Happy kan? Mukjizat terjadi toh. Woh, saya cerita di mana-mana Bapak Ibu namanya pendeta. Saya cerita di Zoom. Nah, itu

3:53 repotnya. Saya cerita luar biasa mukjizat Tuhan. Saya gak punya tempat tinggal dipinjamin orang gak dikasih batas waktu kapan. Gratis. Romanya gede 750 m. Wah, ada tanaman lemon. Jadi butuh lemon tinggal petik. Waduh, saya bilang butuh. Saya kesaksian 1 bulan kemudian hari Sabtu malam lagi acara doa penyembahan. Saya di WA sama ini orang. Ibu saya minta maaf. Suami saya berubah pikiran. Saya kasih waktu ibu dan keluarga untuk meninggalkan rumah dalam 1 bulan. Lagi doa Pak. Ting ting ting ting. Buka nangis saya dalam hadirat Tuhan. Bukan

4:40 nangis karena hadiratnya. Nangis karena diusir jadi kecampur, Bapak, Ibu. Orang melihat saya nangis dipikir lawatan Tuhan, Bapak Ibu. Padahal menangis betapa malang nasibku, Tuhan. Diusir. Diusir. Serius. Saya langsung tunjukkan. Kasih lihat anak saya yang duduk di sebelah. Kamu lihat WA-nya anak saya baca. Lalu dia diam begini. Luar biasa. Anak saya enggak nangis. Dia bilang begini, "Gak apa-apa, Ma. Nyembah dulu aja. Nanti Tuhan pasti buka jalan. Nyantai anak saya." Kenapa nyantai? Karena Dia sudah melihat berkali-kali mukjizat

5:25 Tuhan. Tapi saya sudah berkali-kali lihat mukjizat Tuhan masih juga nangis, Saudara. Pulang saya sudah khawatir gimana cerita sama suami saya. Tapi akhirnya mau enggak mau saya cerita. Wah, saya tidak munafik. Saya marah, emosi. Marah gak? Marahlah. Saya sudah terlanjur besiin loh, Bapak, Ibu. Pindah rumah di Australia itu mahal. Anda tahu biaya untuk sewa truk paling murah R5 juta. Sewa truk paling murah, sudah pindah-pindah susah-susah. Saya gak pakai truk karena saya gak punya duit. Saya minta tolong teman yang

6:12 bekerja di perusahaan yang pakai truk. Saya bilang, "Kamu bisa bantu enggak?" Jadi pakai tenaga truk gratis. Tapi singkat cerita, rumah itu kami bersihkan karena gede. Rupanya orangnya dulu punya hobi mengumpulkan semua surat, katalog, brosur dari tahun 90 dikumpulkan semua. Dari tahun 90 sampai tahun 20. Bayangkan berapa banyak hartanya itu. Susahnya minta bersihin diusir. Saya ngomong sama suami. Suami saya langsung diam. Saya tahu cirinya dia. Dia kalau sangat puncak ya, Bu, stresnya dia diam. Dia saya tahu dia diam tapi di sini

7:01 memanas. Saya masuk kamar lanjut menangis. Session du nangis, Pak. Stres, Pak. Karena kita bawa dua anak kan di negeri asing, Pak. Kalau di Indonesia masih gimana? Tetap culture-nya kita kan. Kalau di negeri asing kan susah. Saya nangis, saya berdoa dan waktu saya nangis tiba-tiba Tuhan bicara. Tuhan bicara, "Nak, hati-hati dengan reaksi kamu." Satu kalim, Mak.

7:47 Nah, sebelum Tuhan bicara saya gini. Orang ini menjengkelkan loh Tuhan. Tuhan kalau boleh kutuk dia Tuhan ya. Jahat sekali ini orang keterlaluan. Bukan kita yang minta, dia yang maksa menawarin. Kita suruh pakai rumahnya tiba-tiba dia begini. Dia benar-benar keterlaluan. Marah Bapak Ibu. Tuhan tiba-tiba ngomong gini, "Hati-hati, jangan bereaksi salah. Saya tahu maksudnya. Berarti saya gak boleh marah. Saya berhak marah gak? Berhak manusia normal. Bukan terbuat dari besi, Pak. Hati saya lembut. Disentuh sedikit. Oh, gitu kan. Tuhan bilang hati-hati bereaksi salah.

8:36 Saya tahu Tuhan gak mau saya sampai kepahitan. Tuhan gak mau saya sampai benci. Tuhan gak mau saya sampai emosi. Saya akhirnya waktu dengar suara itu, saya seketika itu mengambil keputusan. Bapak, Ibu percaya gak? Mengampuni, memaafkan itu bukan perasaan. Memampuni, memaafkan itu keputusan. Artinya begini, saya memutuskan mengampuni, saya memutuskan memaafkan, tapi hati sama pikiran saya masih ada jengkel, masih ada. Tapi saya sudah

9:22 memutuskan untuk ngampunin. Kenapa? Satu, karena Tuhan yang suruh, firman Tuhan, Tuhan yang mau. Kedua, saya diingatkan lagi Roma 8 ayat 28. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu mendatangkan kebaikan. Tuhan tunjukkan Yusuf bisa menjadi tangan kanan Firaun atas jasa tante Potifar. Kalau gak ada tante Potifar, Yusuf gak akan ketemu Firaun. Jadi, Anda saya kasih tahu kalau ada tante Potifar dalam hidupmu, yes, haleluya. Sebentar lagi kau akan jadi tangan kanan Firaun. >> Amin. Saudara loh, pelajari di Alkitab

10:09 jasanya siapa? Jasa tante Potifar. Tuhan bilang, "Hati-hati, jangan bereaksi salah." Saya langsung, "Tuhan, saya mengambil keputusan. Saya mau mengampuni orang ini. Saya sengaja bayangkan wajahnya, Pak. Saya gak pernah ketemu cuman lewat video call. Saya bayangkan wajahnya lagi daging kepengin begini, Pak. Nah, ini daging. Tapi hati memutuskan. Tuhan ampuni. Saya mau memberkati dia. Saya ngomong sama suamiku, Tuhan ingatkan kita gak boleh bereaksi salah.

10:55 Oh, gitu ya. Iya. Dia masuk sembahyang. Kalau suami saya beda penanganannya. Dia bilang gini, "Tuhan, oke saya nak boleh bereaksi salahkan izinkan saya marah dulu sebentar." itu suami saya 5 menit Tuhan izinkan saya marah dulu ya 5 menit dia bilang kurang ajar keterlalu menjengkelkan oke Tuhan selesai itu sai saya lalu dilampiaskan ya namanya emosi kan dilampiaskan tapi yang ngomel-ngomel sendiri setelah itu dia bilang oke Tuhan selesai aku memberkati di aku percaya Tuhan engkau punya rencana malam itu saya gak bisa tidur karena

11:42 cari rumah kontrakan lewat website. Di Australia paling murah Rp3 juta per minggu. Nah, murah ya? Murah kalau pakai duit monopoli Rp3 juta per minggu 1 bulan berarti paling murah R juta per bulan. Dua orang kejebak tidak ada rencana dan tidak kerja. 12 juta itu seperti salib yang sungguh-sungguh besar. Kami sudah melepaskan pengampunan. Besok pagi ada beberapa catatan. Kami cari rumah yang paling murah. Kalau ada R15ut

12:29 Rp15 juta Bu. Tapi enggak nemu. Adanya paling murah Rp3 juta. Jam 12.00 Siang saya pergi ke gereja. Pulang dari gereja belum ngelihat rumah kami dapat telepon. Ada seseorang yang singkat cerita, "Sudah 1 bulan cari saya." Kenapa cari saya? Karena dia tinggal di New Zealand. Dia punya rumah bikin baru di Pert baru jadi dia cari saya karena dari dulu dia sudah berencana dia ingin rumah itu saya tinggali. Kenapa dia ingin saya yang ninggalin rumah itu? Dulu ceritanya tahun 2018

13:17 saya pernah khotbah di gerejanya dia di PT. Setelah ibadah selesai, saya datang mendatangi dia suami istri yang cewek orang Indonesia, yang cowok orang bule. Saya mendatangi mereka lalu tiba-tiba Tuhan berbicara, Tuhan akan memulihkan keadaan kamu. Kamu banyak tanggungan, banyak hutang, Tuhan akan bawa mukjizat. Kamu bisa bayar semuanya. Kamu enggak akan lagi dipermalukan dan dihina sama saudara-saudaramu. Mereka berdua nangis. Lihat sebentar lagi Tuhan akan kasih kamu pekerjaan. Tuhan rubah ekonomi kamu. 3 bulan kemudian singkat cerita mereka dapat pekerjaan secara ajaib. Lalu kemudian mereka dalam waktu singkat beli tanah dan bangun rumah. Baru mau proses bangun mereka ditarik oleh

14:04 perusahaannya dipindahkan ke New Zealand dapat pekerjaan dan jabatan yang lebih tinggi dengan gaji yang lebih gila. Jadi belum sempat ngelihat rumah itu sama sekali. Persis ketika rumah itu selesai adalah 1 minggu sebelum kami diusir. Berarti kan Tuhan sebetulnya sediakan ya. Cuman kan enggak tahu ya toh. 1 minggu sebelum diosir, Pak, dia sudah terah-terah terima lewat telepon. Dia titip kuncinya di rumah temannya yang lain. Dia cari saya singkat cerita dari dulu dia bernasar dia ingin rumah itu dipakai untuk hamba Tuhan dan salah satu hamba Tuhan yang dia incer adalah saya. Singkat cerita, Tuhan yang ngatur semuanya. Saya gak pernah ketemu ngomong

14:51 sama dia. Enggak. Tuhan ngatur semuanya. Orang ini telepon sama saya, "Ibu Rut, saya dengar Ibu Rut lagi cari rumah untuk disewa. Iya, gak usah sewa. Pakai rumah saya baru baru, Pak. Baru bangun kan, baru serah terima seminggu. Saya bilang, "Saya gak mau burat kesalahan lagi. Ibu mau minjamin saya rumah?" Iya. Sampai kapan? Enggak usah bingung kapan. Wah, sama, Pak. Tapi saya belajar dari pengalaman. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Oke. Jadi kalau saudara sedang susah, haleluya, Anda sedang sekolah. Oke.

15:36 Bagaimana dengan suami? Apakah setuju? Loh, just terus suami saya yang berinisiatif. Mohon maaf ya, saya kemarin trauma suaminya. Suami saya mau ngomong sama Ibu Rut sendiri. Suaminya telepon ngomong, "Bukan saya, bukan ibu yang minta tolong sama saya. Saya yang minta tolong sama ibu. Karena rumah kalau enggak dijaga, enggak ada yang menghuni enggak bagus. Bu, saya akan tanda tangan surat bikin pernyataan bahwa saya meminjamin rumah itu for free, gratis. Woh, enggak pakai lama, Pak. Tadi malam diir jam .00 siang saya terima kunci. Wah, jam .00 siang gak sampai 24 jam, Bu.

16:24 Anak saya jawab gini, "Mama, kalau doa kok cepat ya?" Bukan karena doanya kok cepat karena disayang Tuhan, Saudara. Karena saya bereaksi dengan benar. Berkat Tuhan ada di atas orang benar. Anda kepengin mukjizat, coba introspeksi. Benar enggak hidupmu? Benar enggak jalanmu. Anda jalannya gak benar langsung minta tumpang tangan, minta mukjizat terjadi alamat enggak bakalan. harus benar dulu hidupnya, jalannya benar enggak, maka mukjizat akan terjadi. Tuhan bilang bukan karena tangannya kurang panjang, tapi yang menjadi pemisah karena dosa kesalahanmu.

17:10 Wong kita yang bikin masalah, kita ndak benar-benar bertobat, minta mukjizat enak aja. Gak bisa. Bukan begitu cara kerjanya. Bisa nangkap, Saudara? Uh, gak berhenti kebaikan Tuhan sampai di sana. Bapak, Ibu, saya ajak anak-anak langsung lihat rumah baru. Kami yang menempatinya rumah baru GR, pemiliknya di New Zealand. Masuk ada jakuzi, Pak. Jacuzi. Hm. Terus aduh anak-anak bilang gini, "Aduh, Ma. Kayak hotel. Kayak hotel. Mereka enggak lama kan gak ada perabotan, Bu. Mereka beli perabotan, sofa, meja, meja makan, televisi 100

17:58 inch. Pernah punya televisi 100 inch? Itu pertama kali saya liihat televisi 100 in, beratnya 100 kilo digotong sama orang bule-bole gede-gede. Berapa orang? Tiga atau empat orang. Itu 100 in, Pak. Bu, waktu pertama kali nyetel televisi 100 in, tayangan pertama yang dicobakan di depan saya adalah Iron Man. Iron Man, Pak. Saya duduk jaraknya TV dengan saya kira-kira sama Ibu ya. Ibu sama saya ini kan gak terlalu jauh toh. Tapi masalahnya krievisinnya 100 in Bu. Jadi Ibu bayangkan kalau lihat Iron Man. Saya pusing. Kenapa? Kepalanya di sana,

18:44 kakinya di situ, Pak. Terus kemudian dia tendang-tendangan. Ini belum ini kepalanya di mana ini? Ini kakinya di mana? Pusing saya seminggu, 2 minggu pertama itu televisi 100 inch. Lemari es dibelikan lemari es yang smart. Anda tahu lemari es yang smart bisa YouTubean di lemari es ya. Jadi masak nyetel YouTube lagu penyembahan lagi. Masak nyetel penyembahan. Hadirat Tuhan luar biasa. Saya hanya masak sambil merem-merem. Gosong, Pak. Seringki gosong karena menikmati penyembahan di YouTube, Pak. YouTube-nya di kulkas, Pak. Saya ngomong, "Kenapa kamu beli perabotan

19:31 mahal-mahal? Toh kamu ndak nempatin." Dia jawab, "Buat Ibu Rut harus beli yang terbaik." Wow. Hidup benar, hati benar. Gadis pelayan, istri Naaman. Dia bisa aja tutup mulut. Enggak perlu cerita tentang orang yang punya karunia kesembuhan, tapi dia cerita, berarti hatinya baik dong. Betul enggak? Orang yang menyakiti dia, orang yang menawan dia, dia justru menabur kebaikan. Saudara melihat ada beberapa tafsiran mengatakan bahwa gadis ini sampai dipromosikan menjadi

20:20 orang kepercayaan dari istri Naaman. Bapak Ibu mau diberkati introspeksi

Share

Ringkasan Video YouTube