Ringkasan Singkat
Video ini membahas konsep Satrio Piningit dan Ratu Adil dalam tradisi Jawa, yang merupakan figur pemimpin ideal yang diharapkan membawa keadilan dan kemakmuran. Video ini menguraikan ciri-ciri Satrio Piningit dan Ratu Adil berdasarkan berbagai naskah kuno seperti Wangsit Siliwangi, Serat Musarar Joyoboyo, dan Serat Sabdo Palon.
- Satrio Piningit adalah calon pemimpin yang masih dirahasiakan oleh zaman.
- Ratu Adil adalah pemimpin yang adil dan memiliki wahyu keprabon.
- Terdapat beberapa tahapan atau simbol yang menandai kehadiran Satrio Piningit, yaitu Senopati, Bojonegoro, dan Notonegoro.
Orang Jawa sering menggunakan ramalan dan karya sastra seperti serat dan babad untuk menjelaskan peristiwa luar biasa. Karya-karya ini ditulis oleh pujangga yang memiliki tempat khusus di kerajaan, karena kemampuan menulis indah dan kepekaan batin yang tajam. Raden Ronggowarsito adalah salah satu tokoh fenomenal yang dianggap mampu menembus berbagai periode melalui karya-karyanya.
Satrio Piningit berarti kesatria yang disembunyikan oleh alam, seorang calon pemimpin negara yang masih dirahasiakan. Ratu Adil harus memiliki sikap adil dan wahyu keprabon, sehingga senantiasa bersikap adil kepada seluruh rakyat tanpa memihak. Kesempurnaan dari kedua konsep ini adalah Satrio Piningit sinisihan wahyu Ratu Adil, pemimpin yang mampu menegakkan keadilan untuk semua. Sosok ini ideal dengan watak ugahari, jujur, tegas, membela kebenaran, ramah, rendah hati, dan cinta damai, sehingga muncul istilah Manusia Setengah Dewa.
Sebelum Ratu Adil muncul, ada beberapa Satrio Piningit yang akan memimpin negeri, yaitu Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jemput Suro Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Puyung Pambukaning Gapuro, dan Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu (Satrio Piningit Sang Ratu Adil).
Menurut Wangsit Siliwangi, Satrio Piningit adalah seorang penggembala yang menggembalakan ranting dan daun kering, artinya dia menggali ajaran leluhur yang dianggap kolot. Dia berani menelusuri terus-menerus tanpa mengindahkan larangan, mencari sambil melawan sambil tertawa, artinya dia mencari jalan keluar untuk memperbaiki kehidupan bangsa. Dia akan menghadapi berbagai persoalan dan berusaha menyelesaikannya satu persatu, memiliki rumahan di belakang sungai dengan pintu setinggi batu yang masih tertutupi pepohonan, artinya masih dirahasiakan oleh alam, memiliki kawan pemuda berjanggut, dan akan muncul sesudah tinggal di suatu lembah berbentuk cawan.
Menurut Serat Musarar Joyoboyo, Satrio Piningit adalah putra Batara Indra yang berhati mulia dan memancarkan air kehidupan, memberikan minuman bagi yang dahaga dan kesejukan bagi yang kegerahan. Dia adalah dewa berbadan manusia dan berparas Batara Kresna (berkulit hitam atau sawo matang), titisan Batara Wisnu, anteng-anteng jagat, proaktif dalam tahun Banyu Hayuning Bawono, dan menjadi pusat perhatian dunia. Dia memiliki jiwa Bolodewo (jujur dan tegas), memberi hukuman kepada yang bersalah tanpa pandang bulu, dan memberikan anugerah kepada yang berjasa. Dalam pemerintahan, dia tidak memancing debat dan tidak pilih kasih, memiliki Trisula (berpedoman pada pengetahuan serta tiga landasan utama: berpikir logis, bertutur kata sopan, dan berbuat selaras dengan perkataan, atau iman, islam dan amal). Jika berperang, dia tidak mengerahkan pasukan dan memiliki kesaktian tanpa ajian, mengutamakan cinta kasih dan dialog. Dia adalah Senopati pembela kebenaran dan penumpas kejahatan, berpakaian tidak sewajarnya, namun dapat mengatasi keruwetan banyak orang, memiliki ludah api (ucapannya selalu terbukti), tidak khawatir telanjangan, tidak takut tidak tercatat dalam sejarah, dan tidak takut jabatannya digantikan. Dia bukan pandita namun disebut pandita, bukan dewa namun disebut dewa, manusia biasa namun kewibawaannya seperti dewa, sehingga banyak orang besar menghormatinya. Dia mempersembahkan tenaga dan pikirannya untuk rakyat, sejalan dengan pemikiran Sri Sultan Hamengkubuwono IX (tah aku tuh rakyat). Sosok ini diasuh oleh Sapto.
Menurut Serat Sabdo Palon, dia adalah orang Jawa tulen yang memiliki enam matua, pengetahuan luas, mengamalkan ajaran luhur, dan menjadi guru bagi orang Jawa yang kehilangan kejawaannya.
Kehadiran Satrio Piningit ditandai dengan tiga tahapan: simbol Senopati (bencana yang memotivasi tindakan meredam), simbol Bojonegoro (mampu meredam bencana dan membawa kehidupan baru yang aman), dan simbol Notonegoro (melaksanakan tatanan baru dan menjalin hubungan dengan leluhur).
Sebagai pemimpin, Satrio Piningit akan memperbaiki peradaban yang kacau dan membentuk tatanan baru yang menguntungkan rakyat. Dia menggunakan empat unsur alam sebagai senjatanya: air untuk menenggelamkan musuh, api untuk membasmi keangkaramurkaan, tanah untuk mengutuk dan mengubur musuh, dan angin sebagai pelindung.
Terlepas dari apakah Satrio Piningit sudah muncul atau belum, yang terpenting adalah membangun diri sendiri. Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka mengubah dirinya sendiri. Bangsa akan maju jika setiap individu sadar dan berkeinginan untuk maju dengan tetap berpijak pada kearifan lokal.
Summarize any YouTube video in seconds
Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.
Transkrip
YouTube Transcript Generator
0:00 Hai orang Jawa memiliki kebiasaan menunjuk pada suatu rujukan tertentu dalam bentuk ramalan mimpi dan sebagainya untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa yang kadangkala luar biasa dan memberi kesan mendalam Tunjukkan wujudkan itu Adakalanya tertuang dalam sejumlah karya sastra seperti misalkan serat maupun bakat yang
0:47 populer di era Majapahit akhir hingga matang hal itu dituliskan oleh para pujangga yang di masa kerajaan memiliki tempat spesial di mata penguasa Hai ke dipilih atau ditunjuk mungkin sekedar karena mampu menggerakkan karya tulis yang indah namun juga memiliki kepekaan batin yang tajam seperti misal Raden Ronggowarsito sosok fenomenal yang cukup produktif sekaligus dianggap merusak tubuh Wiwin Arah pandangan batinnya dianggap mampu menembus sekian periode berikutnya dari sejumlah karya tulis para pujangga yang sampai pada kita didapatkan suatu pandangan atau konsep spiritualitas tentang Ratu Adil dan Satrio Piningit dua Konsep ini
1:35 nyaris rubah sehingga kadang Satrio Piningit bisa makan maknanya dengan Ratu Adil meski demikian sebenarnya Satrio Piningit tidak bisa dicopy aku yah begitu saja sebagai Ratu Adil khusus bahasan kali ini sebenarnya salah satu tim penulis Jagat Mandala sudah pernah menerbitkannya dalam bentuk buku di tahun 2014 namun pada kesempatan kali ini kami akan bagikan sedikit intisari dari tiga naskah kuno terkait Satrio Piningit Sang Ratu Adil dengan bahasa yang lebih luas sekaligus mencoba mengartikan atau memaknainya secara harafiah Satrio
2:23 Piningit memiliki arti seorang Kesatria yang disembunyikan di dalam pingitan alam sementara secara substansial Satrio Piningit adalah seorang calon pemimpin negara yang masih dirahasiakan oleh zaman karena masih dirahasiakan zaman banyak orang yang hanya bisa menduga-duga atau memprediksikan Siapakah sosok itu sebenarnya Satrio Piningit belum tentu Ratu Adil dia yang disebut Ratu Adil tentu saja harus memiliki sikap adil seorang Ratu Adil konon Hai Simi Sian Wahyu Dia memiliki Wahyu keprabon yang membuatnya senantiasa bersikap adil kepada seluruh kawulo
3:08 tanpa mengutamakan kepentingan pribadi ataupun kelompok yang mendukungnya dia tegas berdiri di atas segala golongan tanpa rasa takut kesempurnaan dari dua konsep itu tentu saja adalah Satrio Piningit sinisihan Wahyu Ratu Adil seseorang yang menjadi pemimpin negara sekaligus mampu menegakkan keadilan untuk semua Satrio Piningit Sang Ratu Adil menjadi sosok yang begitu ideal Dengan wataknya yang ugahari jujur tegas membela kebenaran ramah rendah hati sekaligus Cinta Kedamaian bahkan saking idealnya kemudian muncul istilah Manusia Setengah Dewa
3:56 [Musik] juga dan karya-karya Raden Ronggowarsito sebelum munculnya eksistensi Ratu Adil ada beberapa Satrio Piningit yang bakal memimpin Negeri mereka adalah Satrio kinunjoro murwo Kuncoro Satrio Mukti Wibowo kesandung kesampar Satrio jemput soomro atur Satrio Lelono Topo ngrame Satrio Piningit hamong tuwuh Satrio Puyung pambukaning gapuro dan Satrio pinandito sinisihan Wahyu atau Satrio Piningit Sang Ratu Adil yang ditunggu Teguh itu hingga saat ini Satrio pinandito sinisihan Wahyu atau Satrio Piningit Sang Ratu Adil masih menjadi
4:41 misteri sekalipun demikian terdapat beberapa literatur kuno semisal Wangsit Siliwangi serat musarar Joyoboyo dan serat Sabdo Palon yang telah memberikan gambaran mengenai ciri-ciri dari sosok tersebut menurut Wangsit Siliwangi ciri-ciri Satrio Piningit Sang Ratu Adil yang dikenal dengan budak Angon atau pengembala tersebut adalah sebagai berikut Satrio Piningit Sang Ratu Adil merupakan penggembala Namun bukan kerbau domba harimau atau bandeng Yang digembalakan nya melainkan ranting dan daun kering serta sisa potongan pohon artinya dia merupakan pemimpin negara yang selalu menggali
5:27 ajaran-ajaran dari para leluhur di masa silam yang telah dianggap kolot serta tidak bernilai daerah modern ini yang kedua Satrio Piningit Sang Ratu Adil merupakan seorang penggembala yang berani menelusuri terus-menerus tidak mengindahkan larangan mencari sambil melawan melawan Sambil tertawa artinya Dia adalah seorang pemimpin negara yang terus berusaha mencari jalan keluar dalam memperbaiki kehidupan bangsa dan negaranya seorang pemimpin negara yang berani menegakkan kebenaran sekali Hai banyak tantangan yang dihadapi bila ada yang melawan atau mencuri Mal hanya ditanggapi dengan bersenda gurau dan perlawanan fisik dan kekuatan pasukan semisal Angkatan Bersenjata polisi atau
6:13 satuan polisi pamong praja misalkan jeri yang ketiga Dia adalah seorang penggembala yang ditemui dan akan menemui banyak kejadian artinya dia akan menghadapi berbagai persoalan dan berusaha menampung sekaligus menyelesaikan persoalan itu satu persatu kini selanjutnya adalah seorang penggembala yang memiliki rumahan di belakang sungai dengan pintu setinggi batu serta masih tertutupi pepohonan artinya dia masih dirahasiakan oleh alam jadi Selanjutnya dari Wangsit Siliwangi adalah Dia memiliki kawan budak janggotan atau seorang kawan Pemuda berjanggut ciri yang terakhir menurut Wangsit Siliwangi adalah dia akan muncul
7:00 sesudah tinggal di suatu Lembah berbentuk cawan bila mengacu pada serat musarar Joyoboyo pada bait-bait terakhirnya Satrio Piningit Sang Ratu Adil memiliki ciri-ciri sebagai berikut dia merupakan Putra Batara Indra yang berhati mulia dan selalu memancarkan air kehidupan bagi sesamanya memberikan minuman bagi orang-orang dahaga memberikan kesejukan jiwa bagi orang-orang yang kegerahan dia merupakan Dewa berbadan manusia dan berparas Batara Kresna artinya Dia memiliki kulit hitam atau sawo matang dia merupakan
7:47 Batara Wisnu atau manusia yang berasal dari Jawa karena Batara Kresna merupakan titisan Batara Wisnu sekaligus menjadi anteng-anteng Jagat maka dia selalu proaktif dalam tahun Banyu hayuning Bawono dan akan menjadi pusat perhatian dunia ciri selanjutnya dia memiliki jiwa bolodewo artinya Dia memiliki jiwa jujur dan tegas berkat kejujuran dan ketegasannya itu dia akan memberi hukuman kepada orang-orang yang bersalah sekalipun dari keluarga atau kelompoknya sendiri dia akan memberikan Anugerah dengan pantas kepada orang-orang yang telah mengabdikan hidupnya pada bangsa dan negara di dalam menjalankan roda
8:32 pemerintahan dia tidak memancing deban silat dan tidak pernah pilih kasih dia memiliki Trisula artinya dia akan memimpin dengan berpedoman pada pengetahuan serta tiga landasan utama yakni berpikir logis bertutur kata dan bertingkah sopan serta berbuat selaras dengan perkataannya Namun demikian terdapat penafsiran lain bahwa ketiga landasan utama itu adalah Ini amal dan iman ciri lain adalah jika berperang dia tidak pernah mengerahkan pasukan serta memiliki kesaktian tanpa Azima artinya dia selalu menundukkan lawan-lawannya tanpa kekerasan dia selalu mengutamakan cinta kasih dan
9:18 pendekatan dialogis di dalam menghadapi pihak-pihak yang berseberangan Tia adalah Senopati sang pembela kebenaran dan penumpas kejahatan para pembantunya juga demikian ciri unik lain dari Satrio Piningit Sang Ratu Adil menurut kitab musarar adalah dia berpakaian tidak sewajarnya kadang dianggap kurang pantas bagi sebagian orang meski demikian dia dapat mengatasi keruwetan banyak orang Dia memiliki ludah api apa yang dikatakannya selalu terbukti bagi yang membantah akan mati Satrio Piningit Sang Ratu Adil juga tidak akan pernah khawatir telajangan a media tidak takut bila tidak tercatat dalam kitab sejarah tidak takut bila
10:05 jabatannya sebagai pemimpin negara digantikan oleh orang lain pengabdiannya tulus untuk rakyat dan negaranya bukan mencari ketenangan pujian harta benda kekuasaan serta penghargaan apapun baik dari dalam maupun luar negeri dia bukan Pandita namun disebut Pandita Bukan Dewa namun Disebut Dewa artinya Dia adalah manusia biasa dari keluarga biasa pulang Akan tetapi kewibawaannya seperti seorang pantai tak atau Dewa sehingga banyak orang besar dan dunia akan menghormatinya pria akan menyembah pada kaulah yang diartikan dia merupakan pemimpin negara yang mempersembahkan tenaga dan pikirannya hanya untuk
10:51 kepentingan Kawula atau rakyat saja pemahaman ini sejalan dengan pemikiran Sri Sultan Hamengkubuwono 9 yakni tah aku tuh rakyat dimana pemimpin negara adalah aktif sementara kaulah yang akan menjadi tuannya sementara ciri yang terakhir adalah sosok ini diasuh oleh Sapto walaupun ciri-ciri Satrio Piningit Sang Ratu Adil juga dituliskan dalam serat Sabdo Palon menurut serat Sabdo Palon terkait ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut dia merupakan orang Jawa tulen yang memiliki enam Matua Dia
11:38 memiliki pengetahuan yang sangat luas dan memadai dia mengamalkan ajaran-ajaran luhur yang dapat diteladani oleh seluruh kau lainnya dia menjadi guru bagi orang Jawa yang telah kehilangan kecau annya artinya ajaran yang diberikan-nya bukan sebatas tata cara tradisi dan kebudayaan Jawa semata Namun pula Bagaimana menjadi orang Jawa yang berkepribadian Jawa selain sejumlah karya sastra di atas banyak pula tinjauan daripada winasis pulau Jawa yang memberikan pendapatnya bahwa kehadiran Satrio Piningit Sang Ratu ad akan ditandai dengan tiga tahapan yang
12:24 berupa simbol peristiwa atau kejadian yakni simbol Senopati simbol Bojonegoro dan simbol Notonegoro Pada tahapan simbol Senopati kehadiran Satrio Piningit Sang Ratu Adil akan ditandai dengan peristiwa bencana yang akan menelan banyak korban jiwa peristiwa itu akan memotivasinya untuk melakukan tindakan meredam Pada tahapan simbol Bojonegoro Satrio Piningit Sang Ratu Adil digambarkan mampu meredam bencana tersebut membawa kehidupan baru yang Aman damai dan tenteram bagi seluruh kawulo sementara Pada tahapan symbol n Kuro Satrio Piningit Sang Ratu Adil akan melaksanakan tak tangan
13:10 tatanan baru di dalam negaranya tersebut meletakkan ini dia akan menjalin hubungan dengan para leluhur terdahulu melalui hubungan tersebut dia akan menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negaranya secara Vinales Tuhan adalah penguasa semesta yang maha bijaksana berpijak pada keyakinan tersebut maka keadilan Satrio Piningit Sang Ratu Adil akan menjadi pemimpin di dalam awan Manyu hayuning Nuswantoro sebagai pemimpin dia akan memperbaiki peradaban yang kacau-balau dia pula akan membentuk tatanan tatanan baru menggantikan tatanan tatanan lama yang cenderung menguntungkan pihak Penguasa dan sangat
13:57 merugikan kawulo di dalam sang tugasnya sebagai pemimpin Satrio Piningit Sang Ratu Adil menggunakan empat unsur alam sebagai senjatanya Adapun empat unsur alam tersebut adalah air untuk menenggelamkannya bagi yang memusuhinya api untuk membasmi atau membumihanguskan keangkaramurkaan tanah untuk mengutuk dan mengubur musuh-musuhnya dan angin sebagai pelindung atau perisai Nya Demikianlah sekilas konsep spiritualitas Jawa terkait Satrio Piningit Sang Ratu Adil ada yang menganggap toko Ini sebenarnya sudah muncul saat ini di tempat yang tidak diketahui namun terlepas dari itu semua yang terpenting bagi kita adalah senantiasa membangun diri sendiri sebab
14:45 seperti yang kita ketahui Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum mereka tidak mengubah dirinya sendiri kami meyakini suatu bangsa akan maju jika tiap individu bangsa tersebut sadar dan Kinan untuk maju dengan tetap berpijak pada kearifan yang telah dimiliki selama berabad-abad lamanya demikian wajah kearifan lokal kali ini sukses terus dalam cinta dan kehidupan anda sekalian [Musik]