0:00 Kata Tuhan, jikalau kamu membangun rumah, duduklah dulu. Hitung semua anggarannya. Jangan sampai kamu sudah membangun di tengah-tengah, kamu gak bisa menyelesaikan. Mau merit, duduk, hitung semuanya. Jangan sampai di tengah perjalanan kamu gak bisa lanjutkan. Itu sebabnya perhitungkan semuanya supaya jangan kau membangun di tengah lalu tidak bisa menyelesaikan. Bapak, Ibu. Jadi, Saudara percayalah Allah turut bekerja dalam semuanya. Yuk, kita sembahyang. Amin. Dan yang ketiga kita buka Yakobus pasal 1 ayat yang keelima.
0:47 Nah, ini juga persiapan buat Petris ya, yang mau merit. Saya paling mencegah kalau ngonselingin tentang pernikahan itu yang ngeroh-ngeroh. Yakobus 1 ayat 5. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya. Kita lihat Nehemia pasal 2 ayat 7 sampai dengan ayat 8. Di dalam Yakobus 1 ayat 5, Tuhan bicara begini, Bapak, Ibu, tentang hikmat. Jadi, bagaimana cara Tuhan menuntun kita pakai hikmat? Hikmat bukan berarti saudara gak punya
1:34 iman. Tuhan memang kasih hikmat sama kita. Lihat Nehemia, ya. Berkatalah aku kepada raja, jika raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat bagi bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat supaya mereka memperbolehkan aku. Lalu sampai aku tiba di Yehuda. Ayat 8. Saudara baca, lihat pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok pada pintu gerbang di benteng bait suci untuk tembok kota, untuk rumah yang kudiami. Dan raja mengabulkan permintaan itu karena tangan Allahku yang murah melindungi aku. Perhatikan Nehemia dapat beban pengin bangun Yerusalem yang hancur.
2:20 Lalu bagaimana? Dia gak ada suara Tuhan. Dia lakukan saja apa yang dia bisa lakukan. Apa yang dia bisa lakukan? Datang sama raja mohon. Mohon apa? Dia pakai hikmatnya. Dia bikan, dia pakai hikmatnya apa? Om bikin surat. Bikin surat ke sini. Bikin surat ke sini. Bikin surat ke sini. Kalau raja gak kasih, ya sudah. Tapi kalau raja kasih, puji Tuhan. Kan kira-kira seperti itu. Bikin surat jadi berhikmat. Dia mulai menata strategi bagaimana dia akan mewujudkan beban untuk ke Yerusalem. Nah, Bapak Ibu, saya sering ditanya begini, "Burut, gimana cara doanya tentang jodoh?" Saya bilang, "Pakai hikmat."
3:06 Pakai hikmat. Ingat, jangan minta tanda kalau dia jodoh saya, biarlah angin mamiri bertiup. Pakai hikmat. Hikmatnya seperti apa? Duduk. Kata Tuhan, jikalau kamu membangun rumah, duduklah dulu. Hitung semua anggarannya. Jangan sampai kamu sudah membangun di tengah-tengah, kamu gak bisa menyelesaikan. Mau merit, duduk, hitung semuanya. Jangan sampai di tengah perjalanan kamu gak bisa lanjutkan. Maksudnya duduk hitung itu anggaran apa? Bukan anggaran pesta. hitung bagaimana calon kamu dia emosinya gimana, temperamennya kayak apa, dia ngatur keuangannya seperti apa, terus dia ngatur e dia berhubungan sama
3:53 anak-anak kayak apa, sikapnya dia sama orang tuanya gimana, sikap dia sama orang tua yang lain gimana? Nah, saya mau tanya kalau mempelajari gitu-gitu kira-kira 1 bulan cukup enggak? Berarti Anda butuh waktu kan? Pelajarin iman bukan nekad. Dan kalau Anda pakai hikmat bukan berarti gak berhikmat, bukan berarti gak beriman. Hitung. Dan kalau Anda sudah hitung, saya dulu mau merit ya jujur. Saya ambil kertas HVS, saya tulis semua bukan kelebihan Pak Yopi. Kalau kelebihan gak butuh persiapan, kita pasti siap. Tapi yang kita gak siap kejelekan. Betul enggak? itu Bapak Ibu tak lihatin kejelekannya dia sampai detail. Orang bilang sebelum
4:41 menikah buka mata, buka telinga baik-baik. Setelah menikah tutup mata, tutup telinga dan gak bisa retur. Pelajarin baik-baik. Bibit bebet bobot. Orang bilang, "Wah, kalau ibu bicara tentang bibit, bebet bobot kanak ndak terima sesama manusia. apa adanya. Tuhan kan mengasihi semua manusia. Betul. Tapi kalau untuk pernikahan ya harus milihlah. Harus milih. Karena seumur hidup sekali. Jangan sampai Anda salah. Gak bisa retur apalagi refund. Anda pikir bisa refund setelah retur duitnya kerugiannya dikembalikan. Gak bisa. Pikirkan semuanya.
5:27 Misalnya nih. Oh dia kayaknya enggak pelit ini. Siap gak? Kalau Anda siap, monggo. Kalau Anda gak siap, pikirkan. Sepasang kekasih sebelum menikah menemuin saya. Dari cara mereka ngobrol, saya langsung tahu yang cewek sanguin, yang cowok flegmatis. Pak, Bu, saya baru ngerti dulu orang tua saya gak ngarahin. Jadi kalau pasangan itu perhatikan dia sanguin, koleris, flegmatis atau melankolis. Orang flegmatis itu cuek ngentengno. Jadi kalau orang flegmatis itu jatuhnya di cowok, siap-siaplah
6:15 dia itu pandangannya gampangin kata orang. Orang flegmatis kalau ndak didorong enggak jalan. Contohnya saya selalu ngumpamakan ketika ada misalnya ada sebuah kebakaran orang sanguin kayak saya itu yang paling banter terteriak, paling panik. Kebakaran matang aku. Kebakaran rame tok isone. Makanya kalau orang sanguin kekurangan duit sing paling yang paling cepat cari utangan orang sanguin. Soalnya apa? Panik. Paling panik itu sanguin kebakaran. Orang kolis mimpin bikin ini, bikin ini. Telepon pemadam kebakaran.
7:02 Kamu buka selang kamu gini. Ayo, siapa yang punya selang? Ambil selang ambil ambil keranjang gini-gini cepat buka keran semua pompa apa? Pompa air semuanya. Wah, itu koleris cepat otaknya ngatur. Nah, di dalam sebuah komunitas biasanya cirinya selalu ngambil alih pimpinan. Gak ono sing mimpin gak ada yang nawari dia menawarkan diri sendiri itu orang koleris. Nanti kita mesti tahu melankolis itu pemikir penuh perhitungan. Jangan disemprot dulu mesti tahu itu kayu apa. Kayu jati, kayu merang, kayu meranti. Lek salah salah nyiram tambah robohnya cepat. Nah, kira-kira gitu, Pak. Jadi orang melankolis itu kalau mau bikin usaha contohnya itu perhitungannya panjang sampai 15 tahun ke depan.
7:50 Sak bensin-bensine, kilometre diitung, sak tuku sayure cuilik-cilik itu dihitung. Ada baiknya orang sanguin yang ceroboh ketemu dengan orang melankolis yang perhitungan ya kan. Jadi ada sing ngerem lek sanguin itu orang yang buru-buru. Ndak peduli, ndak pakai hitungan, pokoke sikat tahu-tahu kebentuker gitu. Jadi orang sangu ini perlu direm sama orang melankolis gitu kan. Nah, kalau flekmatis lebih luar biasa. Dek mana kebakaranmu? [Musik] Orang bilang tell me itu loh itu. Oh tak pikir orang bakar kayu,
8:36 bakar sampah. Ya ampun mosok bakar sampah sak gitu gedene. Oh saya bilang sama sepasang kekasih ini mereka berdua saya yang ngomong gak cuma di hadapan sing cewek. dari Anda berbicara berdua, saya tahu Bapak adalah seorang flegmatis dan Ibu seorang sanguing. Bu, saya kasih tahu ya sanguin sama flegmatis loh. Harus dihitung lak enggak jadi kawin, Bu? Lebih baik daripada gak bisa retur. Ya kan dipikir dulu love is not blind. Kalau love is blind, blind. Oke. Blind tenanan. Blind Bapak Ibu. blind yang yang sanguin ini ngalamin ada sepasang jemaat itu datang sanguin sama
9:22 flegmatis suami saya loh Bu Rut suami saya sudah curhat ini pembantu gak ada gak ada duit buat sampai bayar itu gak isa buat bayar sekolah sampai kurang-kurang saya ngomong sama suami saya pak besok ini bayar pembantu loh ya apa seik besok toh iya Ya lihat besok ae ini serius. Terus habis itu besoknya, Bu, Anda bayangin besoknya Pak hari ini sudah deadline mbaknya belum nagih toh? Enggak apao itu pragmatis. Papa kenapa kamu ndak nyari kerja? Nk mana
10:08 ya? Nk teman-teman. Teman sing mana ya? Temanmu sing biasa kumpul-kumpul gak ada. Wis pernah tanya gak? Pasti gak ada. Cari om minta kerja mek mereka gak ada. Jadi ini flegmatis tapi orang flegmatis itu hebat. Hebatnya kalau disakiti orang enggak pernah kepahitang. Heeh. Soale cueknya pol. Ada orang melengos jalan. Hm. Gini ya. Sanguin opo ya? Kok diblengosi? Panik disik. Aku salah apa ya? Kok diplengosi? Aku salah apa? Itu sanguin gupok panik koleris. Kurang ajar dipikir dia tok
10:53 yang bisa plengos. Aku ya bisa jadi gengsinya tinggi. Orang koleri kita kan leader toh. Melankolis gimana? Melankolis gini. Entar entar kemarin ketemu dia jam piro ya? Ngomong apa ya? Kita ngomong apa ya? Ada kejadian terakhir apa? Cocok jadi detektif. Detail flegmatis. Ada orang melengos. Kamu loh dipleng sih. Mana? Iya. K enggak kerasa loh. Ya toh. Berarti orang flekmatis itu gak pernah nyimpan kepahitan. Itu bagusnya flekmatis. Tapi ya semua ada kekurangan. Orang sanguin ceroboh enggak punya otak.
11:41 Enggak pernah mikir langsung sikat. Orang kalau kolerik kadang-kadang dominan, otoriter. Orang melankolis terlalu perencanaan sampai enggak jalan-jalan karena terlalu dipikirkan sampai mendalam. Dan rata-rata orang melankolis itu perfeksionis kebanyakan. Iya toh. Mereka tuh sukanya dipikir overthinking dipikir stres sampai saudara. yang luar biasa flegmatis enggak pernah mikir. Anda pernah bisa bayangkan enggak kalau seorang cowok flegmatis, seorang istri sanguin, kira-kira menurut
12:26 Bapak Ibu rumah tangganya akan seperti apa? Gambarannya gak ngurus? Betul ya, Pak? Yo. Tapi kita belajar, Pak, supaya anak-anak kita jangan salah. Kalau orang sanguin yang panikan gitu, belum bisa bayar sekolah panik terus flegmatis, cuek, Anda bisa bayangkan? Maka yang terjadi istri makan hati. Betul enggak? Kalau siap enggak apa-apa kan rumah tangga itu sendiri-sendiri keputusan pribadi. Nah, saya ngajarin anak-anak saya pelajarin karakter personality orang-orang yang dekatin kamu. Karena pernikahan bukan hanya sat du hari tapi seumur hidup. Nah, ketika
13:13 engkau siap, oke enggak apa-apa dia kelemannya ini, aku siap, maka pernikahan itu akan menjadi matang. Dan ketika engkau menghadapi kelemahannya pasanganmu, engkau siap. Karena engkau sebelumnya sudah memperhitungkan semuanya. Jadi jangan dibutakan karena cinta dan jangan pernah berkata, "Ngak apa-apa, Bu. Tuhan bisa merubah hati." Dulu zaman saya belum ada oplas. Saya sering ngobrol sama teman-teman, "Eh, kalian nek milih cowok atau milih cewek? milih yang gimana? Ganteng tapi hatinya busuk atau mukanya jelek tapi hatinya baik.
14:01 Rata-rata teman saya berkata, "Aku milih yang mukanya ganteng walaupun hatinya busuk." Kenapa? Karena Tuhan bisa merubah hati, tapi Tuhan gak bisa merubah muka. Dipikir-pikir benar juga Tuhan gak bisa merubah muka ya. Terus diizinkan kecelakaan mukanya tambah ganteng kayak bintang film kan gak mungkin itu dulu. Tapi sekarang udah beda. Kalau Anda disuruh milih yang ganteng hatinya busuk atau yang jelek hatinya tapi baik. Milih mana yang ganteng tapi hatinya baik? Gak semua seperti itu ya. Kalau
14:48 sekarang zaman sekarang bisa oplas loh. Saya gak nyuruh oplas loh. Tapi sekarang saya lihat yang cewek-cewek ya ampun jadi cantik kayak bintang film. Ada satu acara reality show di cungpok. Orang ini mua make up artis. Dia turun di jalan mungutin orang yang modelnya kayak konggren-kongren, yang modelnya kayak kotor gitu. Dia pungut, dia mandiin terus didandanin, rambutnya dipotong. Gila kayak bintang Korea. Saya waktu melihat itu saya berkata dalam hati saya, "Ada harapan buat saya. [Musik]
15:33 Seandainya saya bisa ketemu make up artis ini, enggak usah oplas, tapi make up aja sudah jadi cantik kayak bintang Korea. Karena saya percaya gini, Pak. Watak sama watuk beda. He ya. Kalau watuk bisa diobati, kalau watak susah dong. Karena itu pelajari pakai hikmat. Mau investasi, mau bisnis jangan asal terbutakan karena cuan. Pikirkan. Nah, kalau mau bisnis gini yang paling jago ngitung itu melankolis. Karena dia akan mengutukur dan
16:19 menghitung kemungkinan-kemungkinan terburuk. Jadi ketika dia menghitung kemungkinan terburuk, akeh enggak jadinya. Loh, Anda perhatikan orang yang bisnis terus kejebak itu rata-rata karena hitungan cuan kan. Nanti Bu kalau yang beli sekian cuan kenyataannya dijalankan yang beli enggak pernah sekian. Akhirnya bocuan. Itu sebabnya perhitungkan semuanya supaya jangan kau membangun di tengah lalu tidak bisa menyelesaikan. Bapak, Ibu, anak-anak semuanya, Tuhan kadang menuntun kita dengan menaruh beban. Tapi kalau gak ada
17:05 sebuah beban, Tuhan bisa menuntun kita melalui apa? Apa yang terbuka kerjakan saja. Kalau yang terbuka itu ada yang popo masakan, kerjakan. Nanti dari satu jadi dua, dari dua jadi empat, empat jadi delan. Asal dilakukan dengan segenap hati seperti kisah Rut dari pagi sampai petang dia lakukan terbaik, saya percaya Tuhan akan tuntun kita. Ada seorang yang puluhan kali ngelamar di ee pekerjaan penerbangan karena dia lulus sekolah penerbangan. Tapi sekian tahun dia ndak dapat pekerjaan di penerbangan. Dia konsultasi
17:51 sama saya, konseling. Saya ngomong sama dia, "Lakukan, tetap ngelamarlah di tempat penerbangan, tapi lakukan juga melamar di tempat yang bukan penerbangan." Karena siapa tahu Tuhan melihat di depan ada sesuatu yang buruk yang akan menimpa kamu kalau kamu masuk di penerbangan. Jadi pintu yang terbuka jalanin. Siapa tahu Tuhan justru memberkati kamu di pekerjaan yang lain. Walaupun sepertinya salah jurusan enggak ada apa-apa, gak masalah. Karena saya tetap percaya Allah turut bekerja dalam segala sesuatu. Salah jurusan pun bisa menjadi sebuah pelajaran. Kita belajar tentang ilmunya, kita belajar tentang
18:37 critical thinking-nya, kita belajar tentang ketangguhannya dan sebagainya. Karena itu Bapak Ibu mau ngikuti pimpinan Tuhan. Saya gak dengar suara Tuhan. Saya juga sering gak dengar suara Tuhan. Yang saya lakukan ngelamar aja, lakukan aja. Apa yang Anda bisa kerjakan, pintu mana yang buka, masukin. Pintu yang gak buka gak usah dipaksa sampai tertekan dan sampai sakit hati sama Tuhan, sampai kecewa. Lakukan aja. Karena Anda percaya Allah turut bekerja dalam semuanya. Dan sebelum melakukan sesuatu perhitungkan dengan hikmat. Beda kalau Bapak tadi yang 10 tahun gak kerja ya. Nah, terus dapat tawaran jadi pegawai jaga warehouse. Ah, itu gak perlu perhitungan Bu ya. Wong cuman kerja jadi
19:23 warehouse ya kan gak perlu dihitung lagi. Ya udah kerja aja kan gitu toh Bapak Ibu. Lakukan yang Anda bisa lakukan. Saya berdoa tahun 2025 di mana keadaan semakin sukar. Tapi Bapak, Ibu dan saya boleh berjalan dalam pimpinan Tuhan. Kayak kesaksiannya Pak Pak Probo tadi anaknya. Kalau selama ini belum dapat, dapat ya karena Tuhan tahu yang terbaik buat dia. Ujung-ujungnya dari pintu yang buka, yang terbuka adalah yang di Astra ya, Pak. Iya, anak perusahaan Astra. Just do it. Saya mau akhirin anak saya kemarin 1 tahun kerja di hospital kan masuk di Australia itu
20:10 masuk program kontrak dulu 1 tahun. Nah, kemudian setelah 1 tahun program selesai dia disuruh milih ee mau masuk di Word yang mana. Di sana menyebutnya Word. Kalau di sini saya gak tahu bilik ya, departmen apa. Nah, dia itu membuat pilihan 1 2 3 4 5. Disuruh milih lima. Yang dia sengaja lakukan aneh. Yang dia taruh di nomor satu adalah departemen yang dia tahu betul dia gak mungkin masuk. Kenapa dia taruh di nomor satu? Karena dia pikir dia mau bikin strategi
20:56 karena dia menginginkan yang nomor dua. Loh, saya bilang kalau kamu menginginkan yang nomor dua mestinya kan taruh prioritas pertama. Ma, nomor satu pasti gak keterima. Namanya emergency department. Ee lek di sini apa ya? UGD itu departemen yang paling paling gak gampang dan yang mendaftar ke departemen ini itu sangat-sangat selektif untuk dipilih. Dan kemudian ee tapi orang kalau berhasil masuk ke departemen ini, Bapak, Ibu, setelah keluar dari departemen ini dia akan diterima kerja di manapun. Karena orang yang pernah pengalaman di UGD pasti mereka sangat matang dan
21:43 mereka sangat cepat sekali dan mereka akan sangat cepat thinking-nya. Nah, yang aneh dari 1 2 3 4 5 ada 500 orang yang mendaftar dan lucunya anak saya keterima yang nomor satu langsung matang nomor satu langsung kepilih. Saya sebelum dia keterima Tuhan kasih sebuah ayat di kitab Mazmur. Tiba-tiba aja Tuhan kasih waktu saya baca muncul bunyinya begini. Aku yang menjatuhkan undi atas tanah yang menjadi milik anakku. Jadi saya saya ngomong sama anak saya, Michelle, kamu percayalah memang Tuhan yang jatuhkan
22:30 jatah ini buat kamu. Jadi, Saudara percayalah Allah turut bekerja dalam semuanya. Yuk, kita sembahyang. Yeah.