0:00 Kali ini Jokowi termakan umpan. Komentarnya mengandung sindiran atau mungkin ancaman halus bagi siapapun yang berani macam-macam dengan anak kesayangannya. Ini semakin membuktikan bahwa inilah Jokowi yang sebenarnya. Yang dulu-dulu adalah Jokowi yang memakai topeng dan berhasil mengelabui banyak orang. Halo, bertemu lagi dengan saya X Hardi di opini Sewor. Siapa yang menyangka wacana pemakjulan terhadap Gibran yang dimulai oleh Forum Purnawirawan TNI ternyata bisa membuat Jokowi gatal-gatal dan
0:45 gerah? Awalnya Forum Purnawirawan TNI menyampaikan delapan sikap. Kemudian mereka menyurati MPR dan DPR. Dan kabarnya surat permintaan pemakjulan akan dibacakan dalam rapat paripurna. Meskipun secara teori pemakjulan terhadap Gibran sangat sulit dilakukan karena Gibran tidak melakukan pelanggaran berat. Tapi secara politik ini adalah gerakan yang meresahkan bagi Jokowi. Jokowi tidak tahan lalu memberikan komentar terkait pemakjulan terhadap Gibran. Jokowi mengatakan pemilihan kepala negara di Indonesia dilakukan dalam satu paket koalisi, bukan dipilih terpisah sendiri-sendiri. Jokowi sebenarnya gagal
1:32 paham dengan kata sepaket. Dalam sejarah ada beberapa kejadian. Misalnya Gus Dur dimakjulkan, tapi wakilnya Megawati naik menjadi presiden. Begitu juga ketika Soeharto mundur sebagai Presiden. Wakilnya saat itu BJ Habibi yang menggantikan. Tidak ada ceritanya presiden dimakjulkan atau dipaksa turun, wakilnya juga ikut bernasib sama. Lagi pula secara konstitusi dalam pasal 7A UUD 1945, Presiden dan atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh MPR atas usul DPR jika memenuhi beberapa syarat yang ditentukan.
2:18 Perhatikan kata Presiden dan atau wakil presiden. Artinya Presiden atau wakil presiden atau bahkan keduanya bisa diberhentikan. Bisa saja satu yang diberhentikan, bisa saja keduanya. Pemilihan memang satu paket, tapi pemakjulan tidak harus sepaket. Jadi komentar Jokowi soal sepaket itu tidak nyambung. Pertanyaannya, kenapa Jokowi ngomong seperti itu? Mungkin ada yang berpikir itu kan komentar Jokowi, tapi ucapan Jokowi itu tidak bisa dianggap sepele. Kenapa Jokowi bicara soal sepaket? Padahal misalkan Gibran dimakjulkan, Gibran saja yang dimakjulkan tanpa menyerap presiden. Dan
3:03 begitu juga sebaliknya, ada dua kemungkinan. Yang pertama, Jokowi kepanasan dengan wacana anaknya dimakjulkan. Secara politik ini bisa mengganggu jalan Gibran menuju Pilpres 202. Jokowi sepertinya sadar banyak kelompok-kelompok yang mau menjatuhkan anaknya karena Gibran adalah investasi politik terbesar bagi Jokowi. Selain itu, Gibran adalah perisai yang akan menahan Jokowi sekeluarga dari gempuran politik dari lawan-lawannya. Ayolah, kita semua sudah tahu berapa banyak aib dan bobroknya Jokowi selama memimpin itu. Semua kalau dibongkar dan diusut, Jokowi bisa hancur dan tidak bisa
3:48 bangkit lagi. Kalian bisa bayangkan kalau Gibrang gagal di Pilpres 202 ini adalah kiamat bagi Jokowi. Dia bakal diserang dengan sangat mudah karena tidak ada lagi pertahanan yang melindungi dia. Forum Purnawirawan TNI adalah ancaman besar buat Gibran. Jokowi tidak menyangka bahwa tuntutan pemakjulan Gibran akan dibacakan di rapat paripurna. Meskipun bukan bahaya besar, tapi ini gangguan yang makin lama makin tidak nyaman bagi Jokowi. Kemungkinan kedua, Jokowi sepertinya memberikan kode keras kepada Prabowo. Maksudnya begini, ketika Jokowi bicara tentang sepaket, ada kesan bahwasanya
4:34 Jokowi itu tidak begitu rela kalau misalnya cuma Gibran yang dimakjulkan. Mungkinkah ini adalah pesan tersirat dari Jokowi kepada Prabowo? Atau apakah ini adalah pesan tersirat kepada rakyat bahwa sepaket itu artinya kalau wakil presiden ditumbangkan, maka presiden pun ikut harus ditumbangkan. Benarkah seperti itu? Kalau misalnya anaknya yang dilengserkan ini enggak adil, masa anaknya yang rugi kan pemimpin itu sepaket. Seharusnya presidennya juga ikut. Apakah itu narasi yang sedang dimainkan oleh Jokowi? Kali ini Jokowi termakan umpan. Komentarnya mengandung sindiran atau mungkin ancaman halus bagi siapapun yang berani
5:21 macam-macam dengan anak kesayangannya. Ini semakin membuktikan bahwa inilah Jokowi yang sebenarnya. Yang dulu-dulu adalah Jokowi yang memakai topeng dan berhasil mengelabui banyak orang. Kalau mau sepaket, silakan ubah dulu pasal 7A itu. Ganti menjadi Presiden dan Wakil Presiden bisa diberhentikan. Jadi kalau mau dimakjulkan langsung dua-duanya dimakjulkan. Mana tahu nanti sang paman berulah lagi. Ada orang antah-berantah yang menggugat pasal itu. Kemudian tiba-tiba dalam waktu singkat isinya langsung berubah. Wakil presiden yang sekarang ini hanyalah pencitraan untuk persiapan menyongsong Pilpres 202. Makanya rakyat jangan mudah tertipu
6:06 dengan narasi-narasi yang sedang dibangun oleh Jokowi dengan gaya polos dan sederhana. Jokowi akan melakukan segala cara untuk melindungi anaknya dan dia akan menggunakan segala cara untuk memastikan Gibran sebagai penerusnya. Dia tidak akan membiarkan siapun mengganggu anaknya. Dia tidak akan tinggal diam jika ada yang mau menjatuhkan anaknya lewat pemakjulan. Jokowi mungkin punya kartu as yang ditakuti banyak elit politik. Politik Sandra dan permainan hukum sangat marak terjadi di era Jokowi dulu. Dia tahu cara paling ampuh untuk menundukkan orang-orang adalah lewat Sandra. Mereka akan patuh dan tidak akan berani macam-macam. Mereka bertingkah
6:53 maka kartu asbongkar. Jokowi merasa masih punya power. Dia tidak bosan-bosannya memamerkan kalau dia masih punya pengaruh bahkan lebih kuat dari presiden yang sekarang. Banyak yang tunduk pada dia, banyak yang tersandera. Kalau misalkan posisi Gibran benar-benar dalam bahaya, Jokowi mungkin akan mengguncang posisi orang lain sebagai ancaman halus atau peringatan supaya berhenti mengganggu anaknya. Sampai detik ini Jokowi masih sibuk berpolitik. Bisa dibilang sama sibuknya seperti ketika masih menjabat sebagai presiden. Ini tandanya Jokowi gelisah, tidak bisa pensiun dengan tenang seperti SBY. Sangat aneh kalau Jokowi disebut tidak cawe-cawe. Ini jelas-jelas ada
7:40 aroma cawe-cawe. Jokowi kepanasan seperti ini karena Gibran tidak aman. Jokowi sadar sampai 202 anaknya akan terus diganggu. Kalau menurut saya, justru satu paket yang perlu dienyahkan dari dunia politik adalah keluarga Jokowi beserta sang paman. Karena mereka daya rusaknya luar biasa. Negara ini baru bisa tenang kalau mereka tidak lagi masuk ke politik. Selagi mereka masih ada, terutama Jokowi, negara ini tidak baik-baik saja. Tinggal kita lihat saja sejauh apa orang-orang berani menantang Jokowi. Saya yakin Jokowi lama-lama akan menunggu nasib yang tragis. Jokowi menanam banyak bibit permusuhan lewat
8:26 politik Sandra. Cara ini efektif di jangka pendek. Tapi yang di Sandera tidak selamanya menunduk. Suatu hari nanti ketika arah angin berubah, Jokowi pasti akan diserang habis-habisan. Saat ini dia bisa komentar apapun atau memberikan kode politik yang keras kepada siapapun yang berani menentang dia. Tapi ingat, roda kehidupan selalu berputar, angin selalu berubah arah. Tidak selamanya orang bisa powerful selamanya. Oke, sampai di sini dulu opini dari saya. Subscribe channel ini supaya makin berkembang dan jangan lupa tuliskan komentar Anda. Terima kasih sudah menonton dan sampai jumpa lagi di lain kesempatan.
9:15 Yeah.