0:00 Di dalam Quran ini dikatakan bahwa Tuhan sudah mengampuni dosa sebelum dilakukan. Lalu kita disuruh mengampuni orang lain. Petunjuk itu datang ke diri saya. Kan Quran itu ada yang di sini, ada yang di sini. Iya. I lalu saya tidak sedekah membenarkan ampunan, mengampuni membenarkan petunjuk itu. I see. Lalu saya tidak memaafkan atau mengampuni Kang Abu gitu kan. Ampunan Tuhan enggak ngalir ya. Betul. Bisakah Tuhan menerima tobat kalau kayak gitu? [Musik] Asalamualaikum. Selamat datang di Ngaji Bareng dari lisan menuju kesadaran. kita menikmati lagi Quran untuk menyelami ayat-ayatnya untuk membuat kita jadi
0:47 lebih paham lagi. Dan tentu saja kita selalu mengulang-ulang bahwa ini pembelajaran bersama ini hanya footnote catatan kecil untuk menambah pengetahuan dan kita sama-sama terus belajar sebagai kesadaran dan kita menyadari sebanyak-banyak yang kita tahu lebih banyak yang kita enggak tahu. Jadi kita terus mau belajar. kita sudah memperdalam ya bahwa Quran ternyata petunjuk dan petunjuk ini bukan hanya dibunyikan, bukan hanya dikhatamkan dan kita sudah ngerti juga bahwa khatam itu bukan selesai 30 juz membaca tapi perfect di mana perfect itu baca, pelajari, pahami, amalkan, dan sampai kita mensyiarkan. Nah, dalam mengamalkan kemarin kita punya satu terminologi pengamalan terbaik itu adalah justru malah berbuat kebaikan yang bentuknya adalah sedekah. Nah, kita perdalami nih
1:32 sedekah itu kan rata-rata orang berpikir ngasih uang gitu, Mas. Sementara kemarin kita bahas bahwa kita artikan sedekah itu dari siddiq itu banyak pemaknaan yang memang ada membenarkan juga ketulusan misalnya, Mas, itu juga artinya adalah sidq. Nah, mungkin juga ada yang bingung antara infak, sedekah, zakat gitu, Mas. Karena itu-itu juga gitu. Kalau di kotak tuh cuman tulisannya aja beda. Ini infak, ini sedekah, ini zakat. Kayaknya kita perlu memperdalam ini deh, Mas, untuk pengaplikasian mengamalkan itu, gitu. Gimana, Mas? Kita mau agak diving dikit, ya. Karena gini, kalau saya dulu belajar waktu kecil diajarin sama guru agama gitu ya, bahwa yang wajib itu zakat. Wajib zakat. Betul. Sedekah, infak itu enggak wajib. Ya kan? Benar enggak? He.
2:18 He. Padahal jadinya penterjemahannya jadi keliru gitu. Hm. Jadi yang yang wajib zakat, infak, sedekah, sunah gitu misalnya. He he he. Padahal ee enggak gitu gitu. Itu suatu siklus, Kang Abu. Yes. Suatu siklus. Gini ya. Pertama-tama tuh kita harus niat dulu. Hmm. Kalau berbuat baik, niat itu harus ikhlas, gitu. Iya. Ikhlas itu artinya mukhlis. Hm. Mukhlis itu memurnikan niat ketaatan. Ya kan? Coba kita buka yuk. I apa? 39 ayat 2 ni. 39 ayat 2 ya. Nah, ini mah Pak Arif banget nih ya. Pokoknya Pak Arif tuh kalau mulai dari sini nih. Sesungguhnya kami menurunkan kitab Al-Qur'an kepadamu dengan membawa kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan
3:04 tulus ikhlas beragama kepadanya. Heeh. Nah ini ada juga kan 39 ayat 14 11 14 ya kan? Coba buka. Jadi ini diulang-ulang dengan esensi yang sama di satu surat berdekatan lagi. Mukhlisin alahuddin gitu. Mukhlisin alahuddin. Betul. Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dengan penuh ketaatan kepadanya dalam menjalankan agama." He. Nah, ya. Terus. Oke. Tapi Lahuddin juga mungkin kita perlu nanti bahas ya, Mas ya. Bukan ngomongan agama gitu ya. Bukan, bukan. Katakanlah, "Hanya Allah yang aku sembah dengan penuh ketaatan kepadanya dalam menjalankan agamaku." Gini ya, mukhlisinal sekarang aja yuk kita bahase. Jadi, mukhlis itu artinya melepaskan ikhlas. Enggak punya melepaskan kita itu
3:50 pasti punya kepentingan, kemauan. Mukhlis itu artinya melepaskan keinginan, kemauan, kepentingan, ee target semua dilepasin gitu. Lahud, din itu bukan dalam din itu lebih dalam lagi kita jangan artinya sebagai agama. H din itu ketaatan. Hm. Jadi kita tuh punya ketaatan di itu sikap, Kang Abu, bukan label di KTP kita, gitu. Oke. Jadi nanti ada Maliki Yaumiddin. Maliki Yaumiddin tuh Malik yang merajai din kalau kita taat gitu. Jadi Tuhan tuh bisa jadi raja di dalam diri kita me mengatur kita kalau kitanya din gitu. Kalau kitanya enggak din Tuhan enggak pernah maksa gitu kira-kira. Jadi adin itu artinya ketaatan. Jadi makanya mukhlisin lahuddin itu
4:38 artinya mau ketaatan yang murni gitu. Lepas dari semua kepentingan, kemauan, harapan. Oke, personal interest semuanya itu lepas gitu. Nah, karena itu semua dialirkan nantinya lepas dari semua aku tiga kita lah kira-kira ya. Itu jadi mau di sini coba tadi ayat berapa tadi? 39 14. Nah, oke. 40 ayat 14 coba sama aja tuh kita ulang nih. Oke. Ini saya by the way nih ayat-ayat gini nih luang-ulang bukan karena Tuhan lupa, karena penting ya. Bukan lupa ya, karena ya pengulangan itu membuat kita jadi ingat sih. Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepadanya meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya. Nah, jadi harus ini beragama lagi ini. Padahal harusnya kan tunakan patuh taat ya. Taat 40 ayat
5:27 65. Hmm. 65. Yes. Dialah yang hidup kekal tidak ada Tuhan selain dia. Maka sembahlah Dia dengan tulus ikhlas beragama kepadanya. Ya, ketaatanlah ya. Taat kepadanya. Heeh. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Aku mau nanya deh. He, kan tadi kan ikhlas ya, mukhlisina lahuddin. Bebas dari semua kepentingan, kemauan, kehendak, apapun gitu. Kepentingan kita nih ya kan. Kalau ada orang melakukan segala sesuatu yang Tuhan perintahin karena punya kepentingan berarti muklis. Enggak, enggak. Ada ada interest kan. Misalnya pengin pahala. Nah, iya kan pengin surga. Pengin surga. Jadi niatnya gimana? Keingat kenapa niatnya jadinya gimana? Enggak mukhlis. Nah, enggak mukhlis. Benarbenar ya mungkin dapat energi tapi harusnya dapatnya
6:13 berkelimpahan jadinya berkuranglah gitu ya. Tetap berbuat baik sih. Tetap berbuat baik tapi berkurang aja sayang kan. Betul gitu. Jadi jadi harusnya benar-benar enggak punya interest lah gitu kira-kira gitu. Nah itu namanya niat Kang Abu. Niat. Tapi niat itu bukan sebelum perbuatan. Niat itu seluruh keseluruhan gitu ya. Hm. Jadi niat kita harus pasrah, berserah mukhlis lahudin, tunduk dan patuh dari mulai sebelum melakukan sampai setelahnya terus gitu. Bukan cuman di awal doang. Nanti pas niatnya tulus, pas ngelakuinnya enggak gitu atau udahannya enggak. He. Kalau misalnya sebagai contoh, pas niatnya tulus, ngelakuinnya enggak tulus gitu. Oke ya. Ngelakuinnya enggak tulus. Ada kepentingan. Lalu
6:59 udahannya masih ngarepin pahala gitu. Mana nih pahalanya? Enggak ada endingnya enggak tulus. Kasih Rp100.000 nunggu sejuta gitu. Itu kan jadinya niatnya enggak benar. Nah, niat itu dalam bahasa Quran ini disebut sebagai nazar gitu. Oke. Nazar itu artinya berniat. Oke. Nazarnya harus lahudin tadi tulus mukhlisin lahudin. Lahudin. Iya. Nah, setelah nazar niat ya. Lalu kemudian kita mempersiapkan diri gitu. Mempersiapkan diri dalam melakukan segala sesuatu. Kayak misalnya saya mau datang ke sini kan saya harus mandi dulu ya kan pakai baju ya siap-siap gitu. Kalau kita mau
7:44 sedekah juga harus maaf kalau harus kalau mau sedekah juga harus mempersiapkan apa yang mau disedekahin dan sebagainya kan. Oke. Nah, jadi mempersiapkan diri itu bahasa Qurannya namanya infak gitu. Persiapan ya. Persiapan. Oke. Jadi berinfaklah itu artinya mempersiapkan diri gitu. Oke. Coba kita buka yuk surah 2 ayat 270. Oke. 2 270. Heeh. Ini kayak preparation lah ya. I. Dan apapun infak yang kamu berikan atau nazar yang kamu janjikan, He. Maka sesungguh maka sungguh Allah mengetahuinya dan bagi orang zalim tidak ada seorang penolong pun. Nah, itu nazar itu Tuhan yang tahu gitu. Jadi enggak usah Allah mengetahuinya kan. Hmm. H enggak usah bilang jujur nih gitu.
8:30 Biasanya kalau ada orang suka bilangin jujur tuh biasa suka bohong. Jujur nih gua nih ikhlas nih ngapain ngomong gitu ke orangnya kan Allah sudah mengetahui gitu misalnya. Benar benar benar benar benar. Jadi nak infak tuh mempersiapkan diri Allah mengetahuinya dan bagi orang zalim zalim itu artinya gelap. Enggak ada seorang penolong pun gitu. Oke. Nah setelah kemudian kita mempersiapkan apa? berniat yang benar lalu kemudian mempersiapkan diri kita melakukan action. Hmm. Action itu namanya sodqah, membenarkan. Jadi kalau saya habis baca Quran ini terus saya diperintahin Tuhan untuk sedekah memberi kepada orang yang membutuhkan, itu namanya sedekah. Karena
9:17 saya lagi membenarkan h aliran Tuhan itu mewujudkan kali atau gimana ya? Iya membenarkan. Membenarkan itu caranya adalah action dilakukan dong. Oke, gitu. Heeh. Gitu. Oke. Ee itu namanya sodqah. Oke. Nah, menariknya maaf ya, mohon maaf nih, punten banget nih. Hm. Karena udah ada dogma bahwa sedekah itu adalah sunah, maka di Quran ini di terjemahan apapun saya lihat kata-katanya sodqah diterjemahin sebagai zakat. Coba kita buka ya 9 ayat 60 ya kan? 6. Heeh. Ini paling paling ini sih paling menohok nih. Benar sih. Jadi sini kan ada kata-kata innama shodqat shodqoh tuh ya shodqatu gitu. He. Tapi
10:03 diterjemahkan sesungguhnya zakat itu hanjalah untuk orang-orang fakir. Iya. Karena di sini kata-katanya kan sodqah bahasa Arabnya, tapi dianggapnya sodqah ini enggak wajib. Hm. Jadi terjemahannya zakat. Karena zakat itu wajib. Hm. H padahal sodqah itu action ituul untuk orang-orang yang fakir. Fakir itu artinya butuh pertolongan, Kang Abu. Bukan cuman sekedar butuh duit gitu. Hmm. Ada fakir ilmu, fakir kasih sayang gitu kan. Fakir macam-macam, fakir perhatian. Hm. Ya kan? Iya. I orang-orang miskin. Miskin tuh juga orang enggak punya gitu. Kalau fakir tuh lebih ke pertolongan. Miskin itu enggak punya gitu. Enggak punya materi gitu. Hm. Lalu pengurus-pengurusat, pengurus sodqah nih. Padahal kan ya jadi
10:49 orang-orang yang para mualaf. Mualaf tuh artinya orang bukan orang yang mau masuk Islam, tapi orang yang perlu bimbingan gitu loh. Guidance gitu. Guid. He. Memerdekakan budak. Nah, entar kita bahas ya. berhutang macam-macam ini. Nah, jadi ee karena ini perintah Tuhan, maka sebenarnya ini adalah melaksanakan kewajiban gitu. Hm. Ya kan? Hm. Karena kan tadi lebih dari kemarin kita bahas lebih dari keperluan kita harus berikan. Hm. Ya, coba kita buka 9 ayat 105 tuh. Dan ini juga, Mas, kita kayaknya perlu bahas nanti nih tentang faridotan kan. fardu nih. Fardu. Ah, iya. Betul, betul, betul, betul, Mas. Karena gini nih, kadang ya, ya, maaf ya, ini bukan
11:35 membandingkan gitu. Orang dengar fardu salat ketika ya ini berdasarkan pengalaman dan berdasarkan apa yang ditelah gitu ya. Ini simpel aja. Kalau orang enggak salat ngerasa punya utang, tapi orang enggak sedekah biasa aja gitu, Mas. Dalam tanda petik ya. dalam artian padahal kan kalau ngomongin faridotan di sini atau kewajiban yang konteksnya adalah quote and quote gitu ya, ketetapan ketetapan gitu. Gimana nih, Mas? Iya. Ini kan sodqah tapi fardu. Fardu pada orang banyak bilang sodqah itu sunah. Sunah. Betul. Yang fardu zakat. Betul. Betul. Padahal nih sodqah tapi fardu. Fardu tuh artinya apa sih bedanya sama salat? Hm. H. Salat itu fardu atau apa? Hm. Hm. Itu kan. Ayo kita buka ya. Oke. Mumpung nih kutiba
12:22 kutiba. Kutiba puasa apa? Kutiba. Heeh. Coba surat 4 103 ya. Oke. Wah ini banyak membuka hal-hal yang mungkin enggak dibuka nih ya. Heeh. Heeh. Apabila kamu telah menyelesaikan salatmu, ingatlah Allah ketika kamu berdiri pada waktu duduk ketika berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah salat itu sebagaimana biasa. Sungguh salat itu kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. Heeh. Heeh. gitu ya kan di sini kan inata kanat alal mminina kitab mauta gitu ya ma kitab maut kataba kataba kayak kitaba gitu jadi kayak ya ayyuhalladina amanu alaikumam di surat 2 ayat 183 hai orang-orang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa
13:10 ini juga kitaba kataba ini lagi bahas salat ee ritual gitu ya artinya ada kewajiban yang ditentukan waktunya karena ada salat juga yang enggak pakai kutiba. Nah, daim itu salatun daimun yang terus-menerusnya itu hakikatnya. Tapi salat ritual adalah ada waktu-waktunya. Oke. Ini ritual ya, syariat. Nah, bedanya kataba kitaban kutiba di salat dan di ee puasa dengan sodqah yaitu faridatan fardu. Kalau faridatan itu fardu itu enggak ada waktunya. Hm. terusmenerus gitu. Betul. Begitu ada orang perlu kita tolong, begitu ada gini kita tolong. Sampai kita misalnya lagi enggak bisa nolongin orang karena kita
13:56 lagi apain? Doain orang gitu. Jadi terus bisa gitu. He. Sementara salat itu ada waktu-waktunya gitu. Heeh. Hm. Jadi sebenarnya mm kayak gini deh. Kayak di sekolah ada upacara bendera kan ada waktunya. Tapi di sekolah kita harus belajar gitu ya. Belajar itu fardu gitu. Heeh. Upacara bendera tuh kitaba gitu loh. Ada waktunya kira-kira. Betul. Benar. Benar. Benar. Nah gitu. Tapi ya yang bikin kita naik kelas kan bukan rajin upacara bendera gitu. Bisa bisa ujian ya gara-gara belajar. Ujian gara-gara belajar gitu. Benar Mas. yang bikin hidup kita benar bagus apa namanya ee apa namanya ee dapat jalan yang mudah tuh karena kita selalu melaksanakan
14:44 fardu gitu. H gitu. Oke, coba kita buka lagi ya. Oke, mantap. 9 105 tadi ini nanti kita dalamin nih. Nah, jadi qu min amwalihim shodqoh. Hm. Di sini ee ambillah sedekah tapi diterimain sebagai ambillah zakat. zakat karena dianggapnya zakat itu wajib, sedekah enggak. Oke, terjemahnya rada harus diperbaikin. Hm. Ambillah sedekah. Dengan sedekah itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, gitu. Dan mendoalah untuk mereka sesungguhnya doa kamu menjadi ketentraman bagi jiwa mereka. Allah maha mendengar lagi maha mengetahui. Lanjut 104. Oke. Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah menerima tobat hamba-hamb-Nya dan
15:29 menerima zakatnya? harusnya menerima sedekah ya sedekah dan bahwa Allah maha penerima tobat maha penyayang. Nah, jadi di sini dibilang dengan sedekah itu sedekah itu arti action membenarkan ini semua nih tunjuk dengan cara dilaksanakan. Lalu dengan sedekah itu Tuhan membersihkan kita tohirin ya. Irin itu membersihkan tapi juga membersihkan luarnya tapi juga apa yang namanya tuzakihim itu artinya mensucikan. Uzakihim itu juga berarti menumbuhkan. Oke. Jadi kesadarannya ditumbuhkan. Kalau rezekinya lebih mengalir bertumbuh gitu lebih sejahtera dan sebagainya gitu. Tapi juga ee hikmahnya diberikan gitu. Kesadarannya bertumbuh
16:15 terus-menerus. Dan di sini dikatakan bahwa mendoakanlah kamu. Jadi, jadi sebenarnya doain orang pelit itu h rada percuma karena dia sedang menahan energi gitu. I see. Jadi kita mau doain nanti kita buka ya ayatnya ya. Jadi tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah itu menerima tobat dari hamba-hambnya yang bersedekah gitu? Hm. Ya, kalau enggak bersedekah, he gimana Tuhan bisa menerima tobat? Betul. Betul. Sedekah tuh membenarkan ini. Misalnya gini, Kang Abu. Jadi, mindset kita jangan berpikir sedekah tuh hanya uang, enggak enggak gini. Iya, iya, iya. Di
17:03 dalam Quran ini dikatakan bahwa Tuhan sudah mengampuni dosa sebelum dilakukan. Surat 48 sampai 3. Lalu kita disuruh mengampuni orang lain. H. Begitu kita membaca Quran disuruh mengampuni, kita dialiri oleh sifat Tuhan yang maha mengampun. Untuk misalnya ada petunjuk ke dalam diri gua, diri saya Sony, maafkanlah Abu gitu. Hm. Kalau kamu belum memaafkan Abu, ampunanku belum mengalir kepadamu. Hm. Petunjuk itu datang ke diri saya. Kan Quran itu ada yang di sini, ada yang di sini. Iya. Ya. Lalu saya tidak sedekah membenarkan ampunan. Mengampun membenarkan petunjuk itu. I see. I see. Membenarkan petunjuk itu. Lalu saya tidak memaafkan atau mengampuni Kang Abu gitu kan. Ampunan Tuhan enggak ngalir
17:49 ya. Betul. Bisakah Tuhan menerima tobat kalau kayak gitu? Enggak bisa lah. Ya harus bersedekah dulu. Jadi dikasih petunjuk dulu. I sedekah ya kan. Hm. Begitu sedekah dilakukan baru ngalir gitu Kang Abu. Oke. Oke. Nah, kok hidup saya susah? Hm. Ya, berarti saya harus minta petunjuk ke Tuhan berapa sih saya harus memberi dari harta yang Tuhan titipkan kepada saya. Heeh. Lalu saya memberi, Tuhan bilang, "Kamu setiap hari harus memberi orang berapa orang?" Hm. Nah, dari berapa orang itu saya sedekah, saya membenarkan itu. Hm. Saya dengan melakukannya. Hm. Begitu membenarkan itu berarti kan energi aliran Tuhan berjalan. Betul ya kan? Betul. Betul.
18:35 Baru Tuhan bisa ngasih rezeki enggak ke saya? Iya. Ya gitu. Perputaran dia terjadi gitu ya. Iya. Yes. Nah, surat 65 ayat 7 coba. Oke. Oke. Mungkin untuk bahasa gampangnya si aliran itu tuh mungkin kayak kalau bahasa umum tuh kayak hati kecil kali Mas ya. Dalam tanda petik ya ada suara di dalam yang begitu kasih deh. Sodqah adalah membenarkan suara itu gitu. itu dengan action. Yes, itu sudah Mas ini perlu dik ini harus luas mau memahami ini harus luas. Oh, benar Mas ini 65 ayat 7 benar banget sih. Oke. Wah, ini keren sih. Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya. Heeh. Dan orang yang terbatas rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Jadi cuman orang yang
19:22 kaya apa yang sempit juga? Semuanya. Jadi sedekah tuh lapang apa sempit, Pak? Oh, iya. Lapang dan sempit. Kalau lapang dia sedekah apalagi sempit. Hm. Oh, sempit enggak mau sedekah. Gimana mau gimana? Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan sesuatu dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan. Nah, itu justru Mas kalau ngomongin gini ya. Kapan waktu saat terbaik kuat and kuat ya sedekah. Saat sempit. Saat sempit. Iya. Benar. Benar Mas. Benar. Surah 3 e 133 134 i justru lagi sempit saat terbaik untuk sedekah ya. I benarbenar ya logikanya lagi sempit ngasih lagi kan enggak gitu gitu ya Mas ya. Iya itu kan logikanya
20:08 begitu tuh. Oh ini nih benar si takwa nih. Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Surga itu kapan sih? Ya, kalau ngomongin ini langit buminya sudah ada anytime, any moment sekarang. Iya. Makanya surga itu seluas langit dan bumi. Bumi itu tubuh fisik. Ah, artinya langit itu adalah nonfisik. Oke. Menghadapi realitas namanya dunia dan akhirat. Oke. Jadi, surga itu di dunia apa di akhirat? Ya, dunia dan akhirat. Ada duanya. Dunia akhirat kapan? Sekarang samaan sekarang. Betul. Jadi, surga itu harus dunia akhirat gitu. Hm. Maksudnya seluas langit bumi tuh bukan surganya kayak seluas bumi. Enggak. Bumi fisiknya kita di surga sehat i
20:54 sejahtera, berkelimpahan. Langitnya nonfisiknya kita juga bahagia. Iya. Ee selalu di dalam kasih sayang Tuhan gitu. Dua-duanya tuh di surga gitu. Oke. Tapi orang yang mana dulu yang ada di surga? Lanjut. Ah. Yaitu orang-orang yang berinfak. Heeh. Baik di waktu lapang maupun sempit. Sempit ya. dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan. Nah, lanjut 135. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri segera mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu sedang mereka mengetahui. Nah, jadi berbuat keji itu enggak apa-apa asal tobat
21:40 cepat-cepat kan kembali. Iya. Oke. Nah, jadi diberikan kelapangan itu bukan sekedar duniawinya, tapi juga akhiratnya. Akhiratnya. Oke. Nah, ya akhirat itu artinya hatinya lapang, jiwanya lapang, dua-duanya tuh lapang gitu. Oke ya. Oke. Coba tadi kita sudah bahas dunia, sekarang akhiratnya coba 6 125. Menuju ke akhiratnya kayaknya kita cut jump, Mas. Oh, ya. Oke. Supaya ee enggak terlalu apa ya, enggak ya kita pas gitu ya. Jadi ini dunia kita sudah dapat nih, Teman-teman. Tapi kita review dulu sedikit. Kita sudah bicara tentang infak, sedekah dan mungkin nanti habis ini kita akan bicara tentang zakat lebih dalam lagi gitu. Tapi point of view-nya adalah
22:25 mendapatkan satu perspektif tentang sedekah. Sedekah itu bukan urusan memberi, tetapi membenarkan. Nah, gimana sih dari sedekah menuju zakat membenarkan yang seperti apa? Kita akan bahas di episode yang akan datang. Terima kasih. [Musik]